
Seperti tidak mengenal kata puas, Tang Yue Lin tidak berhenti menyiksa orang itu, meskipun korbannya telah berulang kali hampir meregang nyawa.
Sampai, orang itu tidak lagi mengeluarkan teriakan kesakitan saat disiksa Tang Yue Lin menggunakan jarum es nya.
" Cihh, membosankan. Mengapa kau tidak berteriak lagi bodoh!" teriak Tang Yue Lin persis didepan telinga orang itu.
" Baiklah, jika kau bersikeras untuk tetap tidak berteriak, maka aku akan meningkatkan siksaan ini sampai kau bisa berteriak lagi," ucapnya lagi.
Lalu secara perlahan, jari-jari tangan orang itu membeku, dan dihancurkan sedikit demi sedikit oleh Tang Yue Lin.
Tidak ada setetespun darah yang keluar dari tubuh orang itu, hanya sebuah erangan kesakitan yang perlahan berubah menjadi teriakan.
Tidak berhenti sampai disitu, Tang Yue Lin juga mulai membekukan titik vital orang itu, dimulai dari mata hingga bagian organ dalam lainnya.
Apa yang dilakukan Tang Yue Lin saat ini tidak luput daru penglihatan Tuan Kota serta Keluarga dan para bawahannya yang masih tersisa. Mengerikan, satu kata itu terlintas hampir di semua benak mereka.
Tetapi, dari semua yang melihat kejadian itu, hanya dua orang yang merasa sangat bahagia layaknya Tang Yue Lin saat ini.
Kedua orang itu merupakan Istri dan Anak dari Tuan Kota yang telah diperkosa oleh pemimpin perampok didepan mata semua bawahan Tuan Kota termasuk Tuan Kota itu sendiri.
Dengan perasaan yang sangat marah karena diperlakukan tidak manusiawi oleh pemimpin perampok, kedua wanita itu seolah seperti menjadi Tang Yue Lin saat ini, setiap sayatan maupun tusukan yang diberikan Tang Yue Lin bisa mereka rasakan seperti mereka sendiri yang melakukannya.
" Lin'er, sepertinya ini sudah cukup," ucap Qin Tian yang tiba-tiba muncul disebelah Tang Yue Lin.
" Biarkan aku menyelesaikan orang ini, Gege," sahut Tang Yue Lin tanpa menoleh, seperti yang kali ini menyiksa pemimpin perampok adalah orang asing.
Qin Tian pun paham akan hal ini, karena kejadian ini sangat sering terjadi saat mereka masih di Bumi, dan hanya dia lag satu-satu nya orang yang Tang Yue Lin dengarkan perkataan nya saat ia masih dalam mode mengamuk seperti ini.
" Tenangkan dirimu, Lin'er."
Qin Tian memeluk Tang Yue Lin dari belakang tanpa menunggu jawaban dirinya.
Sikap Tang Yue Lin seketika melunak saat dipeluk oleh Qin Tian, ia tidak menyangka bahwa kebiasaan buruknya saat di Bumi masih tetap melekat sampai di kehidupan baru nya ini.
" Maafkan aku, Gege," gumam lirih Tang Yue Lin.
" Jangan berkata seperti itu, aku tahu kau marah padanya karena diriku yang dulu mengalami hal yang hampir sama seperti ini. Tapi, jangan sampai kehilangan kendali lagi," balas Qin Tian.
__ADS_1
" Baiklah," Tang Yue Lin mengangguk, ia menyesal mengapa sampai bisa lepas kendali di hadapan Qin Tian.
" Sepertinya kita perlu beristirahat sejenak," ucap Qin Tian memberikan saran.
" Apakah kau ingin beristirahat disini atau di dunia jiwa?"
" Mungkin lebih baik di dunia jiwa, agar pikiranku bisa segar kembali," ucap Tang Yue Lin tersenyum.
" Baiklah."
Lalu Qin Tian berbicara pada Tuan Kota yang telah diselamatkan oleh Tang Yue Lin dari cengkraman para perampok.
" Kalian bereskan sisanya sendiri, kami akan pergi dari sini. Untuk pemimpin mereka, terserah kalian akan melakukan apa saja padanya," ucap Qin Tian lalu seketika ia menghilang dari tempat itu bersama Tang Yue Lin.
