Tawanan Cinta Mr Cool

Tawanan Cinta Mr Cool
Godaan Finn


__ADS_3

"Aku ingin mencari Mia Walter," ucap Finn saat dia tiba di tempat Luigi.


Seorang penari berbadan kecil menghampiri Finn. "Mia sedang keluar bersama Tuan Luigi,"


"Keluar? Ke mana?" tanya Finn, suaranya terdengar khawatir. Akan tetapi, sebisa mungkin dia berusaha untuk tetap tenang.


Penari kecil itu mengangkat bahunya dan kemudian dia berlalu begitu saja meninggalkan Finn. Pria itu pun masuk ke dalam. Ruangan itu remang-remang dan dipenuhi musik dengan suara kencang.


Finn melihat ke sekelilingnya. Para penari berada di sebuah bilik tak tertutup, masing-masing dari mereka menari dengan gaya sensual di hadapan dua sampai tiga orang pria. Bahkan ada beberapa penari yang tidak menari, melainkan bergoyang di atas para tamu mereka, sedangkan tangan dan bibir si pria, asik mencumbu mereka.


Finn melanjutkan perjalanannya. Kali ini dia memasuki ruangan ber-AC. Ruangan itu lebih manusiawi dibandingkan dengan ruangan sebelumnya. Finn terus mencari Mia di antara penari-penari itu. Dia sempat bersyukur saat dia tidak menemukan Mia di ruangan sebelumnya.


Matanya tetap awas dan waspada. Ruangan yang dia masuki sekarang terdiri dari tiga buah panggung kecil dengan tiang di tengah-tengah panggung. Satu panggung terdiri dari satu orang penari. Pengunjung yang datang pun dilarang untuk menyentuh mereka.


Tarian mereka tidak jauh berbeda dari ruangan yang sebei, hanya saja di sini mereka menari dengan menggunakan tiang.


Pat dan Gwen segera mengenali Finn. Dengan isyarat mata, mereka meminta Finn untuk menunggu mereka hingga selesai.


Finn menangkap isyarat mereka dan duduk di salah satu kursi kosong yang letaknya agak jauh dari panggung. Setelah selesai mereka menari, kedua wanita itu segera mendatangi Finn, seolah pria itulah yang memesan mereka berdua.


"Biarkan kami menari, biasanya para pria hidung belang itu meminta kami untuk melakukan tarian erotis untuk memuaskan mereka," ucap Pat.


Gwen mennganggul setuju. "Kau pasti mencari Mia?"


Finn memejamkan matanya, dia berusaha menahan hasrat saat melihat kedua wanita itu menari dengan gaya mereka yang menggoda. Pakaian mereka yang minim, memperlihatkan dua bongkahan padat yang indah, belum lagi pinggul mereka yang menari-nari seakan menarik tangan Finn untuk menyentuh dan meremmasnya.

__ADS_1


"Apakah harus seperti ini?" tanya Finn gugup. Dia berkali-kali menelan salivanya dan mengalihkan pandangan dari kedua wanita menggoda itu.


Dalam hati Finn bertanya-tanya, apakah Mia seperti ini? Membayangkan Mia menari di depannya dengan pakaian pahlawan wanita yang super minim ini membuat sesuatu di antara kedua kakinya menegang.


Sial bagi Finn, kedua wanita itu menyadari junior Finn mengeras dan perlahan membesar. Mereka pun terkikik geli. "Kau menikmati kami? Wow, itu sungguh kebanggaan untuk kami,"


"Shitt! Ini bukan karena kalian, aku membayangkan gadis lain! Di mana dia?" desak Finn. Dia menegakkan tubuhnya saat Gwen tiba-tiba saja duduk di pangkuannya.


Gwen menelengkan wajah Finn dan berbisik lembut di telinga pria itu. "Dia menjadi kesayangan Luigi, saat ini tuan kami membawa Mia rapat bersamanya. Mereka ingin bertemu dengan Grant Wilson,"


Kulit Finn meremang. Baru kali ini dia dikerjai oleh dua orang wanita sekaligus. Di sisi lain, dia sudah lama merindukan sentuhan seorang wanita. Hasratnya berteriak lantang, memaksa Finn untuk membiarkan dan menikmati sentuhan demi sentuhan dari kedua wanita itu.


"Siapa lagi itu Grant Wilson?" tanya Finn, dia berusaha sekuat tenaga untuk fokus dan mengalihkan perhatiannya kembali kepada Mia.


