
Sekte Bunga Api.
Proses itu sangat cepat terjadi, dan akhirnya penantian panjang Qin Jian selama dua puluh tahun terbayarkan dengan sadarnya Ming Yifei.
Kelopak mata Ming Yifei mulai terbuka, suara nafas nya pun kembali terdengar normal. Tidak seperti sebelumnya. Kulit wajah dan tubuh juga sudah tidak pucat lagi.
" Fei'er.." gumam Qin Jian lirih. Lalu matanya beralih menatap Qin Tian seolah bertanya apakah boleh untuk mendekati Ming Yifei yang baru saja kembali sadar.
" Tidak masalah, Kakek." Qin Tian mengangguk dengan sedikit senyum.
Langkah kaki Qin Jian semakin mendekat saat melihat anggukan kepala Qin Tian.
Ming Yifei yang belum sepenuhnya dapat menguasai tubuhnya sendiri, masih kaku karena sudah terlalu lama terbaring ditempat tidur.
" Fei'er.. syukurlah," ucap Qin Jian memegang tangan Ming Yifei dengan berderai air mata.
" Gege Jian," Ming Yifei menjawab dengan lemah.
" Arrgghh.. mengapa ini terasa sakit," ucapnya lagi saat ingin bangkit dan memeluk Qin Jian yang dilihatnya sedang menangis.
" Jangan bergerak dulu, Nenek," ucap Qin Tian yang melihat Ming Yifei kesakitan karena memaksakan diri untuk bangkit.
" Nenek? Siapa dia Gege Jian?" tanya Ming Yifei pada Qin Jian.
" Dia cucu kita Fei'er. Anak Zhong'er dan juga Ling'er," Qin Jian menjawab dengan wajah bahagia, meskipun diwajahnya masih mengalir air mata.
" Sekarang sudah dua puluh tahun berlalu sejak kau tidak sadarkan diri Fei'er," lanjutnya lagi.
" Apa!.."
" La-lalu bagaimana dengan Liu'er, Gege Jian," ucapnya terbata saat mengucapkan nama anaknya yang pertama.
Qin Jian tidak menjawab pertanyaan Ming Yifei, ia hanya menunduk yang sangat memperlihatkan kesedihannya.
" Ke-kenapa... Kenapa Gege Jian seperti itu? Apa yang terjadi dengan Liu'er?.."
" Maafkan aku, Fei'er.. Aku tidak dapat menyelamatkan Liu'er, dan saat ditemukan, dia sudah tidak bernyawa," ucap Qin Jian yang sangat menyesal karena datang terlambat.
" Kakek, Nenek... Maaf mengganggu reuni kalian berdua. Tamu diluar sudah menunggu, aku tidak yakin para tetua dan murid Sekte ini dapat mengalahkan mereka semua saat array formasi yang ku pasang telah dihancurkan... Meski aku sudah memasang array pelindung dan penyerang, tapi tidak seru jika hanya seperti ini," ucap Qin Tian yang ingin bergerak masuk kedalam pertempuran.
__ADS_1
" Baiklah mari kita selesaikan ini dengan cepat, Tian'er. Aku rasa penyerangan kali ini dilakukan untuk yang terakhir kali oleh mereka," Qin Jian yang menjawab sangat tepat, karena dia merasa penyerangan kali ini hanya tertuju pada dirinya dan Sekte Bunga Api.
Jika Sekte Bunga Api dan dirinya musnah, bisa dipastikan mereka yang akan menjadi penguasa tunggal Lima Benua.
" Aku ikut, Gege Jian."
" Tidak, kau harus beristirahat sesuai dengan apa yang dikatakan cucu kita."
" Tidak apa-apa, Kakek. Nenek bisa ikut setelah mencerna pil ini," ujar Qin Tian yang mengeluarkan Pil penyembuh tingkat Langit tertinggi yang pernah dibuatnya.
" I-ini... Pil tingkat Langit tertinggi, dan juga kualitas pil ini seratus persen," ucap Qin Jian terkejut.
" Darimana kau mendapatkan ini, Tian'er?" lanjutnya lagi dengan rasa penasaran yang tinggi.
" Akan ku jelaskan setelah semua ini selesai, Kakek. Lebih baik sekarang Nenek cepat pulih dan kita akan berpesta diluar," ucap Qin Tian dengan seringai lebar.
