
Hari-hari Mia belakangan ini dipenuhi oleh Beth Parker yang selalu ada ke manapun Finn pergi. Bahkan dia memiliki kunci cadangan ruang kerja Finn yang dengan bangganya dia pamerkan kepada Mia.
"Hei, Anak Kecil, kau istri Finn, 'kan? Apakah kau sudah mendapatkan akses ini?" sindir Beth saat itu sambil mengacungkan anak kunci di tangannya.
Mia hanya bisa menggelengkan kepalanya lemah. "Tidak. Kenapa kau memperlihatkan itu kepadaku? Lalu, aku harus apa?"
"Aku hanya ingin memberitahukan kepadamu bahwa aku lebih dihargai oleh Finn daripada kau. Sampai sini paham? Kau hanya mainannya yang sewaktu-waktu bisa dibuang kapan saja oleh Finn," ucap Beth pedas.
"Beth! Hentikan!" Finn tiba-tiba keluar dari ruangannya dan menarik tangan Beth untuk masuk ke dalam tanpa melihat ke arah Mia.
Tentu saja ini meninggalkan tanda tanya besar di hati Mia. Mengapa hanya Beth yang diizinkan masuk ke dalam ruangannya? Padahal saat ini, dialah istri Finn, bukan Beth.
Biasanya, Mia akan mencari Josh jika dia merasa sakit atau patah hati dan Josh akan mengajaknya berjalan-jalan atau hanya sekedar menemaninya bekerja.
Seperti siang hari itu, Mia kembali mendatangi Josh dan mengetuk pintu ruangannya. "Josh,"
"Hei, masuklah," ucap Josh, dia membuka pintunya lebar untuk memudahkan Mia untuk masuk ke dalam.
"Josh, bolehkah kita keluar sebentar? Aku ingin keluar dari rumah ini sebentar saja, aku bosan. Lima menit saja," rayu Mia.
Josh memegangi dagu dan memutar bola matanya ke atas. "Hmmm, di mana Finn?"
"Aku yakin kau tau dia di mana dan sedang bersama siapa," jawab Mia. Nada suaranya terdengar kesal.
"Mungkin boleh dengan Willia dan beberapa orang pengawal," ucap Josh sambil tersenyum.
Netra Mia membulat sempurna. "Benarkah? Boleh?"
Josh mengangguk tersenyum. "Ayo, siapkan dirimu dan panggil Willia,"
Dengan langkah riang, Mia keluar dari ruangan Josh dan memanggil Willia. Namun saat itu, dia bertabrakan dengan Finn. "Aduh!"
"Mia! Kupikir siapa! Pernahkah kau berjalan dengan anggun selama hidupmu?" tanya Finn membantu Mia untuk berdiri.
"Aduh, bukan begitu! Aku sedang mencari Willia karena aku ingin mengajaknya berjalan-jalan keluar," jawab Mia berdiri dan membersihkan bagian belakang gaunnya.
Saat itu, dia baru menyadari kalau dia sedang berbicara dengan Finn. Seketika itu juga, dia menutup mulutnya. "Finn! Maafkan aku karena aku terlalu bersemangat,"
"Kau mau ke mana, Mia?" selidik Finn.
"Ti-, tidak kemana-mana. Hanya ingin berjalan-jalan saja bersama Willia," jawab Mia dengan wajah merah padam. Sudah lama sekali rasanya tidak disapa Finn seperti itu.
"Kau tidak mengajakku?" tanya Finn, dia merangkul pinggang Mia dan mendekapnya erat. "Awalnya kupikir aku tidak merindukanmu, tapi ternyata aku merindukanmu, Mia,"
__ADS_1
Finn meletakkan dagunya di pucuk kepala Mia dan Mia dapat merasakan rasa rindu pria itu kepadanya. Mia pun memberanikan diri untuk membalas pelukan Finn dan memejamkan kedua matanya untuk menikmati kebersamaan mereka itu.
"Finn! Apa yang kau lakukan?" Beth tiba-tiba keluar, melepaskan pelukan mereka dan merangkul lengan Finn dengan agresif.
Dengan kasar, Finn menepiskan tangan Beth. "Aku akan ikut denganmu. Tunggu aku,"
Finn pun berlalu untuk melakukan sesuatu dan kemudian keluar lagi, dengan Beth mengekori dari belakang. "Ayo, tapi aku rasa kau tidak membutuhkan Willia,"
Mia melihat sesaat kepada Beth. Namun, Finn mengembalikan pandangannya. "Kau tidak perlu merisaukan wanita tua ini, ayo!"
Mia tersenyum dan menyambut uluran tangan Finn. "Baiklah,"
Siang itu, hari kelabu Mia berubah menjadi cerah berwarna kala jari-jarinya berada di dalam genggaman dingin tangan Finn.
Josh yang sudah menunggu kedatangan Mia memiringkan kepalanya heran. Pria itu tersenyum dan menautkan kedua alisnya menatap Mia lalu tersenyum. "Baiklah, kita jalan bersama,"
Akhirnya, mereka berempat pun berjalan bersama. Beruntunglah saat itu, Finn tidak memperdulikan kemana mereka berjalan.
