Takdir Sang Pendosa

Takdir Sang Pendosa
30. Menyelesaikan Dengan Cepat


__ADS_3

Arena Colosseum.


Para peserta telah mendapatkan pasangannya masing-masing. Dan dapat terlihat di mata para penonton jika Putri Ming Mei berpasangan dengan Nan Rou, kedua nya merupakan seorang jenius yang sangat terkenal dikalangan penduduk Benua Tengah, khususnya Kota Giok Biru.


Pasangan peserta itu kemudian diberikan angka satu sampai seratus, dan setiap empat pasangan harus bertarung di dalam satu arena untuk memperebutkan satu pemenang.


Dan nanti hanya akan ada lima puluh orang yang akan menjadi murid Sekte.


Mereka juga akan mengadakan kompetisi lainnya untuk memperebutkan dua orang yang berhak mendapat hadiah dari Sekte Bunga Api yang sampai saat ini masih di rahasiakan benda apa yang akan menjadi hadiah.


Di tahap ini, penggunaan senjata jenis apapun dilarang untuk digunakan, ini sebagai pencegah kejadian tak terduga yang bisa dilakukan oleh para peserta. Peserta yang kedapatan melanggar hal itu akan secara langsung di diskualifikasi. Meski potensi untuk menjadi kultivator hebat di masa depan sangatlah besar, hal itu tidak dibenarkan disini.


Hal ini sangat menguntungkan bagi para kultivator yang selalu berlatih dengan tangan kosong atau mereka yang mengkultivasikan teknik penempaan tubuh.


Seperti halnya Wu Zhu, dengan tubuh fisiknya dia dapat mengalahkan lebih dari lima orang dengan tahapan yang sama dengannya. Tetapi, para peserta disini berada dibawah tingkat kultivasi nya yang sekarang. Sehingga hal ini membuat kesempatan dia untuk menjadi murid Sekte Bunga Api semakin terbuka lebar, apa lagi sekarang dia berpasangan dengan Qin Tian. Pemuda misterius yang telah memberikan arahan kepadanya sehingga naik tiga bintang dalam waktu tiga minggu saja.


Dia sangat yakin bisa menjadi salah satu peserta yang lolos.


Qin Tian dan Wu Zhu yang mendapatkan nomor 37, tinggal menunggu giliran. Setidaknya yang bertarung tidak ditentukan melalui nomor urut peserta, tetapi di acak oleh pihak Sekte Bunga Api.


...• • • • •...


"Perkenalkan, aku Huo Jun yang akan bertindak sebagai wasit pada pertandingan di tahap kedua ini," ucap Pria yang merupakan murid inti dari Sekte Bunga Api.


"Pertandingan pertama dilakukan oleh pasangan dengan nomor 9, 25, 53 dan 80. Silahkan memasuki arena," teriak Huo Jun.

__ADS_1


Tidak ada yang menarik dari pertandingan mereka dan yang lolos pertama kali adalah pasangan dengan nomor 80.


Empat nomor terus di teriakkan seiring dengan selesainya pertandingan. Teriakan penonton pun tak kalah meriah, karena sebagian dari mereka memasang taruhan kepada tiap-tiap pasangan peserta yang bertarung di Arena.


"Pertandingan ke lima belas, pasangan dengan nomor 27, 37, 69 dan 91 silahkan memasuki Arena," ucapnya lagi dengan berteriak.


Lalu ke delapan orang itu memasuki Arena, masing-masing pasangan ditempatkan di tiap sisi Arena.


"Hey, coba lihat itu. Bukankah dia dari Kuil Emas Surgawi," ucap salah satu penonton.


"Dia pasti lolos di tahap ini, aku akan memasang taruhan pada dia," ucap penonton lainnya.


"Ya, kau benar. Dengan tubuh fisiknya yang kuat, dia pasti bisa lolos dengan mudah," ucap penonton disebelahnya.


"Semoga ini menjadi tontonan menarik," yang lain menimpali dengan tersenyum.


"Dilarang menggunakan segala jenis senjata apapun disini, kalian hanya boleh menggunakan energi spiritual dan teknik lainnya yang tidak berkaitan dengan senjata. Apakah kalian sudah paham?" Huo Jun menjelaskan lagi, meski telah berulang kali mengucapkan kata yang sama setiap pertarungan akan dimulai.


Semuanya hanya mengangguk.


"Pertandingan ke lima belas, dimulai!" ucapnya seraya meninggalkan Arena.


"Hei Wu Zhu, apakah kau ingin cepat menyelesaikan ini?" Qin Tian bertanya pada Wu Zhu yang terlihat bersemangat.


"Ya, tapi bukankah kita tidak bisa menganggap remeh musuh meskipun kita berada ditahap yang lebih tinggi," ujarnya mengingatkan.

__ADS_1


"Aku tidak pernah meremehkan setiap musuhku. Juga sebelumnya aku ingin bermain dengan mereka, tapi ada hal mendesak yang harus dilakukannya sebentar lagi," ucap Qin Tian lalu mengedarkan energi spiritualnya yang seketika membuat Arena bergetar dan peserta yang lain terjatuh karena tekanan yang dibuat Qin Tian.


Lalu dengan sekali lambaian tangan, Qin Tian menerbangkan setiap dari mereka yang sudah terbaring dilantai Arena.


Semua orang terdiam ketika melihat pertarungan ke lima belas yang hanya berlangsung kurang dari dua menit itu.


Mereka yang sebelumnya telah memasang taruhan pada peserta yang diterbangkan Qin Tian seketika merasa lemas. Tidak ada yang menyangka jika pemuda yang kelihatannya lemah itu mampu mengalahkann enam orang hanya dengan lambaian tangannya saja.


"Hey, umumkan kemenangan kami," ucap Qin Tian berbicara pada wasit yang masih terkejut dengan mulut ternganga.


Huo Jun yang dikejutkan Qin Tian segera meraih kembali kesadarannya dan mengumumkan kemenangan Qin Tian.


Sedangkan di area penonton, orang-orang telah ribut setelah melihat pertandingan Qin Tian. Tidak satupun dari mereka akan percaya dengan yang dilakukan Qin Tian jika mereka tidak melihatnya sendiri.


Disisi lain, tempat para petinggi Sekte dan Kaisar juga tidak kalah hebohnya. Terutama Qin Jian yang semakin yakin jika Qin Tian adalah keturunan nya. Karena dia dapat merasakan jenis aura putra nya dan aura yang dikeluarkan Qin Tian memiliki banyak kesamaan.


'Sepertinya dugaan ku sebelumnya benar, dia pasti anak Qin Zhong,' batin Qin Jian dengan menampilkan senyum tipis diwajahnya.


"Lihatlah pemuda itu, Ming An. Bawa dia kesini," ucapnya pada Ming An.


"Baik, Pemimpin."


Lalu Ming An meninggalkan ruangan yang masih penuh dengan kehebohan para petinggi Sekte serta Kekaisaran.


•••

__ADS_1


Selamat Membaca.


__ADS_2