
Kota Giok Biru.
Pertempuran di sekitar Arena Colosseum hampir selesai dengan kekalahan di pihak Aliansi Aliran Hitam.
Meski kalah, tetapi pihak Aliansi Aliran Hitam membunuh beberapa tetua Sekte Bunga Api dan juga beberapa Komandan Kekaisaran Ming.
Tian Zhu dan Tian Chu masih mencari keberadaan Yun Ling dan Tang Yue Lin, begitu juga dengan Qin Zhong.
Karena mereka bertiga memiliki firasat yang sama. Walaupun tujuan mereka sangatlah berbeda. Beberapa menit kemudian mereka telah menemukan Yun Ling dan Tang Yue Lin.
Si Kembar yang sebelumnya ingn bertanya tentang lokasi Sekte mengurungkan niat mereka. Karena terlihat tidak jauh dari mereka Qin Zhong berlari dengan tergesa-gesa seperti ingin mengajak mereka segera pergi dari sana. Mereka berdua yakin jika Qin Zhong juga memikirkan hal yang sama seperti mereka.
" Nyonya besar, Yue Lin," ucap mereka berdua serempak.
" Ling'er, Lin'er," ucap Qin Zhong juga yang baru sampai.
" Daripada kita terus disini, lebih baik kita menuju Sekte Bunga Api. Aku memiliki firasat jika penyerangan disini hanyalah sebuah pengalihan," ujar Tian Zhu yang firasatnya sangat tepat.
" Ya, itu benar, Tuan, Nyonya."
" Benar, aku juga memiliki firasat seperti kalian berdua. Kalau begitu mari kita menuju Sekte," ucap Qin Zhong membenarkan firasat Si Kembar.
" Baik," jawab mereka berempat serempak.
Diperjalanan Yun Ling bertanya dimana Qin Tian, lalu Si Kembar mengatakan jika Qin Tian pasti sudah berada disana.
Itu adalah hal yang sangat mereka pahami sedari dulu. Dimana ada kekacauan disitu pasti ada Qin Tian. Jika di Bumi, Qin Tian lah yang selalu membuat kekacauan itu.
Entah itu saat kekacauan yang membunuh puluhan nyawa, atau sebuah perampokan bank melalui web internet. Yang pastinya setiap tindakan yang dilakukan Qin Tian pasti mengundang kemarahan semua pihak. Dan setiap kali kekacauan itu berakhir, selalu disertai dengan munculnya satu ikat buah anggur.
Itulah sebabnya Qin Tian dijuluki dengan nama Dionysus sang Dewa Anggur.
...• • • • •...
Sekte Bunga Api.
" Sepertinya kita belum terlambat Zhu," ucap Tian Chu tersenyum aneh.
" Saatnya berpesta," balas Tian Chu yang juga tersenyum aneh.
__ADS_1
Lalu mereka berdua melesat dengan kecepatan tinggi menuju kerumunan yang menyerang Sekte Bunga Api.
Qin Zhong, Yun Ling dan Tang Yue Lin yang ditinggalkan hanya menggelengkan kepala melihat kelakuan Si Kembar yang sangat senang dengan pertempuran.
" Gege duluan saja menyusul mereka berdua, aku dan Lin'er akan menyerang dari jarak jauh," ucap Yun Ling menyarankan pada Qin Zhong agar segera menyusul Si Kembar.
" Baiklah, jaga dirimu dan menantu kita," balas Qin Zhong.
Lalu tanpa menunggu jawaban Yun Ling, Qin Zhong yang telah memegang tombak golok pemberian Qin Tian, melesat kearah kerumunan Aliansi Aliran Hitam.
Saat mereka bertiga masuk kedalam pertempuran, perhatian para petinggi Aliansi Aliran Hitam tertuju pada mereka.
Pasalnya, setiap mereka bergerak selalu ada pihak mereka yang meregang nyawa.
Basis kultivasi mereka juga cukup tinggi. Setidaknya salah satu komandan yang dimiliki pihak Aliansi Aliran Hitam setara dengan mereka bertiga. Half Saint tingkat menengah sudah termasuk tinggi untuk ukuran Bintang Biru yang kecil ini.
Kecakapan tempur juga mempengaruhi jalannya pertempuran.
Di pihak petinggi Aliansi Aliran Hitam.
" Siapa mereka? Apakah mereka juga murid dan tetua Sekte Bunga Api?" tanya Mo Guo pada salah satu Jendral kepercayaannya.
' Kebetulan sekali murid orang itu muncul tanpa didampingi gurunya. Aku bisa membalaskan dendam Guru disini,' batin Mo Guo terlihat senang, melihat murid dari orang yang telah menghabisi nyawa gurunya.
