Tawanan Cinta Mr Cool

Tawanan Cinta Mr Cool
Bertemu Beth


__ADS_3

Suatu malam, Finn sedang minum di sebuah bar yang lain. Karena dia takut Pat mengikuti atau menemukannya, maka pria itu rela mengitari kota sedikit lebih jauh hanya untuk minum.


"Space Barley," ucap Finn begitu dia duduk di bar tersebut.


Seorang pelayan memberikan Finn satu gelas sloki dan sebotol bir berwarna cokelat dengan gambar bintang berwarna emas di depan botol itu.


Finn segera menuangkan bir tersebut dan meminumnya dalam sekali tenggak. Kemudian, dia mengisi lagi gelasnya dan mengulangi hal yang sama.


Kesadarannya semakin lama semakin menjauh. Finn mulai meracau dan mengoceh tak karuan. "Hei! Hehehehe! Apa kau punya gadis cantik? Aku punya dua orang gadis cantik, yg satu pergi jauh dan yang satu lagi, hmmmm, ... Dia menyebalkan! Hahaha! Tapi, aku suka karena dia cantik dan pandai memuaskanku di ranjang,"


Seorang bartender tersenyum mendengar ocehan Finn itu. Finn kemudian berbicara lagi, "Tapi! Aku tidak mencintai gadis itu, aku hanya mencintai dia saat dia menggoyangku di ranjang! Hahaha! Kau benar-benar brengsek, Finn Walter!"


Tiba-tiba saja seorang wanita datang menbelai rambut Finn. "Hei, Tampan. Lama tak jumpa,"


Finn mengangkat wajahnya, lalu bergidik ketakutan. "Siapa kau?"


Wanita itu memegang kedua pipi Finn dan memberikannya ciuman di bibir. "Kau sudah mengingatku?"


Finn memegangi bibirnya sambil melirik kesal ke arah wanita itu. Matanya membesar tiba-tiba. "Kau! Kau Beth Parker!"


Wanita itu tersenyum dan dengan bergaya, dia duduk di kursi samping Finn. "Senang rasanya kau bisa mengingatku lewat ciuman. Apakah tandanya kau merindukanku, Walter?"


"Hahaha! Kau mimpi, Parker!" Finn menepuk-nepuk pipi Beth. "Bangun! Bangunlah! Hahaha!"


Finn merendahkan suaranya. "Aku mencarimu karena aku ingin sekali membunuhmu! Beruntunglah, kau datang dengan mandiri, Sayang,"


"Bunuhlah aku, Walter. Dengan apa kau akan membunuhku? Pisau? Senapan? Atau senjata tumpulmu yang ini?" tanya Beth, jarinya bermain di paha Finn.


"Apa yang kau pilih? Katakan padaku, aku akan mengabulkannya, hehehe!" jawab Finn, masih setengah sadar.


Terlintas dalam benak Beth sebuah pikiran jahat. Dia terus menambahkan bir ke dalam gelas Finn dan sampai akhirnya, pria itu tergeletak tak sadarkan diri.


Dia memanggul tubuh Finn dengan terseok-seok, karena Finn bertubuh besar dan tegap. Dia memasukan pria yang sedang mabuk itu ke dalam mobil dan membawa Finn ke rumahnya.


Setibanya di rumah, dia meminta beberapa orang pengawalnya untuk membaringkan Finn di ranjang besar miliknya.


Beth membuka satu per satu kancing kemeja Finn dan dia juga membuka celana panjang pria itu. Setelah selesai, Beth berlari ke gudang, dia mencari sesuatu. Tatapannya riang dan liar, entah apa yang akan dia lakukan terhadap pria malang itu.


Dengan berlarian kecil, Beth masuk ke kamar, tangannya penuh dengan barang yang tadi dia cari. Finn masih belum sadarkan diri, Beth bersorak girang. Dia mengangkat satu tangan Finn dan diikatkannya tangan itu pada frame ranjang. Begitu pula dengan tangan Finn yang lain.

__ADS_1


Tak puas sampai situ, dia membuka lebar kaki Finn dan melakukan hal sama dengan tangannya. Setelah tangan dan kaki Finn terikat, Beth naik ke atas tubuh Finn dan duduk di sana. Wanita itu berbaring di atas tubuh yang tak berdaya itu dan memeluk tubuh Finn. "Kenapa kau tidak membalas cintaku, Walter? Apa salahku?"


Seperti teringat sesuatu, tiba-tiba saja Beth duduk. "Hei, tunggu dulu! Apakah kau mengetahui perselingkuhanku dengan Nollan? Ah, pasti dari Winston Sialan itu, 'kan? Untung saja dia sudah lenyap! Tapi, kenapa kau belum mau menerimaku?"


"Hatimu sudah dibawa oleh Gadis Desa itu, yah? Tapi, sekarang dia sudah pergi, sudah tidak ada. Lalu, kenapa kau belum juga melihatku, Walter? Apa salahku? Apa kekuranganku?" tanya Beth. Wanita itu terus saja bermonolog dengan Finn yang tertidur.


Beth kemudian mencium kening Finn. "Aku selalu mencintaimu, Sayang. Kau tau, 'kan bagaimana sifatku? Aku akan melakukan apa pun supaya aku bisa mendapatkan apa yang aku mau. Dan kali ini, hanya ada satu cara supaya kau mau melihatku, Finn,"


Beth menyapukan bibirnya pada Finn. Perlahan dia menuruni ciumannya sambil sesekali bergerak di atas tubuh Finn. Finn yang masih belum sadar itu pun, mulai mengeluarkan suara rintihan kecil.


