Takdir Sang Pendosa

Takdir Sang Pendosa
50. Keberadaan Tiga Elemen Terkuat


__ADS_3

Saat jiwa Heian Jin keluar dari botol giok, aura mencekam menyelimuti area sekitarnya. Untung saja Qin Tian sudah menyiapkan Array pelindung tingkat tinggi, sehingga aura yang mencekam itu tidak bisa dirasakan mereka yang sedang berada di dunia jiwa.


Segera saja Qin Tian menyerap jiwa Heian Jin dengan teknik yang ia pelajari saat masih dalam kondisi bertarung dengan Heian Jin. Karena ketertarikan Qin Tian dengan Elemen Kegelapan yang Heian Jin miliki, Qin Tian tidak memisahkan jiwa itu dengan kekuatannya yang mana jika di pisahkan kekuatan Elemen akan langsung menguap dan menghilang.


Qin Tian tidak tahu berapa lama waktu yang ia butuhkan untuk menyerap jiwa Heian Jin, karena saat dulu ia menyerap kultivator asing di dunia kecil, jiwa itu tidak tergabung dengan kekuatannya saat masih hidup.


Namun, yang sekarang, jiwa Heian Jin masih tergabung dengan kekuatannya serta Elemen Kegelapan yang menjadi salah satu Elemen terkuat. Tentu hal ini akan membutuhkan waktu baginya agar bisa menyerap jiwa Heian Jin dengan sempurna.


Enam hari kemudian.


Fluktuasi energi di dunia jiwa mulai bermuara disekitar Tang Yue Lin. Ledakan teredam secara beruntun pun dapat terdengar, meskipun jaraknya jauh.


Semua yang ada didalam dunia jiwa mulai mendekat kearah Tang Yue Lin yang masih belum membuka mata, tidak terkecuali Lang Weidu, justru Serigala Dimensi itu yang pertama kali merasakan aura perubahan di sekitar Tang Yue Lin.


" Nyonya muda ternyata juga sangat luar biasa, memang sangat pantas untuk bersanding menjadi Istri Tuan ku," gumam Lang Weidu.


Ledakan teredam itu masih terdengar dengan tempo yang cukup lama, sampai tingkat kultivasi Tang Yue Lin mencapai ranah Half God tahap Puncak.


Setelah suara ledakan teredam itu berhenti, perlahan kelopak mata Tang Yue Lin mulai terbuka.


" Ternyata aku masih sangat lemah, meski kultivasi ku disini yang paling tinggi, tapi jika itu di dunia atas aku masih seperti bocah yang baru saja belajar berkultivasi," guman Tang Yue Lin.


" Lin'er..." Yun Ling meneteskan air mata nya saat melihat Tang Yue Lin sadar dan dalam keadaan baik-baik saja, bahkan sangat baik ketimbang dirinya beberapa bulan yang lalu.


" Ibu, Ayah, semuanya..." ucap Tang Yue Lin dengan senyum lembutnya.


Lalu perlahan-lahan ke-empat orang itu mulai mendekat, untuk Lang Weidu dia tidak ikut mendekat karena merasa itu bukan hal yang pantas untuk dia ikuti.


" Apakah semuanya selesai dengan baik, Lin'er?" tanya Yun Ling yang sudah didekat Tang Yue Lin.


" Semuanya baik-baik saja, Ibu," jawab Tang Yue Lin.


Merasa ada yang kurang, karena Qin Tian tidak ada disana, Tang Yue Lin melihat sekeliling untuk memeriksa apakah Qin Tian ada di sekitar mereka.


" Tian'er sedang berlatih, mungkin akan membutuhkan waktu sedikit lebih lama darimu," ujar Qin Zhong yang mengerti dengan apa yang ingin di sampaikan oleh Tang Yue Lin.

__ADS_1


" Memangnya berapa lama aku dalam kondisi seperti tadi?" tanya Tang Yue Lin.


" Dua bulan, Yue Lin," jawab Tian Zhu.


" Iya, dan kau terlihat sangat kuat, bahkan melebihi Bos. Berada di tingkat apa kultivasimu sekarang, Yue Lin," Tian Chu sangat penasaran saat merasakan kekuatan Tang Yue Lin yang kelihatannya melebihi Qin Tian.


' Ehh, ternyata lama juga,' Tang Yue Lin membatin dengan terkejut.


" Aku sudah berada di tahap Puncak ranah Half God," jawabnya sambil tersenyum, dia menutupi keterkejutannya itu.


" APA!.."


Mereka semua berteriak karena terkejut dengan ucapan Tang Yue Lin.


" A–apakah yang kau katakan itu benar, Lin'er?" Yun Ling bertanya dengan suara bergetar.


" Benar, Ibu," masih dengan senyum polos yang entah itu dibuat-buat atau tidak.


" Hahh.. Tian'er saja yang merupakan anakku sendiri bisa membuatku sangat terkejut, dan sekarang Istrinya, yang tidak lain adalah menantuku juga membuatku terkejut dan hampir saja mati karena serangan jantung," ucap Qin Zhong menghela nafas berusaha menenangkan dirinya.


