
Qin Zhong dan Qin Tian berjalan kearah penginapan yang telah diberitahu oleh penjaga sebelumnya. Mereka berjalan seperti biasa dan tidak terburu-buru serta mengamati di sekitar.
Disepanjang perjalanan mereka menuju kearah penginapan banyak banyak sekali orang-orang yang berlalu lalang dan ada juga yang berjualan di pinggiran jalan.
Ditengah perjalanan, mereka juga menemukan ada satu orang yang duduk beralaskan tikar sedang menjajakan dagangannya, namun tidak ada satupun orang yang menghampiri lapak dagangan nya.
Ini membuat naluri Qin Tian bangkit dan menghampiri orang tersebut.
Dapat terlihat bahwa ia menjual beberapa kertas jimat serta barang-barang unik lainnya.
Tatapan mata Qin Tian tertuju pada sebuah kendi yang berwarna hitam dengan ornamen berbentuk sebuah sisik di bawahnya.
Dengan menggunakan Mata Dewa dan juga Pengetahuan Tiga Alam, Qin Tian tahu benda apa yang dijual orang itu.
" Berapa harga kendi ini?" tanya Qin Tian.
Orang yang menjual kendi itu belum menjawab dan mendongak menatap wajah Qin Tian seperti menilai apakah Qin Tian ini adalah Tuan Muda dari keluarga kaya atau hanya orang biasa.
Namun saat melihat fitur wajah Qin Tian yang tampan serta kulitnya yang halus dan juga terlihat sangat terawat, penjual itu berpikir jika Qin Tian merupakan Tuan Muda dari keluarga kaya.
" Sepuluh ribu Batu Roh Tinggi," ucapnya santai.
Perkataannya sangat jelas hingga beberapa orang disekitar menoleh kepadanya karena merasa heran, lalu beberapa orang itu mulai mendekat untuk melihat benda seperti apa yang dia jual dengan harga tinggi tersebut.
Belum sempat Qin Tian menjawab perkataan penjual itu, beberapa orang yang mendekat mulai mengatakan sesuatu.
" Hey, jangan coba-coba menipu orang lain dasar manusia tidak tahu diri!" umpat salah seorang yang mendekat.
" Benar, kau penipu masih saja berani berjualan disekitar sini," ujar orang lainnya.
" Jika kalian datang hanya untuk mengganggu lebih baik pergi," ucap penjual itu tenang.
" Benda yang kau jual itu tidak lebih dari sepuluh batu roh rendah di pedagang yang lain, jangan menipu para pendatang lagi," ujar salah seorang pedagang yang ada didekat mereka.
" Itu terserah diriku, lagi pula aku tidak menjualnya pada kalian," ucapnya.
__ADS_1
" Ku sarankan padamu jangan membeli dagangan penipu ini, ia selalu mematok harga tinggi saat menjual barang pada orang yang tidak berasal sari Kota ini," ucap pedagang itu pada Qin Tian.
" Tidak masalah, lagi pula aku hanya bertanya berapa harga kendi itu padanya," jawab Qin Tian.
Setelah mendengar ucapan Qin Tian, orang-orang yang semula mendekat perlahan mundur dengan teratur.
" Jadi, apakah kau akan membeli kendi itu Tian'er?" tanya Qin Zhong yang sedari tadi hanya diam memperhatikan.
" Benda itu setara dengan artefak kelas Surgawi Ayah, jadi harga yang diberikan oleh orang ini termasuk sangat murah, jika benda ini diketahui oleh ahli artefak dan senjata pasti para ahli tidak akan ragu untuk mengeluarkan batu roh tinggi sebanyak sepuluh ribu," ujar Qin Tian mengirimkan telepati pada Qin Zhong.
Qin Zhong mengangguk saat mendengar penjelasan Qin Tian, ia tidak akan bertanya lagi jika Qin Tian ingin membeli benda itu.
Meskipun sebenarnya di dunia jiwa milik Qin Tian banyak sekali artefak kelas Surgawi, tetapi mungkin Qin Tian memiliki maksud lain jika ia membeli benda itu.
Dan apa yang dipikirkan Qin Zhong sama sekali tidak salah, karena benda itu merupakan artefak penyimpanan yang bisa menyimpan suatu energi dalam jumlah yang lumayan besar. Selain menyimpan energi, benda itu juga bisa menyerap jiwa orang yang sudah mati agar tidak dapat kembali melalui jalur roda reinkarnasi. Hal ini hanya diketahui oleh Qin Tian dan penjual benda itu.
