TERIKAT PERJANJIAN BADBOY TAMPAN

TERIKAT PERJANJIAN BADBOY TAMPAN
Bab 16 PUTUS!!


__ADS_3

"kita PUTUS" sautku sepihak


Aku pergi meninggalkan Max, tiba hujan turun membasahi tubuhnya. sorot pandangan terlihat Max tak beranjak dari tortoar dia malah terduduk di tepi jalan bukannya berteduh.


"Lexa kamu yakin kuat?" Bella menepuk pundak ku yang sedari tadi ku lihat Max melalui jendela asrama.


"gue harus kuat kan Bella, kalau tidak dia semakin mengikatku" meski perasaan sedih ku lihat Max diluar kedinginan. Aku harus tetap menahan rasa kasihan ini.


Keegoisan ku sudah naik pitam, seolah bukan perasaan yang mengontrol diri. Tapi pikiran tak ingin lebih.


^^^'Max aku sudah cukup muak untuk memahamimu, pergilah mencari wanita pengganti yang lebih dariku'. Alexa^^^


Aku masih menatapnya layar jendela, Max berkukuh tidak beranjak pergi meski hujan besar disertai petir menggelegar.


"Nih Lo susul gih" Bella memberikan ku sebuah payung


"Apa sih engga!" Aku mengelak tak ingin beranjak


"Lexa gimana kalau Max nanti sakit" Bella


"Bukan urusan gue "


"Gini deh, kalau Max sakit bahkan sampai (....) Euh Lo ngerti kan terus nanti tersangka utama akan imbas ke kamu karena berada di sekitar asrama, terus keluarga Regastara marah lalu Lo di blacklist dari perusahaan manapun termasuk ASKA" Bella menakuti Lexa


"Ih bell Lo jangan gitu dong, tapi kenapa sih ga ada satu orangpun yang nyamperin dia, pak satpam atau penjaga asrama gitu?" Pikirku


"Ya jelas lah Alexa sosok Max orang yang paling ditakuti se asrama, bahkan sekampus, lebih lagi se kota mana ada yang mau nolong, hanya Lo harapan satu-satunya Max, Lo tinggal bilang ke penjaga asrama Max menunggumu diluar dia pasti ijinin ko yakin deh" Bella menjelaskan dengan panjang lebar, berusaha membujukku untuk membantu Max.


"Tapi Bella, bukan kah kalau gue datang kesana sebuah harapan untuknya?" Terheran


"Aduh Lexa kalau gitu suruh dia pergi dari sini, kelabui aja supaya dia pulang atau gimana ke" Bella


"Yaudah iya tapi tolong masakin mie ya nanti kalau aku balik udah siap mienya hehe"


GUBRAK


"Iya iya Lexa.. Lexa... sama makan langsung ngebet" Bella


......................


Aku pergi menghampiri Max dengan perasaan takut, tekadku sudah bulat untuk menjauh dengannya, dengan aku menghampiri Max bukannya itu gagal.


Meski aku sangat mencintai Max, bahkan saat pertama kali melihatnya. Entah mengapa hatiku selalu sakit ketika banyak sekali musuh dibelakangnya terlebih berkaitan denganku.


^^^'jika musuhmu balik menjadi musuhku apakah itu urusanku, mencintaimu sesulit ini, bukan terhalang jarak tapi terhalang kasta, Hidupku saja sudah sangat rumit bagaimana kehidupanmu Max?' Alexa^^^


Aku membuka payung dan berjalan menghampiri Max, tiba aku di depan Max yang tengah terduduk di sebuah tortoar dan masih menggunakan helm full face, matanya melirik ke arahku.


"Max.." Sautku


Seakan tak percaya belum sempat aku berkata Max memelukku dengan erat, payung yang ku gengam pun jatuh karena Max berdiri dan tingginya melebihi tinggiku. Perasaan yang dulu tetap sama aku ingat saat Max pertama kali memelukku.


Niat hati membuat Max pergi dan memberinya payung, malah kami yang tertimpa hujan.


"Lexa kamu baik-baik saja" Max menyentuh wajahku dengan kedua tangannya, mengkhawatirkan keadaanku yang beberapa hari ini hilang kabar.


Melepaskan pelukannya, "Max diluar ini dingin, lebih baik kamu pulang jika tidak! gue akan semakin membencimu" menatap Max dengan sinis


"Sana pulang!" Teriak perasaan marah, sedih menjadi satu tak terasa air mata jatuh meski tak terlihat di derpa hujan.


Akhirnya saat itu Max pergi melajukan motornya meninggalkan Alexa, aku melihatnya pergi meninggalkanku untuk kedua kalinya,

__ADS_1


^^^'Max, bisakah jika aku bilang kamu pergi kamu tetap disini, atau kah jika aku melangkah pergi kamu yang menahanku lari' Alexa^^^


Aku membawa payung kembali dan menangis pulang,


"Loh Lexa, ko basah kuyup, bukannya bawa payung.. Max sudah pergikan?" Bella mengecek jendela


"Sudah dia pergi," terduduk


"Noh...noh... Dia termenung lagi menatap jendela kosong, aduh Lexa.. sudah jangan dipikirkan gue sudah buatkan mie instan hangat, tadi mau makan katanya" Bella


"gue mau eskrim" jawabku datar


Dia pergi bukankah seharusnya aku senang, kenapa aku malah sedih.


