
Sepeninggalan Mia dan Finn untuk berbulan madu, Josh merasa sangat kehilangan sosok Mia di hidupnya. Dia menghabiskan waktu untuk berdiam diri di taman atau di atas tembok yang biasa mereka panjat dan duduki bersama.
Hari pertama sampai hari ketiga kepergian Mia, Josh masih sanggup mengalahkan rasa rindunya. Namun, begitu menasuki hari keempat, pria itu sudah tidak bisa menahannya lagi.
"Hei, beli saja gadis-gadis di Pasar Budak. Mereka akan senang sekali menjadi budakmu atau kau bisa pergi ke kota di sebelah utara, banyak wanita-wanita cantik disana," ucap Dave, teman bicara Josh selain Finn.
Josh menggeleng. "Aku tidak butuh wanita atau gadis atau apa pun itu sebutannya,"
Dave segera menjauh dan memasang wajah pura-pura takut. "Ja-, jangan-jangan, ...."
Josh memutar bola matanya dan kembali menggelengkan kepalanya. "Bukan seperti itu, Bodoh. Aku normal, hanya saja tidak ada yang menarik di mataku. Mereka semua sama,"
"Kau tertarik pada istri Walter, 'kan? Kenapa saat itu kau mengatakan kalau Walter yang menyelamatkannya? Kebodohanmu yang satu itu sungguh-sungguh murni sekali, Winston," ejek Dave dengan nada mencemooh.
Itulah yang sedari kemarin disesali oleh Josh. Mengapa dia terlalu baik seperti itu? Josh mengacak rambutnya kasar untuk menunjukan kekesalan dan rasa frustrasinya.
"Aku terlalu baik, Dave," ucapnya penuh sesal.
Dave tertawa terbahak. "Kau tau antara baik dan bodoh itu hanya berbeda sedikit, Josh."
"Tertawalah sampai kau puas! Ejeklah aku dan caci maki aku! Silahkan, aku membuka diriku untuk itu dan memang aku rasa aku pantas menerimanya," jawab Josh kesal.
Entah apa yang akan dia lakukan saat Mia kembali nanti. Pria itu sudah tidak dapat menahan keinginannya lagi untuk memiliki istri sahabatnya itu. "Kau ada ide?"
Dave mengangguk bersemangat. "Nyatakan saja perasaanmu kepadanya. Walter akan sedikit menyiksamu tapi paling tidak kau akan lega,"
"Begitu menurutmu? Kau mau mencobanya dulu?" tanya Josh.
__ADS_1
"Apa yang harus aku coba?" tanya Dave tak paham.
"Penyiksaan. Ayo, kita mulai saja setelah itu kau bisa menceritakan kepadaku bagaimana rasanya penyiksaan yang sedikit itu," jawab Josh, tangannya sudah terkepal siap dilayangkan ke wajah Dave.
Dave tertawa sambil melindungi wajah dengan kedua tangannya. "Hahaha, aku hanya menjawab pertanyaanmu, Josh. Santai saja,"
"Ck! Kau tidak tau rasanya seperti apa! Aku seperti orang bodoh yang sedang meratapi kebodohannya. Aarggh! Sialan! Kalau saja saat itu aku tidak mencarinya kesini atau kalau saja aku memiliki banyak uang, aku yang akan menebus Mia dan aku yang akan menikahinya bukan Finn! Sialan!" Josh terus merutuki kebodohannya.
"Bersabarlah. Kalau memang gadis itu jodohmu, aku yakin dia akan kembali kepadamu. Kau orang baik, Josh. Percayalah padaku. Tetapi kalau memang dia jodoh Walter, lepaskanlah dia. Kau akan mendapatkan yang terbaik untuk dirimu, Josh," ucap Dave, berusaha menghibur temannya yang sedang dilanda kegalauan itu.
Josh mengangguk-angguk tak jelas, tetapi dia berharap apa yang Dave ucapkan akan menjadi kenyataan. Dia pun menepuk pundak Dave sebagai ungkapan terima kasih.
Keesokan harinya, Josh terbangun karena merasakan sesuatu yang berat menimpa dirinya. Dia berpikir itu adalah rasa rindunya kepada Mia, tetapi setelah dia tersadar, dia melihat seorang wanita duduk tepat di atasnya.
Dia pun segera bangun dan menurunkan wanita itu. "Waaa! Siapa kau? Kenapa kau bisa ada di atasku?"
