TERIKAT PERJANJIAN BADBOY TAMPAN

TERIKAT PERJANJIAN BADBOY TAMPAN
Bab 13 Terlalu Polos?


__ADS_3

Kelas selesai Max berjalan seolah tidak terjadi sesuatu bahkan dia tidak masuk hari ini, melangkah menuju ruangan kelas Alexa lalu bersandar di sisi pintu.


"hai semuanya, saya mencari pacar kesayangan" Max tersenyum


Alexa berlari melihat orang yang dia cari tepat di depannya, seakan senyumannya menyihir seisi ruangan.


"Max... Aku merindukanmu dari mana saja?" Sautku memeluk Max


Tiba Aleandro mengikuti dari arah belakang, sepertinya dia tidak tahan melihat kebucinan kami,


"Minggir!" Tatapan kesal, mereka sepasang adik dan kakak, tapi keduanya berbeda kutub bertolak belakang.


Max menahan Aleandro di depan pintu dengan sebelah tangan,


"Kenapa tidak suka?" Max berbalik tersenyum kecil


Ku lihat kedua mata mereka beradu si mata dingin dan si mata api.


^^^'mereka kenapa? Apa keduanya bertengkar'^^^


"Hehehe sudah kalian ada masalah?" Sautku polos


Keempat mata itu berbalik menatapku, Alexa yang keheranan menelan ludah,


^^^ 'apa aku salah bicara?'^^^


Aleandro pergi dengan wajah kesal.


"Tidak ada apa-apa sayang, ini hadiah untukmu" Max memberikan sebuah kotak hitam berpita.


"Wah makasih, Max tadi aku mencarimu katanya tidak masuk kelas benar"


"Hahaha kamu percaya pada mereka, kita pulang sekarang yok," Max menggandengku bersamanya


"Oh iya satu lagi lupa, namamu Jesselyn kan... Tongkat baseball kakak Lo ada pada gua" Max


JLEB


...'...tongkat baseball..'...


...----------------...


"Mari sayang,," Max


Diperjalanan pulang Max mengajakku ke taman pertemuan pertama kita. Tempatnya masih seperti terakhir aku kesini. Max parkir motor lalu membuka helmnya.


"Alexa kita mampir dulu kesini" Max


"Sure, ini tempat pertama kita ketemu? Lo mau beri makan kucing jalanan lagi?" Sautku


"Kucingku cukup Lo satu gak ada duanya, ayo ikuti gua" Max


Derap langkah berjalanan berdampingan dengan Max yang kini menjadi pacarku, ku lirik Max yang tinggi menghalangi sinar mentari.


"Max untuk apa kita kesini?" Tanyaku


Lalu Max terduduk di bangku taman, melihat seorang nenek tua yang sedang mengasuh cucunya.


"Lexa duduklah ada yang ingin aku bicarakan" Max menghela nafas


Terduduk Alexa di samping Max, Masih ku dapati sorot tatapan Max pada Nenek tua dan cucunya.


"Max ada apa bicaralah denganku, gue setia mendengarkan semua keluh kesahmu"


"Lexa sayang lain kali jangan ikut campur urusan gua ya.." Matanya berubah memandangiku


DEG


"Apa kamu rindu nenekmu?" Sautku merubah topik, Max tertawa mendengar perkataan ku,


"Hahaha Lexa, lebih dari itu" berbicara mendekat

__ADS_1


"Bagaimana kalau Ayah meminta seorang cucu dari gua, kamu sebagai pacar sekaligus calon istri keluarga Regastara mau kasih gak? hihi" Max menggoda


Perasaan yang aneh mulai muncul, apa sekarang Max berusaha menjadikanku seorang istri dengan begitu, Alexa menjadi bagian Regastara, tidak! Mereka belum tau jati diriku sebenarnya. Impossible


"Max bicara yang benar... "


"Haha Lexa kucingku gua tau kamu yang menggagalkan perang malam kemarin, benarkan" Max


^^^'apa Max tau?' ^^^


"Loh bagaimana Lo tau? "


^^^'Lexa fokus? Max tidak mungkin mengajakmu menikah ini saatnya membeberkan semua yang kau tau' pekik dalam hati^^^


"Karena speaker mini yang tertulis label milik pos satpam Asrama puteri, haha" Max tertawa lebar, memang rencana tidak ada yang 100% berhasil. Apalagi aku hanya butiran remeh.


Benar saat itu Alexa tidak terpikir untuk cek karena gelapnya malam. Di tambah rencana terjadi begitu saja dalam pikiranya.


Akhirnya aku menceritakan semua yang ku tau dari mulai pesta secara rinci hingga yang terjadi pada Aleandro kepada Max.


