Takdir Sang Pendosa

Takdir Sang Pendosa
57. Penyiksaan


__ADS_3

Pemimpin perampok yang ada di Kota itu tidak mengetahui jika Dewa Kematian saat ini sedang mengincar nyawa nya untuk di permainkan.


Terlebih lagi sosok yang akan menjadi Dewa Kematian baginya adalah seorang wanita berwajah cantik bak seorang Malaikat yang turun dari Surga.


Pemimpin perampok itu hanya memanfaatkan situasi yang sedang kacau, karena banyak dari anggota kelompoknya yang selamat, mereka lalu membuat rencana setelah orang-orang dari Benua Tengah kembali ke tempat mereka.


Dan benar saja, tidak lama setelah diberi tahu bahwa kekacauan disana berakhir, mereka segera mencari Kota yang sangat strategis untuk mereka jadikan sebagai ladang kekayaan.


" Setelah ini, kita akan menjajah Kota dan Desa disekitar," ucap Pemimpin perampok itu.


" Baik Bos!"


" Bos, bagaimana dengan Putri dan Istri Tuan Kota ini?" ucap orang kepercayaan pemimpin perampok itu dengan mata yang dipenuhi nafsu saat melihat kemolekan dua wanita berbeda usia yang sedang mereka tawan.


" Setelah aku selesai kau boleh bermain dengan mereka. Hahaha," ucap pemimpin perampok itu sambil tertawa.


Dan setelah itu, didepan Tuan Kota beserta para bawahannya, pemimpin perampok itu merobek dengan paksa apa yang kedua wanita itu kenakan.


" Ja–jangan.. Kumohon.." ucap Tuan Kota dengan lirih.


" To–tolong jangan apa-apakan kami.." ucap Istri Tuan Kota yang sudah sangat ketakutan.


" Tenanglah, kau tidak akan merasakan sakit, justru kau akan meraskan surga dunia yang sesungguhnya. Hahaha," balas pemimpin perampok itu.


Karena mereka hanyalah kultivator tingkat rendah, mereka tidak bisa melawan para perampok yang tiba-tiba datang menyerang. Juga, mereka saat ini kekurangan penjaga karena disebabkan oleh Teknik yang dilepaskan Heian Jin.


Sebelum pemimpin perampok itu menyentuh kedua wanita itu, terdengar suara ledakan yang berasal dari luar.


Dhuarr...


Tetapi hal itu tidak membuatnya menghentikan apa yang akan ia lakukan. Ia hanya menyuruh bawahannya untuk membereskan kekacauan diluar.


Dengan nafsu yang memuncak saat melihat dua keindahan di depan matanya, pemimpin perampok itu sampai tidak menyadari jika dirinya saat ini masuk kedalam target Tang Yue Lin.


Sementara itu, Tang Yue Lin merasa sangat marah saat menyadari jika dirinya terlalu banyak bermain-main sehingga kedua wanita yang ia rasakan ada didalam telah dilecehkan oleh pemimpin perampok.


Semua kelompok perampok yang menghadang mereka dibunuh dengan cara yang sama, mati dengan kepala terpisah dari tubuh dan tidak ada sedikitpun darah yang keluar dari tubuhnya.

__ADS_1


Dalam sekejap Tang Yue Lin telah memasuki ruangan tempat Tuan Kota beserta keluarganya di tawan.


Kembali, amarahnya memuncak tatkala ia melihat didepan matanya Putri Tuan Kota yang seumuran dengan dirinya diperkosa oleh pemimpin perampok.


Tanpa berkata-kata lagi, Tang Yue Lin melesat dan memukul pemimpin perampok itu hingga terpental menabrak dinding ruangan.


" Jangan lihat Gege!" teriak Tang Yue Lin saat ia merasakan aura Qin Tian yang akan memasuki ruangan.


" Ehh.. apa yang terjadi, Lin'er. Kenapa aku tidak boleh melihat?" tanya Qin Tian berpura-pura.


Tang Yue Lin tidak membalas pertanyaan Qin Tian, ia dengan cepat mengeluarkan selimut untuk menutupi tubuh polos kedua wanita itu agar tidak dilihat oleh Qin Tian.


" Maaf, aku datang terlambat," ucap Tang Yue Lin penuh penyesalan.


Sementara itu, Istri Tuan Kota hanya menangis tanpa bisa membalas ucapan Tang Yue Lin, sedangkan Putrinya diam saja dengan tatapan mata kosong seperti ia sudah mati.


