Takdir Sang Pendosa

Takdir Sang Pendosa
43. Masa Lalu Qin Jian


__ADS_3

Hari-hari yang damai kembali terlewati, kini sudah dua bulan sejak pernikahan Qin Tian dan Tang Yue Lin berlangsung.


Belum terlihat tanda-tanda akan terjadinya firasat yang dirasakan oleh Qin Tian sebelumnya. Sehingga hal ini membuat beberapa orang menjadi sedikit ragu dengan Qin Tian. Namun, mereka tidak mengatakan hal itu secara langsung.


Bukan hanya takut pada Pemimpin Sekte Bunga Api, tetapi juga takut pada Qin Tian.


Di salah satu tempat bagian belakang Sekte Bunga Api, terdapat sebuah taman yang sangat jarang di kunjungi oleh murid, karena taman itu dibuat oleh Qin Jian khusus untuk istri dan anak-anaknya.


Bahkan, Tetua pertama yang bisa dikategorikan sebagai Wakil Pimpinan Sekte Bunga Api pun tidak mendapatkan izin untuk memasuki taman itu.


Di area taman sekarang ini ada tiga orang pria berbeda usia yang sedang duduk melihat keindahan taman.


Ketiga orang itu adalah Qin Jian, Qin Zhong dan Qin Tian. Mereka sedang membahas tentang meningkatkan kultivasi semua orang dan juga tentang firasat buruk yang dirasakan Qin Tian dua bulan yang lalu.


" Kakek, bagaimana peningkatan murid-murid dan tetua yang bisa dipercaya?" Qin Tian bertanya seperti itu, karena selama dua bulan ini dia tidak memperhatikan peningkatan murid-murid Sekte Bunga Api.


" Semuanya meningkat dengan pesat, mereka sekarang berada di ranah Nirwana bintang 9 sampai Half Saint rendah. Dan para tetua, mereka semua sekarang di tingkat Half Saint puncak. Tetapi yang membedakan dari mereka semua adalah Teknik Bertarung dan Senjata," ucap Qin Jian.


" Apakah kau tidak berkultivasi untuk menaikkan kekuatanmu, Tian'er?" tanya Qin Jian yang penasaran karena dia tidak pernah melihat Qin Tian berkultivasi atau hanya sekedar bermeditasi biasa untuk menenangkan pikiran.


" Jika aku masih disini, aku tidak akan bisa menaikkan ranah kultivasi ku, Kakek," ujar Qin Tian berkata dengan jujur.


" Lalu, berada di tingkat apa kultivasi mu?"


" Dia sekarang berada di ranah Holy Monarch, Ayah," ucap Qin Zhong dengan acuh.


Dia merasa tidak berguna sebagai Ayah, karena tidak bisa melindungi ataupun mengajarkan pada Qin Tian.


" A–apa!..."


" Ba–bagaimana kau bisa mencapai ranah itu, Tian'er?" Qin Jian bertanya dengan raut wajah yang sangat rumit dan tidak percaya.


" Hanya keberuntungan, Kakek, idak ada yang spesial. Lagi pula, banyak yang lebih kuat daripada aku."


" Jika kita sekarang berada di dunia atas, mungkin Kakek tidak akan seterkejut ini. Tapi sekarang kita berada di Bintang Biru, yang tingkatan kultivasi nya hanya bisa di ranah Half Saint tingkat puncak."

__ADS_1


" Ya, itu memang benar. Mungkin aku hanya memiliki keberuntungan yang tinggi, Kakek."


" Ah, benar juga. Kakek, aku ingin bertanya sesuatu,"


" Apa yang ingin kau tanyakan."


" Dari mana Kakek berasal. Bukankah Kakek sendiri yang mengatakan jika tingkat kultivasi paling tinggi si Bintang Biru ini hanya berada di ranah Half Saint, lalu Kakek sendiri sudah melampaui ranah itu."


" Baiklah, memang sudah saatnya Kakek menceritakan ini. Sebenarnya, Kakek juga ingin menceritakan ini pada Ayahmu sejak dulu, tapi yang Kakek takutkan adalah akan ada malapetaka yang menimpa Ayah serta Pamanmu."


...• • • • •...


Lalu Qin Jian mulai menceritakan tentang dirinya. Dia berasal dari Benua Surga, keluarga Qin disana adalah Penguasa Tunggal Benua Surga sejak jaman dulu.


Sudah lebih dari puluhan juta tahun keluarga Qin menjadi Penguasa di Benua Surga. Lalu untuk Qin Jian sendiri, dia merupakan anak ketiga dari salah satu Tetua disana yang bernama Qin Luan. Bersama dengan saudaranya, Qin Jian muda di usir dari kediaman keluarga Qin. Dan untuk Tetua Luan, dia di hukum mati oleh Patriark Qin Shu Long.


Hanya karena ketiga anak Tetua Luan yang sangat jenius, mereka di usir dari keluarga Qin. Tetua Luan dijebak oleh Patriark dan Tetua Agung di Kediaman Qin, hingga menyebabkan Qin Jian serta dua saudaranya di usir dan Qin Luan di hukum mati.


