
Rumah Finn yang biasa damai dan tentram kini menjadi ramai. Ada saja celoteh Mia dan Ronald yang membuat rumah itu berisik.
Ronald selalu marah atas setiap tindakan yang dilakukan oleh Mia. "Jangan berlari! Berjalanlah dengan anggun! Lihat, Beth itu! Lihat dia, lihat bagaimana cara dia berjalan!"
"Aku tidak pernah suka denganmu! Kau telah mempengaruhi anakku dengan tipu daya dan paras cantikmu! Aku tidak suka! Kau juga tidak memiliki attitude yang baik selayaknya putri bangsawan! Budak ya budak saja!" tukas Ronald lagi.
Beruntunglah, Mia tidak pernah sakit hati atas segala ucapan yang keluar dari mulut ayah Finn itu. Dia menganggap itu sebuah kritikan yang membangun untuk dirinya.
"Maafkan ayahku, Mia," kata Finn. Dia benar-benar kesal pada ayahnya karena selalu mencemooh Mia di depan Beth.
"Tidak apa-apa, aku harus memperbaiki sikapku dengan begitu, ayahmu tidak akan membandingkanku dengan Parker," ucap Mia.
Finn memeluk istri kecilnya itu dan mengambil alih bibir kenyal Mia. Dia menggerakkan bibirnya sesaat untuk memagut gadis itu. "Aku mencintaimu, Mia. Jangan pernah pergi dari sisiku,"
Mia memberikan seutas senyum pada suaminya. "Tidak akan, Finn. Kecuali kalau kau yang menginginkannya. Aku akan pergi,"
"Aku tidak menginginkan itu, Sayang," ucap Finn kembali memeluk tubuh kecil Mia.
Hari-hari pun berlalu dan Ronald belum meluluhkan hatinya untuk Mia. Sampai suatu hari, Mia bertekad untuk tidak menyerah dan terus berusaha untuk memenangkan Ronald.
"Apa kau tau kesukaan Bapak Tua itu?" tanya Mia pada Josh.
Josh mengangkat kedua bahunya. "Aku tidak mengenal ayah Finn walaupun kami berteman dari kecil,"
__ADS_1
"Apakah dia semisterius itu?" tanya Mia.
"Aku tidak tau, aku sama sekali tidak mengenalnya. Aku tau kau lelah dengan segala cacian yang diberikan oleh Ronald. Bertahanlah," kata Josh memberikan semangat. "Semisal kau tidak sanggup, aku siap untuk, ... Tidak jadi!"
Kedua alis Mia menyatu. "Apa itu, Josh? Apa?"
"Ma-, maksudku jika ini terlalu sulit untukmu, kau bisa menyelipkanku di hatimu," wajah Josh merah padam saat mengucapkan kalimat itu.
Tiba-tiba saja, Mia mengambil tangan Josh dan meletakan tangan kekar itu di dadanya. "Kau selalu ada disini, Josh."
"Gadis Bodoh!" ucap Josh, mengalihkan wajahnya.
Sementara itu, Beth masih dalam usahanya untuk mendekati Finn dan meyakinkan pria itu bahwa anak yang berada di dalam kandungannya adalah anak mereka.
"Bagaimana caraku membuatmu percaya kepadaku? Ini anak kita, Walter!" ucap Beth putus asa.
Jari telunjuk Beth mengacung ke wajah Finn. "Kau! Kau tega sekali, Finn! Bisa-bisanya kau melupakanku dan anak kita!"
Finn mengedikkan kedua bahunya, tak peduli. Di saat itu, Mia masuk dan mengajak Beth untuk memeriksakan kandungannya ke dokter.
"Ayo, kita buktikan bersama-sama, Parker! Supaya kau tidak terus menganggu hidup Finn. Atau, aku akan memanggilkan dokter untukmu. Bagaimana?" tanya Mia dengan wajah serius.
"Aku setuju dengan istriku. Aku akan panggilkan dokter untukmu," kata Finn dengan pendapat yang sama.
__ADS_1
Beth memandang kedua pasangan yang ada di hadapannya itu dengan wajah kesal. "Kalian sungguh terlalu! Aku akan melaporkan ini pada ayahmu, Walter! Aku akan menjamin, gadis sialan ini pergi dari hidupmu!"
Benar saja tak sampai beberapa lama, suara Ronald menggelengar memanggil Mia. "COLTON!"
Finn menenangkan Mia dan berjalan bersamanya untuk menemui Ronald. "Kenapa kau berteriak? Tidak bisakah memanggil istriku dengan sopan dan baik? Katanya kau seorang bangsawan yang memiliki attitude. Tunjukanlah kepada kami!"
Sebuah tamparan keras melayang di pipi Finn. "Aku tau kau membenciku, tapi bukan begitu caramu berbicara dengan ayahmu, Finn!"
"Pukul lagi! Aku sudah rindu dengan tanganmu! Kalau perlu, pertemukan aku dengan ibuku!" tukas Finn keras.
Seisi ruangan itu terdiam mendengar Finn marah seperti itu. Mia merangkul lengan suaminya itu dan berharap sentuhan tangannya dapat meredakan amarah Finn.
Mata Ronald beralih kepada Mia. "Ini semua karena ulahmu, Gadis Budak! Kau membuat Finn-ku menjadi pria liar dan tidak punya aturan seperti ini! Ditambah lagi, kau meminta Beth untuk menggugurkan cucuku! Kau gadis kurang ajar! Benar-benar tidak punya hati!"
"Aku tidak mengatakan itu padanya, Tuan! Aku hanya ingin mengajak Nyonya Parker untuk mengecek kandungannya," jawab Mia membela diri.
"Bohong! Dia berbohong, Ayah!" tukas Beth kepada Ronald.
Ronald memincingkan kedua matanya, memandang tajam ke arah Mia. "Bagaimana orang tuamu mendidikmu, Colton! Kau liar, kurang ajar, dan kau pembohong!"
Mia terdiam. Dia tau semua kata-katanya akan terasa tak berguna saat ini. Sulit meyakinkan Ronald jika dia memutuskan untuk lebih percaya kepada Beth.
"Aku tidak akan memohon Anda untuk percaya padaku, tapi suatu saat nanti, Anda akan percaya kepadaku, Tuan," jawab Mia. Suaranya terdengar lelah.
__ADS_1
"Cih! Buktikan saja! Aku akan menunggu sampai saat itu tiba, Colton!" tukas Ronald dingin.
...----------------...