
Dia juga mengatakan alasan mengapa jiwa Ming Yifei saat ini seperti terbakar, itu karena efek kutukan sebelumnya masih belum menghilang sepenuhnya.
Dan hanya ada satu hal yang bisa mengembalikan jiwa Ming Yifei seperti sebelumnya. Yaitu, Pil Pengorbanan Jiwa.
Pil itu sangat sulit untuk ditemukan, bahkan di Benua Immortal sekalipun, karena kesadaran jiwa itu berasal dari Benua Immortal yang kemudian dipindahkan ke Bintang Biru sejak lama oleh seorang ahli dalam kekuatan jiwa.
Bahan untuk membuatnya juga tidak dapat ditemukan di Bintang Biru. Qin Tian berfikir sejenak untuk mencari tentang Pil yang dimaksud oleh sisa jiwa kesadaran itu.
Bahan-bahan yang dibutuhkan semuanya ada didalam dunia jiwa miliknya, dan juga ia sudah mengetahui dengan sangat pasti cara untuk membuat Pil itu.
" Jadi benda apa yang kau inginkan untuk menjadi rumah yang bisa menampung sisa jiwa mu?" tanya Qin Tian.
" Benda apapun tidak masalah, asal benda itu berkaitan erat dengan Elemen Tanah," jawab sisa kesadaran itu.
Qin Tian memiliki benda yang berkaitan dengan Elemen Tanah, bahkan benda itu berkualitas sangat tinggi.
Jika saja tidak berdampak kematian pada Ming Yifei saat sisa kesadaran itu dilepas secara paksa, pasti saat ini Qin Tian sudah membuat sisa kesadaran itu menjadi sumber daya yang akan meningkatkan sedikit kekuatan jiwa nya.
" Baiklah, ini benda yang kau inginkan, dan satu hal lagi. Jangan pernah mencoba untuk mencelakai keluarga ku," ancam Qin Tian.
" Terima kasih dan aku tidak akan pernah mencelakai keluargamu, jadi kau bisa tenang. Mungkin aku membutuhkan waktu agar bisa memindahkan jiwaku tanpa melukai jiwa orang ini," ucap kesadaran itu.
" Berapa lama?"
" Jika tidak ada masalah, mungkin sekitar tiga hari," ujarnya berkata dengan jujur.
" Baik, lakukan tanpa ada masalah," ucap Qin Tian.
Setelah itu, kesadaran itu memulai proses pemindahan jiwa nya pada benda yang sudah diberikan Qin Tian.
Qin Tian juga segera membuat array penghalang untuk melindungi dirinya dan Ming Yifei agar tidak ada gangguan sekecil apapun.
Ia juga mengeluarkan semua bahan-bahan untuk membuat Pil Pengorbanan Jiwa. Semua bahan sudah dimilikinya, jadi tidak ada alasan untuk tidak membuat Pil itu sekarang.
Tidak membutuhkan waktu yang lama bagi Qin Tian untuk membuat Pil Pengorbanan Jiwa. Karena saat ini Qin Tian sudah mampu membuat Pil dengan kualitas yang sangat tinggi.
Qin Tian juga segera memanggil Qin Jian untuk menghampiri mereka.
" Ada apa Tian'er?" tanya Qin Jian.
" Jika benda ini sepenuhnya telah berubah warna menjadi hitam, Kakek langsung berikan ini pada Nenek, dan pastikan bahwa Kakek membantu Nenek untuk menyerap Pil ini," ucap Qin Tian memberikan Pil Pengorbanan Jiwa pada Qin Jian.
" Apa ini? Apakah Pil ini bisa digunakan untuk menyembuhkan Nenek mu?"
__ADS_1
" Ya Kakek, sebenarnya yang menyebabkan mental Nenek terganggu itu karena efek kutukan sebelumnya masih belum sepenuhnya hilang," ujar Qin Tian.
" Baiklah, terima kasih Tian'er," ucap Qin Jian.
" Tidak masalah Kakek, lagi pula ini untuk kesembuhan Nenek," ucap Qin Tian.
" Kalau begitu, aku akan kembali dulu Kakek."
" Baiklah."
...• • • • •...
Tiga hari kemudian, Qin Tian dan Tang Yue Lin pergi ke kediaman Qin Jian untuk memeriksa keadaan Ming Yifei.
" Bagaimana Kakek, apakah benda itu sudah menghitam sepenuhnya?" tanya Qin Tian.