Padahal dedikasi Tetua Luan untuk Keluarga Qin di Benua Surga sangatlah besar, bahkan melebihi dedikasi dari Patriark Qin Shu Long sendiri.


Mereka bertiga menjadi buronan di Benua Surga, sampai-sampai harga kepala salah satu dari mereka mencapai jutaan batu roh tingkat tinggi disana.


Dengan segenap tenaga yang mereka miliki, mereka sampai di Tanah Terlarang, tempat yang tidak ada satupun orang-orang dari Benua Surga ingin memasukinya.


Saat berada di Tanah Terlarang, ketiga orang itu terpisah karena disana ada portal acak yang membuat mereka tidak siap dan menghilang dari sana.


Qin Jian pun terdampar di Bintang Biru sendirian dengan luka yang sangat parah dan tingkat kultivasi nya menurun, yang semula di ranah Venerable bintang 9 kini turun menjadi ranah Saint bintang 3.


Saat itulah dia bertemu dengan Ming Tao, yang saat itu baru saja menjadi Kaisar di Kekaisaran Ming.


" Ada apa dengan pemuda ini, mengapa dia bisa terluka separah ini. Dan juga mengapa aura yang keluar dari tubuhnya sangat kuat," gumam Ming Tao yang saat itu sedang menjelajahi Kekaisarannya bersama beberapa Jendral Kekaisaran.


" Apakah Anda akan menyelamatkan pemuda itu, Yang Mulia," tanya salah seorang Jendral pada Ming Tao.


" Ya, bawa dia masuk ke dalam kereta, aku akan menyelamatkan nyawa pemuda ini."

__ADS_1


Ming Tao ingin menyelamatkan Qin Jian, karena dia merasa Qin Jian sangatlah kuat, dan firasatnya mengatakan akan sangat menguntungkan jika bisa menjalin hubungan baik dengan Qin Jian.


Apa yang dipikirkan Ming Tao tidaklah meleset, karena dengan dirinya yang menjalin hubungan baik dengan Qin Jian, Kekaisaran Ming pun meraih puncak dari rantai makanan di Benua Tengah.


Lima tahun kemudian.


Bukan hanya Benua Tengah, bahkan Empat Benua yang lainnya pun tidak luput dari cengkraman Kaisar Ming dan Qin Jian.


Mereka tidak serta-merta menebar kekuatan saja, mereka hanya memberantas kejahatan dan menjadikan beberapa Kekaisaran dan Sekte yang ada di Empat Benua lainnya sekutu mereka.


Tapi, sejak mereka memberantas kejahatan dan mencari sekutu di Empat Benua lainnya, Qin Jian belum pernah bertemu dengan anak-anak dari Kaisar Ming Tao.


Hingga saat mereka kembali ke Benua Tengah, Qin Jian di jamu di Kekaisaran Ming, dan dijadikan sebagai salah satu Jendral Kekaisaran. Namun, hal itu di tolak dengan tegas oleh Qin Jian. Karena dia memiliki mimpi untuk membuat sebuah Sekte, jadi dia tidak akan ikut campur dalam kepengurusan Kekaisaran.


Lalu, Ming Tao menghadiahkan Qin Jian sebuah lahan yang sangat luas di dekat Ibu Kota Kekaisaran dan Istana Kekaisaran.


Tetapi, Qin Jian tidak langsung menerima hal itu, ia beralasan ingin menjelajahi semua tempat di Lima Benua dan memberantas kejahatan yang ia temui selama perjalanan.


Dan saat itu ia bertemu dengan Ming Yifei, yang membuat keduanya seolah terikat akan sesuatu. Kejadian itu juga tidak luput dari penglihatan Kaisar Ming Tao dan Pangeran Ming Dao.


Mulai dari saat itu juga Ming Tao menjodohkan Qin Jian dan Ming Yifei, tidak ada penolakan dari keduanya yang membuat Ming Tao serta Ming Dao menjadi sangat senang, karena bisa menjalin hubungan baik dengan orang yang sangat kuat dengan jangka waktu yang lama.


Setelah perjodohan singkat itu, Qin Jian lalu menjelajahi Lima Benua untuk mencari keberadaan portal yang bisa membuat ia kembali ke Benua Surga.


Tetapi, setelah sepuluh tahun berkelana dan mencari keberadaan portal itu, Qin Jian akhirnya menyerah dan kembali ke Kekaisaran Ming.


Saat Qin Jian kembali, Kaisar Ming Tao pun langsung membuat acara pernikahan Qin Jian dan Ming Yifei semeriah mungkin.


Setelah menikah pun, Qin Jian tidak langsung membuat sebuah Sekte, ia masih ingin mencari sesuatu di Lima Benua, tetapi kali ini ia mengajak Ming Yifei pergi bersamanya.


Hingga dua puluh tahun kemudian, barulah Sekte Bunga Api resmi di buka, dengan prestasi serta nama besar Qin Jian, banyak yang ingin menjadi murid disana.


•••


Maaf jika di chapter ini terlalu banyak penjelasan.

__ADS_1


Selamat Membaca.


__ADS_2