Tawanan Cinta Mr Cool

Tawanan Cinta Mr Cool
Pertemuan Luigi Dan Finn


__ADS_3

"Wa-, Walter!" balas Luigi gugup. Kemudian dia melirik sedikit sekali ka arah jalan, mobil Grant sudah menghilang dari sana, dia pun menghela napas lega. "Ehem! Finn Walter. Apa kabar? Kudengar kau meminta layanan VVIP dari salah satu penari kami, bagaimana? Apakah kau puas?" tanya Luigi.


Pria tampan itu terkejut saat melihat Pat keluar dari sana masih mengenakan gaun cantik yang diberikan Willia kepadanya. "Pat? Aku nyaris tidak mengenalimu, kupikir kau seorang nyonya bangsawan dari pusat kota yang beradab. Luar biasa, kau benar-benar memberikan bayaran yang lebih untuk gadis-gadis penariku, Tuan Walter,"


Pat berlalu. "Aku akan segera mengganti pakaianku lalu tidur. Terima kasih Tuan Walter untuk segalanya,"


Finn mengangguk. "Tidak masalah," lalu dia beralih kepada Luigi. "Bisa kita bicara?"


Luigi mengajak Finn ke lantai tiga, rumahnya dia. Berkali-kali dia bersyukur karena dia telah mengambil keputusan yang tepat untuk menyuruh Mia kembali lebih awal.


"Silahkan masuk, Tuan," kata Luigi, mempersilahkan Finn untuk masuk ke dalam rumahnya.


Finn pun masuk. Kedua netranya bergerak menyusuri seisi ruangan itu. "Ini rumahmu? Yang di bawah itu tempat mereka bekerja?"


Luigi mengangguk, dia menyajikan sendiri air minum untuk Finn. "Ya, beginilah hidupku,"


Finn melihat-lihat beberapa ruangan di sana. Salah satunya kamar yang pernah di pakai Mia. Finn hafal sekali harum tubuh gadis itu dan dia segera mengenali wanginya saat dia memasuki kamar kecil itu. "Mia pernah ada disini?" tanya Finn, dia membuka kamar itu lebih lebar.


"Ya, karena memang kami kehabisan ruangan untuk para penari sehingga aku menempatkan dia di atas sini bersama denganku. Tentu, kami tidak tidur bersama. Kamarku ada di sebelah sana dan masing-masing kamar memiliki kunci, mereka bisa mengunci kamar mereka setiap hari," kata Luigi tanpa berbohong.


Finn masuk ke dalam kamar Mia dan seketika itu juga dia dapat melihat Mia berbaring di ranjang dengan merentangkan kedua tangannya selebar mungkin seperti yang gadis itu sering lakukan, kemudian dia melihat Mia membuka jendela dan duduk di tepi jendela sambil menyapa orang di bawah sana dengan senyumnya yang selalu cantik.


Pria itu berjalan ke arah lemari dan membukanya. Bunyi berderit segera terdengar saat dia membuka lemari itu. Gaun lusuh berwarna pastel masih tergantung di situ. Finn segera mengetahui kalau itu gaun Mia. Gadis itu memiliki banyak gaun seperti itu. "Bolehkah aku mengambil ini untukku?"


Luigi berpikir, sebenarnya dia ingin melarang Finn mengambil itu tetapi mengingat Mia sudah aman dan dia tau posisi dia saat ini berada di atas Finn, dia mengangguk. "Silahkan, Tuan Walter. Itu gaun Mia yang dia pakai saat pertama kali datang ke sini. Aku membelikan dia beberapa gaun, tentu saja. Aku tidak membiarkan dia terlantar di sini, 'kan? Hahaha!"

__ADS_1


Setelah mendapatkan gaun itu, Finn segera memeluknya seolah-olah itu adalah Mia, gadis yang dirindukannya melebih siapapun di dunia ini. .


"Aku tau yang kau rasakan, Tuan. Mari kita duduk kembali," ucap Luigi, dia meminta Finn untuk segera keluar dari kamar.


"Bisakah kita berbicara disini saja?" tanya Finn, dia masih ingin berada di kamar itu. Harum Mia masih melekat di sana dan sebisa mungkin, dia ingin menikmati wangi itu.


"Ya, ya, baiklah. Kita bicara di sini saja," kata Luigi kemudian dia duduk di ranjang.


