TERIKAT PERJANJIAN BADBOY TAMPAN

TERIKAT PERJANJIAN BADBOY TAMPAN
Bab 60 Intaian


__ADS_3

Malam hari dimana Argala akan konpoy menyusuri jalan tiap tempat dan wilayah yang mereka kuasai, setelah basecamp mereka di ketahui oleh Blacktunder baru kali ini mereka muncul kembali. Meski begitu aku sangat ingin tahu dalang di balik penyerangan itu.


tiba terdengar message Max,


"JANGAN KELUAR BAHAYA?" saut Max dengan menggunakan pesan capslok mengatakan untuk tidak ikut campur.


Meski begitu aku sudah berjanji untuk ikut bersama Ale. Penasaran aku semakin menjadi ketika aku melihat suara gemuruh geng motor di depan asrama.


"Lexa Lo ngapain sih, mondar mandir gitu gak ada kerjaan" saut Bella yang tengah membuka laptop melihat ku uring-uringan.


"Bell bantuin gue keluar asrama ya.. aduh gue udah janji sama Ale mau ikut konpoy sama Argala" Sautku meminta tolong pada Bella


"APA! Lo gila ya Lexa,, ini malam Minggu loh mereka pasti aneh-aneh Lo inget kan kejadian waktu itu sama Blacktunder, bahaya apalagi sekarang Argala udah muncul di lapangan" saut Bella


"Hem yaudah gue bisa ko sendiri" ketusku kesal


"ih ini anak emang suka bikin jantung copot, yaudah gue ikut lah" saut Bella dengan membawa jaket hangatnya.


Tapi semenjak itu, Ale tidak bisa di hubungi dan nomernya tidak aktif, pikirku dia pergi ke basecamp Argala dan menunggu disana.


lalu aku pun membawa jaket dan kamera dengan perasaan harus ku ketahui, hari ini.


waktu menunjukan pukul 9 malam aku dan Bella berjalan entah berantah di tengah sepinya malam. Ternyata motor yang biasa kita pinjam milik pak satpam saat itu dia mengambil cuti.


"tuh kan udah gue bilang apes kita nanti Lexa, mana motor butut ga ada lagi" ketus Bella


aku tak menghiraukan perkataan Bella, waktu masih menunjukan pukul 9 dan kendaraan masih banyak berlalu lalang.


"Lexa kita kemana sih? makan dulu yu kita beli pecel lele kan tuh enak" saut Bella


"udah ikut saja" jawabku, aku menyusuri jalan dimana Ale menunjukan tiang tanda merah yang memang tak jauh dari asrama.


Perbatasan wilayah kekuasaan Argala. sesampai di tiang, aku tidak menemukan kumpulan geng disana hanya lampu penerangan umum. Suasana sepi hingga tak ada satupun terlihat.


Bella yang berjalan uring-uringan jalan nunduk menendang bebatuan di depannya.


Hingga suatu tangan besar menutup mulut dan menarik ku masuk ke dalam semak-semak..


"...!!!" aku melotot panik terlihat sosok yang aku kenal di kelas berusaha tak bersuara.


"Jason?" Sautku


"suuuttt" Jason


Bella yang masih tak menyadari aku tidak ada, terlihat rusuh dan ketakutan.

__ADS_1


"Lexa Lo kenapa sih bikin gue khawatir, harusnya Lo dengerin gue kita jadi jalan gak ada tujuan gini, Ale juga nih ga bilang plan.. kalau terjadi apa-apa sama Lo gimana?" saut Bella lalu melihat ke arah sekitar aku sudah hilang dari pandangan


"xaaa... Lexaa... Lo dimana?" Bella celingak celinguk


"pssstt ... psssttt..." saut Jason memberi isyarat pada Bella, lalu Bella berjalan sambil mengendap-ngendap mengikuti suara kami.


"Lexa Lo nakutin gue ya" Bella dengan suara keras melihatku yang ada di balik rumput bersama Jason


"suuutt... " seru Jason


"loh ini siapa?" tanya Bella melihat ke arah Jason.


"hai aku Jason teman Lexa, disini tidak aman ayo kita kerumah ku" saut Jason mengajak aku dan Bella yang memang rumahnya tidak jauh dari sana.


kamipun mengikuti jason, padahal hening malam itu sama sekali tidak mencurigakan. Aku tidak melihat Argala atau Blacktunder ada. Hanya sunyi malam tanpa motor sedikitpun di tengah lapang bola yang tertutup benteng yang tinggi.


