Tawanan Cinta Mr Cool

Tawanan Cinta Mr Cool
Tertangkap Kembali


__ADS_3

"Sudah selesai?" tanya Josh. Malam itu, Josh membawa Mia ke sebuah penginapan yang letaknya cukup jauh dari tempat Finn.


Setibanya di sana, Mia menumpahkan semua rasa sakitnya. Apa yang dia lihat tadi, membuat hatinya terasa teriris kecil-kecil. Pedih sekali.


Josh semakin mengeratkan dekapannya. "Menangislah jika itu membuatku lega, Mia,"


Mia mengangguk di sela-sela tangisannya. "Aku tau, sedikit lagi akan lega,"


Josh tertawa kecil. "Oh, oke kalau begitu. Teruskanlah,"


Selama kira-kira satu jam atau entah berapa lama, Mia menangis sampai tertidur dalam dekapan Josh. Pria itu terjaga dan mendengarkan semua ocehan Mia. Sampai oada akhirnya, Josh pun mengistirahatkan kedua matanya dan bergegas ke alam mimpi.


Suara ketukan di pintu membangunkan mereka. Josh membuka matanya, dia membaringkan Mia ke ranjanh dan bergegas membuka pintu untuk si pengetuk pintu. "Ya?"


"Maaf, Tuan. Saya ingin menawarkan makan siang karena sebentar lagi pesanan makan siang akan berakhir," kata tamu itu.


Josh melihat jam tangannya. "Sudah siang sekali ternyata. Bawakan saja semua menu makan siang yang kau punya,"


"Baik, Tuan," jawab si tamu kemudian dia segera berlalu untuk mengambilkan pesanan Josh.


Tak beberapa lama, dia membangunkan Mia untuk membasuh wajahnya dan makan siang. Iya terbangun dengan wajah dan mata yang bengkak. "Pipiku lengket sekali. Aku terlalu banyak menangis tadi malam,"


"Tidak masalah, 'kan? Manusia akan menangis Jika dia sedih dan akan tertawa jika dia senang. Tidak ada yang salah dengan itu menurutku dan kau tetap terlihat cantik, Mia, " hibur Josh sambil membantu mengepang rambut Mia yang terurai panjang.


Mia tersenyum saat melihat hasil kepangan Josh. "Boleh juga kepanganmu,"


"Ayo, segeralah makan, sebelum makanan kita dingin nantinya!" ucap Josh.


Mereka pun menyantap makan siang mereka. Josh menghelan napas lega saat melihat Mia sudah kembali ceria lagi.

__ADS_1


"Bagaimana rencanamu? Kau tidak membawa sehelai pakaian pun dan hanya mengenakan gaun tidur yang dilapisi jaketku." tanya Josh setelah mereka selesai makan.


Mia memperhatikan pakaiannya. "Kau benar juga. Aku akan kembali ke desa. Tapi, aku tidak punya tempat untuk pulang. Kalau tau aku pulang, orang tuaku akan marah atau bahkan mereka akan menjualku lagi. Rumah Finn sebenarnya cukup nyaman untuk aku tinggali, tapi sekarang dia sudah bersama Beth Parker,"


"Tinggallah bersamaku, Mia," kata Josh dengan mimik muka serius.


"Tapi kau saja tinggal bersama Finn. Lalu, bagaimana denganku? Kalau aku disana, Finn dan Beth pasti akan menemukanku dan kemudian, aku akan menangis lagi karena melihat mereka berdua. Ya, 'kan?" ucap Mia.


"Aku punya rumah di dekat desamu dan Kok bisa menempatinya untuk sementara. Aku akan pulang setiap hari kesana dan menemuimu. Bagaimana? Apakah kamu tinggal bersamaku di sana?" tanya Josh.


Raut wajahnya seketika menjadi cerah ceria mendengar tawaran dari Josh. "Benarkah? Aku mau,"


"Bagus. Kalau kau mau tinggal di sana aku akan mengajukan satu syarat untukmu. Tidak sulit, kok," ucap Josh tersenyum.


Kedua alis mata Mia saling bertautan. "Apa itu?"


"Kau tidak boleh bekerja dan untuk sementara. Maafkan aku, aku akan melarangmu untuk keluar rumah karena aku yakin, baik Finn ataupun Beth pasti akan mencarimu," jawab Josh. "Aku tidak tahu apa yang mereka rencanakan tapi aku ingin kau juga waspada,"


Sementara Mia dan Josh sedang merencanakan untuk tinggal bersama, di lain tempat Finn marah besar kepada Beth.


Suara tamparan yang cukup keras terdengar menggemuruh di seluruh ruangan itu. "Apa yang kau lakukan padaku! Jelaskan, Parker!"