"Max Lo dengar gak sih, sekarang gue pacar dan informan mu kan!" Kesal


"Lexa sayang gua sudah tau semuanya lebih jauh darimu" Max tersenyum penuh menyentuh lembut ujung hidungku


Selama ini hanya aku yang tidak tau, rentetan kejadian yang ada di depan mata seolah aku benar polos,


^^^ 'tidak Lexa, kamu gadis genius hanya saat ini saat kamu tidak tau'^^^


^^^meyakinkan diri.^^^


"Sekarang dari pada Lo cari tau sendiri tanya saja, gua gak mau pacar kesayangan gua dalam bahaya.." Max mulai terbuka


"Tapi Max kenapa tongkat baseball milik kakaknya Jesselyn, jelas ku lihat Lo yang bawa saat perang dilapangan.." tanyaku


"Ceritanya panjang sayang, menurutmu siapa diantara ke empat teman Lo yang jadi tersangka" Max


"gue gak tau, bagaimanapun mereka teman kampus" jawabku


Fakta mengejutkan, selama ini mereka memiliki rahasia tersendiri.


"maafkan aku.."


Max berdiri di depanku lalu wajahnya mendekat "Lexa, kata maaf tidak berarti untukku"


DEG


DEG


Wajahku memerah melihat tatapan Max,


"Emmm aku, tap-i aku kucingmu,,,, iya benar gue peliharaanmu" Sautku


"Hahaha Lexa, Lexa.. sekarang Lo Bakan sudah menganggap dirimu kucing hikshiks" Max


"...."


"Karena kesalahanmu, besok malam kita bertemu keluarga gua titik! sudah ayo pulang.." Max


Akhirnya kami pulang dari taman, dengan perasaan bercampur aduk.


^^^'apa mungkin benar Regastara meminta cucu pada Max?'^^^


^^^'Alexa apa yang akan kamu lakukan ini sudah terlalu jauh?'^^^


...----------------...


Sampai asrama Bella sudah pulang, sedang menulis sebuah buku diary yang disampingnya terdapat liontin kunci. Samar teringat liontin kunci yang kuberikan pada Aleta tapi itu tidak mungkin pasti ada banyak persamaan tidak hanya punya ku dan Aleta.


"Eh hey Lo sudah pulang Lexa" Bella menyapaku


"Benar, tumben Lo sudah pulang?"

__ADS_1


"Hari ini hanya ada satu kelas, eh apa yang Lo bawa?" Bella


Kubuka isi kotak hitam pemberian Max dan ternyata itu sebuah ponsel milikku yang telah diperbaiki. Bertuliskan


... "You're My Destiny, your mine always"...


"Cie ... Selamat ya ponselnya is back hihi" Bella


"Makasih Bella, oh iya boleh gue tanya sesuatu, menurutmu bagaimana bisa orang terdekatmu bisa melakukan hal paling berbahaya"


"Kalau pandangan gue mereka pasti sedang tertekan, contoh usaha ayah gue bangkrut tentu saja ayah akan melakukan segala untuk memperbaiki usahanya, kadang termasuk soal uang" Bella


"Benar uang, oh iya bell gue salah fokus dengan liontin Lo?"


"Ah iya ini dari sahabat gue kami sangat dekat, anehnya gue gak ingat.. eh ngomong-ngomong bete yah kita jalan keluar yuk" Bella


"Emm ide yang bagus, gue juga harus beli beberapa barang untuk malam ini"


"Barang apa?" Bella


"Max mengajakku bertemu keluarganya"


"Wah selamat Lexa, kalau gitu ayo berangkat, kita pinjam lagi motor pak satpam hihi" Bella


"Emang tidak apa-apa"


"Tenang saja" Bella


Siang hari menjelang sore, Bella menemaniku belanja hingga larut malam, tentu saja shopping adalah cara tercepat menghilangkan stress.


Beban dan rasa penasaran yang datang menghampiri sekejap sirna ketika kami melihat barang yang lucu dan menggemaskan. Ini adalah dunia wanita tak lupa aku membeli eskrim kesukaanku.


"Bella terimakasih untuk hari ini"


"Lexa Lo terlalu banyak makasih tenang saja gue juga bahagia ko, apapun yang ingin Lo ceritakan pada gue bicaralah.. tenang gue bisa jaga rahasia" Bella mengedipkan matanya


Aku tersenyum memiliki seorang teman yang dapat mengerti, tapi setelah kejadian hari itu, Alexa menjadi tidak terlalu mempercayai orang baru terlebih Bella.


......................


Malam harinya, Max datang menjemputku.


Hatiku mulai berdegup tak teratur ini adalah awal bagiku bertemu keluarga Regastara.


Menghela nafas dan berdoa.


"cantik sekali pacar gua mengalahkan sinar rembulan hiks, gugup ya?" Max menggoda


"Iyalah Max mendadak banget, bagaimana kalau ayah Lo beneran minta cucu.. hih malu"


"Tenang percaya pada gua" Max meyakinkan perkataanya


Rumah megah dan halaman yang luas berdiri di depan mataku. Banyak pelayan menyapa kehadiran kami, terfokus lukisan besar berjejer di setiap ruangan.


"Welcome home Anakku, ayahmu telah menunggu di meja makan" Ibu


Ku balikan pandangan dan terkejut melihat sosok yang berdiri menyapa kami.


"IBU ...."


"Alexa .." Ibu


.


.


.


.


Istri dari keluarga Regastara adalah Ibu kandung Alexa..

__ADS_1


Next Episode


__ADS_2