
"uhuk uhuk" Bella
"Guys tolong aku disini kaya kambing" saut Bella
Aku berusaha melepaskan pelukan Max, karena malu dilihat Bella, tapi dia malah semakin erat memelukku hingga hampir tak bernafas.
"Aduduh Max aku ga bisa nafas ini..."
"Sebentar lagi saja, lima menit deh ya" Max
......................
"Aduh malah ngebucin tolong aku jomblo panas lihatnya" Bella
Lalu Max melepaskan pelukannya dan terduduk bangun. Tiba Andre datang membawa sebuah teh hangat untuk aku dan Bella.
"Silahkan tuan ratu minumannya" Andre membungkuk
"Buat gua mana" saut Max
"Eh paduka sudah bangun, akan saya buatkan tunggulah sebentar" pergi dengan sopan
"Loh tuh Andre kenapa jadi kaya pelayan istana haha" Bella
"Andre emang begitu kalau balas Budi hormat dan sopan, mau gua kenalkan padamu bell" Max
"Hih engga engga mana ada, gue gak mau ribet apalagi pacaran terus sakit hati kaya kemarin nih Lexa kaya orang aneh,, mati rasa" Bella mengelak
"Huss bellaaaaa" pekikku
"Eh eh maaf tuan ratu," Bella
"Ko aku jadi ikutan juga sorry Lexa hihi" Bella
"....." Tersenyum
Tatapan Max membuatku bahagia sekaligus sedih, siapa yang tega melakukan ini padamu, terpikir saat aku mengatakan putus dengannya apakah saat itu Max berusaha mengatakan sesuatu padaku bahwa dirinya sakit.
Ku lihat bibir tipisnya memerah berdarah dan beberapa luka pukulan ditangannya, sepertinya dia menahan pukulan itu dengan tangannya meski begitu bagian kepalanya tergores luka, apa lagi bagian kaki terlihat seperti luka jatuh. Meski sesekali Max menyelimuti luka di kakinya.
"Lexa duduklah sebelah sini," Max menahan sakit di kakinya.
Aku duduk beralih di samping dada Max, dia tidak melepas genggaman tanganku.
"Bella Lo lelah ya berdiri.. duduklah ambil bangku itu" pinta Max dengan suara pelan
"Ga boleh duduk di kasur juga sama Lexa hehe" Bella
"Ranjang gua khusus untuk Lexa tidak ada yang lain" Max
Lalu Bella menarik sebuah kursi belajar tepi jendela dengan perasaan kesal melihat kebucinan kami. Andre datang membawa teh untuk Max.
"Silahkan Baginda raja" Andre berjalan pergi
"Tunggu!! kamu Andre kan temani gue juga dong" Bella
"Siapa Lo berani memerintah gua" Andre
"Hih cowok galak, iri ... mereka bucin gue malah gendong kucing nih" Bella sedih manja merayu Andre
"Meong meong"
Lalu Leta si kucing turun dari pangkuan Bella dan duduk diantara Max dan Alexa.
"Tuh tuh tuh kan gue sendiri ih bete" Bella
"Sudah temani saja dia Andre kasian kepanasan haha, eh aduh sakit" Max
"Baik tuanku Raden Max Regastara" Andre lagi-lagi membungkuk.
Lalu berjalan menghampiri Bella dan berdiri di belakangnya.
...----------------...
Ini adalah kesempatanku untuk menanyakan apa yang terjadi padanya, jika memang ini karena aku. Apa tujuannya, Max hidupmu lebih rumit dari yang ku kira.
"Max gue ada satu pertanyaan untukmu, apa yang terjadi?" tanyaku melihat dalam ke arah Max
__ADS_1
Max hanya tersenyum melihat kekhawatiranku, tatapan ini membuatku tidak ingin melepaskannya. Tapi tentu saja keputusan ku sudah bulat. Jika ini karena Alexa maka aku yang harus pergi.