Hingga sampai rumah Jason, dia tinggal di sebuah apartement yang tidak jauh dari lapang dengan bangunan yang tinggi dan tempat yang mewah. Sesekali ku lihat luas bangunan itu dan beberapa kamar pembantu di rumahnya.


"Jason emang gak apa-apa, malam begini kita di rumahmu?" tanyaku


"iya nih orangtuamu mana, ko gue gak lihat ya, hallo permisi Tante" saut Bella


"disini tidak ada siapa-siapa, ibu dan Ayah pasti di rumah lain menikmati liburan bersama, pembantu pada pulang sore.. nanti pagi kerja lagi" saut Jason sambil menuntun kami kesebuah ruangan.


"loh ko gitu, ko kamu gak di ajak" tanyaku


"apa sih anak mungil cakep begini.. apa lagi kacamata bulatnya udah kaya orang genius, jahat banget mereka, minta di sumpalin" Bella yang kesal


Jason tersenyum malu, setelah sekian lama baru kali ini ada yang menganggapnya teman.


terkadang aku kesal dengan Jason di balik sosoknya yang culun, tertangkap mengintaiku. Sekarang aku malah kerumahnya. Rasanya aku malah memberi dia kartu hijau.


"Jason jangan basa-basi aku lagi ada keperluan lain ini" Sautku tegas


"Halah ga usah di dengerin si kutu kupret ini, gak sayang nyawa dia, eh disini ada mie instan gak gue laper, gak apa-apa ga gue masak" Bella menghampiri dapur yang estetik itu sambil mencari bahan makanan untuk di masak.


"hidih Lo gak tau aing maung hahaha" Sautku menunjuk kepada Bella


Terdengar Jason memanggil di sisi ruang lain, bahkan aku tidak menyadari dia telah beranjak pergi


"..."


"jassson.. Lo kemana? bukannya tadi dia di hadapanku" pikirku


"emm tau perut gue lapar nih susah konsentrasi" Bella sambil menyeduh mie dalam wajan

__ADS_1


lalu aku menghampiri Bella di tengah penasaran, "Bella Lo gak takut?" suaraku merintih pelan


"takut apa? hantu? Jason bukan hantu gue lihat napak tanah ko?" Bella tak menggubris


"bukan hantu! ini Lo nyeduh mie di rumah orang mana gak izin lagi, mamaknya tau kena marah loh.. nanti kena pasal pencurian barang milik orang lain, ble" timpalku menjulurkan lidah


"em iya juga sih, tunggu ... lihat ini. (wahai penghuni rumah siapapun dimanapun anda berada, aku minta mie untuk mengganjal perut dan air dahaga ini, izinkan lah saya menyantap makanan lezat ini)" sambil melebarkan kedua tangannya memperagakan seolah cenayang


aku melotot, diam mematung melihat tingkah Bella.


"..."


"sudah beres" sambil menepuk tangannya tersenyum padaku.


"emang satu teman ini gak ada yang beres" meggeleng kepala


lalu Jason datang di belakangku dengan wajah yang konyol hingga membuatku kaget.


dap


dap


dap


"awww" teriakku


"ehehe" Jason senyum kecil


"Kaget tau kemana aja sih Lo, ngilang kaya tuyul datang menampakan diri" Sautku kesal


"Hahaha bukan tuyul xa, mana ada tuyul berisi kamu tuh kaya Doraemon ehehe rakun" celoteh Bella


"Hehe makasih, aku lebih suka di panggil Doraemon ketimbang tuyul" saut Jason


Aku hanya meliriknya kesal, Jason ku lihat baik namun terkadang menyebalkan, jangan salah dia adalah seorang penguntit dari awal aku masuk kuliah.


^^^'jelalatan, haduh kenapa sih gue kesini, kalau gak ada Bella.. terus gue berdua sama mahluk astral ini aduh kacau Lexa seleramu turun drastis, tolong Alexa jangan judge Jason dibalik dia yang seorang penguntit, dia memiliki kelebihan luar biasa, aku yakin'^^^


"Oh iya aku lupa Lexa ikut aku" Jason meraih tanganku membawaku ke sebuah ujung kamar


"Tunggu ... Eh.. eh.. apaan nih"


Ketika aku membuka pintu kamar bertulisakan DANGER! dilarang masuk..


"Ayo Lexa buka lah.. aku menyiapkan sesuatu untukmu" saut Jason polos dengan mata yang berkedip

__ADS_1


Krrrtttt


Lexa menutup mata sambil membuka gagang pintu kamar itu yang isinya adalah di luar dugaannya.


__ADS_2