Takdir Sang Pendosa

Takdir Sang Pendosa
28. Mengikuti Acara Perekrutan Murid


__ADS_3

Seminggu kemudian di Kota Giok.


Setelah kejadian seminggu yang lalu, sikap Wu Zhu yang semula tidak terlalu menganggap Qin Tian, sekarang dia mulai sering bertanya. Meski hal yang ditanyakan sangatlah acak.


Lalu tiga hari setelah kejadian itu, saat Qin Tian melihat kegiatan yang dilakukan Wu Zhu, dia pun berdecak kagum. Di usia Wu Zhu yang sekarang, dia sudah melatih fisiknya dengan sangat gila.


Setiap pagi dia akan berlari mengelilingi hampir setengah kota dengan pemberat yang setara dengan 200 kilogram di kedua tangan dan kaki nya. Setelah berlari, dia melanjutkan dengan mengangkat beban sebongkah batu yang beratnya hampir mencapai satu ton. Itu dia lakukan di belakang rumahnya, yang memiliki halaman cukup luas untuk berlatih, dengan waktu lebih dari satu jam.


Setelah dua kegiatan itu, dia lalu melanjutkan dengan mengayunkan sebilah pedang besar dengan berat lebih dari 250 kilogram sebanyak seribu kali. Baru setelahnya Wu Zhu istirahat.


"Paman, sudab berapa lama Wu Zhu berlatih seperti itu?" Qin Tian sudah sangat penasaran, karena terlihat bahwa Wu Zhu sangat menikmati latihannya meski itu tergolong sangat berat untuk dijalani oleh orang dewasa sekalipun. Dan latihan yang dia lakukan murni menggunakan kekuatan fisik tanpa bantuan energi spiritualnya.


"Mungkin sudah hampir lima tahun ini anak itu berlatih dengan sangat keras. Paman juga tidak tahu pasti apa alasan dia melakukan latihan seperti itu, tetapi Paman sangat mendukung apapun yang dia lakukan selama itu adalah hal yang baik," jawab Wu Shan tersenyum.


"Sepertinya dia ingin membuktikan kepada Paman dan Bibi bahwa dia bisa menjadi seseorang yang sangat hebat," ujar Qin Tian.


"Bisa jadi seperti itu..."


"... Apakah kau tidak berlatih, Tian?" Wu Shan bertanya seperti itu karena dia tidak pernah sekalipun melihat Qin Tian berlatih selama seminggu berada disini.


"Tidak untuk sekarang, Paman," jawab Qin Tian tanpa menoleh kearah Wu Shan.


Memang Qin Tian terlihat tidak pernah berlatih, tetapi sebenarnya dia juga selalu melatih kemampuan serta pengendaliannya terhadap energi spiritual didalam dunia jiwa. Jika dia melakukan nya disini maka pasti akan terjadi kehebohan.


Dan akan berimbas pada serangan yang akan dilakukan Aliran Hitam yang bisa saja dipercepat ataupun ditunda.


Alasan Qin Tian tidak menyerang mereka, karena dia ingin menyeleksi beberapa individu di Benua Tengah yang sudah masuk dalam target nya untuk mengikuti dirinya menuju Benua Immortal.


Dan juga dia ingin melatih Tang Yue Lin serta Si Kembar Chu Zhu terlebih dahulu di medan perang nanti.


Karena tidak mungkin mereka akan terus berada didalam dunia jiwa miliknya. Memang kultivasi mereka akan meningkat sangat tinggi, tetapi dalam hal pengalaman mereka sangat minim. Itu tidak ubahnya mereka seperti harimau yang tidak memiliki taring. Menakutkan tapi tidak berbahaya.


Lagi pula jika mereka masuk ke dalam pertempuran nanti, Qin Tian masih sanggup untuk melindungi mereka meski jarak nya sangat jauh dari–nya.


"Lalu apakah kau memang berniat untuk mengikuti acara perekrutan yang diadakan Sekte Bunga Api atau ada hal lain yang ingin kau selesaikan di Kota ini?" Wu Shan bertanya karena penasaran dengan apa yang akan dilakukan Qin Tian.

__ADS_1


"Ya, dan juga akan kupastikan bahwa Wu Zhu juga akan menjadi murid Sekte Bunga Api," jawabnya.


Wu Shan hanya menatap lekat Qin Tian yang berada disebelahnya.


• • • • •


Sekte Bunga Api.


"Bagaimana dengan persiapan tahun ini? Apakah ada kendala?" seorang pria paruh baya bertanya kepada beberapa orang yang ada didalam ruang rapat.


Pria yang bertanya itu adalah Pemimpin dari Sekte Bunga Api, Qin Jian.


