
Qin Tian tidak terkejut dengan pernyataan Long Jin yang memanggilnya sebagai Tuan. Tetapi, jika ini diketahui oleh publik maka sesuatu yang sangat merepotkan akan terjadi. Karena status Long Jin masih sebagai Putra Mahkota Kekaisaran Naga.
" Bukankah tidak pantas bagi seorang Pangeran sepertimu menundukkan kepala dihadapan orang biasa sepertiku," ucap Qin Tian.
" Tuan sangat pantas mendapatkannya, bahkan jika Tuan menginginkan nyawa hamba, maka hamba tidak akan ragu untuk memberikannya," sahut Long Jin dengan tegas.
" Lakukan apapun yang ingin kau lakukan," ucap Qin Tian. Ia sangat malas untuk berdebat saat ini.
Karena tingkat kultivasi Long Jin meningkat drastis, Qin Tian kemudian mengatakan pada Long Jin untuk pindah ke ruangan lain dan memperbaiki pondasi kultivasinya. Karena akan merepotkan jika ia melawan musuh yang tingkat kuktivasinya setara dengan dirinya dan berakhir kematian.
Qin Tian menghargai niat tulus yang ditunjukkan oleh Long Jin, maka dari itu ia memberi perintah untuk menstabilkan pondasi nya agar ia tidak cepat menemui Dewa Kematian saat bertarung dengan musuh.
" Danau yang dikatakan Kakek Yao tidak jauh dari tempat ini," gumam Qin Tian.
Ia lalu keluar dari ruangan itu untuk memberitahu Qin Zhong jika dia akan masuk ke dunia jiwa. Ada sesuatu yang ingin ia lakukan disana.
" Pergilah, Ayah ingin memastikan sesuatu yang aneh dari tempat ini," ucap Qin Zhong.
Qin Tian mengangguk lalu ia pergi ke ruangan sebelumnya, kemudian menyegel tempat itu agar tidak ada kejadian yang dapat membongkar rahasia bahwa dia memiliki dunia jiwa.
Sebelum Qin Tian memasuki dunia jiwa, ia membawa satu benda yang sangat mencurigakan di sudut ruangan. Benda itu berbentuk seperti patung dengan ukuran hanya sebesar kepalan tangan.
" Weidu, apa kau tahu benda ini?" tanya Qin Tian saat ia tiba di kebun herbal miliknya.
" Saya pernah melihatnya Tuan, tapi saya tidak tahu benda apa itu," jawab Lang Weidu.
" Dimana kau pernah melihatnya?"
" Saat masih di Domain Dewa, tepatnya di Lapis ke Dua. Tetapi benda itu berukuran besar," ujar Lang Weidu. Kemudian ia menceritakan tentang Lapis ke Dua dari Domain Dewa yang kadang-kadang bisa terlihat di semua Lapisan termasuk Lapis ke Empat tempat para Binatang Surgawi tinggal.
Bisa dikatakan bahwa sosok yang menjadi patung itu adalah seorang Pahlawan yang telah menyelamatkan jutaan kehidupan di Lapis ke Dua. Tidak banyak yang pernah menemui Pahlawan itu di dunia nyata, terlebih lagi Pahlawan itu adalah seorang wanita.
Sayangnya itu menjadi hal yang kurang menarik dimata Qin Tian. Jadi ia tidak terlalu memikirkan tentang patung itu lagi, dan akan ia tempatkan didekat tempat tinggal Lang Weidu, karena Lang Weidu sendiri yang meminta hal tersebut.
__ADS_1
Setelah perbincangan singkat dengan Lang Weidu, ia kembali ke tempat semula untuk mengikuti jejak Ayahnya yang sedang mencari keanehan di desa tempat ia singgah sekarang.
Mengikuti insting nya, ia pergi kearah belakang kediaman kepala desa. Namun, disana ia hanya menemukan satu pohon besar yang sudah mulai tampak layu dan hampir mati.
Tetapi, bukan itu yang menjadi fokusnya sekarang, melainkan aura tipis yang dipancarkan oleh pohon itu.
" Sebelumnya aku tidak merasakan hal ini," gumam Qin Tian saat didekat pohon misterius yang sudah tampak layu itu.
Saat telapak tangannya mengusap permukaan pohon misterius itu, tiba-tiba kesadarannya berpindah menuju ke tempat yang asing.
" Dimana ini?" gumam Qin Tian.
" Selamat datang Sang Pewaris Tahta," ucap seorang pria tua di belakang Qin Tian.
" Siapa kau? Siapa yang kau maksud pewaris tahta?" tanya Qin Tian yang waspada karena ia tidak dapat melacak keberadaan pria tua itu sebelumnya.
