TERIKAT PERJANJIAN BADBOY TAMPAN

TERIKAT PERJANJIAN BADBOY TAMPAN
Bab 62 Saksi 1 Vander?


__ADS_3

Suasana malam yang mencekam tiba turun hujan aku dan Bella berteduh di halte depan tiang merah, menunggu Max yang dalam perjalanan.


Terpikir dimana Ale kini berada, mungkin Max tau sesuatu mengapa dia bertindak malam ini. Ku lihat mobil itu tengah menepi dengan kecepatan tinggi hingga membasahi baju yang kami kenakan.


Max menurunkan kaca jendela mobilnya, seketika menatapku dengan perasaan penuh khawatir. Ku lihat bola mata sayu itu, saat ini aku sangat ingin memeluknya bercerita di pohon yang rindang mengatakan bahwa aku menemukan fakta tentang Kematian Bara.


^^^'haruskah aku bungkam?' ^^^


"Masuklah hujan disini kalian tidak kedinginan" timpal Max.


Aku malah terdiam, melamun kini dihadapanku adalah pria capuccino yang awalnya menganggapku sang kucing. Tersenyum malu.


"Wey Lexa melamun, ayo masuk" saut Bella


Tersadar dan segera mengikuti Bella menuju jok belakang,,


"Eittt tunggu kekasih gua harus di depan" saut Max melihatku dari arah belakang.


Menghela nafas berat lalu pindah ke jok depan dengan perasaan kesal, padahal saat itu cuaca sedang hujan. Menatap sinis pada Max, di dunia cinta biasanya pria datang membawa payung menyelimuti sang pujaan di derpa hujan turun. Romantisnya


^^^'cowok gak jelas, katanya pacar hih' ^^^


Lalu aku terduduk di depan bersama Max dengan perasaan cemberut.


Max tiba memberikan jaket kulitnya padaku, dengan begitu lembut menatapku.


Aku masih memandangi wajah tampan itu, tiba tangan Max bergerak mendekat ke arah pipiku, mendekatkan wajahnya ke arahku. Aku refleks menutup mata, kerinduan ini semakin menggebu dalam hatiku.


Deg


Deg


Ketika wajah tampan itu berusaha menciumku, terhenti dengan suara keras dari jok belakang.


"STOP !!, ehem gue disini hallo, jadi kambing mbe.. mbe... " Bella menggerutu


Seketika aku kaku, melirik ke arah Bella. Max malah menarik tanganku, hingga terdengar bisik 'Lexa gua rindu'


Refleks aku menyeka tangan Max, "kita ulangi nanti ada bocil disini" bisikku


"Aaa kalian ya, gue denger tau.. kapan si gue punya pacar biar bisa seromantis itu, Max cariin gue pacar dong" seru Bella


Max tersenyum kecil lalu mulai menancap gas secara perlahan, aku mengusap ngusap baju yang separuh basah, "bukannya Bella sama Andre ya kan sayang" godaku pada Bella

__ADS_1


"Lah emang Andre mau sama gue, eh maksudku gak ah gak mungkin gak jadi.." Bella ketus


Kulihat mata itu terfokus pada jalan, menggunakan kemeja hitam yang terbuka sedikit, lengannya di tarik ke atas,


^^^'dia terlalu keren kalau jadi ketua geng motor, pantas nya jadi ketua Mafia nih, eh apa sih aku, mafia aja gak tau haha' pikirku^^^


Aku perlihatkan celana jeans hitam dengan model skinny sobek. Menggunakan sepatu dan memakai kacamata hitam di kerah bajunya.


