
Kami di buat ketawa terbahak-bahak melihat tingkah pacarku yang salah membeli barang yang ku suruh.
"Bener kan, gua yang menang" saut Max
Aku ketawa sampai keluar air mata saking tidak kuatnya, Max malah pelongo seolah dirinya paling benar.
"Hey raja gengster so keren, pembalut woy ini apaan, popok sama kapas, Lo pikir Lexa melahirkan pake yang begituan, terus ini kapas buat apa? sumpal biar gak berdarah gitu? Hahaha kocak banget keliatan panic attack nya ya, agak singklek otaknya memang haha" Ale tertawa sambil membuka barang yang di bawa Max
"Bukan gitu loh, yang paling kocak ini sayap ayam hahaha, kering banget mana kecil lagi haha" Sautku
^^^'pikiranku terbang membayangkan jika Max yang memiliki sayap ayam, lucu sekali. Petok.. petok hahaha' ^^^
"Lah yang bener gimana?" Max
"Ini nih yang gua bawa, tuh lihat chorm night, ektra dry yang ada sayapnya, gua di omongin sama cewek tadi ngeliatin, sumpah malu banget" saut Ale dengan muka memerah menahan malu
"Ohh emang iya .. pantesan baru datang, pipi nya merah habis di godain cewek ternyata cieh hahaha" Sautku tertawa
Hari yang paling the best buat ku, Alexa berhasil mengerjai mereka, tapi tetap pemenangnya Ale. Dia membeli barang yang tepat sesuai dengan yang aku mau.
"Aduh gua salah dong, terus siapa nih pemenangnya," Max
"Em pemenangnya ialahh......" Jeng jeng jeng Sautku dengan wajah kegirangan
"Stop! Sudah lah gua tau, mending sayap ayamnya gua makan ya nih.. krauk krauk" Ale memakan ayam goreng kering
"Ihhh Ale kan belum tau siapa pemenangnya?" Sautku kesal
"Yaudah deh gua juga ikut makan" Max duduk di sofa bersama Ale
^^^'apa sih ni anak gaje banget, gue yang sakit.. tapi banyak makan mereka, bukannya di ratuin malah kaya patung di diemin ah bete'^^^
Aku memperhatikan mereka yang tengah memakan ayam tanpa menyisakan satupun untukku.
Mengulurkan lidah, melihat mereka makan sangat renyah. Perutku mulai lapar hanya melongo kenikmatan ayam paha ektra kering itu.
Sesekali tanganku membawa kepingan daging ayam, menahan air liur yang mau menetes. tapi kekuatan tangan mereka sangat cepat. Hingga tak terasa habis.
"Yah habis, beli dimana sih wenak gurih" saut Ale
"Pokonya jauh banget dari sini" Max
Mereka asik mengobrol satu sama lain, kayaknya tidak memperdulikan aku.
"Max ...." Sautku dengan penuh senyum, tapi Max tidak menghiraukan perkataanku
"Al...." Diapun sama saja
*
*
*
"Hey!!! Gue mau!!!!!!" Jawabku kesal membentak mereka
DEG
DEG
__ADS_1
Mereka menatapku dengan tajam, pria aneh ini seakan siap menelanku berdua.
^^^'apa yang aku pikirkan, Max dan Ale sedang bersamaku sekarang di ruang perawatan. Hanya kami bertiga, ah tidak otak nakal ini ... Tapi perutku lapar' ^^^
"Oh! Kesayangan gua mau, padahal habis ngerjain kita, ya kan..." Max membuka kakinya lebar menyilangkan tangannya, lalu menyandarkan punggungnya dengan tatapan tajamnya
"Ambil punya gua, kalau Lo berani!" Ale menjulurkan lidahnya lalu menutup matanya.
Hatiku semakin berdegup kencang, seperti aku merasa masuk ke kandang serigala, dimana aku adalah sang kancil. Siap di mangsa kapan saja.
^^^'tenang Lexa, mereka hanya anak-anak berbadan tinggi dan tampan, ah hidungnya mancung dengan bibir yang penuh minyak, aduh pikiranku kemana lagi, Lo kancil Lexa harus cerdik melawan serigala ini!' ^^^
Aku seketika berdiri, mengambil buku yang Ale baca, menggulung buku itu lalu mengetuk dengan sangat kuat pada kepala mereka.
Tak! Tak!
"Wehhh sadar anak-anak, disini gue yang berkuasa.. kalian berdua milik gue mulai sekarang" Alexa nyeringai menahan gemeteran
^^^'aduh mulut gue gak di saring lagi, pokonya harus bikin mereka bertekuk lutut dulu' ^^^
Lalu berjalan mondar-mandir seolah jadi pemimpin diantara hubungan kakak-beradik ini.