"oke besok kita beli ya, Lexa Lo yakin gak mau ektra telur loh nih" Bella menggodaku


"Iya bella, kalau begitu gue ganti baju dulu jangan makan punyaku ya awass loh"


Di malam hujan besar bergemuruh, aku punya Bella yang menemaniku kita makan dan bercerita bersama, tak lama waktu telah menunjukan untuk tidur.


"Kita sambung ceritanya besok ya, good night Lexa" Bella


"Too Bella"


Sungguh malam ini aku merasa bersalah pada Max, karena saat aku sendiri dia yang paling membantuku.


'apa aku terlalu kejam' menatap atap dan terlelap tidur


...----------------...


Esok pagi ku lihat Max tidak ada di depan asrama, biasanya dia datang memberi tumpangan.


"Benar kami sudah selesai" pikirku


"Selamat pagi Ale" sapaku


Ale melirikku, "Alexa dari mana saja kamu!" Tegas dan tak peduli


"Kamu cari gue ya? Kemarin aku ada urusan jadi tidak masuk, bagaimana kelas aman" pikirku


"Sebaiknya kamu di dekatku mulai sekarang" Ale


DEG


DEG


^^^'Di dekatku? Apa maksud dari jawaban Aleandro?' Alexa^^^


Benar saja saat ku melangkahkan kaki di kelas mereka tengah membicarakan keburukanku, tertulis ALEXA FREAK! GADIS NAKAL!


Langkah kakiku terhenti di depan papan tulis, rasanya berat melangkah ke bangku belakang.


Plak!


Aleandro mengebrak buku yang dia pegang.


"Dengar semua mulai hari ini, jika ada yang macam-macam dengan Alexa berurusan dengan gua!" Aleandro


Tampak semua mahasiswa hening berhenti membicarakan ku.


Aku mengikuti langkah Ale dari belakang, masih tak percaya apa yang ku lihat barusan, Ale terlihat peduli denganku. Ah tidak itu hanya kasihan, pikirku.

__ADS_1


Bahkan teman-temanku hari ini tidak ada yang menyapaku, mereka seolah jijik melihat kehadiran Alexa di dalam kelas itu.


"Lexa jangan takut gua disini" Aleandro menatapku


DEG


tatapannya membuatku tersihir sosok yang di kenal pria dingin bahkan sedingin gunung Everest menatapku. Ku lihat bola mata besar dan bulu mata yang lentik di tambah alis tebal berada di depanku.


"Thanks Ale" tertunduk malu


Dosen datang dan mulai mengajar, bahkan dia yang menghapus tulisan "Alexa Freak" dipapan tulis.


......................


Kelas selesai aku pergi terburu keluar, tidak ingin mendengar gosip yang tidak benar adanya. Tentu saja hal ini pasti berkaitan dengan Max. Aku mencarinya dan tapi tak ku temukan.


Berjalan mengendap ke sebuah warung tongkrongan biasa Max berada, melihat situasi apakah Max ada disana.


"Dorrr" seseorang tiba mengejutkanku


"Eh Nona kesayangan tuan muda, mau apa? Cari panglima perang hahaha"


"Kasihan sekarang gak ada yang jaga" pria itu melangkah perlahan mendekat


"Kemana dia! Eh eh jangan dekat-dekat atau gue teriak!" Lexa waspada


"Dia tidak datang... Boleh juga kan gimana menurutmu" saut pria itu


Tangan pria itu hampir mengelus rambutku yang saat itu terurai, aku tertunduk diam ketakutan dengan beberapa pria di depanku dan gak aku kenal. Tepat pada waktunya Aleandro datang menahan tangan pria itu.


"Jangan.. ganggu dia!" Tegas Aleandro


"Ale ? Oh gitu jadi Lo berani sekarang ya" tembal pria itu


Tersenyum kecil "haha gimana, Lo mau gua laporkan supaya kalian semua keluar dari kampus ini, begitu" Aleandro


Seakan mereka takut mendengar ucapannya, dan perlahan mundur menunduk.


"Ada lagi yang menindas dia, takan biarkan dia hidup di kampus ini, kalian sudah dengarkan bagaimana berurusan dengan kami" Aleandro


"Lebih baik gua tindak di dalam atau diluar, oh atau mungkin keduanya" Aleandro meninggikan sebelah alis tebalnya.


Aleandro adalah sosok dingin tentu saja kedua Kakak beradik ini paling terkenal di kampus, siapa yang tidak mengenal mereka keluarga terpandang Regastara pemilik saham terbesar Alexandria Grade Campus.


Sedikit saja kamu berurusan dengan mereka Ale akan membuat kehidupanmu di kampus menjadi neraka, bahkan untuk lulus sekalipun dan Max aku menandaimu di jalanan. Bayangkan jika Kakak beradik ini bersatu.


Rumor itu telah ada dari dulu


"Jangan main-main dengan keluarga Regastara"


"Maaf maafkan saya, tolong maafkan gua Lexa" pria itu memohon sambil bersujud


"Sudah ayo pergi Lexa, ikut denganku" Aleandro menarik tanganku dan pergi bersamanya.


.


.


.


.

__ADS_1


Duh Alexa dan Aleandro nih mau dibawa kemana?


Max kemana?


__ADS_2