TERIKAT PERJANJIAN BADBOY TAMPAN

TERIKAT PERJANJIAN BADBOY TAMPAN
Bab 5 How Are You Ale?


__ADS_3

Apa yang kamu bilang?


Tidak salah Max punya kelainan kali ya, ko samakan aku dengan kucing jelas jelas aku manusia huh menyebalkan.


"Emm Max kenapa kamu gak bawa pulang saja kucingnya"


Lalu Max berdiri "itu tidak bisa"


"Loh kenapa? Tadi katanya suka sama kucing bawa pulang aja lagian kayaknya kucing ini ga ada majikannya"


"Lo tidak perlu tau alasannya,"


Max membalikan badannya dengan tatapan tajam ke arah ku, lalu sekejap aku terdiam melihat bola besar yang sinis.


Perlahan mendekati ku dan berkata


"kamu sudah jadi kucing buat gua" Max tersenyum manis


DEG


DEG


Ucapannya memang tidak bisa di tebak, terkadang tatapannya sinis lalu seketika lembut,


^^^'slow down hati jangan gugup menghadapi Max dia ini pacar kamu, aduh melting'^^^


Hatiku berdegup kencang ketika Max menatapku dengan tajam, "emang aneh ya, suka kucing bukannya harusnya lembut tapi sikapnya serem"


"Hey gua dengar itu" Max


"Ehehe maaf ... Maaf, oh iya hari ini kita mau kemana katanya mau date kan" senyum polos penasaran


"Kita pulang" Max


"Loh ... Loh katanya kita mau date?" Alexa


"Tadinya,, tapi gua ada urusan sama Argala" Max


"Ohh yasudah balik kanan gerak!!" Alexa


"Tunggu kamu mau kemana?" Max


"Katanya pulangkan, gue tinggal di Asrama kampus bukan di rumah, Asrama kan kelewatan tadi" Alexa menunjuk arah asrama


"oke mengerti kalau begitu selamat tinggal" Max pergi meninggalkan Lexa


"Huh cowok nyebelin dasar, kenapa sih gue harus berurusan sama dia, mana ada pria yang perhatian, tapi di pikir lagi Max jujur sih hehe, apaan sih ngaco aku Alexa Lexa ..." Alexa


Max pergi meninggalkan ku di taman yang sepi, rasanya tertindas oleh pria bernama Max Julio, "siapa sih dia? Seenaknya aja sama orang pengen tak pitek tuh kepalanya huh kalau misalkan gak punya rahasia mana mau aku" plin-plan


Dengan perasaan kesal aku meninggalkan taman dan pulang ke asrama, andai saja saat hari pertama aku tidak berbohong bahwa aku punya pacar tampan anak geng motor mungkin tidak akan terjadi seperti ini.


STOP


Alexa apa yang kamu lakukan sudah benar, coba bayangkan bagaimana jika kamu jujur tentang diri kamu seutuhnya. Mereka akan jijik dan tidak peduli denganmu.


Pikiranku mulai berkabung memikirkan jika aku tidak berbohong hari itu, mungkin aku sudah dibully dan di jauhi teman teman karena ini bukan kampus biasa tapi luar biasa rasanya masuk kedalam dimensi sekolah internasional. Harusnya aku masuk kampus biasa saja bukan kampus Internasional untuk kalangan millenial ini.


Terlanjur bohong


----------------


*Gadis misqueen Vs Ketua Geng Motor*


"Apaan sih aku jadi mikirin dia, itu ga penting! kalau dari awal bohong pacarku Taeyong BTS gak mungkin kan aku sampai seperti ini, ohh V makin gak akan percaya mereka dan aku yah menghalu terlalu tinggi, Max jahat banget" Merebahkan diri sambil memandang poster V di kamar asrama.


Ku ambil sebuah cermin kecil disisi soket, "Lihat aku Alexa kamu sudah melakukan hal yang baik, apapun itu keep fighting" menatap diri di layar kaca. Mulai lelah menghadapi semua ini, lalu memejamkan mataku dan terlelap tertidur. Terdengar suara ketukan pintu membangunkan ku.


Tok.. tok.. tok..!


Waktu menunjukan pukul 16.00 sore


"Aduh siapa lagi tumben ada yang ketuk jam segini"


Derap langkah kaki ku buka pintu dengan mata masih berkunang-kunang menahan kantuk


Krrt


"Iya siapa?" Alexa membuka pintu


"..." Max tiba ada di depanku

__ADS_1


Aku menggelengkan kepala seolah tak percaya,


"Wait,,, aku mimpi ya ko Lo bisa disini tunggu.." menatap kedalam matanya


"Eh hey" Max


Seakan tak percaya aku pergi mengambil kaca mata baca, memandang jelas Max di depan mata tengah berdiri sambil menjinjing sebuah tas


"Apa jangan-jangan setan lagi" Aku memutarinya derap kakinya menyentuh lantai "Tapi orang ko.."


Lalu mendekatkan kan mataku pada mata sinis nya dan tap menyentuh pipinya.


"...." Max memegang tanganku


DEG


"Oh my God gue kira kamu hantu loh" Alexa terkejut


Celingak celinguk


Aku menarik tangan Max masuk kedalam kamar asrama.


DEG


DEG


Ketika aku menarik tangannya tersadar saat Max berdiri tepat di depanku dengan sangat dekat, sampai aku bisa mendengar suara detak jantungnya.


Lalu Max menatapku dengan sangat lembut perlahan mendekat, 'Lexa sadar kamu di asrama putri' batinku


"....brak..." Aku yang malu mendorongnya hingga Max jatuh tersungkur dan melukai tangannya.


