
Ku lihat ruangan itu penuh dengan cctv dan alat canggih sekitar jalan. Aku melongo melihat apa yang di depan mataku. Sepasang layar monitor besar berada tepat di depanku.
"Jason... Ini - apa" Sautku dengan penuh kagum
"Oh iya ini hobbyku, aku suka menjadi seorang detektif seperti komik Conan, Lexa tau kan, kebetulan ayahku bekerja di perusahaan Intel dan terkadang membawa beberapa alat yang kini aku pelajari" saut jason dengan memperlihatkan beberapa alat yang bahasanya tidak aku mengerti
"Jason... Sorry gue kira Lo penguntit, ternyata you're amazing" Sautku antusias
Perawakan Jason yang kecil, berisi dan berkacamata bulat, sangat di luar ekspektasiku. Dia bahkan lebih pintar dari padaku. Aku pikir dia hanya badut yang bodoh sampai di benci banyak orang, termasuk sekelasnya. Tapi kini pandanganku mulai berubah.
'apa yang kamu lihat belum tentu benar di dalamnnya'
"Tapi Jason, kenapa kamu berpura-pura bodoh?" Tanyaku.
"Lexa semua orang pantas pintar, aku merasa ketika menjadi bodoh orang tidak akan mempedulikan orang bodoh, dan aku merasa senang menjalani itu, " saut Jason sambil meluruskan kacamatanya
Aku melihat sekeliling ruangan itu da terpikir satu hal, 'dimana Max hari ini?'
"Oh iya Jason, Lo kan yang bawa gue kesini, apa yang kamu lihat?" Bertanya pada Jason
"Aku tau kamu pasti mencari Max kan" lanjut Jason
Lalu Jason memperlihatkan Vidio dimana Max dan Argala berada. Vidio syur itu tampak panik tak beraturan, bahkan yang seharusnya konpoy mereka seolah pergi menyimpang mencari sesuatu. Anehnya aku tidak melihat Blacktunder di cctv itu.
"Argala sedang tidak baik-baik saja, aku takut kamu tersesat" saut Jason
Aku terdiam,
'saat ini apakah Blacktunder menyiapkan rencana, Argala mencari siapa? Bahkan ku hitung mereka pas ga ada yang kurang?' pikirku
"Jason boleh aku tau dimana Blacktunder saat ini" Sautku
"Tentu, Lexa lihatlah" Jason melihatkan monitor dimana Blacktunder berada
Terlihat disebuah ruko yang cukup jauh dari kawasan Argala, aku dapat melihat Bram pacar viona dan Marsel kakaknya Jesselyn. Pandanganku terfokus kepada wanita yang berada di tengah-tengah Blacktunder. Seolah wanita yang sama ku lihat di Vidio milik Bram yang sempat ku lihat di email.
'apakah dia Jesselyn' pikirku
'namun, berbeda rambutnya terlihat gimbal dan bergelombang berbeda jauh dengan yang ada di Vidio terlihat lurus sama dengan Jesselyn, apa jangan-jangan dia adalah ketua asli Blacktunder'
Sempat terpikir celoteh Marsel bahwa dia hanya ketua cadangan, sesungguhnya pemilik Blacktunder adalah seorang wanita. Ku pikir itu akal bulusnya dan tidak terlalu memikirkan hal itu. Karena fokusku mengungkapkan dalang kematian Bara.
Kini telah ku ketahui bahwa pria dalam Vidio itu adalah om Heno bapaknya Bima dan wanita yang bersamanya apakah Jesselyn? Ataukah orang lain. Semua menjadi mungkin.
"Jason boleh gue izin rekam? Oh iya satu lagi kamu punya Vidio kasusnya Bara, sudah lama sih sekitar tahun 2017, gue butuh informasi itu" Sautku sambil mengeluarkan ponsel dalam saku
Ketika ku lihat layar ponsel, beberapa panggilan tak terjawab dari Max, dan hanya 1 panggilan tak terjawab dari Alendro.
__ADS_1
Dengan semangat aku menelpon balik Max, tanpa menghiraukan panggilan Ale.
"Halo sayang? Kamu dimana?" Tanyaku
"Lexaa kamu dimana!" Saut Max cemas
"Aku baik, kamu yang dimana?" Pekikku
"Sama siapa! gua ke asrama Lo gak ada" Max berontak
"Emm- anu gue lagi kerja kelompok, gak usah khawatir gak sendiri ko ada Bella" timpalku
"Syukurlah.. kasih tau gua posisi Lo dimana," saut Max
"Emm ngapain gue juga mau balik bentar lagi" Sautku
Tidak mungkin aku bilang kalau aku di rumah Jason, apa jadinya jika Max tau aku disini. Dia akan menggila seperti yang lalu.
