Tawanan Cinta Mr Cool

Tawanan Cinta Mr Cool
Menuntut Penjelasan


__ADS_3

Mia memandang dua orang yang duduk berhadapan di depannya dengan bergantian. Mereka saling memandang dengan tatapan dingin, seolah ada dendam yang tak termaafkan di antara mereka.


Gadis itu tidak paham siapa dan apa yang terjadi pada wanita tampak sangat dewasa itu.


"Jadi?" tanya Beth, dia menyusupkan jarinya ke dalam kotak rokok dan mengambil sebatang. Baru saja dia hendak menyalakan rokok itu, Finn dengan sigap menarik batang tembakau itu.


"Ada istriku di sini, aku tidak mau dia tercemar," tukas Finn. Kemudian, dia mengulurkan tangannya ke arah Mia. "Kuantar kau keluar. Aku janji, ini tak akan lama,"


Mia mengangguk. "Baiklah. Permisi, Nyonya," ucap Mia berpamitan sopan kepada Beth.


Beth menatap mereka tak percaya, apalagi saat Finn mengecup lembut bibir Mia sembari berkata, "Aku mencintaimu,"


"Wow! Sandiwara apa yang sedang kau mainkan saat ini, Walter? Siapa tokoh yang kau perankan? Romeo? Hahaha!" ucap Beth sambil bertepuk tangan.


Finn mengeratkan giginya. "Ada urusan apa kau kemari, Parker?"


"Masih sama seperti yang dulu, Finn. Kenapa kau putuskan aku tanpa sebab?" tanya Beth, tawa dan senyumnya lenyap begitu saja.


"Haruskah sebuah alasan untuk memutuskan seseorang? Saat itu, aku dan kau sudah tidak ada kecocokan lagi, jadi? Apalagi yang kau harapkan?" jawab Finn gusar. Pria itu tidak senang mengungkit masa lalu.


"Apa kau tidak membutuhkan alasan untuk mencintai mainanmu?" tanya Beth. Nada suaranya terdengar kesal apalagi saat dia menyebutkan kata mainan.


Finn menunjuk ke arah pintu. "Pintu keluar ada di sana. Pastikan kau tidak pulang terlalu malam!"


Setelah berbicara seperti itu, Finn pun bergegas pergi meninggalkan Beth seorang diri. Suara tumbukan barang terdengar sesaat setelah Finn keluar. Pasti Beth Parker melemparkan asbak rokok ke arah pintu.


Di sisi lain di tempat itu, Mia sedang mengejar Josh untuk memenuhi hasrat keingintahuannya. "Josh! Josh! Josh! Bisakah kita berbicara?"


Sepanjang siang itu, Mia terus mengekori Josh. Bukan karena merasa terancam atas kehadiran Beth, hanya saja dia tidak ingin hati yang baru saja penuh harus patah karena kehadiran seseorang yang belum dikenalnya.


"Kenapa tidak kau cari Finn saja, Mia?" tanya Josh putus asa. "Duduklah!" katanya lagi kepada Mia sambil menarik sebuah kursi. Josh membawanya ke ruangan kerja miliknya yang berada di bagian luar dari rumah Finn.

__ADS_1


"Wah, ruanganmu berbeda sekali dengan Finn. Kenapa kau pilih warna cokelat?" tanya Mia mengagumi ruangan Josh yang di dominasi warna cokelat itu.


Josh tersenyum bangga. "Cokelat dan abu-abu adalah warna binatang. Aku menyukai warna itu karena menimbulkan kesan hangat,"


"Benar sekali. Aku merasakannya begitu aku berada di depan pintu itu," sahut Mia lagi. "Sekarang, katakan kepadaku siapa itu wanita tadi?"


Josh kembali menyunggingkan senyumnya kepada gadis yang ada di hadapannya itu. "Gayamu sudah menyerupai Finn, hahaha!"


"Benarkah? Maafkan aku. Apa kau tau tentang siapa wanita itu?" tanya Mia, kali ini dengan intonasi lebih lembut.


"Beth Parker, dia adalah mantan tunangan Finn. Ya, seorang Finn Walter pernah menjalani hubungan yang serius dengan seorang wanita," jawab Josh.


Mia terdiam. Di dalam hatinya, dia membandingkan dirinya sendiri dengan seorang Beth Parker. "Dia cantik,"


Josh tertawa. "Hahaha. Kau belum mengenalnya, Mia. Aku tidak begitu paham bagaimana hubungan mereka. Setauku, Finn memutuskan hubungannya dengan Beth karena suatu hal yang aku juga tidak mengerti."


"Apakah Finn selalu seperti itu?" tanya Mia lagi, entah kenapa kini hatinya terasa berat dan kosong.


