
Sesuai dengan yang diperkirakan Qin Tian, portal itu terlihat berdengung tanda portal itu telah aktif. Namun tidak ada gaya tarikan yang biasanya terdapat pada portal yang menghubungkan antar Benua.
Qin Tian dan Tang Yue Lin masih menunggu keluarga nya yang lain agar bisa memasukkan mereka semua ke dunia jiwa dan dirinya sendiri akan masuk kedalam portal.
Alasan Qin Tian melakukan itu karena ia tidak ingin terpisah dengan yang lainnya. Yang akan membuat dirinya kerepotan saat itu terjadi.
" Lin'er, saat kalian masuk dunia jiwa, jangan biarkan Kakek melihat Lang Weidu, dan berkeliling dunia jiwa sendirian," ucap Qin Tian meminta pada Tang Yue Lin untuk melarang Kakek nya menjelajahi lebih jauh selain Istana Dunia Jiwa.
" Baiklah.. tapi mengapa Kakek tidak boleh melihat Lang Weidu, Gege?"
" Karena pasti Kakek mengenali spesies Lang Weidu dan menganggap Lang Weidu adalah musuh untuk di musnahkan, karena saat Kakek masih muda, dia pernah terlibat bentrok dengan sekelompok Serigala Dimensi," ujar Qin Tian yang memang mengetahui hal ini.
Serigala Dimensi memang Hewan Surgawi asli dari Domain Dewa, tetapi ada beberapa yang sengaja turun ke Benua Surga untuk membuat kelompok di sana. Hingga membentuk sebuah Ras Hewan terkuat di salah satu tempat di Benua Surga.
" Aku juga sudah memberi tahu Weidu mengenai ini, dan kuharap tidak terjadi sesuatu yang merepotkan saat aku memasuki portal itu nanti," ucap Qin Tian mengingatkan.
" Apakah lama untuk sampai di tempat tujuan?"
" Aku juga tidak tahu Lin'er, tetapi jika antar dunia aku tidak tahu berapa lama waktu yang dibutuhkan," ujar Qin Tian.
" Baiklah, sebisa mungkin aku akan mencegah terjadinya pertarungan sia-sia saat Kakek bertemu dengan Weidu," ucap Tang Yue Lin.
" Aku bisa lebih tenang jika kau yang menjadi penengah pertarungan mereka," ucap Qin Tian.
Lalu dia menonaktifkan portal itu, dan kembali ke dunia jiwa untuk menunggu anggota keluarga nya yang masih di Benua Tengah.
Sembari menunggu, Qin Tian mengajak Si Kembar untuk menikmati minuman yang dia buat saat menyelesaikan peetarungan dengan Heian Jin.
" Bagaimana?" tanya Qin Tian saat selesai menuangkan mereka berdua segelas minuman.
" Ini sangat enak Bos, lebih enak daripada saat kita masih di Bumi," ucap Tian Zhu.
" Benar Bos, ini lebih terasa. Dan juga aku merasa energi spiritual memenuhi dantianku saat meminum minuman ini," ujar Tian Chu.
" Begitu ya, tidak sia-sia aku membuat minuman ini," ucap Qin Tian dengan bangga.
Lalu mereka hanya berbincang santai sampai malam tiba.
' Banyak yang telah masuk kedalam tubuhku, tapi aku tidak merasa akan mabuk,' Qin Tian membatin heran.
" Ya sudahlah, tidak perlu memikirkan hal yang tida penting," gumam Qin Tian.
Qin Tian tidak langsung kembali ke Istana Dunia Jiwa. Dia pergi ke tempat dirinya menyimpan harta dan mengambil sesuatu yang ia dapatkan dari halaman Istana Kekaisaran Tang.
Sebongkah batu yang lumayan keras dan didalamnya ada sedikit kehidupan yang dirasakan Qin Tian dan itu sangatlah lemah.
__ADS_1
Qin Tian berniat untuk memberikan sesuatu didalam sana pada Istrinya, sebagai hadiah karena Tang Yue Lin telah menyelesaikan pencerahan nya waktu itu.
Qin Tian mulai mengikis sedikit demi sedikit bongkahan batu itu, sampai membentuk seperti sebuah telur yang berwarna hitam pekat dengan guratan berwarna merah gelap.
Dia tidak tahu apa spesies didalam telur itu, karena di Pengetahuan Tiga Alam pun tidak dijelaskan mengenai telur seperti ini.
" Telur ini membutuhkan energi spiritual yang banyak agar bisa menetas, dan juga ini telur ini tidak cocok dengan Lin'er yang memiliki Elemen Es," gumam Qin Tian.
" Kalau begitu, aku akan mencari hadiah lain saja untuk Lin'er," lanjutnya bergumam seorang diri.
Ditengah gumaman nya itu, ia dikejutkan dengan kedatangan Tang Yue Lin yang secara tiba-tiba. Tang Yue Lin hanya memakai baju tipis yang bisa membangkitkan gairah setiap pria yang melihatnya.
" Mengapa Gege terlihat melamun seperti itu," ucap Tang Yue Lin mengalungkan tangannya di leher Qin Tian.
Mendapat perlakuan seperti itu, membuat sesuatu yang seharusnya tidak bangun menjadi aktif.