"Gua pacarmu! Cepat katakan!!" Teriak Max
Baru kali ini aku melihat Max segitu marahnya padaku. Rencananya aku akan mengagalkan konpoy Argala bersama Ale, namun Ale tidak ada jawaban.
"Temui gue di tiang merah" Sautku lalu dengan tergesa-gesa Max menutup teleponnya.
Wajahku kebingungan baru kali ini aku melihat Max begitu marah, perawakan yang santai dan diam mematikan kini terdengar sangar.
'beginikah rasanya memiliki pacar geng motor, setiap hari dilanda kecemasan'
'apa yang terjadi padamu Max'
Tiba-tiba Bella datang menghampiri dan takjub melihat ruangan khusus "Jason intel"
"OMG tempat apa ini?" Bella melongo
Keadaan hatiku yang masih bergejolak, "Bella kita harus pulang," Sautku datar
"Loh kenapa? Baru aja gue habiskan mie kuah lima menit yang lalu, cepat banget" timpal Bella
"Max akan jemput gue" jawabku datar
"Wait..wait... Jemput? Lo? Terus gue gimana? Anjir masa di tinggal" Bella
"Jason .. gue harus cabut lakukan tugas Lo, gue minta rekaman 2017 kematian Bara, khusus untuk cewe bertopi itu" aku berjalan berlalu pergi
"oh iya satu lagi gue juga minta kalau ada selidiki kecelakaan kasus Bus pariwisata dijalan gede bage yang hanyut di sungai tahun 2017" perintahku
"Siap laksanakan!" Saut Jason
__ADS_1
"Lexa .. Lexaa hey tunggu .. aduh gue di tinggal.. bye Jason makasih untuk mienya, semangat.." Bella sambil mengikuti langkahku.
Berjalan ke arah tiang merah, aku merasa amarah Max datang padaku, apakah dia telah tau kalau yang membunuh Bara adalah Om Heno. Maaf kan aku seakan aku menutupi kejahatan yang harusnya terungkap.
"Lexaa.. xaa, hey tungguin gue kenapa? Kalau Lo nanti sama Max gue gimana? Jalan kaki sampai asrama? Lo paling nyebalkan.. tau gini mana gue mau ikut! Xaaa. Pikirin dong Nasih gue jangan Lo sendiri.. kesal" Bella nyeloteh
"Lexaa.... Lo dengerin gue gak sih? Terus katanya Lo mau ketemu Ale? Ko jadi Max?" Tanya Bella
Langkahku terhenti ketika Bella mengatakan "Ale", teringat rencana Ale dan aku akan menggagalkan konpoy Argala tapi Ale tidak ada jawaban dan aku malah bertemu dengan Jason. Sekarang Max datang dengan perasaan marah? Ada apa ini?
"Lo benar ?" pikirku
Tak berlangsung lama Max datang dengan mobilnya berkecepatan tinggi mengerem di depan kami secara tiba-tiba, menyuruh aku dan Bella segera masuk.
ckit
"MASUK!!" Pinta Max
lalu dengan segera aku masuk di jok depan dan Bella di jok belakang dengan perasaan takut, firasat Bella tak menentu karena baru sekarang dia melihat Max semarah ini, Max yang terlihat santai kini seperti dikejar oleh sesuatu.
"Max ada apa ini! kita mau kemana?" Sautku
"gua benci ketika gua gak bisa di samping Lo Lexa! semua hal tidak selalu mulus sesuai rencana" saut Max dengan menyetir kecepatan tinggi
"MAX! Lo gila hentikan !! gue takut!! berhenti gak! gue disini saja!" Sautku ketakutan melihat jalan yang sudah melewati komplek asrama, kini aku dan Bella akan di bawa kemana.
tiba sekejap saja Max memarkirkan mobilnya dengan mendadak, hingga hampir terjungkal.
kitttt.
aku memperhatikan tatapan Max yang sangat sinis mengarah padaku,
cup!!
Max mendekat mencium bibirku tanpa pemberitahuan! kulihat dia memejamkan mata, seolah hati kecilnya sangat ketakutan namun di paksa kuat. kekepalan tangannya terasa dingin. Aku hanya diam kaget dan melihat mata sayu yang tengah tertutup depan mata.
.
.
.
.
"emmm- guys kalian sadar kan gue masih disini?" saut Bella dari arah belakang
bersambung 🌹
__ADS_1