" Tenanglah, aku hanya sisa roh penjaga tempat ini. Tugasku hanya memastikan keberadaan Sang Pewaris Tahta mendapatkan apa yang sudah ditetapkan disini," ucap pria tua itu.
" Apa yang kau maksud dengan pewaris tahta?" tanya Qin Tian ke sekian kalinya.
" Mari ikuti aku untuk mengetahui apa yang ingin anda ketahui, Tuan," ucap pria tua itu.
Kemudian dia berbalik arah menuju tempat yang di selimuti oleh asap putih yang tebal. Secara tidak sadar, Qin Tian mengikuti langkah pria tua itu.
' Ada apa ini, mengapa langkah kakiku seperti bergerak sendiri,' Qin Tian membatin.
" Tidak perlu cemas Tuan. Nikmati setiap langkah yang Tuan ambil, aku yakin Tuan dapat mengerti setelah menerima keadaan," ucap pria tua itu seolah mengetahui kegelisahan Qin Tian.
Mendengar perkataan pria tua itu, entah mengapa Qin Tian melonggarkan sedikit kewaspadaannya. Padahal, baru beberapa saat yang lalu ia berjumpa dengan sosok pria tua itu.
Semakin jauh masuk kedal kabut, semakin kuat pula tekanan yang diterima Qin Tian. Akan tetapi, itu bukan masalah baginya.
Beberapa saat kemudian, terlihat sebuah rumah kecil yang seperti sudah sangat lama di tinggalkan oleh pemiliknya. Debu serta jaring laba-laba menempel dimana-mana.
__ADS_1
Qin Tian berhenti tepat didepan rumah itu. Ia bingung mengapa ia merasa sangat familiar dengan keadaan sekitar, terlebih lagi dengan nuansa yang dirasakan disekitar rumah tua itu.
' Aneh, mengapa aku merasakan perasaan seperti ini saat menatap rumah ini,' Qin Tian membatin heran.
" Tidak perlu merasa aneh, Tuan. Sebenarnya Anda dan pemilik rumah ini memiliki suatu ikatan yang tidak bisa kujelaskan saat ini," ucap pria tua itu.
" Mungkin ini sedikit terlambat, namaku adalah Fang Ren, Penjaga ke Sembilan Makam Para Raja," ucap pria tua yang bernama Fang Ren itu mengenalkan diri.
" Tunggu, Makam Para Raja, bukankah letaknya ada di Domain Dewa?" tanya Qin Tian yang mengetahui tempat yang bernama Makam Para Raja.
Tidak dipungkiri, bahwa Qin Tian memiliki informasi yang sangat banyak berkat Pengetahuan Tiga Alam. Tetapi, itu sebenarnya tidak lengkap dan juga banyak kesalahan karena tujuan dari ia diberikan hal itu tidak lain adalah melengkapi informasi yang sebenarnya.
" Ya, Anda benar, kita saat ini ada di celah dimensi yang paling dekat dengan Domain Dewa. Tetapi sekali lagi kujelaskan, untuk bisa memasuki Makam Para Raja, diperlukan sebuah pintu yang terhubung dengan tempat ini. Dan pintu yang ada di Domain Dewa bukanlah satu-satunya. Akan tetapi, pintu yang ada di tempat selain Domain Dewa tidak pernah pasti keberadaannya," ucap Fang Ren menjelaskan.
" Itu terdengar lebih masuk akal," balas Qin Tian.
" Aku tidak menyangka jika Anda tidak terkejut dengan informasi tang kuberikan tadi," ujar Fang Ren. Lalu Fang Ren menjelaskan beberapa hal tentang warisan yang akan ia terima.
Qin Tian hanya diam mendengar Fang Ren menjelaskan, ia mencerna beberapa informasi itu tanpa sedikitpun menyela. Tujuannya tidak lain adalah agar bisa keluar dari tempat ini dengan cepat.
" Kalau begitu, apakah Anda akan menerima warisan yang dimaksud?" tanya Fang Ren.
" Bukankah aku tidak punya pilihan lain?" Qin Tian menjawab dengan sebuah pertanyaan.
" Anda sangat cerdas Tuan. Kalau begitu, silahkan masuk kedalam dan disanalah kelayakan Anda sebagai sang pewaris akan ditentukan," ucap Fang Ren dengan sedikit senyuman.
Qin Tian hanya mengangguk, lalu secara perlahan langkah kakinya menaiki tangga yang ada didepan pintu untuk memasuki rumah tua tersebut.
Total ada 11 anak tangga, dan disetiap anak tangga ada tekanan dengan kelipatan seribu kali lipat setiap naik anak tangga.
•••
Terima Kasih.
__ADS_1