
Benua Timur.
Qin Tian dan Tang Yue Lin saat ini sedang menuju kearah portal yang bisa menghubungkan Bintang Biru ke Dunia atas.
Setidaknya, kecuali Qin Tian, itulah kesimpulan yang mereka buat, karena tidak adanya catatan mengenai portal rusak itu.
Si Kembar saat ini sedang menjalani pelatihan yang disarankan Qin Tian didalam dunia jiwa. Serta Qin Tian juga meminta Lang Weidu untuk mengawasi pelatihan Si Kembar.
Karena pelatihan yang di sarankan Qin Tian merupakan sebuah latihan yang sangat mengerikan.
Qin Tian dan Tang Yue Lin menikmati perjalanan mereka menuju portal, dan tidak terburu-buru untuk sampai disana.
Karena itulah, perjalanan mereka berdua membutuhkan lebih dari seminggu untuk bisa sampai di tempat tujuan.
Tidak adanya ancaman yang akan mengganggu stabilitas Bintang Biru membuat Qin Tian merasa senang, hal ini membuat ia merasa tenang saat akan meninggalkan Bintang Biru.
Beberapa hari kemudian, mereka berdua tiba di tempat yang menjadi lokasi portal rusak itu berada.
" Kita beruntung Lin'er," ucap Qin Tian.
" Beruntung? Apa kita menemukan sebuah harta?" tanya Tang Yue Lin.
Qin Tian menepuk jidatnya mendengar pertanyaan Tang Yue Lin.
" Apakah didalam kepalamu itu selalu berisi tentang harta?"
" He..he..he.. ucapan Gege sebelumnya terdengar sangat ambigu, karena itu aku bertanya tentang harta," ucap Tang Yue Lin tersenyum canggung.
" Aku tidak pernah menyinggung soal harta, tapi kita beruntung karena portal ini tidaklah rusak sama sekali, hanya saja tidak ada sumber daya dari Bintang Biru yang bisa membuat portal ini aktif," ujar Qin Tian menjelaskan.
" Oh, jadi apa Gege punya sumber daya yang bisa membuat portal ini aktif?"
" Tentu saja ada," ucap Qin Tian.
" Kalau begitu kita bisa langsung menggunakan portal ini," ucap Tang Yue Lin.
" Kita tunggu yang lain dulu, dan juga aku akan bertanya pada Si Kembar terlebih dahulu," ucapnya.
" Untuk apa bertanya pada duo idiot seperti mereka?"
__ADS_1
" Hey Lin'er, meskipun mereka berdua seperti itu, tetapi mereka berdua tetaplah saudara kita, saudara yang selalu menemaniku saat menjalani hari yang sangat buruk dulu."
" Ya.. ya, aku tahu itu," ucap Tang Yue Lin dengan mata memutar karena merasa malas saat menyinggung Si Kembar.
Sedari dulu, Si Kembar dan Tang Yue Lin memang sangat berkelahi, meskipun perkelahian mereka hanyalah sebatas berdebat saja.
Meskipun seperti itu, mereka sangatlah kompak saat ada yang merendahkan Qin Tian ataupun kelompok mereka.
Qin Tian tidak menanggapi jawaban Tang Yue Lin, ia lalu mengajak Tang Yue Lin untuk kembali ke dunia jiwa.
Sebelum kembali ke dunia jiwa, Qin Tian mengirimkan pesan melalui batu jiwa yang terhubung dengan Qin Zhong. Itu dilakukan agar Qin Zhong tahu, jika perjalanan mereka bisa dilakukan secepat mungkin.
Saat sampai di dunia jiwa Qin Tian lalu meminta Tang Yue Lin untuk menunggu di kamar mereka, karena Qin Tian melihat ekspresi Tang Yue Lin seperti tidak bersahabat dengan Si Kembar. Entah apa yang mereka bertiga pikirkan.
Setelah Tang Yue Lin memasuki Istana Dunia Jiwa, Qin Tian kemudian pergi ke tempat Si Kembar berlatih.
" Chu, Zhu ada yang ingin kutanyakan pada kalian berdua," ucap Qin Tian tidak jauh dari mereka berdua.
" Termasuk kau, Weidu. Kemarilah," lanjutnya.
Mereka bertiga mengangguk lalu mendekat kearah Qin Tian.
