Tawanan Cinta Mr Cool

Tawanan Cinta Mr Cool
Kerinduan


__ADS_3

Finn Flashback


Sejak kepergian Mia dan Grant, Finn merasa sendirian di dunia ini. Kesepian dan kekosongan menguasai hidupnya. Dia berubah menjadi Finn yang dulu. Yang hidupnya kacau dan berantakan.


Apalagi, tidak ada Josh yang mengontrol segala tindakannya. Hanya ada satu orang yang masih memberikan waktunya pada Finn, yakni Patricia atau Pat.


Pat mulai mengakui kalau dia tidak menganggap Finn sebagai kerabat atau temannya. Dia menyadari rasa yang ada untuk Finn adalah sebuah rasa cinta, bukan sekedar simpati.


"Aku patah hati, Pat," ucap Finn suatu ketika kepada Pat.


Malam itu, mereka sedang berada si sebuah bar. Padahal, Finn ditugaskan untuk memburu James, Rufus, dan Beth. Namun, kepergian Mia membuat sebagian hidupnya berlubang besar.


"Aku tau kau sedang patah hati, Walter. Tapi, janganlah seperti ini," sahut Pat.


Finn menenggak habis air di gelas slokinya. "Kau tidak tau! Yang kau tau, aku patah hati karena Mia. Hahaha! Itu ... Benar! Hahaha!"

__ADS_1


Kemudian, pria itu mendengus dan membuang ingusnya. "Aku lebih patah kepada hidupku, Pat. Aku kecewa, aku takut, harapan dan mimpiku semua pergi dan menghilang. Tidak ada yang tersisa dari diriku,"


Pat mengambil botol dari tangan Finn, karena sudah sekian botol pria itu minum. Matanya nyaris setengah terbuka dan wajahnya memerah karena mabuk. "Walter! Hentikan! Kau bisa mati! Jangan sakiti dirimu sendiri, kumohon!"


"Biarkan! Biarkan aku mati! Lagipula, kau siapa sampai melarangku untuk mati? SIAPA KAU!" seru Finn. Kedua matanya melebar, menatap liar pada Pat.


Pat tercekat, dia melihat Finn dengan wajah ketakutan. Baru kali ini dia melihat Finn semarah itu. Wanita itu menelan salivanya kasar. Dia memberanikan diri untuk berbicara kepada Finn. "A-, aku memang bukan siapa-siapa dalam hidupmu, Walter! Tapi, asal kau tau, kau sudah masuk ke dalam hidupku dan kau juga yang menyadariku kalau aku patut dihargai walaupun aku hanya seorang penari!"


Cairan bening dari sudut mata Pat sudah berbaris, mengantri untuk turun. Wanita itu cepat-cepat mengusap sudut matanya.


Pat memeluk Finn. "Aku juga merindukan dia, Walter. Tapi kau harus kuat, kalau mau membawa Mia kembali, kita harus menemukan orang-orang jahat itu dulu,"


"Kau benar," isak Finn.


Setelah malam itu, Finn mulai fokus pada pencarian Beth Parker dan James Arthur. Dia memusatkan perhatiannya supaya Mia cepat kembali.

__ADS_1


Dia bekerja sama dengan Harvey untuk mendeteksi pergerakan James serta Rufus ataupun Beth. "Sejauh ini, aku belum melihat mereka, Walter. Aku khawatir mereka mengurung diri sampai kasus ini sedikit reda."


"Kau benar juga. Apa yang harus kita lakukan?" tanya Finn Walter.


"Tunggu saja. Anggap saja sekarang kita sedang beristirahat, Walter. Hahaha! Berusahalah untuk menikmati hidupmu," ucap Harvey.


Karea ucapan Harvey itulah, Finn tidak melakukan apa pun. Setiap pagi dia akan terbangun dan menanyakan bagaimana kabar Mia hari itu dan sebelum dia tertidur, dia akan menanyakan bagaimana hari Mia sepanjang hari itu.


Kesepian telah meredupkan hidup Finn, tapi tidak dengan ketampanannya. Pat selalu setiap menemaninya. Namun sayangnya, kehadiran Pat sama sekali tidak dianggap oleh Finn.


Pria itu masih didera perasaan bersalah karena saat terakhir sebelum Mia pergi, entah setan apa yang merasukinya sampai dia bisa tergoda bercumbu dengan Pat.


"Rasa rinduku benar-benar membunuhku, Mia! Rasa bersalah terus menderaku. Aku ingin sekali berbicara kepadamu, Sayang. Kembalilah," ucap Finn di suatu malam.


...----------------...

__ADS_1



__ADS_2