Josh dapat melihat raut gembira di wajah Mia. Maka, dia mengajak Beth untuk menjauh dan membiarkan Finn menghabiskan waktu bersama Mi.
"Kenapa kau menjauhiku dari Walter? Jangan katakan kepadaku kalau kau juga menyukai gadis itu!" tukas Beth gusar, dia melepaskan cengkeraman Josh.
"Aku hanya ingin tau, mengapa kau datang ke sini lagi? Bukankah urusanmu dengan Finn sudah selesai?" tanya Josh.
Josh mengedikkan kedua bahunya. "Mana kutahu! Masalah itu sudah beberapa tahun yang lalu dan kau baru datang sekarang! Apa tidak aneh?"
"Cih! Tidak ada urusannya denganmu, Winston! Lepaskan tanganku!" ucap Beth.
"Tidak akan! Aku tidak akan membiarkanmu untuk mengganggu Mia! Aku tidak peduli dengan Finn, tapi kalau kau menyentuh Mia, seujung rambut saja, aku tak akan segan untuk menghabisimu, Parker!" ancam Josh, matanya menatap tajam kepada Beth.
Melihat tatapan Josh, Beth pun terdiam dan dia mengikuti Josh menjauh dari Finn dan Mia.
Beberapa hari kemudian, Beth kembali datang lagi ke tempat kediaman Finn. Kali ini, dia sudah memiliki rencana untuk mengusir Mia dari rumah itu.
Saat itu, jam makan malam. Tak seperti biasanya, Beth ikut jamuan makan malam itu.
"Kau tidak punya rumah?" sindir Finn malam itu.
"Aku ingin bersamamu. Sudah lama kita tidak makan bersama." jawab Beth, dia menyeringai ke arah Mia. "Boleh, 'kan Colton?"
Mia mengangguk lemah. "Silahkan saja,"
"Terima kasih. Aku yakin sekali, malam ini akan menjadi malam yang indah," ucap Beth lagi.
__ADS_1
Finn menatapnya curiga. "Ada apa denganmu? Kau mencurigakan,"
Beth hanya mengerling centil. "Tidak ada apa-apa, Walter,"
Entah kenapa malam itu, Mia merasakan firasat buruk. Dia tidak tau akan ada apa dan apa yang akan terjadi, tetapi malam itu dia tidak dapat tenang.
Kekalutannya ini dia sampaikan kepada Josh seusai mereka makan malam.
"Josh, aku takut tanpa alasan," ucap Mia.
"Apa yang kau takutkan?" tanya Josh, dia memberikan perhatian kepada Mia sepenuhnya.
Mia menggelengkan kepalanya. "Aku tidak tau, tapi aku takut, Josh. Andaikan, sesuatu yang buruk terjadi kepadaku, maukah kau membantuku atau menemaniku?"
Josh memeluk Mia erat dan mengecup pucuk kepala gadis itu dengan sayang. "Tentu, Mia. Aku akan tetap berada di sisimu apa pun yang terjadi,"
Pria itu membaringkan Mia di ranjangnya dan dia menjaga Mia sampai gadis itu tertidur. Tak beberapa lama, Josh tertidur di samping Mia dengan posisi duduk.
Malam hari di kediaman Finn Walter sangat sepi, bahkan angin pun enggan menganggu kesunyian malam itu. Sang Raja Malam pun mungkin ikut terlelap.
Hanya ada satu orang yang tampak terbangun malam itu, Mia. Gadis itu terbangun dan menemukan Josh tertidur di sampingnya, maka dia menyampirkan selimut ke tubuh Josh perlahan supaya tidak membangunkannya.
Mia pun keluar karena merasa haus. Dia berjalan dalam kesunyian dengan gaun tidurnya. Ketika dia melewati ruangan Finn, terdengar sayup-sayup suara seseorang merintih.
Mia mendekati ruangan itu. Semakin dia mendekat, suara merintih itu semakin jelas. Jantungnya berdegup kencang. Pintu ruangan Finn tidak tertutup rapat, Mia membuka perlahan untuk memastikan suaminya itu baik-baik saja.
"Finn, kau baik-baik saja?" bisik Mia.
Begitu, dia membuka pintu itu lebih lebar, tampaklah Finn dan Beth sedang bergelut tanpa mengenakan sehelai benang pun di tubuh mereka.
"F-, Finn, ...."
Finn menghentikan aktifitasnya dan dia menatap Mia tampak bingung. "Mia?"
Mia berlari ke ruangan Josh dan membangunkan pria itu. "Josh! Josh! Bangunlah!"
"Ada apa, Mia?" tanya Josh setengah sadar.
"Aku akan pergi malam ini." ucap Mia, tampak sekali dia panik dan terburu-buru. Wajahnya pucat pasi dan tubuhnya pun bergetar hebat.
Josh mengambil jaket miliknya dan memakaikan jaket itu ke tubuh Mia. "Aku akan menemanimu,"
Mia mengangguk. Dia berpakaian dengan cepat dan menggandeng tangan Josh. Mereka pun pergi dalam kesunyian menembus kegelapan malam.
__ADS_1
...----------------...