" Te–terima kasih, Tuan.." ucap Tuan Kota itu membungkuk ke arah tempat Qin Tian dan Tang Yue Lin berdiri tadi.
" Kau sudah memperlihatkan neraka pada kami! Kau akan merasakan neraka itu juga dari tangan kami!." ucap Tuan Kota itu dengan kemarahan yang menyala.
Apa lagi beberapa saat yang lalu ia melihat dengan kedua matanya sendiri bagaimana perlakuan pemimpin perampok itu pada Istri dan Anaknya. Ini akan menjadi luka yang tidak akan bisa pulih di hatinya.
...• • • • •...
Qin Tian mencari tempat yang dirasa cukup nyaman, dan dia bersama Tang Yue Lin masuk ke dalam dunia jiwa untuk beristirahat.
" Jangan sampai lepas kendali lagi seperti tadi, Lin'er," ucap Qin Tian saat mereka sudah berada didalam kamar mereka di Istana Dunia Jiwa.
" Umm.."
" Akan sangat merepotkan jika aku tidak ada disisimu, banyak yang akan menjadi korban jika itu terjadi lagi," ujar Qin Tian.
" Apakah aku semengerikan itu?" tanya Tang Yue Lin.
" Tidak.. tapi, untuk di Bintang Biru ini tidak akan ada yang bisa mencegah dirimu saat kau lepas kendali seperti tadi," ungkap nya.
" Baik, akan ku ingat pesan mu ini, Gege.."
" Sebagai gantinya, Gege harus menuruti keinginanku saat ini," ucap Tang Yue Lin tersenyum penuh arti pada Qin Tian.
__ADS_1
' Hahh.. setelah menikah denganku mengapa dia jadi seperti ini,' Qin Tian membatin.
" Baiklah, apapun keinginanmu, pasti akan kuberikan," balas Qin Tian dengan tersenyum lembut.
" Kalau begitu, mari kita mulai," ucap Tang Yue Lin kemudian menanggalkan semua yang ia kenakan dan memulai sesuatu yang sangat krusial.
...• • • • •...
Di Benua Tengah.
" Apakah belum ada kabar dari Tian'er?" tanya Yun Ling pada Qin Zhong.
" Belum Ling'er, mungkin tidak akan lama lagi bagi dirinya untuk kembali ke Benua Tengah," jawab Qin Zhong.
" Aku khawatir pada kondisi Ibu yang semakin hari terlihat menjadi semakin panik. Apakah ini efek dari Ibu yang tertidur sangat lama?"
" Aku tidan tahu apakah ini benar atau tidak tetapi kita tanyakan saja pada Tian'er, mungkin dia mengetahui sesuatu tentang kondisi Ibu," ucap Qin Zhong.
" Baiklah, kita tunggu saja kedatangan Putra kita," ucap Yun Ling pasrah.
" Kalau begitu, aku akan menemui Tian Zhu dan Tian Chu, apakah kau ingin ikut Ling'er?" ajak Qin Zhong pada Yung Ling.
" Baik Gege, aku akan ikut. Lagi pula tidak ada yang bisa kukerjakan disini," sahut Yun Ling.
Mereka berdua lalu keluar dari kediaman mereka di Sekte Bunga Api dan menuju ke tempat Si Kembar biasa berlatih.
Selain berlatih Alkemis setiap hari tanpa ada hari libur satu hari pun, Si Kembar sekarang sedang melatih fisik di Sekte Bunga Api.
Si Kembar biasa berlatih dengan membaur bersama para murid, mereka berdua tidak sombong walaupun memilili kultivasi setara dengan Tetua Ming An, Tetua terkuat di Sekte Bunga Api.
Karena dengan adanya mereka berdua yang biasa berlatih dengan murid-murid, para murid itu menjadi lebih giat untuk berlatih.
Walaupun porsi latihan di Sekte ini sangatlah tinggi, tapi itu tidak berlaku untuk Si Kembar yang pernah meminta porsi latihan pada Qin Tian, setidaknya apa yang di anggap Qin Tian sebagai berlatih itu sampai seratus kali lebih tinggi dari standar latihan di Sekte ini.
•••
Terima Kasih.
__ADS_1