Lalu Qin Tian mengeluarkan sekantung yang berisi sepuluh ribu batu roh tinggi dan memberikannya pada penjual.
" Aku ambil yang ini," ucap Qin Tian setelah memberikan penjual itu kantung yang berisi sepuluh ribu batu roh tinggi.
" Terima kasih, ambillah ini untukmu juga," ucap orang itu kemudian memberikan sebuah plakat perunggu yang bertuliskan kata 'Mutiara'.
Orang lain mulai berpikir jika Qin Tian adalah Tuan Muda kaya yang sangat bodoh. Namun pemikiran itu berbanding terbalik dengan si penjual.
" Jika ada kesempatan, kita akan bertemu lagi di masa depan," ucap penjual itu kepada Qin Tian.
" Semoga saja," jawab Qin Tian lalu dia pergi dari sana menuju ke penginapan bersama Qin Zhong.
Sesampainya di penginapan Qin Tian menghampiri pelayan wanita di meja tamu.
" Ada yang bisa saya bantu, Tuan Muda," ucap pelayan wanita yang bernama Xing Shu
" Satu kamar dengan kualitas terbaik yang dimiliki penginapan ini," ucap Qin Tian.
" Untuk berapa hari Tuan Muda?" tanya Xing Shu.
__ADS_1
" Tiga hari."
" Biaya nya seribu batu roh menengah perhari, jadi totalnya tiga ribu batu roh, itu sudah termasuk sarapan dan makan malam," ujar Xing Shu menjelaskan.
" Baiklah, ini ambillah," ucap Qin Tian lalu memberikan kantung berisi tiga ribu lima ratus batu roh menengah.
Mereka berdua berjalan dengan dipandu oleh Xing Shu menuju ke kamar mereka yang berada di lantai dua penginapan.
Setelah sampai didepan kamar, Xing Shu memberikan kunci kamar pada Qin Tian dan ia pun pergi ke bawah lagi untuk menjalankan tugasnya kembali.
Qin Tian dan Qin Zhong masuk kedalam kamar yang lebih mirip sebuah rumah kecil dengan dua kamar lain yang ada didalamnya.
' Ini lebih mirip seperti apartment,' Qin Tian membatin saat melihat konsep ruangan yang ia pesan di penginapan ini.
" Cukup luas," gumam Qin Zhong.
" Ayah, aku akan mencari beberapa informasi lainnya serta akan membeli kuda agar kita tidak perlu berlarian lagi untuk bepergian," ucap Qin Tian.
" Lebih baik kita menunggu sampai besok pagi saja, lagi pula sebentar lagi akan malam," ucap Qin Zhong memberi saran.
" Baiklah," jawabnya.
Mereka pun masing-masing menempati dua ruangan kamar yang berbeda, namun sebelum itu Qin Tian menawarkan apakah Qin Zhong ingin masuk ke dunia jiwa atau beristirahat disini saja. Namun, Qin Zhong menolak tawaran Qin Tian.
Qin Tian masuk keruangan-nya dan mengeluarkan kendi yang ia beli dari pedagang di jalan menuju ke penginapan tadi.
Saat benda itu sudah berada dihadapan Qin Tian, seketika raut wajah Qin Tian berubah menjadi sangat senang.
" Kendi ini bukan hanya berguna untuk menyimpan suatu energi spiritual dan jiwa seseorang, tetapi kendi ini juga bisa menyerap artefak lainnya untuk meningkatkan kualitas Kendi ini," ujar Qin Tian senang karena baru saja tiba di Kota Bulan ia sudah menemukan benda langka yang jarang ditemui di manapun.
Biasanya artefak tidak akan bisa berkembang dan meningkatkan kualitasnya meskipun yang memegang artefak tersebut merupakan ahli menempa. Akan tetapi, Qin Tian menemukan satu artefak yang bisa melakukan itu.
Dengan raut wajah gembira, Qin Tian masuk ke dalam dunia jiwa dan menyimpan kendi itu di ruang harta miliknya untuk digunakan di masa depan nanti.
Saat ini ia ingin mencoba untuk menetaskan telur yang tidak diketahui apa spesies yang ada didalamnya. Namun, saat ia mencoba untuk memberikan telur itu energi spiritualnya, seketika terjadi penolakan yang membuat ia sangat bingung dengan kejadian ini.
__ADS_1
•••
Terima Kasih.