"Max Lo tau Ale dimana? Tadi gue dan Bella janjian ketemu Ale disini tapi dia gak ada, di telpon juga gak aktif" tanyaku


"Ale ada urusan mendesak, katanya dia harus menyelidiki satu kali lagi, tak usah Lo khawatirkan, dia memang punya sifat seperti itu, dia hanya menyuruh gua menjemput kalian disini" saut Max


"..." Terdiam


"Lexa gua harus ngomong serius sama Lo" seru Max


"Ngomong apa?" Tanyaku memperhatikan Max


Tiba Max rem mobilnya secara mendadak, "jaga hati Lo cuma untuk gua! Alexa" pinta Max


"Auch sakit kepala gue, lagian Max Lo kalau gak mau Lexa sama siapapun nikahin dia Lo cowo cover serem hatinya tempe, bisa juga cemburu haha" seru Bella


'Cling' seketika tatapan mata Max berubah tajam pada Bella. Bella melihat sekeliling ketakutan dia salah bicara pada seorang Max si ketua geng motor yang paling ditakuti ini.


Ku alihkan padangan pada Max yang terasa khawatir, "Max hari ini kamu mau kemana? Apa akan mencari Ale" tanyaku


"Tidak!" Timpal Max


"Jangan sebut nama Ale ketika kita sedang bersama"


Jleb


"Maaf jika membuatmu terluka, gue gak ada maksud emm an-u kalau gitu gue pulang saja" jelasku.


Pintu mobil itu masih tertahan terkunci meski beberapa kali kami coba keluar.


"Max gimana kita keluar ini mobilnya belum dibuka" tanyaku


Clek, bunyi pintu mobil


Kami segera turun, dengan perasaan tergesa-gesa.


"Tunggu!!" Seru Max

__ADS_1


Aku menoleh, "jangan keluar dari Asrama apapun yg terjadi, maaf gua terlalu over akhir ini Lexa, gua hanya gak mau Lo dimiliki pria lain" Max kaku menatap kosong pada depan kaca mobil.


Aku membalasnya tersenyum, "Max kamu tetap pria pertama gue dan terkahir buat gue"


"Yuk Bell!!" Saat ku akan mengajak Bella pergi yang aku kira Bella baru turun, ternyata dia hilang dari pandanganku.


Kulihat Bella ngibrit lari menjauh dari kami.


"BELLA!! ..." Seruku


"Lexa tunggu!" Saut Max


^^^'dia bilang tunggu kan, emang masih ada lagi? Haduh berapa kali sih aku harus bilang gue cinta sama Lo gue cinta banget sama Lo, kalau terus terang gue kan malu, masa cewek ngejar gak effort dong' pikirku ^^^


...Dasar Lexa nakal diakan yang minta jadi pacar dia sampe rela jadi kucing, Sekang cowoknya udah cinta. Dia malah seenaknya, Tidak tau terimakasih nih Lexa uwiw...


Menarik nafas berat "iya sayang kenapa?" Meninggikan alis penasaran


"Mungkin Lo harus tau, gua akan bertemu dengan teman masa lalu yang baru tiba disini, bernama Vander Lo juga pasti tau" seru Max


"Vander? Siapa Vander? Gak pernah dengar juga?" Jawabku


Max tertawa kecil, "ternyata kucingku banyak gak taunya, katanya mau jadi informan buat gua haha, Mungkin sebaiknya Lo tanya Reva diakan sahabatmu, kalau gitu selamat istirahat" Max berlalu dan pergi


"Vander? Max hey... Wey tunggu bokap gue gimana kabarnya Max..." Teriakku


"Huh giliran dia ngomong harus di dengerin, giliran gue pergi begitu saja, Vander? Siapa Vander,.. hubungannya sama Max apa? Tunggu-- oh iya Reva bilang sodara nya datang berkunjung kan? Apa mungkin dia bernama Vander" kesimpulan ku sambil melangkah perlahan pergi memikirkan nama asing itu.


Saat perjalanan tiba-tiba seseorang mengagetkanku di tengah lamunan.


.


.


.


.


DUAR


..


"Ehh kucing loncat meong" Alexa meloncat layaknya kucing

__ADS_1


Vander? Sodara Reva apa kaitannya sama Max hemm semakin kompleks


__ADS_2