" Sedikit lagi," jawabnya yang masih fokus memperhatikan Istrinya dan benda yang perlahan menghitam.
" Sepertinya tidak akan lama lagi," ucap Qin Tian.
Disaat yang bersamaan, benda yang menyimpan sisa kesadaran dari jiwa Ming Yifei itu bercahaya menandakan proses pemindahan jiwa telah selesai dilakukan.
" Segera beri Pil itu Kakek," ucap Qin Tian.
" Pil apa itu Gege? Kelihatannya tidak seperti yang Gege buat selama ini," tanya Tang Yue Lin penasaran dengan Pil yang dikeluarkan Qin Jian.
" Pil Pengorbanan Jiwa, itu berguna untuk memadatkan kembali jiwa yang sebelumnya telah terkikis akibat korosi jiwa," ucap Qin Tian menjelaskan manfaat dari Pil Pengorbanan Jiwa.
Meskipun namanya merupakan Pengorbanan, tetapi sebenarnya Pil itu sangat efektif untuk memadatkan jiwa yang telah terkikis dan hampir hilang.
Akan tetapi, jika orang yang memakan Pil itu dalam keadaan biasa, jiwa nya akan lenyap secara perlahan dan itu merupakan siksaan yang sangat menyakitkan saat jiwa nya terlucuti secara paksa dan perlahan-lahan.
Maka dari itu, Qin Tian tidak berniat sedikitpun untuk membuat Pil itu dalam jumlah besar.
" Lalu benda yang Gege simpan sebelumnya?" tanya Tang Yue Lin lagi.
" Benda itu menyimpan sisa kesadaran dari kutukan yang telah dimurnikan," ucap Qin Tian.
" Apakah sisa kesadaran itu berbahaya?"
" Tidak, tetapi mungkin itu bisa berguna untuk di masa depan. Karena aku berniat untuk membuat boneka hidup yang tidak kenal takut," ujar Qin Tian.
Dia memang mempunyai niat untuk mempelajari teknik segel kontrak jiwa, yang salah satu isinya adalah membuat pasukan boneka yang bisa dimasukkan jiwa agar kekuatan boneka itu bisa berkembang.
__ADS_1
Jika boneka yang tidak dimasukkan jiwa, maka kekuatan nya hanya berada di tingkat tertentu tanpa ada peningkatan.
" Oh, buatkan satu untukku Gege," pinta Tang Yue Lin dengan nada sangat manja.
" Kita lihat saja, apakah aku berhasil menguasai teknik itu," ujar Qin Tian.
" Baiklah," ucap Tang Yue Lin.
...• • • • •...
Di tempat yang sangat jauh dari Bintang Biru.
" Mengapa kau kembali tanpa membawa mereka berdua, Huo?" tanya seorang pria yang tampak muda dan tampan pada pemuda lainnya.
" Tidak mungkin aku membawa mereka disaat mereka masih lemah. Lagi pula aku bisa merasakan jika tidak lama lagi kita berdua akan bertemu dengan yang lainnya," jawab Ling Huo.
" Alasanmu masih bisa di terima," ucap pemuda itu.
" Lalu, apa yang akan kau lakukan? Apakah kau akan bermalas-malasan lagi seperti sebelumnya? Bukankah lebih cepat jika kau yang bergerak mencari yang lain," tanya Ling Huo bertubi-tubi.
" Hey.. hey.. kau terlalu banyak bertanya," jawabnya dengan malas.
" Jawab saja pertanyaanku, Joe– atau sekarang kau memiliki nama lain seperti kami?" tanya Ling Huo lagi.
" Namaku tetap sama Huo, aku tidak akan membuang nama itu," ujar pemuda yang tidak lain adalah Joe.
" Jadi bagaimana dengan pertanyaanku sebelumnya?"
" Masih sama, aku terlalu malas untuk meninggalkan kebiasaanku yang dulu," ujarnya.
" Lagi pula hanya satu orang saja yang belum ditemukan keberadaannya," lanjut Joe.
" Oh, itu pasti dia," ucap Ling Huo.
" Ya, siapa lagi diantara kita yang mempunyai kebiasaan yang sulit untuk dilacak keberadaannya," ujar Joe.
" Tapi kau tidak perlu khawatir, saat kita ber enam sudak berkumpul, dia pasti mencari keberadaan kita," lanjutnya.
" Ya semoga saja begitu, agar aku tidak repot," ucap Ling Huo dengan nada malas.
•••
Terima Kasih.
__ADS_1