TERIKAT PERJANJIAN BADBOY TAMPAN

TERIKAT PERJANJIAN BADBOY TAMPAN
Bab 43 GIFT


__ADS_3

"terimakasih untuk seseorang yang gua sayang, tanpanya cafe ini tidak ada bedanya," melirikku dengan senyum yang menawan


Karena salah tingkah aku berdiri dan segera berjalan menuju arah sebuah minuman yang ternyata sebuah cola, tanpa sadar aku meminum banyak soda hingga aku merasa mual.


"Uhuk uhuk" setelah aku meminum banyak soda, perutku mulai terasa kram dan mual.


"Aduh gue minum sembarangan lagi mana lagi diet," pikirku


Aku segera berlari menuju toilet dan memuntahkan semua soda yang tadi ku minum.


"Benar semua ini karena mereka berdua, sampai kapan sih hidup di antara mereka, sial" sambil membersihkan tangan dan bercermin


Max selalu mengajakku kemanapun dia pergi, tanpa tau mau dibawa kemana. Sekarang malah membawaku ke pembukaan cafe milik Al, mana yang lain pake dress, lah aku cuma setelan kaosan dan Levis sobek.


"Tidak Lexa!! You are a bad As" meyakinkan diri.


Aku merapikan riasan dan menambahkan Lipthit yang selalu ku bawa kemanapun, merias wajah dan membuka ikatan rambutku yang hitam lebat dan panjang.


Bersiap kembali ke mereka berdua, pria aneh yang selalu membuatku dalam masalah.


Aku berjalan, so kenal pada semua orang yang melihatku tentu saja. Pasti karena pakaian ku yang salah tempat.


Bibirku selalu tersenyum pura-pura, seolah semua baik saja. Hingga tiba di tempat dudukku, mereka tengah asik mengobrol bersama.


"Hai sudah lama nunggu.." Sautku pada kedua pria itu


Ale meninggikan kedua alisnya terpukau melihatku yang lebih anggun dengan menguraikan rambut panjangku,


"This my girlfriend" Max takjub sambil mengusap dagunya.


Lalu aku terduduk, "selamat ya Al atas usahanya semoga makin berkah" Sautku tersenyum


Hingga seorang pelayan datang membawa sebuah makanan yang hendak aku cicipi, steak dengan sause barbeque, tanpa sengaja menjatuhkan mangkuk itu tepat di dadaku.


"Awhhh" seketika aku langsung berdiri


"Maafkan saya maafkan saya" pelayan itu beberapa kali meminta maaf sambil sujud tertunduk.


Max dan Alepun segera beranjak dari tempat duduk, benda memberi perhitungan pada pelayan itu, sungguh kejadian Jason kemarin tidak pernah ingin ku ulang terlebih pada seorang pelayan yang bekerja di cafe ini. Karena kemungkinan besar dia bukan orang berada seperti aku.


"Ehh ga usah.. gak apa-apa ko tumpah sedikitkan" tersenyum lebar, padahal dadaku sudah panas terasa terbakar.


"Lebih baik kamu pergi buatku yang baru ya" sautku,


"Ba-baik akan segera ku buatkan yang baru, sekali mohon maaf saya tidak sengaja" berlalu pergi dengan terburu-buru


"Nih pake punya gua saja" saut Max


"Nih pake punya gua saja" Ale


Kedua kakak beradik itu memberikan bajunya padaku, Ale memberikan kemejanya dan Max memberikan jaketnya.


"Gua dulu yang kasih" seru Max

__ADS_1


"Apa sih lebih baik pake kemeja Lex, biar ke tutup tuh kotornya" saut Ale


"Ah sudah-sudah gue pake dua-duanya sini" membawa kemeja dan jaket dari kedua pria itu.


Lalu bergegas ke kamar ganti, ketika hendak bercermin, aku melihat diriku seperti anak geng motor asli.


Rambut panjang terurai, Levis sobek, kemeja putih dan menggunakan jaket kulit hitam milik Max. Lalu aku membuka permen lolipop yang tadi di beri Max.


"Wih mantap ini baru keren"


Lalu aku segera berjalan menghampiri mereka berdua. Mereka melihatku tanpa kedip.


"Gimana keren gak?" Sambil memutar badanku.


Ale menutup mulutnya menahan tawa, sementara Max frontal langsung to the point mengomentari penampilan ku.


