
Beberapa hari terakhir ini, Luigi meminta Mia untuk tampil solo. Tiga panggung kecil dengan tiang dansa, kini menjadi milik tiga orang penari kesayangan Luigi.
Di paling ujung ditempati oleh Gwen dan Pat, sedangkan Mia berada di tengah. Tentu saja, penggemar Mia jadi lebih mudah menyaksikan Mia berlenggak-lenggok di atas panggung.
Sejauh ini, Mia masih menolak untuk turun ke bawah panggung untuk memberikan perlakuan khusus kepada pelanggan yang menbayar lebih. Lagipula, Luigi belum memberikan izin kepada Mia untuk menari khusus di depan pelanggan itu.
Ada beberapa waktu di mana Luigi dan Mia saling melepaskan hasrat mereka. Mia masih menganggap Luigi adalah Finn saat mereka berhubungan, walaupun mereka belum sampai pada tahap penyatuan. Inilah yang membuat Luigi penasaran kepada Mia.
"Tidak! Yang bisa menyentuh gadis itu hanya aku. Mengertilah, Sobat!" tolak Luigi kepada beberapa tamu yang datang malam itu.
"Apa yang membuat gadis itu berbeda dengan yang lain?" tanya pelanggan yang lain, yang ingin sekali memesan Mia.
Luigi mendengus, tertawa kecil sambil sesekali menghisap cerutunya. "Oh, itu rahasia dapurku. Tidak pantas jika aku menceritakannya kepadamu. Aku juga heran, kenapa Walter melepas gadis sepintar dia hanya untuk seorang Beth Parker,"
Beberapa orang yang mengenal Finn mengerutkan kening mereka. "Parker? Wanita kaya yang tinggal di Utara?"
Luigi mengangguk. "Yep. Wanita manja yang hanya tau bergoyang di atas ranjang, hahahaha!"
"Tapi kuakui dia tidak seburuk itu, Luigi. Parker wanita hebat dalam urusan ranjang. Aku tidak mengingkarinya. Kalau Walter memilih Parker, berarti Mia tidak begitu pintar dalam melayani dia, 'kan?" ucap pelanggan yang lain.
Luigi tertawa sambil menggoyangkan jarinya ke kanan dan ke kiri. "Mia? Dia luar biasa, Sobat. Aku sudah mencoba keduanya. Kalau Mia tidak sepintar itu, aku tidak mungkin menyimpannya, bukan? Hahaha! Tunggu sampai Walter tau kalau mantan istrinya berada di tanganku, apa yang akan dia lakukan? Hahaha!"
"Berikan saja Mia Walter padaku, Luigi!" ucap salah seorang pria dengan tegas.
Luigi memandang pria itu dengan tatapan penuh tanda tanya dan meremehkan. "Siapa kau?"
Pria yang memakai kemeja berwarna putih dan dilapisi vest berwarna cokelat itu tersenyum sembari mengulurkan tangannya. "Grant Wilson,"
__ADS_1
"Apa kau orang baru di sini?" tanya salah seorang pria yang lain. "Apa kau tidak tau kalau pria egois ini menyimpan Mia Walter hanya untuk dirinya sendiri?"
Pria yang bernama Grant Wilson itu kembali tersenyum. "Berapa pun yang kau minta, Luigi. Aku sanggup membayarmu,"
Luigi maju ke depan dan berhadapan langsung dengan Grant. "Tidak sesen pun, Wilson!" tukasnya sambil membuang asap cerutu ke hadapan pria yang sedang menatapnya dengan tajam itu.
Karena hal itu, Luigi menjadi seperti seorang anak kecil yang ketakutan mainannya diambil. Dia melarang Mia untuk tampil. Tentu saja ini membuat Gwen dan Pat bertanya-tanya.
"Kenapa kau dilarang menari lagi, Mia?" tanya Pat.
Mia yang saat itu sedang murung dan memandang keluar jendela, menggeleng lemah. "Aku tidak tau. Aku harus mengumpulkan uang supaya aku bisa pergi dari sini, tapi sepertinya bos kita tersayang ini tidak ingin melepasku. Mungkin dia juga tidak ingin melepaskan kalian jika dia tau kalau tujuan kalian hanyalah keluar dari sini,"
"Sepertinya bukan karena itu. Luigi takut kehilanganmu, Mia. Ada seorang pria yang berani membayarmu dengan harga tinggi. Berapapun Luigi sebut, pria itu akan memberikannya." ucap Gwen yang masuk ke dalam dan bergabung bersama mereka. "Kenapa kau tidak mau?"
