TERIKAT PERJANJIAN BADBOY TAMPAN

TERIKAT PERJANJIAN BADBOY TAMPAN
Bab 11 Sebuah Rencana


__ADS_3

"Hore Hidup Argala Hidup Argala"


"Huh malu gak tuh?"


"Cupu"


Suasana meriah atas kepergian Blacktunder, Max tersenyum dan menyilangkan kedua tangan. Tentu saja mereka punya Max yang akan selalu melindungi Argala.


Ketika semua sedang bersorak, Alexa mendekati Max.


..."Max im scared"...


"Tenang sayang kita sudah aman," Max menyentuh pipiku dengan kedua tangannya.


"Oke guys mari kita mulai"


......................


Mereka mulai memainkan permainan Billiard terdiri dari delapan orang pria Geng Argala yang ikut serta dalam permainan. Ku lihat Max memainkan papan Billiard dengan gaya yang cool dan keren, aku sampai tak menyangka jika dia memang pacarku.


"...." Menatap lembut dan melamun terpukau


"Dar! ngapain Lexa melamun, Max jago ya" Andre menghampiri sambil membawa minuman soda.


"Nih gua bawakan minum, gua ngerti perasaan cewek, klepek-klepek gak tuh " Andre


"Untungnya dia pacarku, haha thanks Andre minumannya"


"Max memang paling keren..." Andre


"Kamu benar, gue malah jatuh hati padanya, eh tapi Andre sebenarnya Argala punya berapa orang sih? gue lihat tadi Blacktunder lebih banyak"


"Tentu saja Blacktunder geng motor tertua sampai banyak di kota lain selain jakarta, tapi Argala paling berkuasa disini, kenapa Lo ingin tau? Mau gabung" Andre


"Ih engga mana ada, masa wanita masuk geng motor aneh Lo" Sautku sambil meminum soda yang Andre beri


"Haha bisa jadi, kalau Lo masuk Argala berarti kamu yang kedua setelah bibi" Andre


"bibi? hahaha ada ada aja" tertawa


Perasaan aneh, meski banyak pria asing yang ku temui hari ini. Alexa merasa sangat terlindungi oleh Geng Argala, terlebih mereka mengenaliku sebagai pacarnya Max,


"Sayangku sini, Max ajarin kamu" Max manja


"Max tapi aku belum pernah main"


Max mengulurkan tangannya, dan mengajariku bermain Billiard tepat berada di belakangku. Ku rasakan dadanya berdetak teratur dan wajahnya tepat disamping pipiku.


DEG


DEG


Seakan tak percaya ku lihat Max dengan wajah tampannya melirikku tersenyum.


"Fokus sayang bolanya di depan" Max


"Ah iya maaf"


Pacar pertama yang ku kenali secara acak karena ambil foto orang sembarang ternyata seorang ketua geng motor Argala.


Kadang aku masih merasakan bahwa ini adalah mimpi yang sangat indah. Pada kenyataan ini benar dan aku selalu ingin di dekatnya. Max


...----------------...


Setelah lama bermain akhirnya kami pulang, dan sore itu Alexa memutuskan untuk pulang asrama setelah hari kemarin sempat menginap.


"Max sepertinya gue harus pulang ke asrama"


"Baiklah gua akan mengantarmu" Max


Pulang Billiard max langsung mengantarku menuju asrama,


"Max tunggu, bukannya kita harus mampir ke basecamp aku ingin membawa Leta"


"Besok saja, kamu pasti lelah sekarang istirahatlah" Max


"Tapi aku sendirian di asrama ponselku mati kemasukan air belum sempat diperbaiki, gue ti-dak" belum selesai bicara


...Cup!!...


Max mencium pipiku


Wajahku memerah dan menatap Max yang tepat di depanku.

__ADS_1


"Sudah sekarang masuk, istirahatlah"


"....." Berdiri mematung


Brrrrm


......................


Dengan perasaan bahagia, aku segera memasuki asrama, tapi semua tidak seperti biasanya. Aku lihat ada anak remaja lain yang tidur di kasur asramaku.


"Lo siapa? Masuk kamar orang sembarangan" Sautku


"Oh hai maaf kenalkan gue Bella, aku baru masuk ke kamar ini kemarin dan kamu tidak ada disini" Bella beranjak dari kasur


"Iya gue kemarin sedang ada urusan, bagaimana kamu bisa masuk bukankah kamarnya dikunci" tanyaku


"Mulai sekarang gue akan jadi teman sekamar mu, gue juga dikasih kunci, nih" Bella memperlihatkan kuncinya


"Loh ko gitu bukannya sendiri-sendiri"


"Benar dulunya begitu, gue juga tidak tau peraturan baru katanya semua mahasiswa sekarang sekamar berdua" Bella


Aku masih terheran apa ada kebijakan seperti itu, kenapa aku tidak diberi tahu


^^^'benar ponselku mati, aku jadi tidak dapat informasi'^^^


"Maaf bela buatlah dirimu nyaman tinggal disini" membaringkan badan


"Ngomong-ngomong Bella kamu mahasiswa kelas mana?"


"mahasiswa kelas sastra, gue sudah tau kamu pacarnya Max Julio kan" Bella


Benar kampus sedang banyak rumor tentangku dan Max, sekarang Alexa sudah menjadi selebriti kampus ternama Alexandria Grande yang begitu mewah terkenal.