Rintihan Finn berubah menjadi erangan saat Beth mulai bergerak liar di atasnya. Finn tak berdaya, dalam keadaan setengah sadar dengan tangan dan kaki yang terikat, dia hanya bisa menikmati apa yang Beth lakukan atas tubuhnya.


Keesokan paginya, Finn terbangun. Kepalanya terasa sangat berat, begitu pula dengan tangan dan kakinya yang terasa pegal, dan dia terkejut saat melihat Beth tertidur di sampingnya.


"Parker! Sedang apa kau? Di mana aku?" tanya Finn, dia berusaha melepaskan tali yang mengikat bagian tubuhnya itu. "Dan, apa ini?"


Beth terbangun dengan santai, seolah tidak terjadi apa-apa. "Ah, selamat pagi, Walter. Tidurmu nyenyak sekali setelah pergelutan kita tadi malam," ucapnya sambil mengecup bibir Finn.


"Kau gila, Parker! Lepaskan aku!" tukas Finn. "Aku bersumpah akan membunuhmu setelah ini!"


"Kalau begitu, tidak akan kulepaskan, hehehe!" ucap Beth lagi sambil berlalu.


Finn mencari cara supaya Beth mau melepaskannya. Tidak ada cara Lain, selain membuat wanita itu luluh kepadanya. Maka, setelah lewat pagi hari, Finn mulai berusaha meluluhkan hati Beth.


Beth menatap Finn dengan antusias. "Kau ingin mendengar ceritaku? Baiklah, aku akan menceritakannya kepadamu,"


Selagi Beth bercerita, Finn benar-benar menaruh perhatian seratus persen pada cerita Beth.


"Ehem! Parker, aku haus, bisakah aku minta air?" tanya Finn. "Kalau kau memintaku untuk tinggal di sini, aku bersedia karena hidupku juga sepi. Mia-ku sudah bersama pria lain, aku patah hati dibuatnya,"


"Kau serius mau tinggal bersamaku?" tanya Beth, kedua matanya berbinar.


Finn mengangguk. "Aku bersungguh-sungguh. Cium aku, Parker,"


Tanpa diminta dua kali, Beth segera melummat bibir Finn. "Baiklah, aku akan melepasmu," Tak lama, wanita itu sudah membawa gunting dan dia menggunting ikatan di tangan dan kaki Finn. "Beres!"


Beth segera melompat ke dalam pelukan Finn dan kembali melanjutkan ciumannya yang tertunda. Finn menuruti kemauan Beth, dia menyentuh tubuh wanita itu dan membuat dia mendessah hebat.


"Ooh, Walter, aku rindu sentuhanmu ini," ucapnya.

__ADS_1


Finn membalikan posisi mereka dan menindih Beth. Bibir Finn berkeliaran hingga sampailah dia di celah kedua kaki Beth. Finn membuka kaki Beth perlahan dan mulai memberikan Beth kecupan demi kecupan di sepanjang kaki mulus Beth.


Tak lama, Beth bergerak hebat dan lembah tempat Finn bermain terasa sangat basah dan licin.


"Walter, aku sudah mau sampai," rintih Beth.


Finn merayap naik ke atas. "Tahanlah, Sayang. Ada sesuatu yang harus aku ambil dulu. Tunggulah sebentar,"


"Tak bisakah kau selesaikan ini dulu?" pinta Beth memohon.


Finn mengecup bibir Beth. "Sebentar saja,"


Pria itu segera mengambil kemejanya dan berlari keluar dari rumah Beth. Dia pergi ke tempat Ronald dan meminta pria tua itu membelikannya sesuatu.


"Untuk apa?" tanya Ronald.


"Nanti akan aku ceritakan, aku terburu-buru. Terima kasih, Ayah," kata Finn lagi.


Dia benar-benar bergerak seperti seekor puma. Melajukan kendaraannya dengan kecepatan tinggi hanya untuk mengejar waktunya yang terbatas.


Dengan terengah-engah, dia kembali ke tempat Beth. "Hai, Sayang. Maafkan aku karena telah membuatmu lama menunggu,"


Beth yang sedari tadi belum berpakaian, melingkarkan kedua kakinya di pinggang Finn dan melahap bibir pria itu dengan panas. "Seribu tahun pun, akan tetap kutunggu Finn,"


Finn membuka botol minuman dan dengan sengaja dia menumpahkan minuman itu ke lantai hingga tersisa setengahnya. "Maafkan aku, tanganku gemetar karena terlalu senang,"


"Tidak masalah. Aku akan memanggil pelayanku," ucap Beth, dengan berbalutkan selimut, Beth keluar kamar.


Selagi Beth keluar, Finn menuangkan sesuatu di gelas wanita itu dan menuangkan kembali minuman dari botol berwarna hijau itu.


Setelah pelayan Beth membersihkan lantai, Finn meminta Beth untuk duduk di pangkuannya. "Duduklah dan bergeraklah untukku,"


Tanpa menunggu lama, Beth kembali bergerak di atas Finn, sedangkan pria itu terus memberikan stimulus kepada Beth. "Sayang, ini untukmu. Kita harus bersulang untuk merayakan kembalinya hubungan kita,"


Beth mengambil gelas itu dan membenturkan pinggir gelasnya pada gelas Finn. "Cheers, untuk hubungan kita," dan tanpa curiga, Beth menenggak habis isi gelas itu.


Tak lama, senyum Beth berubah menjadi pekik kesakitan. Dia menegangi lehernya, yang seperti tercekik, wajahnya membiru, dan beberapa detik kemudian, Beth terjatuh dengan busa keluar dari mulutnya.


Finn menuangkan kembali minuman ke dalam gelasnya dan mengacungkan gelas itu ke arah Beth yang terjatuh, tak bernyawa. "Cheers, semoga panjang umur," katanya tersenyum.

__ADS_1


...----------------...



__ADS_2