Takdir Sang Pendosa

Takdir Sang Pendosa
49. Menyerap Jiwa Heian Jin


__ADS_3

Benua Utara.


Setelah kemenangan Qin Tian, pihak Sekte Bunga Api, Sekte Merak Es serta Kekaisaran Ming menjadi lebih leluasa mencari keberadaan setiap orang yang masih bisa diselamatkan.


Tepat pagi hari di tempat pertarungan Qin Tian dan Heian Jin, tim gabungan dari Benua Tengah dan Benua Utara tiba disana.


Area yang sangat luas itu menjadi seperti neraka, karena hanya disana yang tidak ditutupi oleh salju, serta banyak jurang-jurang dengan api yang tercipta di dalam–nya. Hal itu menimbulkan perasaan mencekam pada semua orang yang melihatnya, tetapi karena sangat penasaran, mereka menelusuri tempat itu.


Tidak lama kemudian, mereka menemukan jasad Heian Jin yang sudah mengering, tidak ada darah yang keluar dari tubuhnya, karena Qin Tian menarik jiwa beserta esensi darah Heian Jin. Sehingga tubuh Heian Jin sekarang tidak ubahnya seperti boneka.


Hal itu segera di laporkan pada Qin Jian serta Ming Dao. Mereka yang menemukan mayat Heian Jin tidak berani mendekat ataupun mengambil mayat itu, karena di jarak tertentu mayat itu masih menyisakan tekanan yang kuat.


Tetapi, itu tidak berpengaruh dengan kultivator di ranah Saint.


" Siapa orang ini? Mengapa mayat nya bisa mengeluarkan aura tekanan yang kuat seperti ini?" tanya salah seorang dari tim pencari itu kepada rekannya.


" Jika kau bertanya padaku, lalu aku bertanya pada siapa."


" Sudahlah, jangan meributkan hal yang tidak perlu. Lebih baik kita menunggu kedatangan Pemimpin Qin Jian," tegur salah satu dari mereka.


Mereka menunggu Qin Jian dan Ming Dao hampir selama tiga jam.


" Ternyata orang ini yang menyebabkan tekanan di seluruh penjuru Benua Utara," gumam Qin Jian yang masih bisa didengar oleh Ming Dao.


" Be–benarkah itu Kakak? Lalu apakah orang ini juga yang menjadi firasat buruk Tian'er beberapa bulan yang lalu?" tanya Kaisar Ming Dao.


" Kemungkinan besar yang kau katakan itu ada benarnya Dao, tetapi kita tidak bisa menyimpulkan hal ini dengan cepat sebelum bertanya pada Tian'er," ujar Qin Jian.


" Benar apa yang Kakak katakan."


" Jadi, apakah kalian menemukan orang lain disini, selain mayat yang kalian temukan," Qin Jian bertanya karena saat ini dia mengkhawatirkan keadaan Qin Tian, serta Ming Yifei yang menuntut Qin Jian untuk menemukan anak serta cucu nya.


" Hanya mayat ini yang kami temukan, Pemimpin," jawab salah seorang yang ditunjuk sebagai pemimpin regu pencarian orang disana.


" Baiklah, lakukan pencarian lagi, sampai tidak ada satupun area yang tidak terjamah. Lalu, jika kalian menemukan hal mencurigakan lainnya segera laporkan pada kami," ujar Qin Jian memerintahkan mereka semua.


" Baik, Pemimpin!.." jawab mereka semua dengan tegas.


...• • • • •...


Lalu, dua hari berlalu begitu saja, penduduk Benua Utara yang selamat saat ini masih mengungsi di satu tempat, tidak terkecuali untuk yang berada di pelosok yang sulit terjangkau.

__ADS_1


Qin Jian, Ming Yifei serta Ming Dao masih menunggu Qin Tian disana, mereka tidak ingin kembali sebelum menemukan Qin Tian.


Sementara itu.


Qin Tian yang berada didunia jiwa perlahan kembali sadar. Yang pertama kali ia lihat setelah sadar adalah Yun Ling yang sedang menggenggam erat tangan nya dalam keadaan tidur.


Saat merasakan pergerakan Qin Tian, Yun Ling pun terbangun dari tidurnya.


" Tian'er, syukurlah kau sudah sadar. Bagaimana kau bisa seperti ini? Siapa yang membuatmu seperti itu? Katakan pada Ibu siapa orang nya!.." Yun Ling menanyakan banyak hal pada Qin Tian.


Itu membuat Qin Tian tersenyum lembut lalu memeluk Yun Ling dan berkata. " Aku baik-baik saja, Ibu. Jangan sampai kondisiku membuat Ibu menjadi terpuruk."


Yun Ling tidak membalas ucapan Qin Tian, tetapi tubuh nya membalas perlakuan lembut Qin Tian padanya.


" Sudah berapa lama aku pingsan, Ibu?" Qin Tian bertanya pada Yun Ling setelah melepaskan pelukan mereka.


" Sudah dua hari berlalu. Apa yang kau lawan sehingga membuat dirimu menjadi seperti ini?" Yun Ling tidak bisa menahan rasa penasarannya.


" Apakah Ibu mengingat tentang apa yang aku khawatirkan sekitar enam bulan yang lalu?" Qin Tian menjawab dengan sebuah pertanyaan.


