Takdir Sang Pendosa

Takdir Sang Pendosa
78. Masalah Pertama di Planet Lingkar


__ADS_3

" Jadi apa kegunaan sesungguhnya dari benda itu?" Qin Zhong bertanya dengan sangat penasaran.


" Ayah akan mengetahuinya nanti," jawab Qin Tian smabil tersenyum kearah Qin Zhong.


Lalu fokusnya tertuju lagi pada benda terakhir yang dilelang oleh Paviliun Harta. Benda itu berbentuk seperti cambuk yang mempunyai warna merah darah.


" Benda terakhir dari sesi kedua ini adalah Cambuk Mawar, benda ini merupakan senjata kelas Surgawi menengah yang dibuat oleh Gan Ning, ahli penempa terbaik di Daratan Naga ini," ucap Ning Fu Yie yang membuat seisi ruangan menjadi gempar.


Pasalnya orang yang bernama Gan Ning ini merupakan ahli yang sangat jarang membuat senjata, tetapi sekali ia membuat senjata, pasti tingkatan senjata itu sangatlah tinggi.


Bahkan semua kekuatan di Daratan Naga tidak akan sungkan untuk memberi Gan Ning jutaan batu roh tinggi hanya untuk sebuah senjata.


Dan kali ini, Paviliun Harta mendapatkan salah satu senjata buatannya dengan harga yang tergolong sangat murah.


" Cambuk Mawar dibuka dengan harga 20.000 batu roh tinggi dengan kelipatan tidak kurang dari 2.000 batu roh tinggi."


" 22.000.."


" 28.000.."


" 46.000.."


Harga penawaran terus meningkat seiring berjalannya waktu, hingga mencapai angka 100.000 batu roh tinggi.


Kini peperangan harga di ikuti hampir semua ruang VIP yang mengikuti acara pelelangan. Karena harga diri yang cukup tinggi, para penghuni ruangan VIP disana kecuali ruangan yang di tempati Qin Tian dan Qin Zhong, berniat memenangkan benda terakhir dari sesi kedua ini.


Kejadian tak terdua kembali terulang saat suara dari ruang VIP nomor 2 terdengar.


" 250.000.." ucap pemilik ruangan VIP nomor 2.


Tidak ada yang menaikkan harga lagi saat pemilik ruangan VIP nomor 2 menaikkan harga lebih dari dua ratus ribu batu roh tinggi.


" 250.000 pertama.." ucap Ning Fu Yie.


" 250.000 kedua.."


" 250.000 ke–" belum sempat menyelesaikan perkataan nya, seseorang dari kursi biasa menaikkan harga.


" 300.000.." ucap orang itu santai.

__ADS_1


Keributan terjadi saat orang dari kursi biasa itu menaikkan tawaran harga, pasalnya identitas pemilk ruangan VIP nomor 2 sangatlah mengerikan, meskipun kekuatan mereka masih dibawah Paviliun Harta.


" 350.000.." balas pemilik ruangan VIP nomor 2.


" 500.000.." peserta di kursi depan membalas.


Setelah harga itu, tidak ada lagi yang menawar, karena harga nya sudah melebihi dari jumlah pasaran senjata kelas surgawi tingkat menengah.


" Selamat untuk peserta di kursi nomor 3.403 karena telah memenangkan Cambuk Mawar," ucap Ning Fu Yie dengan senyum yang terus mengembang.


" Baiklah, dengan ini sesi kedua telah berakhir, dan akan kita lanjutkan setelah jeda istirahat 30 menit lagi," ucapnya kemudian turun dari panggung dengan wajah yang terlihat sangat gembira.


Tidak ada yang berani membuat keributan meskipun acara untuk sesi ketiga belum dimulai, itu karena reputasi Paviliun Harta yang sudah didengar hampir seluruh manusia yang ada di Daratan Naga.


Rumor juga mengatakan jika lebih dari seribu tahun yang lalu pernah ada Klan besar yang membuat keributan saat Paviliun Harta mengadakan lelang di pusat Kota Daratan Naga. Dan sejak itu, Klan besar tersebut menghilang dari peta Daratan Naga untuk selamanya.


Tidak ada yang tahu pasti bagaimana Klan tersebut bisa menghilang, namun banyak yang berspekulasi jika dalang dibalik semua itu adalah Paviliun Harta. Mulai sejak saat itu, Paviliun Harta menjadi sangat terkenal dan ditakuti oleh beberapa pihak.


" Tian'er, Ayah merasakan ada beberapa pasang mata yang mengawasi ruangan yang kita tempati," ucap Qin Zhong lirih.


" Tenanglah Ayah, mereka hanya penasaran dengan kita berdua yang hanya sekali menawar di kedua sesi tadi," sahut Qin Tian dengan tenang.


" Tetapi sepertinya Ayah merasakan ada niatan buruk dari orang ini," ucap Qin Zhong lagi.