"Max jawab gue bukankah kita memiliki perjanjian untuk saling terbuka," tanyaku
"Perjanjian sebentar kalian punya perjanjian?" Bella penasaran
"Iya i-tu.." melihat kearah Max haruskah Bella mengetahui perjanjian ini juga.
Max hanya mengedipkan mata dengan isyarat menyetujuinya. Andre mengacungkan tangan menawarkan diri.
"Biar gua saja yang meringkasnya menjadi satu, oke" Andre
"Loh kamu tau?" Kulihat balik ke arah Max, bukannya ini perjanjian antara kita saja kenapa Andre juga tau, tidak salah mengapa saat pertama memanggilku kucing.
"Tentu saja, hehe... Gua adalah penasehat Max, panggil gua bang Andre.. dia menceritakan semua tentangmu karena dia sangat tergila-gila dengan kucing, gua kira kucing beneran eh ternyata wanita sepertimu Lexa" saut Andre
DEG
^^^'tergila-gila, aku pikir hanya gue yang mencinta' melongo^^^
"Max jadi dari pertama beneran Lo menyukaiku" terharu
"Heuheheuheu" Bella menangis
"Its so sad, gue gak pernah menyangka Max menganggap Lo kucing, gue kira Max anak nakal suka main wanita, ternyata Max mencintai sang kucing heuhue" Bella
"Tau gak apa yang paling sedih? gue gak ada pawangnya heuheu" Bella
Andre menceritakan semua yang terjadi pada kami dari mulai perjanjian Alexa dengan Max, lalu hingga dia bisa babak belur begini.
Awalnya selepas kejadian Alexa menangis dan pergi karena melihat sosok Ibu tiri Max adalah ibu kandungnya. Max tau, karena terlihat tatapan mereka saling merindu. Tentu saja Regastara pasti lebih mengetahui hal ini. Karena tuan Regas paling gampang untuk cari orang terlebih siapa saja yang dekat dengan Max Julio. Tujuannya agar Max dan Alexa berpisah.
Aleandro mengetahui semua rencana ayahnya. Makanya, dia memalingkan wajahnya pada Lexa di malam itu.
"Itu benar Lexa, kamu tidak perlu takut pada ibumu tapi takutlah pada tuan Regas, gua takut dia merencanakan sesuatu yang tidak baik untukmu?" Andre
"gue tau diri Andre, lanjutkan lah.."
Saat kamu marah dan pergi bercuti tidak satupun orang yang memberitahu Max tentang hal itu, rumor di kampus kan saat ini kamu Alexa seorang gadis yang berpacaran dengan Ketua geng motor Argala, maka Blacktunder menjadikanmu umpan. Lalu salah satu mahasiswa pria bilang kamu di culik, tentu saja Max mendengar hal itu langsung adu kekuatan disana, makanya Max di skors.
"Lo tau Lexa awalnya Max hampir mau di dropout loh gara-gara itu, sampai tuan Regas turun tangan" Andre
"Noh jadinya begini babak belur di sekujur badannya untung gak terlalu parah ya, apa lagi kalau melukai wajah tampannya, beuh itu aset negara hahaha" Andre
"Uhuk uhuk" Max
"Hehe lupa, maafkan saya yang mulia" Andre
"Tapi kenapa Max bisa sebodoh itu, masa ngira gue di culik geng motor Blacktunder, ngapain? Gak ada gunanya kan bell" tanyaku
JLEB
^^^Max melirik Alexa dengan tatapan tajam membulat 'apa dia bilang gua bodoh?' Max^^^
"Gak heran sih kan Lexa kucing hee" Bella
GUBRAK
"Aduh susah ya ngomong sama cewek, Lexa Lo itu kan pacar Max, ketua geng motor loh sekarang namamu itu ada dimana-mana, heuh sudah gua lanjutkan" Andre
"Loh masih panjang?" Bella
Saat itu Max berusaha mencarimu tapi tidak membuahkan hasil. Dia teringat ponselmu terhubung dengan Max dan melacaknya.