^^^'Alexandria nama yang besar, berbeda denganku Alexa, aku berharap namaku juga ikut besar sama dengan kampus megah ini'^^^


"Wah rumor cepat menyebar ya" jawabku


"Dari dulu gue ingin kenal denganmu, tapi takut Lo ilfil, lalu pas gue lihat announcement di penjaga asrama ternyata gue sekamar denganmu, wah senangnya" Bella


"Kenapa harus ilfil, semua orang bukannya bebas berkawan" datar


"Yap memang, tapi... gue bukan orang berada keluarga bangkrut dan akhirnya aku di arahkan pindah ke asrama beberapa bulan lalu"


Seorang Bella mengungkap dirinya bahwa dia bukan kalangan orang kaya, aku malu pada diriku sendiri ketika mengingat menyembunyikan jati diri selama ini.


"Kamu tenang saja, aku berteman dengan siapa saja ko"


"Wah terimakasih Alexa kamu ternyata lebih baik dari yang ku kira" Bella


Kami saling bertukar cerita, mendengar kisah kehidupan Bella. Tentu saja aku menceritakan sahabatku Aleta sampai ke hal-hal yang umum di bicarakan wanita. Tapi, aku tidak berani untuk menceritakan kisah hidup selama ini kepada Bella, tetaplah jati rahasia karena mulut dapat berdusta. Sampai tak terasa malam pun tiba,


"Bella boleh gue minta bantuan mu?"


"Tentu saja, apapun itu" Bella


"Tapi, ini sedikit berbahaya"


"Bahaya, bagus ayo... aku suka tantangan?" Bella


"...." Tersenyum meyakinkan


Kami bersiap untuk pergi berdua malam itu keluar asrama, tentu saja dengan rencana yang matang.


...----------------...


Diluar asrama,


"Lexa kita akan kemana?" Bella


"Kita akan membatalkan pertarungan Argala dan Blacktunder, oke yang pertama kita butuhkan adalah motor"


"Motor, emm kita pinjam punya pak satpam aja" Bella


"Nah itu dia, tapi nanti ditanya buat apa gimana?"


"gue kenal baik siapa pak satpam, ayo Lexa"


Meraih tanganku menuju pos satpam gerbang asrama, Bella lebih antusias dari yang kuduga,


... 'ku kira Bella akan takut tapi dia paling berani'...


"Hai pak," Bella

__ADS_1


"Bella kenapa keluar malam begini?" Satpam


"jaga malam ya kita berdua kelaparan boleh pinjam motornya gak ke warung depan beli jajan boleh ya" Bella merayu satpam


"Mau beli apa? Biar bapak belikan untukmu" satpam


"Ih tidak perlu biar kita saja, nanti siapa yang jaga pos kalau bapak pergi, sebentar saja ya please" Bella


"Oke deh nih kuncinya, kamu taukan motor bapak yang mana" satpam


"Makasih... Tau dong ayo Lexa"


Ku perhatikan di ruangan pos itu ada speaker mini.


"Pak boleh pinjam speaker gak" Sautku


"speaker oh ini untuk apa?


"Lucu aja hehe boleh ya sebentar aja, oh iya bapak kenal Bella kan, aku teman barunya Bella sekaligus pacarnya Max" tersenyum lebar


"Max .. oh iya iya baiklah ini bawa saja"


Entah mengapa ketika aku menyebut kata Max, mereka jadi takut dan segera membiarkanku. Tentu saja mungkin mereka tau Argala geng motor terkenal di kota ini.


*


*


*


"Wah Lo keren Lexa mudah banget hihi" Bella


"Kamu yang keren ,,, sudah ayo berangkat" menaiki motor


"Oke meluncur"


Sepanjang jalan aku belum menemukan dimana para geng motor itu berkumpul,


"Kamu yakin di jalan peta, gak ada geng motor loh? Biasanya kan dijalan braga" Bella mematikan mesin motor


"Tidak gue benar yakin disini, aduh mana ya"


Sampai saat kulihat Jesselyn melintas di depanku menggunakan mobil dengan kaca terbuka.


"Ikuti mobil itu bel"


"Ha mobil?" Bella


"Iya buruan jangan sampai hilang"


Mobil itu parkir disebuah lapangan kecil yang di kelilingi pohon besar dan tanaman tinggi. Benar saja ku lihat Max berdiri di tengah lapangan sambil membawa tongkat baseball.


"Ayo maju semua gua tidak takut!" Teriak Max


"Max Julio, Argala akan hancur ditangan gua"


Aku dan Bella mengintip dari semak semak mengamati apa yang terjadi.


"Bel pinjam hapemu?" Bisik


"Ini nih, untuk apa"


CEKREK


CEKREK


Zoom In


Aku memfoto keberadaan Jesselyn ditempat itu,


"Aduh Lexa, lebih baik kita pergi sekarang, kalau ketauan nyawa kita terancam" bisik Bella


"Benar ayo pergi"


.


.


.


Apa yang dilakukan Jesselyn di tempat itu?


Hayo tebak Bella & Alexa merencanakan apa itu?

__ADS_1


Next episode


__ADS_2