
Nama besar Qin Jian yang menggema di seluruh Lima Benua, belum bisa membuat para praktisi Aliran Hitam ketakutan.
Yang terjadi justru sebaliknya, mereka semakin gencar mencari tumbal untuk meningkatkan kekuatan mereka.
Tidak heran jika banyak anak-anak serta wanita muda di desa tiba-tiba menghilang.
Kejadian itu tidak berlangsung lama setelah para praktisi Aliran Hitam bertemu dengan seseorang yang menyatukan mereka yang membuat mereka menjelma menjadi satu wadah, yang di komandoi oleh satu pemimpin tertinggi dan lima orang pemimpin dalam setiap kelompok. Sehingga terbentuklah Aliansi Aliran Hitam.
...• • • • •...
" Jadi, apakah Kakek akan membalaskan dendam kepada Keluarga Qin yang ada di Benua Surga?" tanya Qin Tian.
" Saat masih di Benua Surga, Kakek sebenarnya sangat ingin membalas mereka yang telah berbuat keji pada kami. Tapi, itu tidak akan mungkin terjadi."
" Kenapa? Bukankah Kakek dan dua saudara Kakek adalah jenius puncak di keluarga Qin?"
" Meskipun kami menjadi jenius disana, tetap saja tingkat kultivasi Patriark serta Tetua yang ada disana lebih tinggi dari kami bertiga. Lalu, Kakek juga masih ingin mencari keberadaan kedua saudara Kakek yang entah dimana mereka berdua saat ini berada," ujar Qin Jian.
" Kalau begitu, apakah Kakek tahu apa tingkat kultivasi Patriark serta Tetua disana?"
" Untuk Patriark, dua ratus tahun yang lalu telah mencapai tahap Menengah ranah Dewa Berlian, sedangkan para Tetua berada di tahap Awal sampai Puncak ranah Dewa Emas. Jika perkiraan ku tidak salah, mungkin saat ini Patriark berada di tahap Puncak dari ranah Dewa Bumi," ujar Qin Jian.
Saat mereka berdua bertanya dan menjawab, Qin Zhong hanya diam mendengarkan. Dia sedang berpikir bagaimana cara untuk membantu Qin Jian membalaskan dendam nya.
Bagaimanapun juga, yang dibunuh keluarga Qin saat itu adalah Kakek nya sendiri. Tentu itu tidak akan membuat ia diam saja.
" Ayah, bagaimana kalau kita semua pergi ke Benua Surga untuk membalaskan dendam Kakek Buyut." Qin Tian bertanya pada Qin Zhong yang sedari tadi hanya diam mendengarkan.
" Dari cerita yang Kakek mu katakan, akan sangat sulit dicapai jika kita berniat untuk melenyapkan keluarga Qin," jawabnya.
" Tapi, mungkin itu bisa terjadi jika kita secara bertahap dan melakukan penyerangan dari dalam tanpa di ketahui musuh. Hanya saja kendala nya adalah, kita tidak bisa membawa pasukan untuk pergi ke Benua Surga, yang membuat kita akan kalah karena menyerang tanpa pasukan," sambung Qin Zhong yang mengutarakan pendapatnya.
" Itu mudah, serahkan saja padaku. Dan juga aku mempunyai seseorang yang pasti akan membantu kita untuk melenyapkan semua orang yang terlibat dalam pembunuhan Kakek Buyut," ucap Qin Tian dengan senyum tipis yang membuat ia terlihat seperti psikopat gila.
__ADS_1
" Lalu, bagaimana cara kita pergi kesana? Kakek telah mengelilingi Lima Benua ini, tapi belum menemukan portal yang menghubungkan Bintang Biru ini dan Benua Surga."
" Portal yang Kakek cari selama ini ada di Benua Timur," ujar Qin Tian yang membuat Qin Jian serta Qin Zhong membuka mata nya dengan lebar.
" Kalau begitu, bisakah kau memberi tahu Kakek dimana letak portal itu berada," ucap Qin Jian dengan semangat yang tinggi, serta sorot mata nya terlihat sangat tajam dengan nafsu membunuh sedikit merembes keluar dari tubuh nya.
" Segera, setelah ancaman disini lenyap, Kakek," jawab Qin Tian.