"Lo tau apa yang kami dapat, ponsel Lo berada di basecamp tertua Blacktunder"
"APA!!" terkejut dengan begitu saat aku pulang ke rumah, markas Blacktunder di sekitar rumahku. Jika benar pantas aja ayah melarangku bergaul dengan kalangan anak geng motor. Itu tidak mungkin.
......................
Markas tertua Blacktunder adalah markas para anggota geng lama yang usianya jauh dari Max, mereka bertubuh besar, gendut dan bertato. Tentu saja Blacktunder adalah geng motor terlama daripada Argala Storta.
"Gara-gara itu Max tidak bisa menghajarnya, orang beda lawan, padahal Max adalah orang yang paling jago untuk urusan bela diri dan pertahanan, terus Max nelpon gua untuk bawa bantuan, eh lihat kami malah pada pergi tuh bapak-bapak tua" Andre
"Max maaf, gue gak tau?" Cemas
"Its okay Lexa, Lo baik-baik saja gue bahagia" Max tersenyum kecil
__ADS_1
"Eh ada satu lagi" Andre
"Loh masih ada lagi?" Sautku
Nama yang pertama kali keluar dari mulutnya adalah namamu Alexa. Dia langsung mencarimu ke Asrama. Berjam-jam dia tunggu karena Max yakin kamu kembali.
Malam itu cuaca hujan di sertai hujan, Max terjatuh dari motornya.
"Jadilah begitu, hampir di dropout, ketemu orang tertua Blacktunder, jatuh dari motor hitam, Its Tripelkill hahaha" Andre tertawa
"Terus di tambah di putusin Lexa, jadi four kill gitukan haha" Bella polos
Semua tatapan tertuju pada Bella, sepertinya Andre belum mengetahui kalau kami sudah berakhir.
"putus?" Andre melihat ke arah Max seolah mengerti
"Oke kalau begitu silahkan lanjutkan percakapan kalian" Andre berlalu pergi.
^^^'apakah Andre kecewa padaku? disaat seperti ini aku pergi dari Max, aku merasa sangat bersalah' Alexa^^^
****
"Lebih baik sekarang kalian pulang, sudah malam" Max
"Bell tolong bilang Andre, mereka akan mengantar kalian" Max
"Ay ay pak bos" Bella girang
Lalu bella pergi dari ruang kamar itu, tersisa hanya aku dan Max.
"Lexa peluk gua, luka ini sakit tolong peluk gua..." pinta Max
Aku memeluknya, jantungnya sangat terasa tak beraturan,
Pria pertama yang membuatmu jatuh hati, tak akan pernah terganti apa lagi sampai ke lain hati, jika memang ini akhir, harap kita tidak asing.
"Max pejamkan matamu, kamu tidak akan terayu lagi denganku" pintaku
Max menutup kedua matanya perlahan,
Cup!!
Kucium bibir Max yang kecil dan tengah terluka lalu melangkah pergi menuju pintu kamar.
^^^'perpisahan yang paling manis, setidaknya aku berhasil mengucapkan selamat tinggal melalui kecupan' Alexa^^^
Lalu Max membuka kedua matanya,
"Lexa berhenti!"
"...." Aku diam menoleh
"Kita break saja" pinta Max kaku
"Baiklah kalau itu mau mu, cepat sembuh Max" berjalan beberapa langkah
"Lexa!" Langkah terdiam
"Lo milik gua" Max (yourmine!)
DEG
DEG
Berlalu pergi tanpa melihat ke arah Max,
.
.
.
.
.
^^^'apa ini, Max menembakku? Bukannya dia minta kita break?'^^^
__ADS_1
^^^'bahkan dia sama sekali tidak menahanku?' Alexa^^^
Next episode