" Kalian bertiga segera pulihkan kekuatan kalian, lalu habisi mereka!.." Mo Guo memberi perintah pada tiga Jendral yang membantu dirinya menghancurkan array formasi pelindung.
...• • • • •...
Boomm.. Boomm.. Duaarr...
Ledakan demi ledakan terus terjadi. Namun, Qin Tian, Qin Jian serta Ming Yifei masih belum menunjukkan tanda-tanda untuk memasuki medan pertempuran.
Sampai salah satu serangan yang mengarah langsung tepat kearah Aula Kultivasi Sekte Bunga Api.
" Cepat hadang serangan itu!.. Jangan biarkan serangan itu menghancurkan Aula Kultivasi!.." ucap salah satu tetua.
" Baik, Tetua!.." beberapa murid mengangguk dan melesat menuju kearah Aula kultivasi dengan kecepatan tertinggi mereka untuk menghadang serangan itu.
Tiba-tiba saja serangan itu lenyap sebelum beberapa murid itu menyusul dan menghadang serangan.
__ADS_1
" Hemm.. Mereka cukup setia juga pada Sekte ini," Qin Tian bergumam lirih.
" Sepertinya Kakek mengajari mereka untuk setia pada Sekte ini. Benarkan, Kakek?" Qin Tian bertanya pada Qin Jian yang ada di sebelahnya.
" Selain harus mempunyai bakat diatas rata-rata, Sekte ini juga mengajarkan sopan santun pada seluruh muridnya. Karena, sudah banyak jenius yang terlihat sangat sombong meski masih ada bakat yang lebih tinggi dari mereka," ujar Qin Jian yang mengingat sedikit masa lalu nya.
Qin Tian hanya mengangguk dan tersenyum mendengar jawaban yang diberikan Qin Jian. Dia sangat mengagumi sosok Kakek yang baru ditemuinya beberapa saat yang lalu.
Mengalihkan pandangannya kearah gerbang Sekte. Ia melihat jumlah musuh jauh melebihi dari jumlah murid yang ada. Mungkin hampir mencapai 1:25. Dengan tingkat kultivasi rata-rata mereka berada di ranah Jalan Surgawi hingga Nirwana, dan ada beberapa Elit Pasukan di ranah Mahayana puncak.
Untuk Komandan mereka berada di ranah Half Saint rendah sampai tinggi. Tiga Jendral Utama dan Mo Guo selaku Pemimpin Tertinggi berada di ranah Saint, ranah yang telah melampaui hukum dunia Bintang Biru.
" Kakek, sepertinya Pemimpin mereka mempunyai dendam pada teman ku," ucap Qin Tian yang merasakan aura kebencian Mo Guo yang ditujukan pada Si Kembar.
" Tidak perlu heran, Guru temanmu itu sudah membunuh Guru Mo Guo yang merupakan pemimpin mereka semua yang menyerang kali ini," ujar Qin Jian yang membuat Qin Tian langsung mengerti mengapa Si Kembar ditargetkan oleh Mo Guo.
" Apakah Kakek mampu mengalahkannya? Tingkat kultivasi orang itu lebih tinggi sedikit dari Kakek," Qin Tian bertanya lagi setelah melihat Mo Guo dengan sekilas.
" Dengan senjata yang kau berikan, serta teknik yang Kakek miliki, kemungkinan besar Kakek bisa mengalahkan bahkan membunuhnya," ujar Qin Jian.
" Kalau begitu, aku akan menjaga Nenek saja disini. Dan jika keadaan tidak berpihak pada kalian, aku akan terjun ke medan pertempuran," ucap Qin Tian.
Dia ingin melihat batas kemampuan Ayah, Kakek serta Si Kembar.
Potensi Kakek, Ayah serta Si Kembar dalam pertempuran langsung sangatlah tinggi, jadi dia tidak mengkhawatirkan keadaan mereka.
Berbeda dengan Ming Yifei yang basis kultivasi nya mengalami penurunan lumayan besar.
Memerlukan sumberdaya yang lumayan banyak untuk mengembalikan ranah kultivasi 'nya seperti semula.
Tapi, Qin Tian mempunyai sangat banyak sumberdaya untuk melakukan itu.
Di pihak Aliansi Aliran Hitam.
" Akhirnya orang yang bergelar manusia terkuat di Lima Benua muncul. Akan ku rebut darimu gelar itu. Kau tidak pantas menyandang sebagai manusia terkuat di Lima Benua, Qin Jian!" Mo Guo bergumam setelah melihat Qin Jian yang mengarah padanya dari kejauhan.
•••
Selamat Membaca.
__ADS_1