Tawanan Cinta Mr Cool

Tawanan Cinta Mr Cool
Perburuan


__ADS_3

Sesuai perjanjian, sebelum ayam berkokok, Dave, Finn, dan Harvey pun berkumpul di rumah penari itu. Mereka membagi pasukan menjadi riga bagian.


"Bawa kepadaku hidup-hidup! Jangan sampai terluka atau tergores. Bahkan darah 1 mm pun, jangan!" ucap Finn sambil memandang tajam Dave.


Dave salah satu pengawal terbaik yang dia punya dan dia tidak akan segan bertindak jika berada dalam bahaya atau kepepet. "Ya, aku tau, Tuan Walter,"


"Bagus kalau kau sudah paham. Harvey, kau jaga saja di sini, tidak perlu mengikuti kami," kata Finn lagi.


Raut wajah Harvey nampak lega, dia pun menghembuskan napas sambil tersenyum. "Baiklah, aku berjaga di sini saja. Jujur saja, aku takut. Aku belum siap mati,"


Finn menepuk pundak pria itu. "Aku tau, maka dari itu, aku tidak akan menempatkanmu dalam bahaya," pandangan Finn kemudian beralih kepada Dave dan dia mengangguk. "Ayo, kita jalan sekarang,"


Dave pun menyahut dengan semangat dan dia pergi lebih dulu untuk menyiapkan pasukannya. Tak lama setelah itu, Finn pun menyusul untuk menyiapkan pasukannya juga.


Namun baru saja dia akan bergegas pergi, seseorang menarik tangannya dan melahap bibirnya dengan panas. "Jangan pergi!"


"Aku harus pergi, Pat! Mia membutuhkanku," kata Finn, dia mengusap bibir merah Pat dengan ibu jarinya, kemudian dia menyesapnya lagi.


"Lalu bagaimana denganku? Bagaimana dengan hubungan kita? Haruskah kita akhiri? Dan, bagaimana kalau kau mati? Tidak, Walter! Kali ini, aku tidak akan melepaskanmu!" sahut Pat, dia memberikan pertanyaan bertubi-tubi kepada pria yang dicintainya itu.


Finn menghimpit tubuh sintal itu dan menyudutkannya di dinding. "Kenapa kita harus mengakhiri hubungan ini? Dari awal, kita hanya berteman, 'kan? Tidak akan ada yang berubah walaupun aku sudah bersama Mia nanti. Kita akan tetap berteman,"


"Teman? Tapi, kita sudah, ...."


"Aku tau. Saat itu, aku sudah katakan kepadamu, hubungan kita hanya sebatas kebutuhan dan saat itu kau paham, Pat. Aku menyukaimu tapi aku tidak mencintaimu," kata Finn menegaskan. "Aku-, maksudku, maafkan aku kalau kau melibatkan hatimu di dalam hubungan kita. Semua orang tau, di hatiku hanya ada Mia seorang, Pat,"


Pat mengalihkan wajahnya untuk menyembunyikan titik cairan yang hendak menetes dari sudut matanya. "Kau tak perlu minta maaf, Walter. Ini salahku, benar katamu, aku terlalu banyak melibatkan hatiku saat aku berhubungan denganmu,"

__ADS_1


Finn terdiam sesaat. Dia menundukkan kepalanya, ada rasa bersalah di hatinya. "Aku tidak pernah ingin terlibat hubungan apapun dengan siapapun. Tapi saat itu aku benar-benar membutuhkan seseorang dan kau datang. Maafkan aku kalau aku menyakiti hatimu, Pat. Kupikir, kita hanya bersenang-senang. Kau tau, hubungan semacam itu?"


Pat mengangguk. "Aku tau, Walter. Tapi, aku tak menyangka kalau kita akan segera berakhir dan aku meninggalkan hatiku di dalam hatimu. Menyakitkan. Tapi aku mohon, tolong jaga hatiku dan kembalikan padaku jika aku sudah menemukan hati baru yang siap aku tempati lagi,"


"Baiklah, akan kujaga hatimu di sini," kata Finn akhirnya, dia mengecup kening Pat, seolah memasukan ucapan maaf dan terima kasihnya pada gadis itu. "Aku harus pergi."


"Wal-, Finn, jangan mati!" tukas Pat.


Finn berbalik dan tersenyum. "Aku tidak akan mati,"


Tak lama, dia sudah mengendarai mobilnya bersama dengan beberapa pasukan pengawal yang ikut dengannya pagi itu.


Sementara Finn mencari James Arthur dan Rufus, Pat yang patah hati mencari Gwen atau siapapun yang bisa diajak bicara.