" Ada apa, Bos?" tanya Tian Chu.
" Ada, Bos. Tunggu sebentar, kami lupa apa benda yang ia berikan waktu itu," ujar Tian Zhu yang mulai memeriksa cincin penyimpanan nya untuk mencari benda yang diberikan Ling Huo padanya.
" Hey, Chu, kau juga cari di cincin penyimpanan mu!" lanjutnya menyadarkan Tian Chu dari lamunan nya. Entah apa yang dia lamunkan saat ini.
" Ah.. iya kau benar Zhu," jawabnya kemudian memeriksa cincin penyimpanan.
Qin Tian hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah konyol Si Kembar ini. Lalu dia menoleh kearah Lang Weidu.
" Weidu, apakah kau bisa membedakan antara Benua Immortal dan Benua Surga?" tanya Qin Tian.
" Bisa, Tuan."
" Apakah kau mempunyai benda yang terhubung dengan kedua Dunia itu?"
" Saya hanya memiliki ini Tuan," ucapnya sambil memberikan sebuah bulu burung berwarna emas. " Ini saya dapatkan saat membunuh Elang Emas yang baru naik ke Domain Dewa, Elang itu kudengar berasal dari Benua Surga," lanjutnya.
__ADS_1
" Terima kasih, Weidu," ujar Qin Tian mengambil bulu emas pemberian Lang Weidu.
' Setidaknya aku harus memiliki dua sampai tiga benda yang menghubungkan ke Benua Surga agar tidak memasuki distorsi ruang,' Qin Tian membatin.
" Ini Bos!" ucap Si Kembar serempak sambil menyerahkan masing-masing sebuah benda pemberian Ling Huo.
" Baiklah, kalian lanjutkan latihan yang kusarankan. Weidu awasi mereka berdua," ucap Qin Tian dengan tegas.
" Baik!" jawab ketiganya serempak.
Qin Tian pun meninggalkan tempat itu, dan menuju ke Istana Dunia Jiwa untuk mengajak Tang Yue Lin bersantai di belakang Istana Dunia Jiwa.
...• • • • •...
Benua Tengah.
Tepat saat Qin Tian mengabarkan situasi di Benua Timur pada Qin Zhong.
" Ada apa Gege?" tanya Yun Ling.
" Tian'er berkata kita bisa sesegera mungkin pergi ke dunia atas, karena portal itu tidaklah rusak. Hanya saja sumber daya untuk mengaktifkan portal itu kembali tidak dapat ditemukan di Bintang Biru ini," ujar Qin Zhong menjelaskan apa saja yang dikatakan Qin Tian tadi melalui batu jiwa miliknya.
" Jika tidak ada sumber daya di sini yang bisa mengaktifkan portal itu, lalu mengapa Tian'er mengatakan kita bisa pergi sesegera mungkin?" tanya Yun Ling.
Qin Zhong menghela nafas. " Apakah kau ingat dengan yang ditemukan dirinya saat pertama kali keluar dari rumah?"
" Ya, aku ingat. Dia banyak sekali memberi kejutan saat itu," ujar Yun Ling mengingat saat Qin Tian memberikan sebuah cincin yang berisikan sebuah Inti Es yang sangat langka.
" Dari semua sumber daya miliknya yang ada di dunia jiwa, beberapa benda disana merupakan sumber daya dari dunia atas. Jadi bisa dipastikan dengan memakai itu semua portal itu akan kembali aktif," ujar Qin Zhong.
" Kalau begitu, cepat Gege kabarkan ini pada Ayah dan Ibu," ucap Yun Ling.
" Kau benar, Ling'er," lalu mereka berdua meninggalkan tempat menuju ke kediaman Qin Jian dan Ming Yifei.
Sepanjang perjalanan Yun Ling terus tersenyum karena impiannya sedari dulu untuk bisa pergi dari Bintang Biru kini sudah berada di depan mata.
Hal ini sama sekali tidak membuat Qin Zhong curiga, meskipun sebenarnya Qin Zhong merasa ada yang aneh dari senyum yang ditampilkan Yun Ling.
Meski penasaran, Qin Zhong tidak akan bertanya kecuali Yun Ling sendiri yang mengatakan akan bercerita.
__ADS_1
•••
Terima Kasih.