Qin Tian sangat ingin terjun langsung, tapi karena kesehatan Neneknya masih belum stabil dia mengurungkan niatnya itu dan memberikan pil penyembuh tingkat tinggi agar kondisi Nenek nya kembali normal.
...• • • • •...
" Serang terus!.. Jangan ada yang berhenti sebelum pelindung itu hancur!..." teriak salah satu komandan Aliansi Aliran Hitam.
" Sejak kapan mereka punya ahli formasi tingkat tinggi?" Pemimpin tertinggi bergumam melihat formasi pelindung dan penyerang yang mengelilingi Sekte Bunga Api.
" Baik, Yang Mulia," jawab jendral itu yang langsung menginstruksikan kepada para komandan pasukan untuk berhenti menyerang.
Pasukan Aliansi Aliran Hitam yang berhenti menyerang membuat heran para murid serta tetua Sekte Bunga Api.
Mereka juga terkejut dengan formasi yang dipasang oleh Qin Tian disana, pasalnya array yang terpasang di sekeliling Sekte itu sangatlah kuat.
Melebihi dari yang bisa dibuat oleh ahli formasi didalam Sekte.
Setelah hening selama beberapa menit, Pemimpin Tertinggi Aliansi Aliran Hitam maju kedepan barisan. Dia ingin mencoba menghancurkan array formasi pelindung dan penyerang itu dengan kekuatannya.
" Semuanya dengarkan!... Aku dan Tiga Jendral Tertinggi akan menghancurkan pelindung ini dengan semua kekuatanku, dan saat pelindung ini telah hancur, kalian bergegas menghancurkan Sekte Bunga Api!..." teriak Pemimpin yang bernama Mo Guo itu kepada seluruh pasukannya.
" Baik, Yang Mulia!..."
Lalu Mo Guo memfokuskan seluruh simpanan energi spiritual yang dia miliki ke pedang yang ada tangannya, ketiga Jendral itu juga melakukan hal yang sama, tetapi dengan serangan dan senjata yang berbeda. Dia berniat menghancurkan pelindung itu dengan sekali serangan agar efek serangan baliknya bisa dicegah.
__ADS_1
Bermodalkan seluruh energi spiritual, dia berharap dapat menghancurkan pelindung.
Satu serangan yang akan dilakukan mereka berempat bisa dikatakan dapat meratakan seluruh kawasan Sekte Bunga Api, jika tidak dipasang pelindung.
" Teknik Bulan Hitam!.. Tebasan Penghancur!.."
" Tinju Gunung Baja.."
" Tapak Api Neraka.."
" Tombak Membelah Langit.."
Boomm!.. Boomm!.. Boomm!..
Crackk!... Duaarrr!...
Mo Guo dan ketiga Jendral itu melepaskan teknik terkuat mereka, dan seketika array formasi yang dipasang Qin Tian tidak bisa menahan serangan lalu hancur tepat di satu titik yang ditargetkan oleh mereka berempat.
" Serang!..." teriak salah satu Jendral yang melihat array formasi pelindung itu hancur.
" Haaaaa!..." semua pasukan Aliansi Aliran Hitam berteriak dan mulai berlari menuju kerumunan murid dan tetua Sekte Bunga Api.
Murid serta tetua yang melihat hancurnya array formasi itu langsung bersiaga.
" Tahan mereka semua! Jangan biarkan mereka menghancurkan Sekte kita," salah satu tetua mulai mengatur para murid untuk melakukan serangan jarak jauh.
Lalu tidak lama kemudian, perang di kedua belah pihak pun pecah.
Walaupun kalah dalam jumlah, tetapi pihak Sekte Bunga Api tidak gentar sedikitpun.
Sementara itu, Qin Tian sudah selesai membantu Ming Yifei untuk mencerna khasiat pil penyembuhan yang diberikannya.
Dia lalu mengatakan pada Qin Jian, jika array yang dipasang olehnya telah hancur dan perang antara Sekte Bunga Api dan Aliansi Aliran Hitam telah dimulai tepat didepan gerbang Sekte.
Qin Jian dan Ming Yifei yang mendengar ucapan Qin Tian segera bergegas untuk ikut masuk kedalam pertempuran.
Meskipun basis kultivasi Ming Yifei menurun hingga ke ranah Jalan Surgawi, ia tetap tidak gentar untuk menghadapi para musuh yang menyerang.
Qin Jian juga dapat dipastikan akan selalu melindungi Ming Yifei disaat mereka telah memasuki medan pertempuran.
__ADS_1
•••
Selamat Membaca.