Saat sedang mencari Gwen, dia bertemu dengan Harvey yang sedang duduk di kursi penerima tamu rumah itu. "Hei, Harv,"


Pat menghampiri pria itu dan duduk di sampingnya. "Tidak, aku memang terbiasa bangun pagi. Bolehkah aku menanyakan sesuatu?"


Harvey tersenyum. Dia sudah terbiasa berbicara dengan para penari kakaknya itu. Tadinya, dia sangat canggung, dengan penampilan serta pakaian mereka yang vulgar membuat Harvey menjaga jarak. Dia selalu meminta bantuan pada Finn untuk mengurus para penari mida ini.


"Silahkan, Nona. Apa yang ingin kau tanyakan kepadaku? Aku akan berusaha menjawabnya," ucap Harvey lagi.


"Darimana kau dapatkan informasi tentang Mia ini?" tanya Pat. Sejak Finn mengatakan Mia membutuhkannya, Pate menjadi sedikit penasaran. Bagaimana pria itu tau kalau Mia mengirimkan pesan kepadanya?


"Oh, salah satu pelayan Mia menghubungi Dave. Entah pelayan yang mana, tapi kata Dave, pelayan itu adalah pelayan yang sangat dekat dengan Mia," jawab Harvey.


Pat mengangguk-angguk kecil. Apakah itu Willia? "Apa mereka tidak mengatakan di mana mereka saat ini?"

__ADS_1


Harvey memiringkan kepalanya. "Tidak, karena di sana dia disembunyikan. Bahkan namanya saja diganti. Kasihan sekali gadis malang itu. Aku ingat sekali bagaimana dia tertidur di depan kedaiku. Pakaiannya dekil dan ada bercak darah, rambutnya acak-acakan, wajahnya ketakutan tapi dia tetap berdiri dan menghadapi ketakutannya. Itu luar biasa,"


"Ya, dia gadis yang luar biasa, Harv," kata Pat menimpali.


Di tempat lain, pengawal Finn sedang menyelidiki di mana James dan Rufus. Salah satu pengawal Finn duduk di sampingnya dengan wajah ngeri sambil sesekali menatap sebuah kotak dengan beberapa helai rambut berwarna hitam menempel di atas kotak itu. "Tuan, apakah itu harus dibawa? Maksudku tidak bisakah kita simpan saja?"


"Tidak. Itu adalah tekadku. Aku ingin mereka tau.kalau sumber uang mereka sudah mati, hahaha!" jawab Finn menggila.


Ya setelah ini selesai, dia bertekad akan mengantarkan sendiri koleksi barunya kepada Grant Wilson dan dia akan menjemput gadis kesayangannya untuk kembali. Bayamgan indahnya akan hal itu, membuat dia semakin bersemangat mencari James dam Rufus.


Setibanya mereka di kota Utara, Finn meminta pengawalnya berpencar. "Bertanyalah pada orang di bar atau gudang mencurigakan! Aku akan tetap mencari di rumah-rumah kecil di desa yang berada di kota ini. 90 menit lagi kita berkumpul di sini!"


Finn pun mengambil jalan ke desa yang berada di kota Utara. "Huh! Tidak mungkin bedebah-bedebah itu berkeliaran di kota!"


Pria itu berusaha menghubungi Dave untuk menanyakan bagaimana progress pengawal terbaiknya itu di Selatan. "Hei, Dave. Bagaimana kemajuanmu di sana?"


Suara berat yang sangat berbeda sekali dengan suara Dave. "Hehehe! Anak buah kesayanganmu ini sedang tidak bisa berbicara, Walter. Kau mau mendengar suaranya? Mungkin kau merindukan dia? Hahaha! Bicaralah!"


Terdengar suara duk keras dari seberang dan Dave sepertinya disekap oleh mereka. "Hhmmmmpphhh!"


Suara tawa liar terdengar kembali. "Kau dengar, Walter? Kau pikir aku bodoh dan tak tau pergerakanmu? Kalau kau mau anak buahmu selamat dan tidak bernasib sama dengan Winston, datanglah sendiri ke sini. Tanpa senjata dan tanpa pengawal! Kau paham, Tuan Walter Terhormat? Hahaha!"


Finn mengepalkan kedua tangannya dan menarik mundur semua pengawalnya. "Aku harus ke Selatan! Setelah ini, kita pisah mobil! Bergeraklah dalam senyap, jangan sampai terlihat! Kalau perlu, jangan sampai napas kalian terdengar!"


...----------------...


__ADS_1


__ADS_2