Tawanan Cinta Mr Cool

Tawanan Cinta Mr Cool
Mulai Dari Awal


__ADS_3

Satu Tahun Kemudian


"Kau sudah siap, Sayang?" tanya Finn kepada istri kecilnya.


Gadis itu pun mengangguk, tetapi nampaknya dia masih sibuk dengan berbagai macam barang yang akan dia bawa. "Aku mau bawa ini, tapi kopernya sudah tidak cukup lagi,"


Dengan tak sabar, Finn mengambil beberapa tas besar dari tangan istrinya. "Ini kita kirim saja, bagaimana?"


Kedua mata istrinya membulat sempurna. "Wah, kenapa tadi tidak terpikir olehku untuk mengirimkan hadiah-hadiah itu. Baiklah, kita kirimkan saja,"


Masalah barang pun terselesaikan. Satu tahun berlalu sejak Finn menjemput sang istri di negeri seberang. Seolah ingin merayakan kebebasannya, Mia tidak ingin segera kembali. Dia ingin menjelajah seluruh negeri itu dan lagi, dia belum tega meninggalkan Nyonya Clark seorang diri.


Selama satu tahun, Finn dan Mia seakan berbulan madu di negeri itu. Mereka pergi ke seluruh kota, menjelajah semua desa, dan menyusuri tempat-tempat yang belum pernah didatangi oleh Mia dan Grant.


Dari Willia, Finn akhirnya tau bagaimana kisah kandasnya hubungan Grant dan Mia.


"Dari awal aku sudah tau, kalau Wilson itu laki-laki brengsek! Untung saja Mia belum kenapa-kenapa! Tapi aku heran, dia bisa membuat Mia jatuh hati padanya dan di saat yang sama dia meninggalkan Mia begitu saja! Ingin kucincang rasanya laki-laki seperti itu!" tukas Finn saat mendengar penjelasan dari Willia.


Satu hari setelah mendengar kisah itu, Finn mendatangi kediaman Grant dan tanpa aba-aba, dia melayangkan bogem mentah kepada pria itu. "Mia tidak dapat memukulmu karena dia mencintaimu. Jadi, anggap saja aku mewakili Mia untuk memukulmu! Dan itu, belum sebanding dengan rasa sakit yang Mia rasakan karena ulahmu yang pengecut, Wilson!"


"Aku tau! Aku pun merasa bersalah kepadanya tapi aku juga tidak mau kehilangan dia, Walter!" seru Grant, dia berdiri dan dengan langkah terhuyung, dia membaringkan tulang ekornya ke sofa panjang sambil mengusap darah yang keluar di sudut mulutnya.


"Kau laki-laki brengsek yang serakah, Wilson! Kau tak akan pernah puas hanya dengan Mia! Cih!" Finn mengeluarkan salivanya di hadapan Grant yang meringkuk ketakutan. "Tadinya kalau Mia sudah hidup bahagia denganmu, aku akan merelakan dia bersamamu. Tapi ternyata, aku menemukan dia bersama dengan Nyonya Bunga itu!"


"Emily Clark, Walter. Nyonya Bunga itu punya nama," kata Grant mengoreksi ucapan Finn.

__ADS_1


Finn mengibaskan tangannya tak peduli. "Sudahlah, aku akan membawa Mia. Jangan sampai kau menunjukkan batang hidungmu di depan kami! Bersenang-senanglah dengan wanitamu itu! Siapa namanya tadi? Jenna? Jenni? Jenno? Entahlah! Bye," ucapnya sambil berlalu.


Puas dengan Grant, Finn pun berkenalan dengan Nyonya Clark. Wanita tua itu menyambut Finn dengan senang hati. "Oh, aku seperti sudah mengenalmu saat Mia bercerita tentangmu,"


Finn mengucapkan terima kasih kepada wanita tua itu karena telah mengizinkan Mia untuk tinggal di tempatnya.


"Ah, tidak usah seperti itu. Mia sudah kuanggap sebagai cucuku sendiri. Dia gadis yang baik dan kuat," ucap Nyonya Clark sambil tertawa kecil. "Aku suka padanya,"


"Terima kasih banyak, Nyonya Clark." balas Finn dengan sopan.