" Jadi, firasat buruk yang kau katakan waktu itu–" Yun Ling memberikan reaksi seolah tidak percaya dengan Qin Tian.


" Ja–jadi bagaimana dengan orang itu?"


" Dia sudah aku lenyapkan, agar tidak menjadi ancaman di kemudian hari. Jadi Ibu tidak perlu khawatir," ucao Qin Jian.


" Lalu, apakah Ibu menemukan botol giok yang kubawa kesini?" sambung nya yang mengingat isi didalam botol giok itu dapat membunuh semua orang di Bintang Biru.


" Oh, botol itu ada di atas meja disana," ucap Yun Ling sambil menunjuk kearah meja didekat jendela kamar Qin Tian.


Dengan energi spiritualnya, Qin Tian menarik botol giok yang berisi jiwa serta esensi darah Heian Jin. Yun Ling memperhatikan Qin Tian yang sedang menggenggam botol giok itu dengan sangat hati-hati seolah itu adalah benda yang bernilai sangat tinggi.


" Apa isi didalam botol giok ini, Tian'er?" karena penasaran Yun Ling pun akhirnya bertanya.


" Didalam botol giok ini berisi esensi darah serta jiwa dari orang yang menjadi lawanku itu, Ibu," jawab Qin Tian.


" Apa yang ingin kau lakukan pada jiwa orang itu? Jangan-jangan kau–" ucap Yun Ling menutup mulutnya seolah tidak percaya, karena dia berpikir Qin Tian akan melahap jiwa orang itu untuk menaikkan kekuatan jiwa nya.


" Ya, apa yang Ibu pikirkan sangat tepat. Tetapi ada hal lainnya yang ingin aku lakukan untuk memperkuat diriku sehingga kejadian seperti dua hari yang lalu tidak terulang lagi," ujar Qin Tian.


" Jangan lakukan hal yang berbahaya, Tian'er," ucap Yun Ling.

__ADS_1


" Tidak akan, Ibu harus percaya padaku."


" Baiklah, Ibu percaya padamu," jawab Yun Ling dengan senyum, meskipun didalam hatinya masih sangat mengkhawatirkan apa yang ingin dilakukan Qin Tian.


" Jangan ceritakan hal ini pada Lin'er, Ibu," ucap Qin Tian.


" Tidak akan Ibu ceritakan hal ini padanya. Lagi pula dia belum sadar sampai saat ini. Apakah kau tahu mengapa Lin'er sangat lama menyelesaikan hal itu, Tian'er?" tanya Yun Ling.


" Itu hal yang wajar, Ibu. Karena Lin'er saat ini sedang menerima pencerahan yang seharusnya hanya bisa didapatkan ketika kuktivasi kita menyentuh ranah Dewa," ujar Qin Tian santai yang membuat Yun Ling sangat terkejut.


" Apakah hal ini tidak berbahaya?"


" Tidak akan berbahaya, karena aku juga sudah membantu nya. Jika aku tidak membantu Lin'er, mungkin dia akan sadar beberapa tahun lagi," ujar Qn Tian berkata jujur.


" Jika seperti itu, kapan Lin'er akan sadar kembali?"


" Jika aku tidak salah menghitung, mungkin lima sampai enam hari lagi, Lin'er akan menyelesaikan proses pencerahan yang diterimanya. Dan saat ia sudah menyelesaikan itu, tingkat kultivasi nya akan naik sangat tinggi, bahkan mungkin melebihi diriku," ucap Qin Tian.


Lagi-lagi Yun Ling menjadi terkejut dengan apa yang dikatakan Qin Tian.


Setelah itu, Qin Tian menjelaskan pada Yun Ling mengenai apa saja yang harus ia katakan saat Tang Yue Lin selesai dalam proses pencerahannya.


Qin Tian tentu tidak ingin Tang Yue Lin mengetahui jika saat ini dia ingin menyerap esensi darah serta jiwa Heian Jin yang memiliki kekuatan penuhnya.


Jika Qin Tian berhasil menyerap jiwa Heian Jin dengan sempurna, Elemen Kegelapan miliknya kemungkinan akan ber evolusi.


Dan ia akan langsung menyatukan Elemen Kegelapan Murni dengan Elemen Cahaya Surgawi didapatkannya dari benda koleksi milik Wu Shan.


Dia sudah mengetahui proses penggabungan kedua Elemen yang saling bertolak belakang sangatlah kecil, bahkan tingkat keberhasilannya tidak sampai lima persen.


Tetapi, ia juga telah mensimulasi di pikirannya cara menggabungkan kedua Elemen itu.


Ada banyak resiko kegagalan, dan salah satunya adalah kematian. Namun itu tidak merubah niat awal Qin Tian. Tanpa resiko hidup akan terasa tidak menyenangkan.


Lalu setelah menenangkan dirinya, Qin Tian mulai memasang array formasi pelindung yang membuat siapapun yang berada diluar tidak akan bisa mengetahui apa yang sedang dilakukannya.


Dia kemudian membuka botol giok, dan mulai menyerap jiwa Heian Jin dengan teknik yang di pelajari nya saat masih dalam kondisi bertarung.


•••


Selamat Membaca.

__ADS_1


__ADS_2