Tawanan Cinta Mr Cool

Tawanan Cinta Mr Cool
Sebuah Permintaan


__ADS_3

Pagi hari itu, Luigi dan para penarinya dikejutkan oleh kabar yang dibawa dari salah satu teman penari mereka.


"Apa! Parker dan Arthur, katamu! Apa yang mau mereka lakukan kepada Mia-ku?" tanya Luigi.


Gadis kecil itu mengangkat kedua bahunya. "Aku tidak tau, tapi si wanita berkata kalau dia meminta Arthur untuk melenyapkan Mia. Wanita itu juga mengatakan terserah apa yang akan Arthur lakukan kepada Mia, itu sudah bukan urusannya,"


"Tega sekali! Kenapa dia bisa sejahat itu pada Mia? Apa kesalahan yang Mia perbuat kepadanya sampai dia membenci Mia sebesar itu?" ucap salah satu penari lagi.


Mendengar hal itu, Luigi kembali berpikir. "Kepalaku pusing. Keriputku bertambah hanya memikirkan Mia seorang. Adduuh! Finn Walter belum selesai, sekarang muncul Parker dan Arthur. Apa aku lepaskan Mia saja?"


"Jangan lepaskan Mia. Biar kami yang menghajar Parker Jallang itu!" tukas Gwen berapi-api.


Tepat saat itu, Grant mengantarkan Mia ke tempat Luigi. Begitu mereka masuk, suasana panas menyambut mereka. "Ada apa ini?" tanya Mia.


"Anak bodoh yang satu ini, kenapa kau nekad datang? Semua orang mencarimu!" sahut Gwen khawatir. Dia menyuruh Mia dan Grant kembali masuk ke dalam mobil.


Mia yang tidak tau apa-apa menuntut penjelasan. "Siapa yang mencariku, Gwen? Kenapa kalian semua berkumpul di bawah seperti itu? Apa yang terjadi? Katakan padaku!"


"Kau dalam bahaya, Mia! Bersembunyilah!" tukas Gwen putus asa.


Luigi menghampiri mereka, wajahnya kusut sekusut pikirannya. "Wilson, kau masih ingat perintahku kemarin?"


Grant mengangguk. "Ya, melarang Mia keluar. Bahkan batang hidungnya dilarang menyembul keluar,"


"Bagus! Lakukan seperti itu, saat ini kalau bisa wangi Mia jangan sampai terendus oleh orang lain! Nanti aku akan ke rumahmu! Sekarang, bawa dia pulang!" titah Luigi.


"Ta-, tapi siapa yang mencariku? Kenapa aku bisa dalam bahaya? Luigi, jelaskan kepadaku!" tuntut Mia setengah menangis.


"Nanti aku akan menemuimu. Untuk saat ini, turutilah perintahku, Sayang." Luigi memeluk Mia dan mendekapnya dengan erat, seakan dia tidak mau gadis penari kesayangannya itu pergi.


Grant dan Mia pun kembali masuk ke dalam mobil dan menjauh dari rumah penari Luigi.


"Aku bingung siapa yang mencariku?" tanya Mia lagi.


"Mungkin mantan suamimu," jawab Grant Wilson dingin. Dia tidak suka Finn Walter mencari Mia dan berniat membawanya pulang.

__ADS_1


Mia terdiam. Dia ikut berpikir, mengapa Luigi mengatakan Finn berbahaya untuknya? Mengingat semua rasa sakit dan kecewa yang pria itu telah torehkan dihatinya, memang bisa masuk ke dalam kategori sesuatu yang berbahaya. Namun, tetap saja itu berlebihan.


Setibanya mereka di rumah Grant, sebuah mobil Cadillac hitam menunggu mereka. Baik Grant dan Mia sama sekali tidak mengenali mobil itu.


"Aku saja yang keluar. Kau tunggu di mobil," ucap Grant. Pria itu pun segera keluar dari mobil dan menghampiri seseorang yang berada di mobil mewah berwarna hitam.


Dengan sopan, Grant mengetuk kaca jendela si supir dan bertanya, "Maaf, apakah Anda sudah membuat janji sebelumnya?"


Tiba-tiba sosok pria tua menyembul dari kursi belakang supir. "Aku, Ronald. Aku ingin bertemu anakku,"


"Maafkan saya sebelumnya, tapi Anda tau darimana kalau anak Anda berada di rumah saya?" tanya Grant. Dia tidak membiarkan begitu saja pria tua itu untuk masuk dan menemui Mia. Status waspada seorang Grant Wilson saat ini berada di level tiga, sangat waspada!


"Seorang penari di memberitahukannya kepadaku," jawab Ronald lagi dengan senyum. "Aku membawakan roti kesukaan Mia," katanya lagi sambil memamerkan sekeranjang roti kepada Grant.


"Tunggu sebentar, Tuan," jawab Grant sopan. Dia kembali kepada Mia untuk mengkonfirmasi tamunya.


"Hei, itu ayahmu," kata Grant.


Kedua bola mata Mia melebar. "Tidak mungkin! Aku datang dari keluarga miskin, kami tidak memiliki mobil semewah itu,"


Jantung Grant berdebar. Dia mulai memasang sikap bersiaga. "Siapa nama ayahmu?"