Begitulah cara mereka menghabiskan satu tahun di negeri itu. Sampai akhirnya, mereka memutuskan untuk kembali ke negara asal mereka.


Setibanya di sana, Finn dan Mia di sambut oleh Pat, Gwen, dan Harvey. "Mia!"


"Pat!" ucapnya dan dia berlari ke dalam pelukan wanita yang sudah dia anggap sebagai kakaknya itu.


Sebelum Finn dan Mia kembali, Gwen yang sudah menangkap sinyal cinta dari Pat, mengajak wanita itu berbicara dengannya.


"Apa yang kau rasakan?" tanya Gwen di suatu malam.


"Hancur, patah," jawab Pat. Wajahnya tampak suram, tak seceria biasanya.


Gwen menawarkan sebatang rokok padanya. "Walter? Benar, 'kan? Aku sudah menduganya saat dia memintamu datang ke rumahnya. Tapi, kupikir itu hanya perasaan sesaat yang kau rasakan,"


Pat menyalakan rokoknya, menghirup dalam-dalam, dan menghembuskannya. "Aku pun berpikir begitu, ternyata perasaanku sedalam itu padanya. Dia memberiku harapan dengan kau tau, berhubungan itu. Bodohnya, aku mau! Sialan!"

__ADS_1


Gwen menepuk-nepuk pundak sahabatnya itu. "Anggap saja kebodohan sebagai pembelajaran yang tak akan pernah kau ulangi lagi,"


"Aku tau! Bebanku saat ini adalah untuk melupakannya," ucap Pat lagi, kali ini dia menghabiskan minuman berbusa yang ada di dalam gelasnya dalam sekali tenggak.


Pada akhirnya, wanita malang itu harus menerima kenyataan pahit kalau dia harus membuang sosok Finn dari hidupnya. Selama setahun dia berjuang dan saat Mia serta Finn kembali, dia sudah menyiapkan senyumannya yang termanis untuk mereka.


Setelah Finn dan Mia kembali, keesokan harinya mereka pergi mengunjungi makam Josh dan Luigi. Mereka juga menaburkan bunga di atas makam tersebut.


Dari makam, mereka mengunjungi rumah penari. Rumah itu sama sekali tidak berubah hanya saja, rumah itu tampak lebih rapi dan lebih luas dari sebelumnya.


"Wow, siapa yang mengurus rumah ini?" tanya Mia tercengang.


"Rumah ini akhirnya diambil alih oleh Finn Walter, suamimu. Dia tidak suka melihat orang-orang berkerumun masuk dan membuat antrian panjang sampai menutupi jalan jadi dibuatlah melebar ke samping. Luar biasa Finn itu," jawab Harvey kagum.


Mia melihat berkeliling rumah itu. Finn menambahkan penerangan juga di dalam rumah itu.


Malam itu, Mia menanyakan perubahan tersebut pada Finn. "Kau menambahkan banyak penerangan di rumah itu, Finn."


"Aku berusaha menepati janjiku pada Luigi dan aku melakukan sebisaku," jawab Finn. Nada suaranya terdengar bangga dan tampaknya dia merasa hebat karena telah membuat Mia terkagum-kagum.


Mia memandangi manik pria itu dengan penuh cinta. "Aku senang kau kembali, Finn dan sekali lagi, kau menyelamatkanku. Aku berhutang banyak sekali padamu,"


Finn mengambil alih bibir mungil itu dan menyesapnya. "Itu sudah kewajibanku, Mia. Sejak aku melihatmu pertama kali, entah kenapa aku bersumpah untuk selalu melindungimu apa pun yang terjadi. Mungkin itu yang dirasakan oleh Josh juga Luigi,"


"Kalau begitu, izinkan aku mencintaimu, Finn sampai habis masa hidupku," ucap Mia.

__ADS_1


"Aku pun akan meminta izinmu untuk mencintaimu sampai akhir hidupku, Mia," balas Finn. Malam itu tampaknya akan menjadi malam panjang untuk mereka berdua.


...----------------...


__ADS_2