TERIKAT PERJANJIAN BADBOY TAMPAN

TERIKAT PERJANJIAN BADBOY TAMPAN
Bab 64 Salah Outfit


__ADS_3

Tersadar dalam pikiran kalut, aku memutuskan segera pergi dari kamar asrama itu, aku melirik Bella yang masih tertidur karena mungkin kemarin lelah.


Aku menulis sepucuk surat di samping tempat tidur Bella,


^^^'gue duluan, ada hal yang harus gue tanyakan.. Lo tenang saja gue pergi sama Max gak perlu khawatir' ^^^


Aku merasa semakin jauh Bellapun ikut terlibat beberapa masalah dalam hidup. Meski aku tahu sekarang Bella adalah sosok Aleta yang kehilangan ingatannya.


Aku masih belum yakin kenapa mengganti namanya menjadi Bella?


Berlalu pergi, di bawah Max tengah menungguku.


Aku memandangi Max, apa yang dia bicarakan sekarang aku siap.


Max menghela nafas, "ayo pergi, pakai helmnya baru gua belikan khusus untuk istri gua" saut Max


"Hah ini helm lucu banget, ada kuping nya hihi bulu-bulu lembut gitu" Sautku


Helm hitam itu memiliki sepasang kuping yang menonjol di sisi helm.


"Loh ko punya mu gak ada? Gue doang?" Sautku sambil memakai helm dan naik ke motor besar milik Max.


"Lexa sayang kalau gua pake helm itu bukan terlihat sangar, malah terlihat bucin nanti" saut Max melihatku yang menggemaskan


"Lo cocok pake itu lucu, seperti Alexa si kucing peliharaan gua hihi" Max melanjutkan celotehnya


"Hih dasar Max menyebalkan, kan gue manusia bukan kucing" jawabku dengan mulut manyun


"Sudah ayo pegang, gak munafik kok, Lo memang cantik" Max tersenyum


"Emh.. makasih" saut ku datar


Brmmm, Max melajukan motornya


"Aww, pelan-pelan dong, bawa kucing nih nanti terbang, ble" Sautku


"Haha sekarang sadar ya jadi kucing" saut Max


"Emm iya sih badan gue mungil, terus lucu, cantik juga kaya yang Lo bilang kan heh" Sautku


"Iya iya gak salah bener ko, emang cewek gak pernah salah" timpal Max


"Betul terserah gue ya, eh kita mau kemana ni, ngajak jalan pagi-pagi begini orang ngajak tu olahraga ya kan so sweet.." Sautku


"Rahas-ia" bisik Max


Max melajukan motor besar itu dengan kencang, hingga terhempas rokku tertiup angin, terlebih menggunakan street pendek aku berusaha menutupinya dengan sebelah tanganku. Meski terhitung pagi tetap saja malu.


^^^'kesal, mana pake rok lagi gini nih cewek salah outfit' ^^^


Hingga tiba di sebuah pedagang bubur yang ramai di geremuni pembeli.


"Nah ayo kita makan," saut Max sambil membuka helmnya


Akupun beranjak turun, tukang bubur itu terlihat kenal dengan Max, dia menyapanya bahkan tak segan memberinya tempat duduk bahkan dalam keadaan repot.


"Eh Jang makan bubur" saut pedagang itu dibantu denga seroang istri yang setia menemani jualan


"Iya nih, biasa ajak calon istri.. pesan disini 2 ya pak" timpal Max

__ADS_1


"Siap Raden, di tunggu gak apa-apa ya, bo'e udah siapin meja di belakang" timpal istri tukang bubur itu.


Kamipun berjalan melewati kerumunan orang yang sedang mengantri membeli bubur, tempatnya sangat kumuh bahkan berada di kolong jembatan. Meski bersih hanya saja Max berbeda dengan Ale.


^^^'sudah salah outfit, di ajak makan disini. Baru tau ada tukang bubur di bawah sini' pikirku. ^^^


Aku tidak sedih malah aku merasa pulang ke rumah yang seharusnya aku berada. Hanya saja aku tidak percaya diri dengan pakaianku sekarang.


^^^'yang benar saja waktu di ajak cafe aku malah kaosan pake Levis pula terus kecipratan saus, nah sekarang udah cantik pake rok feminim pake bando di ajak kesini, mana pada liatin lagi. Emang cowo berbeda kepribadian ' pikirku.^^^


Max menuangkan air teh hangat yang gratis di tempat itu.


"Minumlah dulu gratis ko" timpal Max


"Makasih" Sautku pelan


"Lexa Lo lihat sepasang keluarga saling membantu saat berjualan meskipun susah sekalipun" timpal Max melirik pada tukang bubur dan istrinya


"Iya sayangnya gue gak seberuntung itu, eh tumben Lo ngajak kesini katanya ada yang mau kamu bilang" tanyaku


"Oh iya, gua cuma khawatir Lo kefikiran, kemarin gua ketemu Vander dia adalah teman satu tongkrongan dulu waktu ada Bara" saut Max


"Maksud mu Vander sekutu kita gitu?" Jawabku


"Hemm bisa, kepulangan dia mengaitkan sesuatu yang besar, gua rasa di siap untuk bersaksi" saut Max


'bersaksi? Jadi apakah Vander saksi meninggalnya Bara'


