Tawanan Cinta Mr Cool

Tawanan Cinta Mr Cool
Akhirnya


__ADS_3

Lagi-lagi Luigi harus mendengar kabar yang tidak menyenangkan di pagi itu. Seorang tetangga yang lewat mengatakan kepadanya kalau dia sedang dicari oleh James Arthur dari Selatan.


"Kau kenal dengan James Arthur?" tanya orang itu. "Dia sedang mencarimu dan tempat ini,"


Saat itu, Luigi baru saja turun dari tangga spiral bersama dengan Gwen dan Pat. Pat yang mengetahui tentang James Arthur dari Mia pun menjawab, "Untuk apa dia mencari Luigi? Bos kami tidak pernah meminjam uang darinya. Lagipula, mereka belum pernah bertemu satu sama lain,"


"Andaikan dia ingin mendatangi tempat ini, silahkan saja. Itu berarti rumah penari ini sudah mulai mendunia," sambung Gwen.


Rasa haru diterima oleh Luigi dari kedua penari seniornya. "Oh, tak salah aku menjadikan kalian seorang senior. Aku sayang kepada kalian berdua,"


Namun orang itu menggelengkan kepalanya. "Kurasa tidak begitu. Dia mencari Mia dan kalau kalian tidak mau bekerja sama, dia tidak akan tanggung-tanggung mengobrak-abrik tempat kalian ini,"


"Kenapa? Kenapa dia harus mencari Mia? Setauku hutang Mia sudah dilunasi oleh suaminya," kata Pat, dia mulai siap untuk berdebat.


Orang itu kini merasa penting, dia merasa seperti seorang agen profesional. "Kau pernah dengar Beth Parker? Yang aku tau, Beth Parker cemburu pada Mia dan sebelum Mia kalian mati, dia tidak akan berhenti memburu Mia,"


"Aku tidak akan membiarkan Mia mati! Dia anak baik dan cantik dan aku suka kepadanya!" sahut Luigi. "Aku akan melakukan apa pun supaya Mia selamat dan tetap hidup! Awas saja kalau kau menjadi pengkhianat, aku tidak akan menberikanmu minuman gratis lagi!"


"Hehehe! Aku berpihak padamu, Luigi. Kapan aku pernah menusukmu dari belakang? Tidak pernah, 'kan? Hehehe," ucap orang itu.


Luigi menyugar rambutnya. "Aku tau dan kuharap kesetiaanmu itu tidak dapat dibeli dengan uang sebesar apa pun,"


Orang itu menyeringai lebar. "Aku setiap padamu. Apa pun yang terjadi, Luigi. Aku menunggu jatah Mia menari juga, hahaha!"


Luigi mempercayai apa pun yang dikatakan oleh tetangganya itu. Dia harus kembali berpikir dan mengambil keputusan cepat. Keberadaan Mia di rumah Grant sudah tidak aman lagi.


"Pernahkah kalian memberitahu Mia kepada orang luar?" tanya Luigi.


Wajah Pat memerah, dia pernah memberitahukan Mia kepada Finn. Namun, Finn bukan orang luar. "Aku memberitahukan Mia pada Finn Walter. Tapi, demi Tuhan, aku tidak memberitahukan di mana rumah Grant Wilson karena aku pun tidak tau,"


Sebuah tamparan keras melayang di pipi mulus Pat. "Bodoh! Apa kau tau kesalahanmu? Tidak mungkin ratusan pelayan di rumah Walter tidak disusupi? Pakai otakmu, Pat!"


"Tidak ada siapapun di rumah itu, bahkan pelayan yang melayaniku adalah pelayan Mia!" balas Pat membela diri.


Luigi mengacak-acak rambutnya. "Kesalamatan Mia menjadi tanggung jawabmu! Aku tidak peduli lagi!" pria itu pun masuk ke dalam dengan gusar sambil bergumam tidak jelas.


Sementara itu, Ronald memberitahukan kepada Finn pertemuannya dengan Mia. "Biarkan dia sendiri dulu, Finn sampai dia tenang dan merasa lebih baik. Luka yang kau torehkan kepadanya cukup dalam,"

__ADS_1


"Bagaimana bisa aku biarkan begitu saja, Ayah? Apa kau peduli tentang rasa rinduku?" tuntut Finn. Saat ini dia sudah tersiksa sekali memikirkan segala bahaya yang akan menimpa Mia, gadis kesayangannya.


"Aku ingin melindunginya. Apa kau tau bahaya yang akan mengincarnya? Terutama dari Parker! Dia pasti akan menuntut balas dendam!" ucap Finn lagi, menyambung kalimatnya.


Ya, Beth Parker tak akan tinggal diam sebelum dia melihat Mia mati dengan mata kepalanya sendiri. Itulah yamg dikhawatirkan oleh Finn. "Aku tidak ingin orang lain yang melindunginya."


"Aku paham, Finn. Tapi, tidak semudah itu. Aku akan tetap memberitahukanmu alamat Wilson, dengan syarat jangan berpenampilan seperti dirimu. Aku takut, Parker akan menguntitmu. Dia sudah mengenali segala yang ada padamu," kata Ronald. Dia juga tidak ingin melihat anaknya tersiksa karena rindu.