• • • • •


Sebulan kembali terlewati dengan lancar tanpa sedikitpun masalah, meski terkadang Tang Yue Lin selalu menanyakan tentang latihan apa yang di jalani Qin Tian, tetapi itu tidak membuatnya dengan sengaja mengganggu latihan Qin Tian.


Di waktu yang sama, Qin Jian dan Ming Yifei masih menunggu di Benua Utara, sementara Kaisar Ming Dao kembali ke Istana Kekaisaran di Benua Tengah, karena posisi nya sebagai Kaisar tidak mendukung dirinya untuk melakukan perjalanan dengan jangka waktu yang panjang.


Qin Jian dan Ming Yifei membangun sebuah gubuk kecil untuk mereka tempati sementara waktu yang lokasi nya tidak jauh dari tempat ditemukannya mayat Heian Jin.


" Gege, bagaimana sekarang? Sudah lebih dari sebulan, tegapi belum juga ada kabar mengenai keberadaan Tian'er dan yang lainnya," ucap Ming Yifei dengan suara sendu.


" Tenanglah Fei'er, anak itu pasti selamat dan juga aku yakin saat ini dia sedang memulihkan dirinya di suatu tempat," ujar Qin Jian yang masih berpikir positif, karena hanya dengan seperti itu bisa menyemangatinya.


" Kita tinggal disini sementara waktu, aku juga sudah tidak lama merasakan hanya berdua denganmu seperti dulu," ucap Qin Jian lagi.


" Ingat! Kita sudah tua," ucap Ming Yifei.

__ADS_1


" Lalu kenapa? Aku juga hanya ingin menikmati waktu berdua denganmu, bukan ingin melakukan hal yang lainnya. Tetapi, jika Fei'er sangat menginginkan hal itu, aku akan selalu siap," ujar Qin Jian tersenyum menjijikkan, karena kerutan di wajahnya sangat tidak cocok saat dia berekspresi mesum seperti itu.


" Dasar mesum!" teriak Ming Yifei yang langsung mencubit pinggang Qin Jian lalu melangkahkan kaki nya keluar dari gubuk, untuk menikmati suasana malam di Benua Utara.


" Semoga kalian baik-baik saja," gumam Ming Yifei.


" Mereka pasti baik-baik saja, Fei'er. Apakah kau tidak percaya dengan Anak dan cucu mu?" tanya Qin Jian yang menyusul Ming Yifei keluar.


" Bukannya aku tidak percaya dengan kemampuan Tian'er dan yang lainnya, tetapi tetap saja aku merasa khawatir pada mereka," ujar Ming Yifei.


" Aku pun juga merasakan hal yang sama sepertimu, Fei'er."


• • • • •


Di dunia jiwa.


Qin Tian sudah hampir selesai menyerap jiwa Heian Jin, terlihat disekitarnya Elemen Kegelapan yang sangat murni yang berputar di sekeliling Qin Tian.


Elemen Kegelapan itu seakan tidak diterima oleh keberadaan Api Pelahap Semesta miliknya, karena kedua Elemen itu sama sekali tidak cocok, dan juga Cahaya Surgawi miliknya seolah membantu Api Pelahap Semesta untuk menolak keberadaan Elemen Kegelapan.


Tapi, Qin Tian terus berusaha agar tidak terjadi penolakan pada Elemen yang bertolak belakang.


Berkat kegigihan Qin Tian, Api Pelahap Semesta dan Cahaya Surgawi menerima Elemen Kegelapan itu.


Rantai Neraka pun memberikan reaksi dengan cara menyatu dengan hampir sebagian esensi murni dari Elemen Kegelapan yang membuat aura Rantai Neraka meningkat pesat.


Karena hal itu, membuat Qin Tian semakin bersemangat untuk menyatukan kedua kekuatan yang bertolak belakang.


Qin Tian perlahan membuka matanya saat Elemen Kegelapan telah sepenuhnya dia kuasai.


" Ini bukan Elemen Kegelapan biasa, ternyata Heian Jin sangat bodoh karena menyepelekan kekuatan yang dia miliki. Jika saja dia mengetahui tentang hal ini dan membangkitkan kekuatan sejati dari Elemen Kegelapan, dapat dipastikan aku akan kalah dalam beberapa kali serangan." ujar Qin Tian saat merasakan elemen Kegelapan itu bukanlah elemen Kegelapan yang biasa. Elemen Kegelapan itu setidaknya setara dengan dua Elemen terkuat di seluruh penjuru Semesta yang saat ini dimiliki Qin Tian.


" Sepertinya ini bukan waktu yang tepat untuk menggabungkan Elemen Cahaya Surgawi dan Kegelapan, lebih baik aku menemui Lin'er dan yang lainnya dulu, baru setelah itu aku akan menggabungkan kedua Elemen ini," Qin Tian bergumam.


•••

__ADS_1


Selamat Membaca.


__ADS_2