Finn masih belum berbicara. Dia hanya diam, matanya terus mengelilingi kamar kecil itu tanpa bosan. "Bisakah kau menyerahkan Mia kepadaku? Kalau kau ingin membesarkan tempat ini, aku akan menjadi donatur pertama dan terbesarmu,"


Luigi tersenyum. Finn tidak dapat mengartikan senyuman Luigi itu. "Tuan Walter, Mia terikat kontrak kerja dengan saya. Setiap penari yang sudah terikat kontrak, dia tidak dapat keluar dari tempat ini tanpa persetujuan saya,"


"Tanpa sepengetahuan Anda? Lalu, di mana dia sekarang?" tanya Finn penuh selidik. Ingin sekali rasanya dia mengacungkan senapan ke pelipis Luigi dan mendesak pria itu untuk menjawab setiap pertanyaan yang dia ajukan.


Ada sedikit rasa takut saat dia membayangkan Mia seperti Pat. Tetapi kemudian, dia kembali sadar saat dia ingat ucapan Pat. Tidak semua penari menyerahkan segala-galanya untuk pelanggan mereka. "Berarti ada kemungkinan dia akan kembali ke sini?"


"Dia harus tetap bekerja di sini tapi hari ini, dia akan seharian penuh berada di tempat tamunya." jawab Luigi lagi. "Lagipula, dia sudah tidak tinggal di sini lagi. Dia tetap datang hanya untuk bekerja,"


"Apa maksudmu dia tidak tinggal di sini lagi?" desak Finn. Dia menunggu nama Grant Wilson akan keluar dari mulut pria tampan berkumis tipis itu.


Luigi menggelengkan kepalanya. "Ada seorang pria yang tertarik padanya dan dia ingin Mia tinggal bersamanya bahkan bukan tidak mungkin, dia akan mengajak Mia menikah dalam waktu dekat ini,"


"Apa! Siapa pria itu?" tanya Finn lagi. Dia tidak akan membiarkan pernikahan itu terjadi.


Di lain tempat, Mia sangat kesal kepada Luigi. Setibanya di rumah Grant, gadis itu terus mengoceh dan mengomel. "Seharusnya dia tidak seperti itu, 'kan! Hanya karena Finn mencariku, aku tidak dilarang untuk bekerja! Lalu, darimana aku mendapatkan uang? Luigi sialan itu tidak pernah memberiku uang! Aarrgghh!"

__ADS_1


Grant tersenyum melihat Mia yang terus mengomel tiada henti. "Aku akan membayarmu setiap harinya melebihi bayaranmu di tempat Luigi. Bagaimana?"


"Lalu, aku harus apa? Aku tidak mau melakukan, kau tau?" tanya Mia. Gwen dan Pat mengajarinya untuk selalu mempertahankan prinsip dan dia harus berani mengatakan tidak, seberapapun nikmatnya dia sedang diberikan stimulus saat itu.


"Hahaha! Kau tidak harus melakukan apa pun, Mia. Cukup berada disisiku saja," jawab Grant. Pria itu mendekati Mia dan melingkarkan lengannya di pinggang Mia.


Mia melepaskan lengan Grant. "Tidak bisa seperti itu. Baiklah, begini saja. Aku akan membantumu memasak atau mengerjakan apa saja yang kau perintahkan kepadaku,"


Lagi-lagi, Grant tersenyum. "Aku memintamu untuk tinggal bersamaku. Itu saja, tanpa harus melakukan apa pun."


"Aku bisa mati bosan kalau begitu," jawab Mia tertunduk. Dia memandang ke luar jendela. Ingin sekali rasanya dia bebas berjalan kemana saja dan melakukan apa saja seperti yang sering diceritakan oleh kedua seniornya di tempat menari.


"Kau bisa menari di sini dan nikmati saja hari-harimu. Atau kita bisa berjalan-jalan ke pusat kota." jawab Grant berusaha menghibur gadis kesayangannya itu.


Mia menghembuskan napas panjang dan mencebik. "Kenapa aku selalu berakhir di tempat pengasingan seperti ini? Padahal kalau dipikir-pikir, aku tidak punya salah kepada siapapun,"


"Kau bisa membuat orang jatuh cinta dalam sesaat Mia. Wajar saja semua orang yang mengenalmu, akan berusaha untuk mendapatkan dan memilikimu. Aku dan Luigi sependapat kalau Finn Walter adalah pria bodoh. Dia melepaskanmu begitu saja dan dia sekarang sibuk mencarimu." jawab Grant panjang. "Andaikan kau ditakdirkan bertemu dengan Walter dan dia mengajakmu kembali, apa kau akan kembali kepadanya?"


Mia terdiam sesaat. Dia tidak pernah berpikir sampai sejauh itu. "Aku tidak tau,"


Grant memeluk Mia dengan erat secara tiba-tiba. "Tolaklah! Aku tidak ingin kau kembali padanya,"


...----------------...


__ADS_1


__ADS_2