
"Max itu tidak seperti pikiranmu" jawabku
"Gua ngerti, biarkanlah malam sekarang Lo milik gua Lexa, selamanya akan tetap begitu" Max
*
*
*
Malam yang tidak pernah terlupakan, kecupan pertama ku bersama Max tepat di ulangtahun Argala Storta. Aku merangkul bahagia penuh haru bernyanyi bersama.
^^^'mereka bilang kampus seperti ini, tapi aku dapati dari aku bersama Max'^^^
"Max Lo bisa nyanyi, nyanyi juga dong kita semua mau denger, benarkan xaaa" Bella
Aku menatap Max, mengiyakan selama ini aku tidak pernah mendengar Max bernyanyi. Bahkan aku membayangkan suara besar dan serak itu seperti apa, mulai dari kunci F kah.
"Ayo Max coba lagu ini" Aku bernyanyi
🎼Aku mencintaimu lebih dari yang kau tau ..
Max tersenyum memandangi kami semua yang penuh antusias, sosok ketua geng Argala akan bernyanyi memeriahkan ulangtahun ini.
"Gua.... Gak bisa nyanyi " Max datar
"Halah boro gua tungguin" Andre
"Iya nih ah ga seru" Bella
"Sudah kalian saja gua dengerin ko" Max
^^^'Max jika kamu tidak bisa bernyanyi, akan ku buat lagu indah dengan suaraku, setiap harinya'^^^
Akhirnya aku dan Max menikmati musik dari Andre dan Bella, sesekali anggota lain ikut menyumbang lagu. Hingga tak terasa aku tertidur lelap
"Gue nyaman max, tetaplah seperti ini" tidur dipangkuan Max
"Always tidurlah kucing cantikku" Max
...----------------...
Di pagi harinya aku terbangun di sebuah kamar yang tidak aku kenali, membuka mata terkejut heboh, bajuku saat itupun berubah dari yang hanya menggunakan Levis kini terbalut piama.
"Bentar ko gue disini, bukan kah malam tadi gue di puncak sama anak-anak, ini dimana?" Melihat sekeliling kamar
"Apa gue di culik Blacktunder, tidak mungkin! Jelas semalam sama Argala" menghalu
Segera ku berlari, ke tepi jendela melihat keadaan sekitar, terlihat pemandangan indah di pagi hari sejuk dan masih ditutupi embun.
"Apa aku tengah di alam lain" berfikir
__ADS_1
Suasana sejuk, bahkan sangat dingin menusuk kulit, aku berusaha menutup kembali jendela besar itu. Lalu berjalan mengelilingi kamar, tak ada satupun foto di rumah ini. Lalu aku membuka pintu kamar berharap ada seseorang yang datang.
Krrrtt
Derap melangkah kaki dengan perlahan, dengan rasa ketakutan, suasana luar kamar tampak gelap tanpa penerangan "Deg! Uwaaaaaa setannnnn" jeblag menutup kembali
Tiba ku lihat seseorang berdiri menatap ke arahku, memakai baju hitam, seluruh wajahnya putih dengan rambut yang terurai. Dia berlari datang mengarah padaku. Aku refleks kembali ke kamar segera mengunci pintu.
Tok..tok!
"Pergi dari sini!" Teriakku
"Xaaaa ini gue, bellaa ... Lo sudah sadar, buka pintunya" Bella menyaut dari pintu
"Bella? Serius kalau begitu.. jawab pertanyaan gu-e" Sautku gemeteran
"Aduh jawab apaan sih, udah buka cepetan!" Bella
"Sahabat gue namanya siapa? Cepetan jawab" tanyaku
"Gue kan, atau gak si kucing Leta.. oh engga sahabatmu namanya Aleta.. bener kan udah buka pintunya" Bella
Jawabannya benar, berarti dia Bella aku membuka pintu
"Beellll-aa.... Aaaa setannnnnn" Sautku kaget
"Setan aaa setan, mana setan" Bella malah teriak berlari ikut masuk ke dalam kamar bersamaku
"Diam disana!" Bersembunyi di balik kasur, ku lirik dia kembali.