^^^'gue adalah ketua kelas, bukan ketua gengster dan bukan paling populer, waktunya jadi pemain yang sebenarnya' ^^^
^^^'gue ratunya' ^^^
...----------------...
"Max ... Lo pacar gue yang paling tampan, mendebarkan, tapi.. selalu membuatku dalam kesulitan karena itu kita akan membagi dua rencana" Sautku
"Dan Ale .. Lo paling genius dari pada kakak Lo ini, si paling cool dan keren sejagat raya, tapi Lo lemah..." Sautku menantang
Seketika Max melihat ke arah Ale, lalu Ale pun bersikap dingin dan suasana mulai berubah. Kami kembali ke tahap rencana, untuk menemukan sosok pembunuh Bara Blacktunder.
Prok!prok!
"Bagus kucingku mulai berani sekarang ya, jadi apa rencana sekarang?" saut Max memberi tepuk tangan denga wajah seringai
Sebelum aku mau bicara tiba Aleandro mengatakan hal yang mengejutkan,
"Gua mau ambil bagian disini, dengan menjadikan Lexa pacar sewaan gua" Aleandro dengan nada datar teguh pendirian
"Apa sewaan? Maksudnya!" Jawabku terkejut
Lalu Max memegang kerah baju Ale dengan tatapan penuh kesal dan menahan cemburu.
"Lo.. mau... pacar bekas gua!" Max
"Hey.. hey .. jangan bertengkar di sini malu loh sama suster" Panik karena takut terjadi adegan adu hantam antara kakak beradik ini.
Ale nyengir, "pacar bekas? Bukan kah awalnya kalian ada perjanjian, gua minta simple ko, gua juga bikin perjanjian dengan Lexa" Ale
......................
...*Terikat perjanjian badboy tampan* ...
"Ale Lo gak ngerti, sekarang aku dan Ma-x" Sautku
"Sudah satu maksudnya gitu? Haha terus Lo sebagai kakak, berjanji akan mengabulkan permintaan gua saat menjaganya kan" Ale tersenyum nyeringai
__ADS_1
Aku melihat Max dengan tatapan mulai marah seakan tinju itu siap melayang ke arah wajah tampan Max, dia mengepalkan tangannya.
^^^'ternyata Ale punya sikap licik, tapi benar dunia ini tidak ada yang gratis! pikirku' ^^^
"Sudah cukup!! Gue akan tetap sayang d-ia" menunjuk Max sambil memejamkan mata
Max tersenyum bahagia, "oke kalau seperti itu, gua akan bikin negosiasi adil buat adik kesayangan gua dan sang Puteri hati gua" Max yakin
"Negosiasi? Maksudnya... Tunggu Max jadi kamu setuju gue sama Ale, dia adikmu loh" jawabku gemeteran
"Gua tau Lo sayang sama dia Al, gua percaya, kita akan mengambil kesepakatan! saat di luar kampus biarkan Lexa jadi pacar gua" Max yakin
"Haha oke saat di kampus Lexa harus jadi pacar gua!" Ale dengan nada kuat
"Oke deal..." Max
"Deal" Ale penuh gairah api semangat
...----------------...
Kesepakatan negoisasi antara kedua kakak beradik ini terjadi di depan mataku. Sepertinya benar Max hanya menganggapku barang, yang siap jual jika ada yang suka.
^^^'aku benci ketika terlanjur jatuh cinta pada Max, pujaanku memintaku menjadi pacar untuk adiknnya, dia sudah gila' ^^^
"Tunggu! Maksud kamu apa? Mau jual gue pada Ale, wah bener kebangetan, gue menolak negosiasi ini! Gak mau titik" jawabku kesal
Lalu Max terbangun berdiri, merangkul tubuhku dari arah belakang dan berbisik ditelingaku dengan lembut, "Lexa kamu ada perjanjian pada gua untuk menuruti semua yang gua mau kan?"
Benar janji saat aku mengajak Max jalan ke acara Jesselyn.
^^^'seharusnya aku tidak mudah mengatakan kata janji' ^^^
Ale berdiri tepat di depan Alexa , kedua tangannya memegang tanganku. Dengan wajah senyum bahagia meski ku lihat palsu.
"Kalau begitu mulai sekarang, Lo pacar gua juga" Ale tersenyum
DEG
DEG
DEG
Aku tidak salah dengar apa yang mereka bilang, badanku kaku tidak bisa bergerak, di depan tanganku di pegang Ale, di belakang tubuhku dirangkul Max. Makin rumitnya hidupku.
^^^'harusnya aku tidak bermain dengan kata JANJI'^^^
^^^ ^^^
*
*
*
Apa yang terjadi selanjutnya, akankah Alexa menerima kenyataan itu?
Adik atau kakanya, atau bahkan keduanya kita lanjut episode berikutnya yang bikin kalian penasaran.
Next
__ADS_1