"Kenapa dia kembali? Ah sorry maksud gue,, kita udah ribet cari tau siapa yang menyebabkan Bara meninggalkan, tau gitu cari Vander saja bener gak sih?" Jawabku asal


"Lo keberatan?" Max menatapku tajam seolah tau aku menyembunyikan sesuatu


"Sebenarnya bukan itu yang mau gua omongin Lexa?" Saut Max


^^^'apa nih? Jangan-jangan pagi ini dia mau introgasi gue bahwa sebenarnya, gue orang yang tau siapa dalang dibalik semua ini, gue harus apa?' ^^^


"Pacar gua harus aman, gua minta Lo keluar dari asrama" timpal Max dengan pelan


"Tunggu apa? Keluar asrama?" Jawabku terkejut


Max segera menutup mulutku dengan satu jarinya, tiba ibu pedagang bubur datang membawa pesanan.


Seketika Max berubah menjadi menyentuh lembut pipiku.


"Pacar gua cantik" tersenyum


"Adeuh si Raden meuni so sweet, silahkan buburnya sudah siap, monggo di nikmati" saut Ibu pedagang bubur


"Baik terimakasih" Max tersenyum penuh


Aku hanya memandangi Max dengan aneh, perasaanku bergetar saat jari jemari itu tepat menempel di bibirku, melihat senyum penuh Max di depanku dengan mata yang berseri, merasa kebahagiaan tercermin dari sini.


^^^'baru kali ini gue lihat senyum penuh dengan mata berseri seperti pagi ini, muncul pada diri Max' ^^^


Tiba Max berbalik memandang ke arahku dengan tatapannya yang tajam, aku pun langsung tertunduk kaku.


"Nih.. " Max menyodorkan suatu vidio yang berisi aku dan Bella selama di asrama, bahkan di kamar mandi pun ada.


Sontak aku terkejut, mataku melotot melihat apa yang ada di depanku, "ini ... apa..." suaraku gemetar aku takut jika vidio yang tak aku ketahui itu tersebar terlebih banyak sekali video aku bersama Bella yang hanya menggunakan tangtop.

__ADS_1


{Duo ketek}


"Sekarang gua minta, kamu dan Bella keluar ya dari sana, gua gak mau kalian jadi korban selanjutnya, Lexa gua gini sayang sama Lo dan gua terlanjur sayang, gua ngerasa harus jagain Lo, Lo paham kan maksud gua" timpal Max


Aku hanya menganggukkan kepala, perlahan bersuara, "Max.. apakah ini isi dari boneka kecil milik Bella, yang kamu injak saat itu" timpalku


Max menyilangkan tangannya dan mengangguk iya.


"Apakah itu bella?" Sautku bergetar jika memang dia, aku sangat kecewa dan tidak percaya.


"Bukan.. kamu tau seberapa jauh kamu dengan Bella" saut Max


"Gue hanya ngerasa, Bella adalah Aleta yang hilang ingatan" Sautku tertunduk


"Lo benar.. Bella adalah Aleta, tapi apakah akhir-akhir ini Lo ketemu orangtuanya" saut Max sambil mengaduk buburnya


"Emm enggak tapi Bella janji dia mau bawa aku ketemu orangtuanya, namun kiranya belum kesampaian, emang kenapa?" Sautku penasaran


"Baguslah jangan kamu ketemu dengan mereka, orangtua Bella sudah tiada, mereka hanya perantara, sebaiknya Lo secepatnya pergi dari sana" saut Max


"Tapi ... bagaimana bella dia sahabat gue" Sautku tak tahan hingga tak terasa air mata jatuh


"Gua paham" Max memegang tanganku dengan pelukan hangat.


"Ajaklah Bella pindah bersama, dengan satu syarat" saut Max


"Syarat? Apa" jawabku penasaran


"Jangan ambil apapun barang milik Bella, sejauh ini Ale akan membantu kamu," saut Max


"Ale? Lo ketemu Ale? Gimana dia kabarnya" sautku dengan mata berkaca-kaca dengan suara yang cepat


"Emh gua gak bisa jelasin, nanti juga Lo bertemu dengannya di kampus" Max tersenyum


^^^'terdiam' ^^^


"Sudah sekarang cantiknya gua, istri gua, sekarang adalah waktu yang sangat berharga buat gua, apapun yang terjadi gua akan lindungi Lo dan orang-orang di sekitar Lo" jawab Max


"Percaya sama gua, gua janji" Max


.


.


.


.


.


Bersambung 🌹


Part selanjutnya akan menguak kisah Ale kemana?


Ini adalah part Bella kenapa dia berubah nama menjadi Bella padahal sebenarnya dia adalah Aleta sosok sahabat ku sedari aku kecil tidak mungkin aku tidak mengenalinya.


Pantas saja Aleta merubah namanya, menjadi Bella. Jika tidak kenapa? Sejauh yang ku tau sejak Aleta hilang tak hentinya orangtuanya mencari, sejak saat itu aku tidak tau dimana mereka. Apakah orangtua Aleta yang sekarang bernama Bella bernasib sama dengan Max ataukah keluarganya masih mencari?


Siapa tau?

__ADS_1


{Part boneka kecil milik Bella done}


__ADS_2