TERIKAT PERJANJIAN BADBOY TAMPAN

TERIKAT PERJANJIAN BADBOY TAMPAN
Bab 57 Viona Is Back


__ADS_3

"hih Geer siapa Lo? Ble" Bella gagal fokus melihat tertiba Andre datang tepat di belakangnya.


"Haduh ehem ehem cieh kasmaran nih, gak jadi pawang jomblo hehe" pekikku meledek Bella


"Apa sih gak ah, Lexa nih kompor Mulu dah" saut Bella malu


"Eh tapi, tadi Bima nelpon loh nanyain Lo, jadinya Bima atau Andre nih?" Tanyaku menggoda Bella yang sedari tadi tersenyum malu


Dengan wajah so polos nya, Bella berkata, "emm kalau gue sih bingung, terus kalau Lo gimana nih Max atau Ale" Pelan berbisik ke arahku.


Jleb


'mampus kena pinalti sama Bella'


Seketika pandanganku mengarah pada Max yang sedang menikmati Vapenya atau Ale yang sedang sibuk dengan game nya. Pikiranku melayang menelan ludah.


Bagaimana jika keduanya masih mau bersamaku, lalu aku malah jadi poliandri karena ayah mereka sama.


Bukan kah bagus yang satu ku suruh kerja cari uang, yang satu lagi ku suruh bersih-bersih rumah.


Hahaha 'pikiran kotor Alexa muncul seperti tisue'


Seketika pikiran malaikat putih Alexa muncul, itu sangat tidak mungkin seorang pangeran kegelapan seperti Max dan pria dingin se kutub dunia, menikah dengan ku bukan kebahagiaan yang aku dapat malah di ambang kehancuran.


'dorr'


"Lexa ...xaaa Lo kenapa? Lo baik-baik saja kan malah melamun" saut Bella sambil menjentikkan ibu jarinya


"Eh iya gimana Bella? Gue mikirin masa depan gue sama siapa? Eh lupa gak jadi deng, gue ke kamar ayah ya cek kondisi kakinya bye guys hehe" gugup


Saat aku berkata tentang masa depan tatapan Max dan Ale seolah tertuju padaku, atau aku yang hanya kegeeran.


***


Aku melihat ayah kelelahan sepanjang jalan karena mungkin malam itu Ayah memikirkan kondisi ku disini. Pasti ayah merasa tidak enak harus tinggal disini. Ayah tertidur dengan perasaan penat.


"Ayah semoga kaki Ayah cepat sembuh dan bisa beraktivitas seperti biasa, Lexa sayang ayah.. Lexa akan melakukan apapun demi ayah, percayalah pada Lexa ayah" sambil mengusap kaki ayah saat ayah tertidur.


Beberapa jam berlalu, aku telah janji untuk masuk kuliah siang hari ini.


Waktupun telah menunjukan pukul 9 pagi, jam kuliah siang dimulai jam 10. Tak berlangsung lama aku berpamitan pada Max dan bibi untuk segera pulang.


"Emm guys gue harus masuk kuliah nih, Bell Lo kuliah gak hari ini, ayok pulang kita pesan gojek aja" Sautku

__ADS_1


"Yey apa sih gue libur gak ada kelas sastra hari ini, dosennya ambil cuti ble" seru Bella


"Yasudah gue pulang duluan ya, nanti sore gue kesini lagi jenguk ayah, Max Lo jangan apa-apain ayah gue awas saja" pekikku


Saat aku melangkah keluar, tiba-tiba lengan panjang menggandeng badanku, "sekarang giliran gua, ayok kita pulang ke rumah" timpal Ale


"Loh sejak kapan Lo disini?" Terkejut sambil melihat ke arah Ale


"Gua kan pacar di kampus Lo, gua juga sekelas sama Lo, ya gua berhak dong dapat hak gua sekarang" timpal Ale


'huh Ale menyebalkan, kenapa gak Max yang rangkul aku, hmmm aku kangen bau badan capuccino itu'


"Ih geli tau jangan terlalu dekat kenapa, orang teman kampus kan gak ada disini, Max Lo ga cemburu" bertanya ke arah Max yang sedari tadi menghirup Vape sambil menikmatinya


Dengan datar sorot mata itu berkata, '"terserah Lo saja" Max


'hih menyebalkan'


"Yasudah kalau gitu, oke ale sayangku genggam tangan ku ini jangan sampai kamu lepas, biar semesta tau seberapa bucin Lo sama gue," timpalku manja, sementara hati bergejolak tak tentu arah


"Oke ratuku" Ale menggengam tanganku dengan erat.


Seketika kami mulai pergi dari markas Argala dan kembali ke asrama. Sungguh saat itu aku ingin Max menahanku.