" Kita lihat dulu, jika mereka berani melanjutkan diluar Kota ini, maka kita akan melenyapkan keberadaan mereka," lanjutnya.


" Baiklah," sahut Qin Zhong.


Setelah menunggu sepuluh menit, ada dua orang pelayan yang mengantarkan makanan diruangan mereka berdua. Pelayan itu mengatakan makanan itu merupakan bentuk layanan yang diberikan oleh pihak Paviliun Harta. Hanya mereka yang berada di ruang khusus atau VIP yang mendapatkan layanan seperti ini.


Dua puluh menit kemudian, seorang wanita yang sangat cantik menaiki panggung bersama dengan Ning Fu Yie yang menyusul dibelakangnya.


" Perkenalkan, namaku Ning Hua. Saya akan mengambil alih sesi ketiga ini," ucapnya kemudian melirik semua yang ada didalam tempat lelang Paviliun Harta.


" Pada sesi ketiga ini, akan ada satu benda tambahan yang menjadi puncak dari lelang. Jadi total barang yang akan dilelang pada sesi ketiga ini menjadi 7," ucapnya lagi menjelaskan.


" Tanpa berlama-lama lagi, kita mulai dari benda yang pertama," lanjutnya kemudian seorang muncul dengan membawa nampan yang diatasnya ada sebuah plat berwarna emas yang memancarkan aura menenangkan ke setiap orang.


" Pihak Paviliun Harta belum mengidentifikasi nama benda yang pertama ini. Namun, dari segi aura yang dipancarkannya, benda ini merupakan Artefak kelas Kuno yang ditemukan di kawah yang tercipta secara misterius beberapa waktu yang lalu," Ning Hua menjelaskan mengenai benda yang dijadikan barang pertama di sesi ketiga.

__ADS_1


" Plat ini dibuka dengan harga 50.000 batu roh tinggi dengan kelipatan tidak kurang dari 5.000 batu roh tinggi," ucapnya yang membuat seisi ruangan ribut karena mahalnya sebuah benda yang belum diketahui nama serta manfaatnya.


Namun dari semua orang yang ribut, hanya ada satu orang yang sangat mengetahui benda apa itu sebenarnya dan untuk apa kegunaan benda itu. Ya, dia adalah Qin Tian.


' Aku harus mendapatkannya kembali,' Qin Tian membatin dengan penuh semangat.


Meskipun begitu, perang harga sekali lagi pecah di antara penghuni ruang VIP. Hingga menyentuh angka 700.000 batu roh tinggi.


Alasan sebenarnya para penghuni ruang VIP menawar dengan harga tinggi adalah, mereka sangat penasaran pada benda yang berbentuk plat itu. Karena dari awal kemunculannya sudah sangat misterius dan juga saat benda itu dikeluarkan, aura yang menenangkan terus memancar seolah tidak ada habisnya.


Jadi, mereka berniat untuk menggunakan plat itu pada ruang kultivasi khusus milik mereka di kediaman masinh-masing.


" 500.000 batu roh mistik," ucap Qin Tian pelan.


Seketika semua orang diam sejenak saat Qin Tian menyebutkan penawarannya.


" Hey, kau yang diruang nomor 9. Jika tidak memiliki uang jangan coba-coba untuk menawar harga yang tidak masuk akal," ucap seseorang dengan suara berat di ruang VIP nomor 7.


" Aku mempunyai uang yang kusebutkan, jika kau tidak bisa menaikkan harga tawaran yang ku ucapkan lebih baik diam saja," jawab Qin Tian santai.


" Jangan meremehkanku, sialan!.." sahut orang itu. Ia merasa ada penghinaan di setiap kata yang di ucapkan Qin Tian.


" Nona, lebih baik segera umumkan pemenang benda pertama ini," ucap Qin Tian.


Ning Hua mengangguk dan mulai menghitung untuk kemenangan benda pertama yang belum diketahui nama serta manfaatnya itu.


" 500.000 batu roh mistik pertama.."


" 500.000 batu roh mistik kedua.."


" 500.000 batu roh mistik ketiga... Selamat untuk ruang VIP nomor 8 telah memenangkan benda pertama di sesi ketiga ini," ucap Ning Hua yang mendeklarasikan kemenangan Qin Tian.


Sementara itu di ruang VIP nomor 7, pria berbadan kekar terlihat sangat marah dengan Qin Tian karena telah di provokasi.


" Cari tahu identitas pemilik ruangan nomor 8 ini," ucapnya penuh kemarahan pada kedua pengawalnya yang langsung menghilang seperti hantu.


" Siapapun kau, tidak akan kubiarkan dirimu hidup dengan tenang," gumamnya pelan dengan amarah yang terlihat jelas dimatanya.


Secara tidak langsung, hari kematiannya telah ditentukan oleh Dewa Kematian.

__ADS_1


•••


Terima Kasih.


__ADS_2