" Tidak ada apa-apa Lin'er. Sepertinya kau sengaja membangunkan sesuatu yang ada dibawah sana," ujar Qin Tian lalu membalikkan badan dan berdiri sambil menggendong Tang Yue Lin, mereka berdua kemudian kembali ke kamar mereka untuk melakukan ritual yang sangat menyenangkan.
...• • • • •...
Benua Tengah.
" Ayah, apakah persiapannya sudah selesai?" tanya Qin Zhong.
" Sudah, kita bisa berangkat besok pagi," jawab Qin Jian.
" Tidak masalah, lagi pula kita berangkat lebih cepat dari waktu yang diperkirakan Tian'er," ucap Qin Jian.
" Benar Ayah, Ibu dan Ling'er juga sepertinya sangat menantikan kita tiba di dunia atas, terlebih lagi untuk Ling'er, aku tidak tahu mengapa dirinya seperti sangat senang saat Qin Tian mengatakan jika kita bisa secepatnya meninggalkan Bintang Biru ini," ujar Qin Zhong.
" Jangan terlalu kau pikirkan hal itu, Ling'er juga tidak berasal dari Bintang Biru. Kau masih mengingat hal itu bukan," ujar Qin Jian.
" Ya, aku masih ingat dengan sangat jelas mengenai kejadian dulu Ayah," ucap Qin Zhong.
Setelah itu mereka menghentikan perbincangan mereka berdua.
Keesokan paginya.
Qin Jian dan ketiga orang lainnya telah bersiap untuk pergi dari Sekte Bunga Api. Mereka pergi dengan diiringi oleh para tetua serta murid Sekte.
" Jaga baik-baik Sekte ini, jangan sampai kalian menghancurkan apa yang telah kubangun dengan kerja kerasku selama ini," ucap Qin Jian seperti berbisik namun dapat didengar oleh semua orang yang ada disana karena Qin Jian menggunakan energi spiritual didalam suara nya tadi.
" Baik Pemimpin!" teriak semua orang dengan tegas.
" Ming An, kau menjadi pilar bagi Bintang Biru agar tidak ada lagi masalah besar yang bisa mengancam keselamatan semua orang di planet ini," ujar Qin Jian menepuk pundak Ming An.
__ADS_1
" Serahkan semua padaku Pemimpin," jawab Ming An tegas dengan tekad yang kuat.
" Baiklah, kau memang selalu bisa diandalkan," ucap Qin Jian tersenyum tipis.
Lalu mereka berempat pergi dari Sekte Bunga Api menuju ke Benua Timur tempat portal itu berada.
Karena semuanya adalah kultivator tingkat tinggi di Bintang Biru, perjalanan pun mereka tidak ada hambatan berarti.
Sampai tiga hari berikutnya mereka sudah sampai, dan disana sudah ada Qin Tian yang duduk menunggu dengan mata terpejam.
" Selamat datang, Ayah, Ibu, Kakek, Nenek."
Semuanya hanya mengangguk menanggapi ucapan Qin Tian.
" Bagaimana Tian'er, apakah kami mampu untuk melewati portal ini?" tanya Qin Jian.
" Kalian bisa menunggu di tempat yang nyaman."
" Tapi Kakek, sebelum Kakek menunggu disana, kumohon jangan melakukan pertarungan yang sia-sia. Karena disana ada bawahanku yang merupakan Hewan Surgawi yang pernah Kakek lawan sewaktu Kakek masih berada di Benua Surga," ujar Qin Tian mengingatkan Qin Jian mengenai Lang Weidu.
" Baiklah, lagi pula Kakek tidak akan melakukan pertarungan sia-sia," ujar Qin Jian.
" Aku bisa tenang kalau begitu," ucap Qin Tian.
" Jadi, apakah kau akan memasuki portal ini sendirian Tian'er?" tanya Yun Ling.
" Iya Ibu, akan sangat merepotkan jika kita memasukinya bersama dan kemudian terpisah saat keluar dari portal ini nanti. Jadi lebih baik aku yang memasukinya sendirian, itu juga untuk mencegah resiko yang tidak terduga," ucap Qin Tian menjelaskan.
" Baik, kalau begitu jaga dirimu," ucap Yun Ling dengan nada cemas.
Qin Tian mengangguk dan tersenyum menanggapi ucapan Ibunya. Kemudian ia menyelimuti mereka berempat dengan energi spiritual untuk dimasukkan kedalam dunia jiwa.
Qin Zhong dan Yun Ling yang sudah sering keluar masuk dunia jiwa tidak lagi terkejut, namun berbeda dengan Qin Jian dan Ming Yifei yang baru pertama kalinya memasuki dunia jiwa.
Mereka terkejut dengan kepadatan aura disana serta keindahan alam yang ada disana. Seketika Ming Yifei bergumam. " Apakah ini surga?"
" Bukan Ibu, ini adalah dunia jiwa milik Tian'er," ucap Yun Ling.
Mendengar hal itu mereka berdua menjadi terkejut.
" Ja–jadi, Tian'er selama ini membawa kalian masuk didalam tempat ini?" tanya Qin Jian tergagap.
Qin Jian sangat mengetahui mengenai dunia jiwa, karena dia mempelajari hal itu dulu di perpustakaan khusus Klan Qin di Benua Surga.
•••
__ADS_1
Terima Kasih.