Dessahan Finn lolos begitu saja saat Gwen bergerak di atas pangkuannya dan jari-jari Pat berseluncur di sepanjang tulang selangkanya.


"Aku butuh jawaban, bukan kecupan," ucap Finn. Dengan susah payah, dia berusaha menegarkan suaranya.


"Grant Wilson adalah tamu baru kami. Dia meminta Mia untuk menjadi istrinya. Tentu saja, Luigi menolaknya. Tuan kami memperlakukan Mia seperti seorang ratu. Namun, Grant Wilson ini sanggup membayar berapa pun yang Luigi minta, hanya untuk mendapatkan Mia," jawab Gwen sambil terus bergoyang di atas pangkuan Finn.


Sementara Gwen menjelaskan, Pat sibuk mengecup ceruk leher Finn dan memberikan tanda cinta untuk pria itu. Seketika itu juga, Finn mengerang.


"Tapi, Mia-ku tidak menari seperti kalian, 'kan?" tanya Finn. Tangannya gemetar saat Gwen mengarahkan tangan Finn untuk menyentuh benda padat menggiurkan yang ada di depan matanya.


"Dia penari yang luar biasa, Tuan. Dia menarik banyak tamu. Dari mana Grant Wilson mengenal Mia kalau dia tidak menari? Dan karena dia masih muda, ada beberapa bagian tubuhnya yang masih padat dan menggoda sekali. Aku yakin kau pasti sudah menyentuhnya, bukan?" jawab Pat. Kali ini, Pat yang berada di antara kedua kaki Finn dan dengan jari-jarinya yang lincah, dia membuka satu per satu kancing kemeja yang dipakai oleh Finn.

__ADS_1


Pat mengecupnya lembut, sejengkal demi sejengkal, tanpa ada yang dia lewatkan. Tangannya bermain naik turun di sepanjang junior Finn, membuat benda berurat itu mendesak ingin segera dikeluarkan.


Finn mencengkeram kedua lengan kursi itu. Sekarang dia paham, kenapa para tamu duduk di sofa malas. Akan tetapi, otaknya kembali membayangkan Mia yang menari dengan gerakan erottis dan menggodanya dengan liar seperti kedua wanita ini.


'Tahan, Finn! Tahan! Kau pria bermartabat! Kau sanggup mengalahkan Beth Parker, apalagi hanya dua wanita penari ini!' ucap Finn dalam hati. Batinnya kini sedang berperang dengan hebat.


Pria itu terkesiap saat Pat dengan berani mengulum pucuk bukit kejantanannya sedangkan tangan Gwen membuka resleting celana panjang sutra Finn dengan mudahnya.


"Wah, kau sudah siap rupanya," satu sentuhan lidah Gwen pada benda pusakanya membuat monster Finn berteriak kegirangan.


"I want more!" seru monster itu.


Namun, Finn masih sanggup mengendalikan dirinya. Dia kembali menelan salivanya, berusaha fokus pada Mia walaupun lidah Gwen mulai aktif menjillat dan mempermainkan pusaka panjang Finn seperti sebuah es krim loli.


"Lalu, di mana Wilson yang sedang kita bicarakan ini?" tanya Finn lagi. Dia memejamkan kedua matanya sesaat untuk menikmati ******* dari kedua wanita itu. Ya, tidak hanya Gwen sekarang, Pat mulai ikut mempermainkan benda perkasa miliknya itu.


Secara tak sadar, Finn mulai menahan kepala mereka dan memaju mundurkan kepala mereka. Satu ruangan itu kini hanya terdengar suara erangan dan rintihan nikmat dari mereka bertiga.


Setelah beberapa menit, Finn merasakan ada sesuatu yang mendesak yang ingin segera dia keluarkan. Pria itu mengerang panjang saat cairan cintanya keluar. Kedua wanita itu menyesap dan membersihkan cairan seputih susu itu dengan mulut mereka.


"Kami akan menjawab pertanyaanmu, setelah kau membayar kami." kata Pat.


Finn tersenyum dan mengeluarkan sejumlah uang dari dompetnya.


Gwen dan Pat melemparkan begitu saja dompet serta uang Finn, setelah itu Pat berlari ke arah pintu dan mengunci pintu tersebut.

__ADS_1


"Kami tidak butuh uangmu, Finn Walter. Bayar kami dengan tubuhmu!" ucap Gwen tersenyum nakal.


...----------------...


__ADS_2