"Semua sudah siap, Pemimpin. Tahun ini jumlah yang tercatat akan mengikuti acara perekrutan murid meningkat hampir lima kali lipat dari tiga tahun yang lalu," jawab Ming An yang menjadi Tetua Pertama di Sekte Bunga Api.


"Jangan lupa untuk meningkatkan keamanan mulai dari sekarang, karena kita tidak bisa memprediksi apa yang akan terjadi nanti."


"Baik Pemimpin." ucap mereka yanga da disana serempak.


Lalu Qin Jian keluar dari ruangan itu dengan di ikuti Ming An.


"Bagaimana perkembangannya Ming An?" Qin Jian bertanya tentang perkembangan dari pencarian yang dia lakukan selama ini.


"Tuan Muda tidak lagi berada di Benua Timur, Pemimpin," Ming An menjawab pertanyaannya.


"Apakah dia sudah memutuskan untuk kembali kesini atau ada yang mencoba mengusiknya sehingga dia kembali melarikan diri?"


"Kemungkinan yang pertama lebih masuk akal, Pemimpin. Karena para mata-mata kita tidak menemukan jejak pertarungan disana."


"Baiklah... Segera persiapkan upacara penyambutan untuk Anakku, dan kemungkinan juga cucuku. Karena aku merasakan aura yang mirip dengan Anakku berada di Kota Giok Biru,"


"Baik."


'Semoga tidak ada lagi hal buruk yang menimpamu, Zhong'er,' Qin Jian membatin penuh harap.


• • • • •

__ADS_1


"Fei'er, sebentar lagi putra kita akan kembali, dan mungkin dia akan membawa cucu kita juga kesini," ucap Qin Jian berbicara dengan istrinya yang sudah 20 tahun ini terbaring tidak sadarkan diri diatas sebuah tempat tidur khusus.


"Aku hanya ingin kau segera membuka matamu Fei'er," ucapnya lirih dengan berurai air mata.


Wanita yang telah mengubah keterpurukannya menjadi sebuah kebahagiaan. Wanita yang selalu mendampingi nya meski tahu dia adalah seorang yang terbuang.


Masa lalu yang kelam telah berubah menjadi masa depan yang indah. Dan kini berubah menjadi kelam lagi saat wanita yang sangat dicintai 'nya tidak sadarkan diri. Berada diambang hidup dan mati. Sudah beribu cara dilakukan, namun hasilnya tidak ada yang pasti.


Hanya bisa menunggu dan terus menunggu, hingga keajaiban datang menghampiri.


Meskipun terus–menerus tidak membuahkan hasil yang sangat di inginkannya, dia tetap tidak putus asa dan terus melakukan banyak usaha agar Istrinya bisa kembali dalam keadaan seperti sedia kala.


......• • • • •......


Tiga minggu lagi telah berlalu, dan hari ini adalah hari yang telah ditunggu-tunggu Wu Zhu serta pemuda-pemudi di Bintang Biru lainnya.


Hari dimana pembukaan untuk menjadi murid Sekte Bunga Api.


Suasana Kota yang semula memang sudah ramai, kini semakin ramai oleh pihak-pihak yang terus berdatangan dan menuju ke satu tempat, Arena Colosseum.


Qin Tian dan Wu Zhu yang sudah akrab karena tiga minggu terakhir ini Qin Tian sempat memberi arahan kepada Wu Zhu tentang kultivasi dan hasilnya Wu Zhu naik tiga bintang berkat arahan dari Qin Tian.


Hal itu membuat dirinya yang semula sudah memiliki standar kualitas untuk menjadi murid Sekte, kini semakin percaya diri dengan apa yang dimilikinya. Terlebih lagi ketahanan fisiknya yang tergolong sangat tinggi dibanding kultivator biasa.


Sementara Qin Tian, tingkat kultivasi 'nya tetap sama dan tidak ada perubahan. Tetapi pengendalian nya terhadap elemen dan energi spiritual semakin mahir.


Terlebih lagi dia telah menyerap Inti Cahaya Surga yang membuatnya memiliki elemen Cahaya. Proses dia menyerap itu juga sangat cepat, tanpa hambatan sedikitpun. Seperti dia terkait dengan Inti Cahaya Surga itu sendiri.


Setelah berlari hampir setengah jam, Qin Tian dan Wu Zhu akhirnya sampai di depan Arena Colosseum. Mereka sudah memiliki nomor peserta, karena sudah mendaftar seminggu yang lalu.


Lalu mereka pun memasuki pintu khusus peserta.


•••


Selamat Membaca.

__ADS_1


__ADS_2