"Morning, Winston," sahut wanita itu dengan suara sekssinya.
Beth terkikik dan dengan gaya menggoda, dia menyilangkan kakinya. "Aku tau kau sedang gundah gulana. Hatimu berteriak dan sampailah ke telingaku,"
"Apa yang kau bicarakan, Parker?" tanya Josh. Kepalanya terasa berat dan dia masih mengatur laju napasnya.
Beth mendekat ke arahnya dan mengusap paha pria itu dengan sedemikian lembut. "Bagimana kalau kita bekerja sama, Winston?"
Josh bergidik dan menjauhkan kakinya dari sentuhan Beth. "Aku masih belum paham apa yang kau bicarakan,"
Tak menyerah, Beth kembali mendekati Josh dan kali ini dia mengecup bibir Josh. "Kau pria, tidak mungkin kau tidak tertarik pada pemandangan indah yang ada di depanmu sekarang ini, 'kan?"
__ADS_1
Beth melirik ke bagian bawah tubuh Josh dan dia tidak kecewa begitu melihat ada sesuatu yang sudah siap dia mainkan di antara kedua kaki Josh. "Ups, lihat, 'kan? Aku tau, kau sudah lama merindukan belaian wanita,"
Josh menelan salivanya kasar saat tangan Beth menyentuh juniornya. "Ja-, jangan macam-macam, Parker, kumohon,"
Senyum Beth semakin lebar saat melihat lawannya menyerah dan tidak berkutik di bawah kendalinya. Dia semakin giat memainkan batang keperkasaan Josh. "Tubuhmu tidak menolakku, Winston dan kulihat kau sangat menikmatinya saat ini,"
Josh hampir saja larut dalam permainan tangan Beth, tetapi sepersekian detik kemudian dia menepiskan tangan Beth. "Stop! Ini tidak benar! Kau gila, Parker! Apa yang kau cari?"
Beth mengusap kedua telapan tangannya kecewa. "Huft, sulit sekali mendekatimu, Winston. Pertahananmu lebih bagus dibandingkan dengan Walter. Kuakui, aku cukup kecewa," ucapnya sambil membenarkan gaun halternecknya.
"Baiklah kalau begitu, aku langsung saja! Aku ingin menawarkanmu kerja sama," sahut Beth lagi, dia mengambil botol bir yang sama yang tadi diminum Josh dan menenggaknya.
"Kerja sama apa? Jelaskan kepadaku!" perintah Josh dan dia berusaha mengingat dan memperingatkan dirinya untuk tidak minum dari botol yang tadi dipakai Beth.
"Kau mengincar Gadis Colton itu, sedangkan aku ingin menjatuhkan Finn Walter. Aku bisa membantumu mendapatkan Gadis Colton itu asal kau membantuku untuk mendapatkan Finn Walter. Bagaimana?" tanya Beth. Kali ini dia mengambil pemantik dan menyalakan rokoknya.
Josh terdiam sesaat. "Tidak! Aku menolak!"
"Kenapa?" tanya Beth penasaran.
"Saat ini Mia sangat mencintai Walter, aku tidak ingin membuatnya bersedih. Karena aku tau, rencanamu pasti rencana jahat," tolak Josh.
Beth mendengus. "Kau belum mendengar apa yang akan aku lakukan tapi kau sudah menilaiku buruk, Winston! Tidak sopan sekali!"
Wanita itu kemudian berdiri dan mendekati telinga Josh. Dia membisiki sesuatu kepada pria itu. "Bagaimana? Cukup alami, bukan? Menurutku itu bukan suatu kejahatan, karena saat ini aku tidak tau apakah aku akan berubah setelah melakukan kau tau, sesuatu?"
Beth tersenyum licik saat dia melihat Josh mematung. "Kami melakukan itu, Winston. Aku pasti akan meminta tanggung jawab Walter atas perbuatannya itu,"
__ADS_1
Josh mengacungkan jari telunjuknya tepat di depan wajah Beth. "Kuperingatkan kau tentang satu hal, Parker! Aku tidak akan diam saja jika kau membuat Gadis Colton itu menangis, karena sejak pertemuan pertamaku dengannya aku sudah jatuh cinta kepadanya dan detik itu juga aku bersumpah, sejak saat itu air matanya menjadi tanggung jawabku! Kau paham!"
...----------------...