TERIKAT PERJANJIAN BADBOY TAMPAN

TERIKAT PERJANJIAN BADBOY TAMPAN
Bab 18 Kenyataan


__ADS_3

Malam harinya kami memutuskan untuk pergi ke markas Argala, tentu saja aku mengetahuinya lepas lalu berkunjung setelah pesta Jesselyn.


"Lexa Lo yakin?" Saut Bella


"Tentu saja, tapi Bell Lo ikut juga hehe" pintaku


"Kalau gue sih gass aja, terlebih kenal sama geng motor keren gak sih anak gaul hahaha" Bella


"Lo gak takut sama geng motor" tanyaku


"Takut sih, tapi kan ada Lo.. kalau sendiri mana berani gue" Bella


"Oke kalau gitu berangkat"


Kita mengendarai sepeda motor milik pak satpam, meski motor itu sudah tua tapi hanya itu yang ada. Bayangkan saja menaiki motor bektu tua dan helm kodok berdua bersama Bella, jika ada mata-mata disekitar kamipun mereka tidak akan menyadari karena aku dan Bella bukan ancaman terlebih pergi dengan menggunakan motor butut.


Sampai di markas Argala tampak suasana tertutup dan sepi. Sesekali ku saut tidak ada jawaban.


"Lexa Lo yakin ini tempatnya?" Bella memperhatikan sekeliling


Tempatnya sepi meski banyak ruko di sampingnya, ku lihat waktu masih menunjukan pukul 7 malam, tapi aneh tempat ini bahkan seperti tidak berpenghuni.


"Apa jangan-jangan mereka sudah pindah?" Pikirku


"Waduh pindah kemana? Mana jauh-jauh datang kesini?" Bella


Mereka pergi kemana, apa pindah basecamp. Masih melihat kedalam sebuah ruko tempat basecamp Argala.


"Lexa Lo mending telepon aja deh?" Bella


"Lo benar, bentar ya" membuka ponsel dan menelpon Max,


Namun beberapa kali ku telepon tidak ada jawaban,


"Aduh tidak di angkat, apa kita ke markas Blacktunder saja" pikirku


"Aduh jangan namanya cari mati dong?" Bella


Tiba-tiba ponsel terhubung dengan Max, ku lihat sebuah lokasi dimana ponsel max berada.


"Bell lihat ini lacak location kan?" Menunjukan pada Bella


"Ih iya bener, loh ponselmu ternyata terhubung?" Bella


Terpikir saat Max meminjam ponselku antara pertemuan pertama denganku atau kado kotak hitam.


"Kita ikuti saja ponselnya yuk"


"Tapi lumayan setengah jam perjalanan loh Lexa dari sini" Bella


"Iya sih kadang google maps tidak tepat ya, tapi.. gue khawatir bell, jika kita pulang bukan kepastian yang ku dapat hanya bayangan hmmm"


Lalu Bella menaiki motornya kembali,


"Yaudah ayo gass" menyalakan motor bututnya


"Beneran nih Yeay Bella the best" menyemangati Bella


"Tapi sebelum itu, kita harus isi bensin dulu kayaknya gak cukup deh" Bella


"Oke deh gasss"


Akhirnya kami mengikuti petunjuk sesuai arahan lokasi, namun meski sudah berkeliling beberapa kali tetap saja berhenti di sebuah perumahan sampai motor yang kami kendarai mogok di seperempat jalan.


"Uhuk uhuk"


Motor bektu tua mengeluarkan asap dari knalpot usang.


"Aduh mogok lagi, mau tidak mau harus dorong" mendorong motor mogok


"Lexa apa mungkin perumahan yang tadi ya, kita tanya orang saja" tanya Bella


"Mana mungkin ada yang tau bell, masa kita tanya dimana basecamp Geng motor Argala sama warga sekitar kan aneh?" Pikirku


"Iya sih aneh, selain Max kamu kenal siapa lagi disana? Pasti ada dong temannya atau siapa gitu" Bella


"Tunggu sebentar" terhenti

__ADS_1


"gue kenal seseorang pembantu setia Max, yaitu bibi" pikirku


"Bagus ayo kita tanya saja namanya bibi siapa?" Bella


"Namanya aku gak tau"


GUBRAK


Teringat ku bibi yang selalu membantu Max, pasti dia ikut juga bersama Max dan para Anggota geng motor Argala. Aku bertanya pada seorang penjaga perumahan yang sedang bertugas malam itu. Sambil terengah-engah karena mendorong motor mogok.


"Hah cape, permisi pak saya mau tanya apa bapak kenal ada seorang bibi paruh baya yang tinggal disini?" Tanyaku


"Bibi, namanya siapa nak" jawab satpam


"Aduh lupa namanya, pokonya seorang bibi emmm yang sering bawa kucing"


"Cari bibi atau cari kucing nak" satpam


"Lexa yang bener loh ko jadi kucing sih" bisik Bella


Berusaha meyakinkan Bella,


^^^ 'semoga saja benar mereka ada disini'^^^


"Maafkan temanku ya pak, maklum lagi galau habis putus cinta hehe," Bella malu


"Ayo pergi Lexa" berbisik menuntunku pergi


"Aduh bel kita mau kemana?" Berharap pak satpam itu kenal


"Tunggu anak-anak seorang bibi membawa kucing sepertinya bapak kenal" pikir satpam


"Serius pak dia ada di perumahan ini kan"


"Sepertinya, biasanya dia keluar di pagi hari untuk ke pasar tapi kucingnya selalu keluar dari rumah dan ikut bersamanya," satpam


"Benarkan pa? Kucingnya berbulu putih halus dan ada corak hitam di bagian hidungnya" tanyaku


"Benar sepertinya" satpam


"Yes huhu misi sukses bell" memeluk Bella


"Yap horeee"


Sungguh perjalanan yang melelahkan, jauh dari basecamp pertama, tersesat oleh google, memutari lokasi yang sama sampai motor bektu juga ikut mogok. Rasanya terbayarkan.