Aku pergi menggunakan mobil milik Ale yang memang terparkir di markas Argala. Saat pindahan itu Ale bercerita bahwa dia bilang pada ayahnya untuk bantu teman bersama kakaknya. Namun, karena Ale masih dalam pengawasan Regastara, jadi tidak mungkin datang kerumah triplek menggunakan Mobil hitam pekat miliknya, terlebih Ale tau kalau Ibu tirinya adalah Ibu kandung Alexa, jadi dia dengan terpaksa mengajak Max ikut serta dengan menggunakan mobil merah milik Max.


"Gua emang dingin bisa sampai bikin orang kaku di hadapan gua saat itu juga" saut Ale dengan wajah dinginnya


"idih lebah Lo, gue biasa aja tuh ble, yuk buruan gue harus balik dulu asrama nih bawa buku, Lo juga balik dulu kan?" tanyaku


"tidak perlu semua perlengkapan gua sudah ada di belakang kursi tuh" timpal Ale dengan santainya


'hah ko bisa, kapan dia balik sebelum ganti mobil kan? benar pria di depanku memiliki otak genius, tidak salah dia pasti memikirkan hal ini dengan skala matematikanya'


"Lo pinter banget sih, cie udah tampan pinter lagi, kurangi sikap dinginnya tuh biar cewek pada mau" Sautku memelas salut, baru kali ini aku bersama pria yang sangat rapi dan struktural seperti Ale.


Ale hanya melirikku saja, tanpa membalas percakapannya ku, dia fokus mengendarai mobil hitam pekatnya menuju asrama. Sepanjang jalan, aku bersama Ale bukan aroma capuccino lagi dalam ruangan ini. Harumnya berbeda seperti tubuh Max, beberapa kali ku lihat beberapa pengharum ruangan season cooling, aroma Mint dan green tea segar. Seolah ketika kamu menghirupnya seakan dunia ini menjadi sejuk dan damai.


cerita!


"sudah sampai!" Timpal Ale


"wah... gak kerasa ini karena aroma mobil mu bikin segar ya, atau aroma tubuhmu" perlahan berbisik

__ADS_1


Ale terlihat memerah malu, "ahhh gue becanda, tak perlu kau pikirkan, gue masuk dulu ya sekalian mau mandi, oh iya Lo kalau mau duluan tidak apa-apa" pintaku


Ale hanya diam tidak berkata apapun, lalu aku pergi dengan segera menuju asrama untuk bergegas mandi.


'bagaimana kalau aroma green tea itu tercampur dengan capuccino, rasanya bakal menjadi sweet dan bikin nagih deh, aduh ngayal lagi kan gue'


Tak membutuhkan waktu lama bagiku untuk bersih dan ambil buku, sambil merias wajahku sedikit. kebanyakan Novel yang aku baca mereka akan lama berias di atas cermin tapi menurutku, cantik itu adalah aura positif yang keluar dari badanmu, aku memakai jaket dan Cepol rambut lalu menggandeng tas selempang ku.


terlihat mobil Ale masih berada di parkiran sekiranya dia menungguku. Aku mengetuk jendelanya,


"hai" melambaikan tangan


Ale tampak menahan tawa melihatku menggunakan setelan seperti musim hujan.


"Lo kenapa? ngetawain gue?" tanyaku


"cewek cewek, nih pake baju ini tadi gua beli di pinggir toko sana" timpal Ale menyerahkan baju padaku


"ko keburu beli baju sih, emang gue selama itu" tanyaku


saat ku lihat waktu ternyata jam menunjukan pukul sepuluh kurang lima menit, ternyata selama di kamar asrama aku menghabiskan waktu satu jam lebih.


'ternyata Novel itu benar, wanita memang paling payah soal stylis, padahal gue kira paling cepat tadi'


"sudah waktunya lima menit, ganti sana bajunya terus rambut jangan di Cepol gitu, bagus terurai saja, Jason kata Viona masuk hari ini" pinta Ale.


"APA! Viona masuk hari ini!"


.


.


.


.


.


bersambung 🌹


bagaimana mengatakan pada Viona kalau Alexa sudah tau dalang dari kematian Bara, tidak harusnya aku tidak fokus pada Viona.


kita harus ungkap sisi Jesselyn bersama. Karena jika benar Om Heno pelakunya, yang merupakan ayah sahabatku Bima itu tidak adil. Benarkah wanita berambut panjang yang berdiri meyaksikan kejadian itu Jesselyn?

__ADS_1


motifnya untuk apa??


silahkan berdiskusi, buat para pembaca yang tau parfume aroma Sweet harum capuccino dan greentea kasih tau Mimin🙏


__ADS_2