"Aku tidak tau masalah itu. Aku baru mendengarnya darimu dan, .... "
Gwen dan Pat membungkukkan tubuh mereka dan segera keluar. Setelah kedua gadis itu keluar, Luigi menyerbu Mia dan melummat bibir ranumnya dengan rakus.
Segera saja Mia membalas ciuman penuh gairah itu dan membuat Luigi tersenyum. "Kau selalu tau, apa yang aku mau, Mia. Aku suka itu."
Luigi mengangkat tubuh Mia kebatas meja dan merentangkan kedua kaki gadis itu. Tangannya dengan liar menyentuh bongkahan padat milik Mia dari balik pakaian seragam menarinya yang minim dan meremmasnya perlahan. Mia meloloskan dessahan dari mulut mungilnya. "Mendesahlah untukku, Mia. Sampai kapan pun, aku tidak akan melepasmu. Berikan ini untukku, Sayang," bisik Luigi saat dia bibirnya bermain di lembah nan basah Mia.
Mia menggelengkan kepalanya. "Belum saatnya, Tuan. Aku menunggu saat yang tepat untuk memberikan itu padamu,"
Kabar tentang Mia yang menjadi penari di tempat Luigi akhirnya sampai ke telinga Finn Walter. Sejak dia mendengar kabar itu, dia menjadi resah dan gelisah.
"Bisa gila aku kalau kebanyakan berbicara sendiri! Argh! Josh, kembalilah! Aku butuh teman untuk berbicara!" tukas Finn hari itu sambil mengetukan jarinya di atas meja.
__ADS_1
Saat dia sedang berpikir, Beth masuk ke dalam dan merangkul Finn dengan mesra. "Ada apa denganmu, Sayang? Sepertinya kau gundah sekali hari ini,"
Finn melepaskan tangan Beth yang melingkar di pundaknya. "Jangan panggil aku dengan sayang, Parker! Aku tidak suka!"
Sejak kepergian Mia dari rumah itu, Beth terus mengajar cinta Finn. Namun sayangnya, Finn tidak pernah menanggapi wanita itu sama sekali. Bahkan, dia mengusir Beth dan jika Beth datang, dia akan pergi keluar atau mengunci diri di dalam kamar.
Finn merasa sangat bersalah karena dia berpikir saat itu dia ingin menyelamatkan Mia dari Beth. Akan tetapi, justru dialah yang butuh diselamatkan.
Apalagi sekarang, dia mendengar Mia menjadi seorang penari. Dia kenal betul dengan Luigi dan kegemarannya yang senang mengoleksi perempuan-perempuan muda.
Finn membayangkan apa yang terjadi dengan Mia di sana. Dia pasti sangat ketakutan. Membayangkan Mia menari saja sudah membuat Finn gelisah, karena dia tau gadis itu tidak bisa menari.
"Parker, pulanglah! Aku ada urusan di luar kota dan kumohon, jangan usik hidupku!" tukas Finn.
"Mia? Kau masih mencintainya? Apakah tidak bisa kau melupakan gadis itu, Walter? Aku mempertaruhkan kakiku untuk mendapatkan cintamu, tapi lihat kenyataannya, kau malah menyuruhku pergi dan menenggelamkan diri memikirkan Gadis Sialan itu!" ucap Beth ketus.
Finn tidak peduli dengan pernyataan Beth itu dan dia segera beranjak dari kursinya dengan setengah mendorong tubuh Beth supaya menjauh hingga Beth terjatuh. Namun, tetap saja Finn tidak peduli.
Dia meminta Willia untuk menyiapkan gaun, sepatu, serta sisir untuk Mia.
"Apakah Anda akan menjemput Nona Mia?" tanya Willia dengan suara bergetar karena bahagia.
Finn mengangguk. "Doakan keberuntunganku, semoga aku bisa menemukan dia di sana dan mengajaknya pulang,"
"Semoga, Tuan dan aku juga berdoa semoga Nona Mia baik-baik saja," kata Willia.
Tak lama, Finn sudah menyalakan mesin mobilnya dan dia pun pergi melajukan roda besi itu dengan kecepatan tinggi.
__ADS_1
...----------------...