"Kau teman kecil Finn, tapi kenapa kau tidak tahu bagaimana hubungan Beth dengan Finn?" tanya Mia, masih penasaran.


"Aku memang tidak tahu karena Finn orang yang sangat tertutup. Dia tidak pernah mengizinkanku untuk mengetahui bagaimana suasana hatinya," ucap Josh. "Ada satu moment di mana dia dengan wajah sumringah memberitahukankj sesuatu, yaitu saat dia hendak membelimu dari Arthur. Dia berteriak senang katanya besok dia akan menikah dan aku hanya melongo mendengarkan ucapan gilanya itu. Kupikir dia mabuk dan meracau," Josh tersenyum saat mengingat hal itu.


"Apa kau pernah menyukai salah satu wanita Finn?" Mia bertanya lagi.


Namun, Josh menggelengkan kepalanya. "Tidak. Kriteria wanitaku dengan Finn, jauh berbeda. Kecuali saat ini, kami sedang menyukai wanita yang sama,"see


Cepat-cepat Josh memalingkan wajahnya. Secara tidak langsung, dia sudah menyatakan cintanya pada Mia. Namun entah beruntung atau tidak, Mia tidak menyadari hal itu. "Oh yah? Beth Parker?" tanya gadis itu dengan suara suram.


"Hahaha, bukan! Sudahlah, kau bisa bertanya langsung pada Finn," sahut Josh dan dia melirik jam tangannya. "Kau sudah terlalu lama berada di sini. Ayo, kuantar kau untuk kembali."


Maka dengan memberengutkan bibirnya, Mia pun kembali. Wajahnya tampak kecewa dan tidak puas dengan jawaban-jawaban Josh.

__ADS_1


"Kalau aku bertanya pada Finn, apakah kau yakin dia tidak akan marah?" tanya Mia berbisik.


Lagi-lagi Josh tersenyum lebar. "Kau sungguh menggemaskan sekali, Mia. Bertanya sajalah padanya."


Mia mengangguk dan setelah dia memantapkan hatinya, dia pun berjalan untuk menemui Finn di ruangannya. Jendela ruangan Finn tertutup, Mia menempelkan daun telinganya di depan pintu ruangan berpintu oak itu. Tak ada suara. Jantungnya kini berdetak dengan cepat seakan dia habis berlari jauh.


"Finn," Mia mengetuk pintu ruangan itu pelan. "Finn, ini aku. Aku hanya ingin tau, apakah kau sudah selesai dengan, ...." Mia terdiam, dia mencari kata yang tepat untuk melengkapi kalimatnya.


Tiba-tiba saja, pintu itu terbuka. "Dengan apa?"


"F-, Finn? Ka-, kau sudah selesai?" Mia menjulurkan kepalanya ke dalam ruangan Finn.


"Masuk saja," ucap Finn, dia menarik tangan Mia untuk masuk ke dalam. "Yang kau cari sudah tidak ada," ucap Finn seolah mengetahui isi hati Mia.


Sedikit lega, Mia menyandarkan tubuhnya di kursi malas Finn. "Finn, siapa wanita tadi?"


"Beth Parker, dia masa laluku dan saat ini, dia tidak ada lagi di hidupku. Jadi, jangan berpikiran macam-macam dan kau tidak perlu khawatir. Kau milikku satu-satunya, Mia," Finn melingkarkan lengannya di pinggang ramping Mia dan mengecup keningnya.


"Kenapa dia datang lagi? Apakah dia memiliki hutang atau jangan-jangan kau yang berhutang kepadanya?" tanya Mia lagi. Nampaknya, dia bertekad untuk menuntaskan rasa penasarannya tentang Beth Parker hari itu.


Finn tertawa. "Hahaha, sepertinya hubunganmu dengan hutang akrab sekali, kau selalu mengingatnya." goda Finn.


"Benar, 'kan? Jika seseorang dari masa lalu datang menghampirimu tandanya ada sesuatu yang belum kalian selesaikan," tegas Mia.


Finn mendudukan Mia di pangkuannya. "Aku tidak tau. Sungguh! Tapi, hubunganku dengan Beth sudah selesai beberapa tahun lalu,"


"Bisakah aku mempercayaimu, Finn?" tanya Mia, netranya menatap lekat manik cokelat suaminya itu.


Finn mengangguk. Dia menyapukan bibirnya ke bibir Mia yang bulat dan penuh. "Ya dan kau harus mempercayaiku, Mia," kata Finn lembut. Kata-katanya tenggelam di antara ciumannya yang memabukkan.


"Jika terjadi sesuatu kepadamu, akulah orang pertama yang akan menolongmu, Mia," ucap seseorang dari luar pintu ruangan kerja Finn saat dia melihat pria itu dan Mia sedang berpagutan dengan panas di dalam.

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2