Jika saja ia tidak bermain-main di luar, mungkin hal ini tidak akan terjadi pada Putri Tuan Kota.


Tang Yue Lin sangat marah kemudian ia mendekat ke tempat pemimpin perampok.


Ia yang melihat jika pemimpin perampok itu belum mati, langsung tersenyum lebar ala pemeran antagonis.


" Jadi, siksaan seperti apa yang kalian ingin lakukan kepada orang ini?" ucap Tang Yue Lin pada kedua wanita itu tanpa mengalihkan tatapannya pada pemimpin perampok.


Istri Tuan Kota tersentak saat mendengar perkataan Tang Yue Lin. Lalu dia menoleh kearah perampok dan mengatakan sesuatu.


" Ji–jika boleh.. tolong siksa dia separah mungkin.. saya serahkan dia pada Anda, Nona," ucap Istri Tuan Kota itu.


" Baiklah," Tang Yue Lin mengangguk kecil. Lalu dia membangunkan pemimpin perampok yang pingsan karena serangan tunggal Tang Yue Lin saat memasuki ruangan tadi.


" Badj*ngan!.. siapa yang melakukan ini padaku!.." terial kesal pemimpin perampok itu.


" Aku.. lalu apa yang akan kau lakukan."


" Ternyata gadis cantik sepertimu, lepaskan ikatan ini dan akan ku biarkan kau pergi dari tempat ini dengan tenang," ucap pemimpin itu.


" Sadarilah posisi mu, kau tidak layak untuk melakukan tawar-menawar padaku!"

__ADS_1


Lidah pemimpin perampok itu tercekat saat mendengar ucapan Tang Yue Lin padanya.


Dia melihat sekeliling nya, mendapati semua anggota kelompok miliknya sudah mati dengan satu keadaan yang sama.


Terkejut dan juga sangat takut, tapi dia tidak memiliki kesempatan untuk melarikan diri dari Tang Yue Lin yang sangat marah saat ini.


" Gege, apa yang harus kulakukan pada orang ini agar terlihat menarik?" tanya Tang Yue Lin pada Qin Tian tanpa melihat kearahnya.


" Aku mempunyai banyak pil penyembuh yang bisa menyembuhkan kurang dari lima detik, meskipun kondisi orang itu sebelumnya sudah sangat mengenaskan," ucap Qin Tian.


" Ah, baiklah. Sepertinya ucapan Gege tadi membuatku memiliki ide yang bagus," ujarnya berbalik arah dan tersenyum.


" Berikan padaku sebanyak mungkin pil itu Gege," sambung Tang Yue Lin seraya menengadahkan telapak tangannya pada Qin Tian.


Qin Tian mengeluarkan satu cincin penyimpanan yang isinya berupa ribuan pil penyembuh tingkat tinggi.


Setelah menerima cincin penyimpanan, Tang Yue Lin kembali kearah pemimpin perampok untuk melanjutkan apa yang ia mulai tadi.


Dengan Elemen Es miliknya, dia membuat jarum-jarum yang berukuran sangat kecil dan dilesatkan kearah kaki pemimpin perampok itu.


Saat jarum itu menempel di kulit pemimpin perampok, dia langsung berteriak kesakitan.


" Arrrggghhh... Lepaskan kumohon!.." ucapnya memohon belas kasih Tang Yue Lin.


Namun apa daya, mendengar teriakan kesakitan, Tang Yue Lin bukannya menjadi iba, tetapi malah sebaliknya. Dia sangat menikmati teriakan orang yang sedang dia siksa.


" Teruslah berteriak," ucapnya lirih.


Teriakan itu terus menggema di seluruh penjuru kediaman Tuan Kota sampai lebih dari dua jam, lalu pemimpin perampok itu seperti kehabisan tenaga.


Tang Yue Lin tidak membiarkan dia mati dengan cepat. Segera saja Tang Yue Lin meminumkan orang itu pil penyembuh buatan Qin Tian agar orang itu bisa menjadi bahan pertunjukan yang menarik.


Sementara itu, Qin Tian dengan tenang duduk di sisi ruangan sambil melihat cara Tang Yue Lin menyiksa korbannya.


" Dia tidak berubah, entah dulu ataupun sekarang tetap saja kejam pada orang-orang seperti itu. Akan tetapi, itulah yang aku sukai dari dirinya," gumam lirih Qin Tian sambil tersenyum melihat penyiksaan yang sangat kejam itu.


•••

__ADS_1


Terima Kasih.


__ADS_2