
Benua Selatan.
" Jadi, apakah dengan perbedaan wajah yang kami miliki, akan sulit untuk mencarinya nanti Bos?" tanya Tian Zhu.
" Tidak akan sulit, percaya saja padaku," jawab Qin Tian yang sangat percaya diri dengan ucapannya.
" Baiklah, aku percaya," sahut Tian Zhu.
Lalu Qin Tian mulai mengungkapkan kembali tentang mengapa ia mengajak keduanya pergi ke Benua Selatan ini.
Alasan ia mengajak keduanya hanyalah sebuah kamuflase agar beberapa tikus di Sekte Bunga Api menunjukkan taring nya. Ia sudah mengatakan hal itu pada Qin Zhong, hanya pada Ayahnya saja.
Sedikit orang yang mengetahui hal ini akan lebih baik.
" Mengapa kau tidak menceritakan pada Kakek mu Bos?" tanya Tian Chu yang penasaran dengan tindakan Qin Tian.
" Kakek tidak akan percaya, karena tikus ini adalah orang licik," jawabnya yang baru menyadari keanehan dari orang itu saat ia kembali sari Benua Utara.
" Lalu, mengapa kita pergi jauh ke Selatan Bos?" Tian Zhu juga ikut bertanya.
" Tidak ada alasan, aku hanya ingin menjelajahi Benua Selatan sebelum naik ke Benua Immortal atau Benua Surga," ujar Qin Tian yang sangat mempercayai jika Qin Zhong dapat mengatasi orang itu.
" Tapi Bos, dari semua yang kau katakan tadi, aku masih penasaran mengapa kita semua bisa ber reinkarnasi lagi setelah kita mati," Tian Zhu mulai mengungkapkan rasa penasarannya.
" Terlebih lagi, aku dan Chu masih lah saudara kembar," lanjutnya.
" Entahlah, akupun tidak tahu akan hal itu," ucap Qin Tian.
" Saat kami hidup kembali, kami berdua berharap jika kalian juga bisa hidup lagi. Dan saat ini harapan kami berdua telah terkabul," ujar Tian Zhu.
" Ya benar apa yang dikatakan oleh Zhu, awalnya kami berfikir itu hanyalah sebuah impian belaka. Tetapi saat bertemu dengan Ling Huo, impian kami secara tidak langsung menjadi kenyataan," sahut Tian Chu menimpali.
" Aku juga awalnya mengira begitu," balas Qin Tian.
" Lalu, apa langkah kita selanjutnya Bos?" Tian Zhu bertanya.
" Menemukan mereka bertiga terlebih dahulu," Qin Tian menjawab sekena nya.
" Ah, dia pasti susah untuk dicari," ungkap Tian Chu.
__ADS_1
" Kau benar Chu, wanita gila itu pasti susah untuk ditemukan," sahut Tian Zhu.
" Sudahlah, dari pada memikirkan yang lain, lebih baik kita menikmati perjalanan ini," ujar Qin Tian memberi saran.
" Baiklah," sahut keduanya serempak.
Lalu, mereka bertiga berbincang sampai pagi, dan ketika matahari telah terbit mereka bertiga beranjak dari sana menuju entah kemana.
Tidak ada tujuan pasti dari gerakan ketiganya, karena Qin Tian yang menunjuk jalan hanya berdasarkan insting nya saja.
Iklim disana juga hampir sama dengan Benua Utara, namun ada perbedaan sedikit. Jika di Benua Utara mereka merasakan dingin yang normal seperti tempat musim dingin lainnya, di Benua Selatan sendiri dinginnya sangat mencekam, dan terasa lebih mengerikan.
Meskipun begitu, mereka bertiga tidak mempermasalahkan hal itu.
Berjalan tanpa tujuan seperti ini tidak membuat mereka bosan, justru dengan seperti ini Si Kembar dapat mengasah kemampuan mereka dengan bertarung dengan beberapa monster dan bandit yang mereka temui selama perjalanan.
Qin Tian hanya melihat dari kejauhan saat kedua nya bertarung, ia hanya mengarahkan mereka berdua beberapa hal.
Kemampuan memakai belati mereka juga meningkat pesat saat berlatih secara langsung melalui pertarungan nyata.