"Motor nya gak papa disimpan sini saja nak" satpam


Kami berjalan menuju basecamp baru Argala, ditemani oleh pak satpam yang menunjuk arah. Hingga sampai disebuah rumah yang di kelilingi pohon tinggi dan seram.


"Ini rumahnya silahkan tanya saja, saya pamit dulu ya anak-anak" satpam


"Eh eh.." Bella ketakutan mendekatiku


Aku memperhatikan rumah seram tak terurus di depan kami. Disekelilingnya bahkan banyak rumput liar dan daun kering berhamburan. Melangkah berjalan menuju pintu rumah itu


"Lexa Lo yakin disini, ini serem banget woy" Bella berbisik menggandeng tanganku ketakutan


"gue juga begitu bel, tapi kita harus memastikan dulu,"


Ku lihat dari dalam ruangan tampak lampu menyala tanda ada seseorang orang di rumah. Saat tiba di pintu depan rumah seram.


Tok


Tok


Tok


"Siapa?" Terdengar suara orang dari dalam rumah


"Paket" seru Bella gemetar


Seseorang keluar dari pintu rumah seram, kami bergetar hebat tak kuasa siapa yang membuka pintu.


Krrrrtttt


"Loh kucing datang?" Andre

__ADS_1


Ternyata benar ini adalah markas baru Argala Storta, Andre membuka pintu dan mempersilahkan masuk.


"..." menarik nafas dalam lega


"Hah kucing" Bella melihat ke arahku


Saat berada diruang tamu ku lihat hanya ada Andre dan dua teman lain tengah duduk bermain PS. Kulihat sekeliling rumah tampak rapih tidak seseram diluar.


"Lo tau dari mana tempat ini" tanya Andre


"gue hanya tau, Max ada dimana? gue harus bertemu dengannya"


"Lebih baik pulang saja, lalu dia siapa? Apa dia mata-mata Blacktunder" Andre melihat ke arah Bella yang sedari tadi diam di belakangku.


"gue ... Lo mau tau gue siapa? Emmm gue kucing dua , ya kucing dua benerkan Lexa" Bella menjawab meski ketakutan


"Uhmm hahaha kucing dua katanya" Andre


"...." Aku menahan tawa


"Apa apa yang lucu?" Bella


Bella tidak tau kau aku dipanggil kucing disini. Ku kira karena Max punya otak mesum menjadikanku peliharaanya. Tapi kenyataan dia memang suka kucing.


^^^'tunggu apa berarti dia menyukaiku?' Alexa^^^


"Ayo kalian berdua gua tunjukin, tapi kalau Max bangun dan marah gua angkat tangan ya" Andre mengajak kami berjumpa dengan Max


Disebuah kamar tampak Max tengah terbaring dengan banyak bekas luka dan lebam. Dia tertidur dengan mata terpejam dan Leta si kucing duduk di dadanya.


"Leta" sapaku


"Meong meong" Leta menghampiriku dan aku menggendongnya


"Tunggu Leta jadi sahabatmu itu kucing? Tapi Andre bilang kamu kucing" Bella


GUBRAK


"ehehe Bella ini kucing gue dan Max namanya Leta sesuai dengan nama sahabatku yang telah tiada tentu saja agar gue selalu ingat dengannya, lalu alasanku dipanggil kucing disini karena gue punya perjanjian dengan Badboy ini Max" pandanganku mengarah kepada Max


"Perjanjian apa? gue gak tau" Bella


"Long story bell" aku melangkah mendekati Max yang tengah tertidur di ranjang.


"Sini aku gendong kucingnya Lexa, uuu lucunya" Bella


...----------------...


"Astaga!! Max kenapa" teriak Bella melihat Max yang terluka parah sambil menutup sebagian wajahnya, hingga tak sadar Max perlahan membuka matanya terbangun.


^^^'Max ada apa denganmu?' Alexa^^^


Mata max terbuka, aku sayup menahan air mata yang hampir jatuh karena sangat khawatir.


Lalu Max memegang tanganku pelan seketika menariknya dengan kencang lalu memeluk erat badanku.


Dugh! Kepalaku tepat di dada Max yang Masih terbaring lemas.


"Lexa gua rindu" Sautku max sambil mencium lembut rambutku.


DEG


DEG


DEG


hatiku berdegup tak beraturan, aku juga merindukanmu sungguh, tapi kenapa kejadian yang tak ingin ku lihat malah rumit saat bersamamu, ku pikir saat kita terlepas akan membaik tapi kenapa malah semakin rumit?


.


.


.


.


Apa yang Blacktunder lakukan padamu Max?

__ADS_1


Next episode


__ADS_2