"Aduh maaf gue gak sengaja" merasa bersalah


Max berdiri diam dan memalingkan wajahnya.


"Nih.. " Max memberikan sesuatu di dalam kantong berukuran kecil itu


"Em ini apa?" Aku membukannya dan ternyata itu "kucing.."


"Sudah gua pergi, Lexa jaga kucing itu baik-baik"


Max pergi tanpa melirikku saat itu, aku yakin dia kesal.


----------------


"Apa yang terjadi padanya, apa dia malu? Bukannya ini kucing yang tadi ditaman ya, kenapa di kasih padaku"


"Tunggu sebentar kenapa Max juga bisa masuk ke Asrama Putri haaaa benar kurasa aku bermimpi lagi, tapi kucing ini?"


"Meong ... Meong ..."


"Haaaa lucu sekali kamu imut banget, lapar ya mari kita makan sama sama"


Malam tiba aku belajar untuk kuliah besok pagi, ditemani kucing yang sedari tadi tidur di pangkuanku.


"Emmm kucing ini ternyata manja ya, tapi hangat juga aku jadi ada temen" mengelus kucing.


"Tapi ngomong-ngomong aku lagi belajar begini, ko perasaan ku ada yang kurang apa ya?"


"Oh iya harusnya tadi aku ke UKS nengok Alendro"


"Aduh bagaimana ini"


Alexa lupa seharusnya setelah pelajaran selesai pergi ke UKS melihat keadaan Al yang tengah terkapar tempo hari, aku berjanji padanya akan kesana lagi, tapi karena Max si tukang nyebelin aku tidak bisa kesana. Bagaimana kabarmu Ale?


***


Kring... Kring.. kring


Terdengar bunyi telepon dari Bima


"Halo"


"Eh Lexa sorry ya hari ini gua gak telepon lagi sibuk urusan di pabrik" Bima


"Waah Lo jadi kerja disana"


"Iya mau bagaimana lagi, kasian keluarga gua Lo gimana baik aja kan di kampus" Bima


"Syukur deh gue juga bangga sama Lo,  baik sih hanya ada sedikit problem"

__ADS_1


"Problem apa? Jangan jangan Lo di intimidasi satu kampus ya" Bima


"Ngaco deh engga bukan itu, akhirnya gue punya pacar"


"Uhuk uhuk ha-ha-ha seriusan Lo, emang ada yang mau sama Lo jangan-jangan Lo bayar sewa hahaha" Bima


"Bima nyebelin, bukan sih dia tampan baik nolongin gue tapi anehnya tuh cowok minta gue jadi peliharaan dia seekor kucing lagi, aneh bim"


"Ha kucing? Cowok Lo homo Sapiens kali" Bima


"Mana ada zaman sekarang kayak gitu kan,  Dia anak geng motor Argala Bim keren kan gue"


"jangan jangan Lo di kutuk lagi sama siluman Kucing berkedok manusia, wajarlah garang beut" Bima


"Atau engga gue ketemu pangeran jadi jadian yang minta tumbal kucing deh"


"Ha-ha-ha ngawur emang ada pria modelan begitu di multi universe ini" Bima


"Apa sih itu kan film Marvel"


"Tapi pikir baiknya sekarang Lo ga jomblo kan, jadi gua ga perlu nelpon Lo lagi saat di kampus" Bima


"Entahlah sampai kapan gue begini, kalau secuil aja kebohongan gue muncul kepermukaan habis sudah sampai akar"


"Ya sudah nanti gua beliin kue akar ya" Bima


"Apaan si akar pohon loh bukan kue akar, tapi enak juga jadi kangen makan kue akar anterin ya"


"Ogah .. nanti aja kalau Lo balik bye"


Tut Tut Tut


"Bim Bim yaelah malah dimatiin pula, tidur saja lah"


Meong meong


"Ehehe selamat tidur meong, eh ko meong sih .. mulai Malam ini aku akan namakan kamu leta oke"


Aleta kamu adalah sahabatku yang selalu aku rindukan, semoga kamu tenang di sana. Apapun yang terjadi padaku sekarang kamu tidak perlu khawatir aku akan menjaga diriku dan mulai berjuang mulai hari ini.


Aleta sahabatku aku pinjam namamu untuk kucing piaraan ku, mengenang mu orang paling penting dalam hidupku semoga aku bisa kaya membuat ayah bangga.


ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ


FLASH BACK 2020


"Alexa kamu sahabatku selamanya" Aleta


"Iya kamu juga orang yang paling aku sayangi" Alexa


"Ngomong-ngomong nama kita sama ya Aleta, Alexa" Aleta


"Bener kan kita emang ditakdirkan bersama hihihi" Alexa


"Padahal Tuhan beri kita orang tua yang sama aku seneng punya kembaran ha-ha-ha" Aleta


"Itu tidak perlu mulai sekarang kita saudara dan aku akan menjagamu, Aleta" Alexa


"Janji jari kelingking" Aleta


"Janji.."


Persahabatan di masa yang tak bisa Alexa kembali, Kami tumbuh bersama di kota kecil yang mereka anggap kota Impian Jakarta. Sungguh kami berjuang untuk hidup dan jauh dari harapan. Aku sangat senang ketika bertemu dan berteman dengan Aleta. Karena keterbatasan bukan akhir dari segalanya.


Manusia hanya bisa merencanakan tanpa tau hasilnya.


Aleta aku merindukanmu.


.


.


.


.


.


.


Kehilangan adalah sakit yang paling nyeri terlebih ketika orang itu sangat berarti dan paling berharga yang kita punya.

__ADS_1


__ADS_2