" Bagaimanapun juga, Bintang Biru merupakan tanah kelahiran ku, aku tidak bisa menutup mata saat tanah kelahiran ku ini, ku tinggalkan dalam keadaan yang kacau," lanjutnya yang membuat Qin Zhong menghela nafas lega. Dia sempat berpikir jika Qin Tian akan memberitahu pada Ayahnya mengenai letak portal yang akan membuat Qin Jian pergi sendirian ke Benua Surga.
" Benar apa yang dikatakan Tian'er, Ayah. Kita juga tidak bisa menutup mata akan hal itu," ujar Qin Zhong.
" Baiklah, aku akan menunggu saat itu tiba," ucap Qin Jian yang terlihat langsung lemas.
" Lagipula portal yang ada di Benua Timur dalam keadaan rusak. Membutuhkan banyak batu roh kualitas tinggi agar portal itu bisa kembali berfungi dengan baik," ucap Qin Tian.
...• • • • •...
Di ujung Benua Utara.
" Saat segel sialan ini hancur, seluruh makhluk di Bintang Biru ini akan menjadi makananku."
Seseorang yang di kurung di penjara abadi disana sangat menantikan kebebasannya. Apa yang dinantikannya selama ini tidak akan lama lagi tercapai. Dan saat dia telah terbebas dari segel yang terus mengekang dirinya, kehancuran Bintang Biru akan segera tiba.
Sementara itu.
Triliunan mil jauhnya dari Bintang Biru, ada sebuah planet yang hanya di huni oleh satu orang. Planet itu tidak akan bisa di lihat oleh siapapun, kecuali orang yang ada disana mengizinkan untuk dilihat oleh orang-orang tertentu.
Orang yang ada di planet itu terlihat sedang tidur, tetapi tidak lama kemudian orang itu membuka matanya dan mengatakan sesuatu, padahal disana hanya ia sendirian saja.
" Segel itu ternyata sangat lemah, hanya bisa menahan orang itu kurang dari dua puluh ribu tahun."
" Lupakan saja, lebih baik aku bersantai saja disini. Lagi pula dia pasti bisa melenyapkan keberadaan orang itu."
__ADS_1
" Cepatlah bertambah kuat, dan kita akan berpesta lagi seperti sebelumnya, aku sudah lama menantikan kalian."
Orang itu terus bergumam sendirian. Jika orang itu dilihat oleh Qin Tian, dia pasti dapat mengenali siapa orang itu meskipun wajahnya telah berbeda dari seseorang yang dikenalnya.
" Meskipun aku dapat melacak keberadaannya, tapi entah mengapa keberadaan yang lain tidak bisa ku lihat."
" Semoga saja dia mencari yang lain terlebih dahulu, agar aku tidak direpotkan lagi oleh 'nya."
Setelah puas berbicara sendiri, orang itu kembali melanjutkan tidurnya yang sempat terganggu karena segel yang ia pasang sedikit lagi hancur.
Untuk kali ini, ia tidak akan menyegel orang itu lagi, karena takdir orang itu telah ditentukan untuk mati di tangan Qin Tian.
...• • • • •...
Benua Tengah, sebulan kemudian.
Saat ini, kekuatan Sekte Bunga Api telah melampaui seluruh kekuatan yang ada di Lima Benua.
Tetapi hal itu tidak menjadikan mereka besar kepala, dan ini menjadi nilai tambah bagi Qin Tian yang ingin mengajak semua murid serta tetua yang telah dipercaya oleh Qin Jian untuk pergi ke Benua Surga.
Qin Tian juga telah melihat semuanya dengan Mata Dewa, tidak ada kepalsuan dari sikap yang mereka tunjukkan.
" Jika mereka semua kubawa pergi dari Bintang Biru ini, tentu akan terjadi kekacauan lagi," gumamnya saat memikirkan akan membawa semua murid serta tetua Sekte Bunga Api.
" Baiklah, sudah ku tentukan, hanya beberapa saja yang akan ku bawa pergi dari sini," sambungnya lagi.
" Ada apa, Gege?" Tang Yue Lin yang sedari tadi berada di sisi Qin Tian.
" Tidak ada apa-apa, Lin'er," jawabnya menatap lembut Tang Yue Lin.
" Tidurlah, besok aku akan mengajarkanmu cara mengontrol kekuatan elemen ke tahap berikutnya," sambung Qin Tian.
" Baiklah, Gege juga tidurlah, jangan memaksakan diri untuk memikirkan segala hal," ujar Tang Yue Lin sambil memeluk Qin Tian.
__ADS_1
•••
Selamat Membaca.