"Iya ini gue, dimana setannya" Bella sambil membawa gagang sapu
"Lo setannya" Sautku menatap Bella
Aku melihat Bella memakai piyama hitam, rambutnya teurai dan wajahnya ditutupi masker berwarna putih pekat. Hanya aku melihat matanya saja ditambah Bella sedang mengenggam sebuah sapu
"Bella Lo pake apa? Bikin gue takut pagi buta begini, gue kira setan atau gak penyihir huh sebal" Sautku
"Gue setan?? Hahahaha hey xaaa ... Lagi di alam mimpi ya, mana ada setan gak ada itu takhayul haha" Bella malah tertawa
"Ah sudahlah, ini dimana sih apa yang terjadi, ko gue lihat di luar banyak asap gue kira di alam lain" Sautku polos
"Alam lain, hhhhuuu hahhaha" Bella semakin tertawa sampai menahan sakit perut karena saking lucunya, lalu menutup pintu dan menyuruhku duduk di kasur itu.
"Alam lain hahaha"
"Hey Lexa si kucing Max, di luar itu namanya halimun, semacam embun gitu, kita kan lagi di pegunungan ya pasti pagi hari seperti itu tar juga hilang sendiri" saut Bella menjelaskan
"Ohh pantas dingin, terus kenapa Lo pake masker gitu nakutin tau ga, eh iya apa yang terjadi malam kemarin ko gue tiba-tiba disini, terus ini kita dimana?" pikiranku penuh dengan pertanyaan
Bella menjelaskan secara rinci bahwa kemarin Alexa terkena hipotermia, kedinginan dalam suhu ekstrim, sampai gak sadar diri. Max bergegas mencari bantuan turun ke bawah, syukurnya tertolong dengan cepat, Lexa sempat sadar diri dan muntah. Tepat di bajunya, bahkan Max juga kena cipratan muntahnya.
__ADS_1
"Apa serius, max kena?" Jawabku kaget
^^^'aduh bagaimana aku ketemu dia, malah bikin malu, muntah ih jijik banget aku'^^^
Kita sekarang berada di Vila milik keluarga Regastara, yang gak jauh dari puncak lalu bibi membersihkan dan mengganti baju Alexa, membiarkan Alexa beristirahat dengan tenang.
"Aduh gue malah ngerepotin, malu-maluin ya" Sautku
"Banget! ekstra banget, haha... Tapi baru kali ini gue lihat Max khawatir banget, tubuhnya diam kaku terus saja menatap mu saat pingsan, gue kira seorang ketua geng motor akan sigap gak takut apapun, eh dia malah diam membatu, lalu Andre menggendongmu ke mobil sampai sini" Bella
Pikiranku mulai berubah mengkhawatirkan Max, dia mengalami trauma yang besar apa lagi melihatku kemarin.
^^^'gue harus cari dia'^^^
"Sekarang dia dimana, gue harus ketemu Max" tanyaku penuh khawatir
Bella menahan tanganku dan menyuruhku untuk disini, "eit mau kemana udah diem, nanti Max kesini ko, lebih baik sekarang Lo istirahat disini, gue ambilin teh hangat di dapur bentar ya" Bella
"Eh bel tunggu, Lo yang dimuka pake apa si itu.. hapus gak! Serem tau" Sautku
"Oh ini masker dari bibi, katanya bagus bikin wajah kenceng, hehe ... Iya-iya gue sekalian hapus ke kamar mandi nih, Lo jangan kemana-mana sebelum gue balik lagi kesini ya" Bella melangkah pergi
"Bell tunggu!"
"Apa lagi sih ah, ni anak penakut banget, mau ikut juga? yaudah ayok buruan" Bella kesal
"Ehehe engga... kenapa pintu luar mati, ya tambah serem hehe"
"Ohh.. anggota lain lagi tidur di kursi bawah xaa, bahkan pada tidur di lantai, mereka suka tidur dalam keadaan lampu padam, lagian liat tuh mentari udah mulai muncul.. noh.." Bella menunjuk jendela kamar
"Oh iya thanks you my Bella" Sautku tersenyum manis depan Bella
'agar Bella tidak marah hihi'
Lalu Bella pergi ke dapur berjalan melewati tangga, aku mengikutinya sampai pintu kamar lalu berjalan ke arah depan, tampak dari atas ku lihat mereka semua tertidur di lantai, bahkan di sofa.
Tiba-tiba seseorang menyentuh pundak ku. Tangannya dingin terasa, bulu kudukku mulai merinding.
Gep!! Seseorang memelukku dari arah belakang, sosok besar tinggi dengan badan dingin, menyenderkan kepalanya di sisi kuping kiri ku.
Aku berusaha melirik perlahan sosok itu ..
.
.
.
.
"Maaaxxx!"
__ADS_1
Waduh ternyata sang pujaan hati
Next episode 🌹