
Pertarungan sengit masih terus berlanjut tanpa ada tanda-tanda untuk berhenti dari kedua belah pihak.
Jika saja Heian Jin tidak mengalami penurunan basis kultivasi, Qin Tian tidak akan mendapat kesempatan untuk menyerang sama sekali.
" Jumlah Qi yang kumiliki memang tidak terbatas, tetapi stamina ku sangatlah terbatas, mungkin beberapa jam lagi aku akan kehabisan stamina," gumam Qin Tian yang merasa sangat lelah karena telah lebih dari enam jam bertarung dengan Heian Jin.
Ini adalah pertarungan pertama dengan durasi panjang yang dia rasakan.
Heian Jin menyeringai saat mengetahui gerak-gerik Qin Tian seolah terbatas karena kelelahan, kesempatan ini sangat di manfaatkan oleh Heian Jin.
Dia terus melakukan serangan demi serangan dengan Elemen Kegelapan yang dia kuasai.
" Teknik Kegelapan!.. Jurang Kematian!.."
Heian Jin melesatkan serangan yang sangat mengerikan lagi kearah Qin Tian, bahkan wilayah sekitar yang terkena serangan langsung terbentuk jurang yang sangat dalam
" Dinding Perisai Api!.."
Wuushh...
Api Pelahap Semesta membentuk dinding transparan langsung menyelimuti Qin Tian.
" Ternyata dia masih memiliki kartu tersembunyi di balik lengan bajunya," gumam Heian Jin dengan seringai tipis.
" Terlalu banyak harta yang kau miliki! Tapi, itu sangat bagus, karena semua harta mu akan menjadi milikku.. hahaha!..." teriak Heian Jin yang matanya memancarkan keserakahan.
" Berteriak lah sesuka hatimu, karena sebentar lagi kau tidak akan bisa bicara sepatah kata pun lagi."
" Lahap semuanya!..." gumam Qin Tian yang mengalirkan Qi lumayan banyak untuk melahap serangan Heian Jin dengan Api Pelahap Semesta.
Wuushh...
Semua serangan Heian Jin seketika lenyap seolah ditelan oleh kekosongan.
Heian Jin sangat terkejut dengan kejadian yang tiba-tiba ini, hingga beberapa detik selanjutnya Qin Tian telah berada di hadapannya dan memukul wajah Heian Jin dengan sangat keras.
Buakk...
Heian Jin terpental jauh seperti tembakan meriam dan berhenti setelah menghantam Gunung Es dan menghancurkan gunung itu yang seketika berubah menjadi pecahan kecil.
" Kau!... Dasar kepar*t!..."
Heian Jin yang masih bisa berteriak perlahan berdiri.
Qin Tian tentu tidak membiarkan Heian Jin mengambil alih lagi jalannya pertarungan, saat Heian Jin masih terpental, Qin Tian segera menyusul kearah Heian Jin dan melakukan serangan bertubi-tubi lainnya.
Kheuk..
__ADS_1
Segumpal darah hitam menyembur dari mulut Heian Jin. Akan tetapi, tidak ada tanda-tanda dari Qin Tian akan menghentikan serangannya.
Heian Jin sekarang terlihat sangat kacau, banyak luka lebam di sekujur tubuhnya, karena pukulan yang di lakukan Qin Tian di selimuti dengan Qi nya. Jadi pukulan itu memiliki efek juga di tubuh Heian Jin.
Disaat kesadaran Heian Jin melemah, Qin Tian langsung melakukan serangan terakhir pada jiwa nya.
" Soul Eater!... " hanya dengan dua kata, jiwa Heian Jin beserta dengan semua kemampuan serta Elemen yang dimilikinya ditarik secara paksa oleh Qin Tian
Wuushh...
Terlihat sangat jelas jika jiwa Heian Jin keluar dari tubuhnya saat ini.
Arrgghh...
Teriakan menyedihkan terdengar menggema di seluruh Benua Utara, sampai menyebabkan tanah menjadi retak.
Semua yang ada di Benua Utara merasakan tekanan yang sangat hebat saat jiwa Heian Jin dikeluarkan secara paksa oleh Qin Tian.
Tidak ada satupun dari mereka bisa menahan tekanan itu. Banyak orang dengan tingkat kultivasi rendah langsung pingsan dengan darah merembes dari pori-pori nya.
Tidak terkecuali Ming Yifei, kondisi nya juga saat ini sangat parah, meski tidak sampai keluar darah di tubuhnya. Tetapi saat tekanan itu muncul dia langsung pingsan tanpa mengetahui penyebabnya.
" Fei'er," ucap lirih Qin Jian yang masih berusaha menggapai Istrinya.
" Gu–gunakan Artefak itu Dao," ucap Qin Jian lagi dengan terbata-bata.
" Ba–baik," jawab Ming Dao yang juga dengan kondisi yang sama seperti mereka.
Bush...