Grant memandang mobil hitam itu. "Pria tua itu bernama Ronald. Kau mengenalnya? Dia mengatakan kalau dia ayahmu,"


"Ronald? Ronald Walter? Oh, apakah dia ada di mobil itu? Biarkan aku bertemu dengannya, ada yang ingin kukatakan kepadanya," ucap Mia lagi. Tiba-tiba saja rasa rindunya membuncah keluar saat mendengar ayah Finn berada disini, bersamanya.


"Jadi, kau kenal dengannya?" tanya Grant.


Mia mengangguk mantap. "Aku akan menemui dia," ucap Mia, gadis itu cepat-cepat membuka pintu mobil.


Namun, Grant menahannya. "Aku akan mempertemukan kalian di dalam, tidak diluar,"


Tak beberapa lama kemudian, Mia dan Ronald sudah saling duduk berhadapan. "Kau sehat, Anakku?" tanya Ronald.


Betapa terkejutnya Mia, saat Ronald memanggilnya dengan sebutan 'Anakku' kepadanya. Mia pun menghadiahi pria paruh baya itu dengan senyumannya yang manis. "Aku sehat, Tuan. Bagaimana dengan Anda? Anda terlihat kurus dan tidak bersemangat. Apa yang terjadi padamu?"

__ADS_1


Wajah Ronald tampak lelah tetapi ada gurat kebahagiaan saat dia memandang Mia. "Aku? Aku sehat, Nak. Hanya saja beberapa hal buruk terjadi secara bersamaan. Berawal dari Josh, lalu kau. Kemarin Finn juga sempat sakit,"


Mia tersentak. "Finn? Sakit apa dia? Bagaiama keadaannya sekarang?"


Grant yang berada di dekat mereka melihat raut khawatir di wajah gadis cantik itu dan dia merasa takut kehilangan Mia saat itu juga.


"Dia sudah sehat, Mia Sayang. Tapi, kejadian-kejadian ini membuatku sedih. Kenapa kau tidak mau kembali? Aku ingin sekali kau kembali, Mia. Kembalilah untukku," pinta Ronald. Tangan keriputnya menggenggam kedua tangan Mia. Pria tua itu benar-benar memohon supaya Mia kembali, tetapi tidak untuk Finn.


Mia menggeleng lemah. "Aku tidak bisa kembali, Tuan. Untuk saat ini aku tidak ingin bertemu Finn, maafkan aku. Andaikan saat itu, dia mengajakku untuk berjuang bersamanya dan bukan mengusirku, mungkin aku tidak sesakit ini,"


"Aku pun kehilangan Josh dan aku sangat merindukannya. Tapi, aku tidak tau apa yang harus kulakukan untuk mengubur rasa rinduku ini. Aku pun merindukan Finn, tapi aku tau aku tidak bisa bersamanya selama dia masih bersama Parker," sambung Mia lagi.


Ronald memahami semua kesakitan gadis yang sudah dianggapnya sebagai anak itu. "Finn membutuhkanmu, Mia. Rumah terasa sangat kosong tanpa kehadiranmu. Aku pun membutuhkanmu, aku ingin kau bercanda bersamaku, mengobrol bersamaku, dan bertengkar bersamaku,"


"Maafkan aku. Aku masih membutuhkan waktu untuk menyembuhkan diriku sendiri. Aku mohon, mengertilah," pinta Mia. Sulit sekali rasanya menolak ajakan Ronald untuk kembali. Dia ingin kembali tapi dia takut saat bertemu dengan Finn nanti, lukanya kembali terbuka.


Ronald mengangguk-angguk, dia berusaha memahami dan mengerti kemauan Mia. "Aku paham, Sayang. Aku paham. Maafkan anakku yang bodoh itu!"


Mia tertawa. "Hahaha! Sering-seringlah main disini, Tuan. Bukankah rumahmu di Utara juga?"


Ronald mengangguk-angguk. "Ya, rumahku tak jauh dari sini. Sepertinya aku sudah harus kembali. Selalu berhati-hatilah, Mia. Kau anak baik, aku tidak ingin sesuatu terjadi padamu,"


Mia memeluk Ronald dengan hangat. "Pasti, Tuan. Ah, tolong sampaikan kepada Finn, untuk hidup lebih baik dan untuk sementara ini jangan mencariku karena aku sedang ingin sendiri,"


"Akan kusampaikan padanya, Sayang. Aku permisi dulu," ucap Ronald berpamitan.


Setelah Ronald pergi, Grant mendekati Mia dan melingkarkan lengannya di pinggang gadis itu. "Mia,"


Mia terkejut dan merasa risih dengan apa yang dilakukan oleh Grant. Tetapi, mereka sudah terikat kontrak maka mau tidak mau, suka tidak suka, Mia menerima dekapan Grant. "Ya?"


"Aku punya satu permintaan kepadamu," jawab Grant.


"Apa itu?" tanya Mia.


Grant mengarahkan tubuh Mia sehingga mereka berhadapan. Dia mencoba mempertipis jarak di antara mereka sehingga menjadi dekat sekali. Perlahan, pria itu menyapukan bibirnya kepada Mia dengan lembut. "Bisakah kau melupakan Walter dan lihat sajalah aku, Mia?"

__ADS_1


...----------------...



__ADS_2