"Itu baju model apa hahaha? Geng motor zaman dulu tuh hahaha" saut Max


"Lexa, kamu itu pantesnya pake rok feminim pasti cantik kaya gini, kamu kaya apa ya?" Saut Ale


"Kayak kelelep lautan, bajunya sama jaketnya kegedean hahaha" saut Max tertawa


"Ih Max nyebelin!! Salah siapa ngajak kesini ga bilang gue, harus nya kasih tau dong mau ke acara pembukaan cafe kan enak, tau nya ikut ikut aja!" Menjewer terlinga Max sampai Max merintih kesakitan


"Ahhhhh sakit ampun Maaak" Max


Tiba pelayan itu datang membawa sebuah steak yang tadi tumpah, lalu aku terdiam dan kembali duduk so anggun.


Dengan santai aku mencicipi makanan tersebut, rasanya bener enak dan lumer di mulut.


^^^'wah mantap sih ini, sepertinya baru kali ini aku makan steak, emang orang kaya selera beda ya dirumah aku cuman makan asin juga syukur hihi' ^^^


"Emm guys sorry nih, gua ada urusan sebentar.. nanti gua kembali lagi" Max pergi meninggalkan aku dan Ale berdua semeja makan.


"Eh Max tunggu,,," aku hendak mengejar Max, tapi tidak enak dengan Ale yang masih duduk di depanku.


^^^'dasar Max memang keterluan, datang ga di minta pulang juga nyelonong gitu' ^^^


"Ehehe Ale cobain deh masakannya enak" sautku pada Ale


"Gua udah tau" jawab Ale


Benar Ale kan pemilik restaurant ini, gimana sih jelas lah dia orang nomer satu yang tau kan. Aneh


Aku merasa gugup dan kaku berhadapan dengan Ale, meski begitu dia juga pacar pura-puraku di kampus.


"Ehehe oh iya Al, Lo ga masuk kampus kenapa? Sibuk opening ya" mencoba mencairkan suasana


"Bukan urusan Lo" jawab Ale


"Huh tentu saja dari dulu sikapnya kaya utub Utara" seru ku


"Lo bilang apa?" Jawabnya

__ADS_1


"Ah engga makasunya AC nya dingin ya, sepertinya bakal masuk kelas bintang lima nih caffe" sambil minum jus supaya tidak gugup


"Semuanya ini buat Lo?" Saut Ale datar


Aku terkejut ucapan itu, apa Ale akan menyatakan cintanya secara langsung padaku secara resmi dihadapan orang-orang ini.


^^^'tidak mungkin, aku pasti sedang mimpi melayang dilangit yang tinggi' ^^^


"Hahahaha ngawur, jelas ini bukan fashion gue lah, terlalu mewah dan mencolok sepertinya lebih baik gue buat gerobak nasi goreng, eh ups!" Aku malah keceplosan


Apakah Ale tau bahwa aku bukan orang berada, melirik sekitar orang ini kelas tinggi. Tidak mungkin mau bergaul jika mereka tau.


"Lo pikir gua ngada-ngada" jawab Ale sambil memegang gelas denga sangat erat


Aku merasa ketakutan dan kakiku mati rasa, aku menelan ludah berat dengan apa yang akan terjadi hari ini.


Jika Ale akan mengumumkan cintanya padaku itu tidak berarti apa-apa karen suatu saat pacaran itu akan putus, tapi jika diketahui semua orang akan berat apa lagi jika lamaran.


Tiba seorang yang aku kenal datang entah dari mana. Dia duduk di depanku dan seorang pria kenalannya di sampingku. Pria ini memakai jas dan dasi serba rapih


"Apa kabar Alexa, lama tak jumpa?" Saut tuan Regas


^^^'apa!! Tuan Regas disini,, Calon mertua .. ah tidak!! Jadi Ale apa Max, ini siapa saksi kah?' pikirku kebingungan^^^


"Baik tuan, selamat sore hehe" gugup kaku


^^^'eh ko sore sih, jadi ini acara pembukaan cafe resmi ya, atau Ale mau ngenalin gue sebagai pacarnya, ah tidak! Tuan Regas tau kan aku milik Max' ^^^


"Baik Lexa kamu siap" tanya tuan Regas


Aku kebingungan menjawab pertanyaan tuan Regas, siap untuk apa? Jadi mantu kah..


"Dia belum tau.." seru Ale


"Cafe ini akan di jatukan sepenuhnya milik kamu Lexa .. " tuan Regas dengan penuh senyum


.


.


.


.


Hadiah pertama dari Tuan Regas ternyata sebuah Cafe bintang lima ternama.


Pantas saja Max dan Ale tidak membicarakan hal ini padaku sedari awal.


^^^'Tunggu tidak ini terlalu mahal!!'^^^


Bagaimana perasaan Lexa?


Bersambung 🌹

__ADS_1


__ADS_2