Aura menenangkan menyelimuti area seluas sepuluh kali sepuluh meter, berusaha mengeluarkan tekanan yang sedang menimpa Ming Dao dan yang lainnya.
Tekanan itu berangsur menghilang disana, tetapi tidak dengan area luar yang tidak terjangkau oleh Artefak Pertanahan milik Ming Dao itu.
" Ini buruk, jika tekanan ini terus terjadi, semuanya akan mati," ucap Qin Jian dengan wajah pucat.
" Benar, Kakak. Akan tetapi, kita juga tidak bisa melakukan apapun saat ini. Bahkan, Kakak yang sudah mencapai tahap Saint saja terkena dampak tekanan ini," ujar Ming Dao.
" Siapapun itu, semoga saja bisa melenyapkan aura tekanan ini," gumam Qin Jian saat melihat area luar Artefak Pertahanan yang masih terdampak tekanan luar biasa kuatnya itu.
...• • • • •...
" Cepatlah menyerah sialan! Aku sudah tidak kuat menahan ini lagi."
Qin Tian merasa sangat tertekan saat menggunakan Teknik yang seharusnya bisa dipakai hanya saat ia berada di Tingkat Dewa Bumi. Tetapi, saat ini dia berusaha melawan tekanan itu dan melampaui batasan yang ia miliki.
Sementara itu, Heian Jin masih berteriak kesakitan dan terus menerus mengeluarkan tekanan yang sangat kuat.
__ADS_1
Setelah setengah jam kemudian, Qin Tian yang sudah pasrah jika serangan yang ia lakukan saat ini gagal, tetapi hal itu sepenuhnya berhasil, di tandai dengan teriakan dan tekanan Heian Jin mulai melemah bahkan perlahan menghilang.
Jiwa yang keluar pun perlahan di padatkan sehingga Qin Tian lebih mudah untuk memindahkannya ke dalam botol giok khusus.
Dengan cepat Qin Tian mengeluarkan sebuah botol giok khusus untuk menyimpan jiwa, dan memasukkan jiwa Heian Jin yang masih memberontak ingin bebas.
" Akhirnya selesai," dengan nafas tersengal-sengal seperti telah berlari ratusan mil tanpa menggunakan energi spiritual, kesadaran Qin Tian perlahan menghilang.
Tetapi dengan sisa kesadaran yang dimilikinya, dia langsung memindahkan tubuhnya kedalam dunia jiwa.
Swooshh...
Tubuh Qin Tian lenyap dari tempat dia tergeletak.
...• • • • •...
" Tekanan itu sangat mengerikan," ucap seorang Jendral Kekaisaran Ming saat dia telah terbebas dari aura yang menekan dirinya.
" Jika saja aura tekanan itu sedikit lebih lama lagi, aku bahkan tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi pada nyawaku," balas seorang lainnya yang bergidik mengingat tekanan yang tidak akan pernah bisa ia lupakan seumur hidupnya itu.
" Ya, kau benar. Tapi, setelah tekanan itu menghilang, para penduduk yang masih mengamuk juga seketika berhenti, dan yang masih memiliki aura kehidupan juga telah sadar dengan kondisi yang sangat memprihatinkan."
" Lebih baik kita segera mengumpulkan yang masih bisa di selamatkan ke tempat ini," ujar yang lainnya.
...• • • • •...
Di dalam dunia jiwa.
" Tian'er," ucap Yun Ling terkejut dengan kedatangan Qin Tian yang tidak sadarkan diri sambil memegang sebuah botol giok.
" Apa yang terjadi padamu, Tian'er," ucapnya lagi yang langsung menangis.
Mendengar suara tangisan Yun Ling, Qin Zhong, Si Kembar langsung mendekat.
" Ada ap– Tian'er," Qin Zhong yang baru saja ingin bertanya tidak kalah terkejut melihat kondisi Qin Tian saat ini.
" Bos!.." Si Kembar berseru juga.
Karena Si Kembar merupakan seorang Alkemis, secara tidak langsung mereka berdua juga bisa mengetahui kondisi Qin Tian saat ini. Lalu mereka berdua mendekat untuk memeriksakan keadaan Qin Tian.
" Syukurlah, Bos hanya kelelahan saja Tuan, Nyonya," ucap Tian Zhu.
" Benar Tuan, Nyonya. Bos hanya kelelahan. Mungkin beberapa hari lagi Bos akan segera sadar," sambung Tian Chu membenarkan ucapan Saudara kembarnya itu.
" Bawa dia ke kamarnya , Chu Zhu," ucap Qin Zhong sambil menenangkan Yun Ling.
Tang Yue Lin tidak mengetahui apa yang terjadi pada Qin Tian, karena masih belum selesai menerima pencerahannya, mungkin membutuhkan waktu seminggu lagi baru ia bisa menyelesaikan pencerahan yang didapatkannya.
__ADS_1
•••
Selamat Membaca.