Beth memegangi pipinya yang terasa pedas akibat tamparan dari mantan tunangannya itu. "Aku tidak melakukan apapun kepadamu! Tadi malam kita memang melakukannya atas dasar mau dengan mau dan aku tidak pernah sekalipun memaksamu untuk melakukan hubungan itu!"


"Penipu! Kau benar-benar wanita murah yang tak tau diri, Parker!" tukas Finn. Suaranya tak kalah menggema dari suara tamparannya tadi.


Beth memincingkan kedua matanya dan memandang tajam ke arah Finn seolah dia memiliki dendam yang belum terselesaikan kepada pria itu. "Kenapa saat itu kau putuskan aku, Walter? Tapi hari ini, aku bisa melihat kalau kau begitu menyayangi Gadis Bodoh itu! Apa bedanya aku dan dia? Bahkan kalau aku lihat aku jauh lebih baik darinya!"


"Banyak! Perbedaan kalian sangat banyak tapi aku bisa pastikan kalau Mia seribu kali lebih baik dari kau, Parker! Sekarang, pergilah dari rumahku dan jangan pernah kau tampakkan lagi wajahmu dihadapanku!" tukas Finn, kemudian dia berlalu memasuki ruangannya dan membanting pintu dengan kencang.

__ADS_1


Beth yang kesal kemudian mencari James Arthur untuk mencari tahu di mana keberadaan Mia saat itu. Ia ingin memberikan pelajaran kepada gadis murahan yang dijual oleh James Arthur kepada Finn Walter itu.


"Di mana Gadis Colton itu?" desak Beth saat dia menemukan James sedang asyik menghisap cerutunya.


James menoleh ke arah Beth dan dia memperlihatkan gigi-gigi kuningnya kepada wanita itu. "Tugasku sudah selesai, Nyonya. Kalau kau ingin mencari tahu tentang gadis Colton itu, tentu saja kau harus memberikan bayaran kepadaku, karena ini pekerjaan yang sulit dan tidak gratis."


"Berapa yang kau minta? Carikan dulu gadis itu, lalu aku akan membayarmu! Karena, aku masih memiliki pekerjaan untukmu dan tentu saja tidak seperti orang lain, aku berani memberikan bayaran tinggi untukmu. Aku hanya membutuhkan loyalitas dan kesetiaan darimu," kata Beth angkuh sambil menunjukan tumpukan lembaran uang berwarna hijau.


Mata James membesar dan ia menggosok-gosokkan kedua tangannya sambil menatap uang itu. "Baik, Nyonya, akan saya laksanakan. Untuk loyalitas dan kesetiaan, Anda tidak perlu meragukanku. Nyawa pun akan kuberikan untuk Anda, Nyonya," sahut James.


"Bagus! Bawa dia sekarang kepadaku!" perintah Beth keras.


James membungkukkan badannya dan segera bergegas pergi untuk mencari keberadaan Mia dan Josh.


Dengan bantuan beberapa jaringan orang-orang yang telah James kenal dengan baik di desa, maka tak sulit baginya untuk menemukan Mia dan Josh.


Saat itu, Josh dan Mia sudah berada di rumah milik Josh di desa. "Bisakah aku percaya padamu, Mia? Aku akan keluar untuk membelikanmu pakaian, akan terlalu mencolok jika kita pergi bersama. Orang-orang Finn tidak akan pernah mencurigaiku, tapi jika aku bersamamu, otomatis mereka akan mencurigaiku,"


Mia mengangguk, dia tidak mau membuat penolongnya itu kesulitan karena ulahnya. "Oke, makan duduk manis di sini dan menunggumu kembali,"


Josh mengacak-acak rambut Mia dan setelah memastikan dia dapat mengunci pintu rumah itu, Josh pun bergegas pergi.


Tak lama setelah kepergian Josh, James pun datang bersama kroni-kroninya. Tanpa mengetuk pintu, mereka mendobrak pintu rumah Josh dan dengan cepat mereka menemukan Mia.


"James Arthur!" pekik Mia. Belum sempat Mia menyelamatkan diri, orang-orang suruhan James sudah meringkusnya seperti seorang penjahat.


"Colton, Colton. Lain kali bersembunyilah di tempat yang lebih baik dari ini," ucap James. Pria berpenampilan dekil itu kemudian membekapnya Dengan sehelai kain dan membuat gadis itu tidak sadarkan diri.


"Bawa dia ke markasku! Berikan dia pakaian yang terbaik dan rapikan rambutnya. Aku akan melayang dia kembali dengan harga yang tertinggi. Hahaha! Uang, uang, datanglah kepadaku," ucap James sambil berdansa kecil kegirangan.

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2