Qin Tian juga tidak mempermasalahkan jika mereka tidak menemukan satupun harta berharga selama perjalanan, asalkan kedua rekannya bisa meningkatkan kemampuan, itu merupakan harta baginya.
" Entah mengapa, sedari dulu kami memang menyukai senjata ini, saat di Bumi pun meski kami lebih sering memakai senjata api, tapi kami berdua juga tidak pernah lupa untuk mengayunkan belati kami meskipun hanya sekilas saja," jelas Tian Zhu.
" Hanya saja pergerakan kami sedikit lambat Bos dibandingkan Assasins yang juga mahir menggunakan belati," ujar Tian Chu.
" Itu tidak masalah, saat kita kembali aku akan mengajarkan sebuah teknik agar pergerakan kalian bisa lebih cepat dari saat ini," ucap Qin Tian.
Hal ini membuat keduanya merasa senang, karena mereka dulu yang dijuluki 'Pembunuh Belati Kembar' bisa menunjukkan taringnya lagi di Dunia Kultivator ini.
Bisa saja mereka menjadi terkenal dengan julukan itu lagi, dan bukan 'Si Kembar Alkemis Gila' yang saat ini menjadi julukan mereka berdua.
" Baiklah, kita istirahat sebentar. Lagi pula sebentar lagi malam akan tiba," ucap Qin Tian.
" Baiklah, kami akan mencari beberapa makanan terlebih dahulu Bos," ucap Tian Chu yang segera mengajak Tian Zhu mencari hewan liar untuk dijadikan santapan mereka malam ini.
Qin Tian hanya mengangguk mendengar ucapan Tian Chu, sedari awal mereka di Benua Selatan, keduanya memang selalu mencari beberapa hewan liar untuk dijadikan santapan saat mereka beristirahat.
Sebenarnya mereka bertiga sanggup untuk terus melangkah tanpa makanan selama puluhan tahun, tetapi bagi Qin Tian, makan sudah menjadi rutinitasnya sehari-hari.
__ADS_1
Tiga bulan kemudian, mereka pun berniat untuk kembali ke Benua Tengah.
Lebih dari sebagian tempat di Benua Selatan sudah mereka kunjungi, dan ada beberapa Kota yang mereka ratakan saat mengetahui betapa busuknya Kota itu.
Selain beberapa Kota yang busuk, mereka juga melenyapkan beberapa kelompok bandit yang bertemu dengan mereka.
Qin Tian juga telah membeli beberapa buah tangan untuk diberikan pada tiga wanita yang ada di Sekte Bunga Api.
Untuk Ayah dan Kakek nya, Qin Tian rasa itu tidak diperlukan karena dia berpikir mereka berdua bisa datang sendiri dan membeli sesuai selera mereka masing-masing.
Terlebih lagi, banyak yang ia beli untuk Tang Yue Lin. Entah mengapa Qin Tian sangat senang saat memikirkan wajah bahagia Tang Yue Lin karena diberikan hadiah saat ia kembali dari perjalanan.
Rasa senang Qin Tian itu tidak luput dari penglihatan Si Kembar, yang saat itu juga mereka berdua mengolok-olok dirinya.
" Lihatlah wajah menggelikan itu, Chu," bisik Tian Chu.
" Ya Bos memang sudah gila, Zhu," balas Tian Zhu berbisik.
" Saat kalian sudah mengetahui perasaan ketika kembali dan disambut hangat ISTRI, kalian akan merasakan hal yang sama sepertiku," ujar Qin Tian menyindir status keduanya.
" Sial! Dia sangat pandai berkilah Zhu," bisik Tian Chu.
" Berhentilah Chu, dia tahu apa yang kita bicarakan," ucap Tian Zhu membalas.
...• • • • •...
Benar saja, saat Qin Tian dan Si Kembar sampai di Sekte Bunga Api, Tang Yue Lin telah menunggu kedatangannya didepan gerbang Sekte.
" Selamat datang kembali Gege," ucap Tang Yue Lin lalu memeluk Qin Tian.
" Terima kasih Lin'er," balas Qin Tian memeluk Tang Yue Lin.
" Segeralah mencari pasangan hidup agar kalian merasakan apa yang kurasakan saat ini," ucap Qin Tian tersenyum mengejek keduanya.
" Sial!.." umpat keduanya dalam hati.
•••
Terima Kasih.
__ADS_1