Finn mengangguk. "Aku akan meminjam mobilmu,"


"Pakai mobilku yang lain. Aku sudah minta kepada supirku untuk memindahkan semua mobilku ke sini dan aku akan kembali ke Utara untuk berjaga-jaga kalau Parker mendatangiku," usul Ronald.


"Pakai pengawalku, supaya mereka bisa berjaga untukmu!" ucap Finn tegas.


Namun, Ronald menggelengkan kepalanya. "Tidak perlu. Umurku sudah renta dan aku pikir aku ingin mengakhiri hidupku lebih cepat,"


"Jangan konyol!" sentak Finn. "Aku tidak mau kehilangan dirimu, kita baru saja dekat setelah puluhan tahun aku membencimu!"


Rasa haru memenuhi hati Ronald dan dia mendengus. "Huh! Ucapanmu seperti seorang pujangga, Nak,"


Begitu mobil Ronald sampai, pria paruh baya itu meminta Finn untuk segera pergi. "Pergilah sekarang sebelum terjadi sesuatu. Aku akan jalan lima belas menit setelah kau pergi,"


Ronald mengangguk. "Ya, aku sudah berjanji kepada Mia untuk mengunjungi dia sekali waktu,"


"Aku tidak bisa melarangmu, Pria Tua Keras Kepala!" Finn memasukan tubuh kurus ayahnya ke dalam dekapannya. "Waspadalah, Ayah."


Setelah segalanya terencana dengan baik, Finn dengan memakai rambut palsu, topi lebar serta kacamata hitam pun mengendarai mobil milik Ronald menuju Utara.


Perjalanan dari Selatan ke Utara membutuhkan waktu sekitar tiga jam. Rumah Grant mudah sekali dikenali, karena rumah itu bercat putih mencolok dengan bangunan yang besar dan megah. "Seharusnya dia tidak tinggal di rumah sebesar ini. Bodoh sekali!"


Finn meminta pengawalnya menekan bel. Tak lama, seorang wanita tua datang dan bertanya kepada pengawal. "Selamat pagi,"


"Pagi, Tuan saya mencari Grant Wilson," kata pengawal bertubuh tinggi itu.


"Anda siapa?" tanya pelayan itu.


"Finn Walter, suami Nona Mia," jawab si pengawal.

__ADS_1


Pelayan itu tampak terkejut dan dia masuk dengan lamgkahnya yang panik. Tak lama, keluarlah sosok pria berwajah sederhana dengan pakaian yang sederhana juga. Berbeda sekali demgan Finn, yang selalu memakai jas atau tuksedo lengkap.


"Finn Walter?" tanya pria itu.


Pengawal Finn mengangguk dan kemudian dia pergi untuk memanggil Finn. Semenit kemudian, keluarkah Finn Walter dari mobil dan berjalan menghampiri Grant Wilson.


Grant mempersilahkan Finn untuk masuk ke dalam. "Masuklah, kita bicara di dalam,"


"Aku hanya ingin bertemu Mia," jawab Finn setelah mereka sampai di ruang tamu Wilson yang lagi-lagi dipenuhi oleh warna putih dan cokelat.


"Untuk apa?" tanya Grant. Rasa egois dan kepemilikannya cukup besar.


Finn tertawa kecil. "Aku suaminya, Wilson. Aku merindukan dia dan kalau kau perkenankan, aku ingin membawa istriku kembali,"


"Apa kau tidak tau bahaya yang mengincarnya sampai dia harus disembunyikan di sini? Apa kau tau betapa terguncangnya dia?" tanya Grant lagi. Dia bersikeras untuk tidak mempertemukan suami istri itu.


"Aku tau, izinkanlah aku bertemu dengannya. Hanya untuk melihat kalau dia baik-baik saja," kata Finn lagi.


Tiba-tiba, Mia muncul dan menyapa Finn. "Finn,"


"Mia," Finn segera menghampiri Mia dan memeluknya.


Namun, Mia mendorong Finn untuk menjauh. "Aku bukan istrimu lagi, 'kan? Berarti kau dilarang untuk memelukku. Aku baik-baik saja, Finn dan aku cukup bahagia tinggal bersama Grant Wilson disini."


"Aku minta maaf. Maafkan kesalahanku, saat itu aku hanya ingin menyelamatkanmu, Mia. Mengertilah," kata Finn. Suaranya terdengar sangat menderita.


"Aku sudah memaafkanmu tapi aku tidak ingin kembali bersamamu. Pulanglah," jawab Mia.


Bagai tersambar petir, Finn tercekat. "Ke-, kenapa, Mia?"


Mia melihat Grant dari sudut matanya. "Aku sudah mencintai orang lain, Finn. Saat ini, aku mencintai Grant dan aku ingin hidup bersamanya,"


"Bohong! Kau pasti bohong, Mia!" tukas Finn tak percaya. Dia tidak mau mendengar kalau Mia sudah mencintai pria lain. Hanya dia yang boleh dicintai oleh Mia, begitu pula sebaliknya. "Kembalilah bersamaku, Mia dan katakanlah kalau itu bohong! Kau masih mencintaiku, 'kan?"


Finn berlutut dan menggenggam tangan Mia. "Mia, kumohon,"


...----------------...

__ADS_1



__ADS_2