TERIKAT PERJANJIAN BADBOY TAMPAN

TERIKAT PERJANJIAN BADBOY TAMPAN
Bab 48 BellaXAleta


__ADS_3

"hey Ale ngelantur, Lo mau ikut enggak kerumah gue" seruku mengalihkan pembicaraan dengan wajahnya serius


Ale hanya tersenyum menganggukan kepalanya bersedia. Aku berusaha membuka pintu mobil yang terkunci.


"Malah senyum,, hey buka pintunya susah tau" seru ku


"Done" saut Ale


Aku segera beranjak dari mobil, "eh iya satu lagi, Lo mau ikut kan kerumah gue, itu barang yang dibelakang Lo turunin juga.. nanti gue minta satpam bantuin Lo, oh satu lagi udah selesai Lo pulang dulu simpan mobil Lo ini nanti balik lagi sorean lah ya.. panas" seru Ale


"Emang gak apa-apa simpen belanjaan di pos satpam" seru Ale terheran


"Santai aja, gue dan satpam Uda jadi bestie hahaha" seru ku tertawa dan melangkah pergi


Karena kelupaan bilang, aku menghampiri Ale kembali, "oh iya kalau mau ikut Lo ga usah bawa mobil, atau motor ya.. gue mau sama Bella dia pasti mau ikut terus kita naek bis kesana karena rumah gue gak ada lahan parkir hehe... Bye Ale thanks ya,, we love you my Al muahh" sambil pergi melambaikan tangan tersenyum bahagia


Baru kali ini setelah Bella ada teman kampus yang bener-bener sekelas mau kerumah mengunjungi ayah, pasti dia seneng banget kalau ternyata aku baik-baik saja.


^^^'ayah aku sangat merindukanmu...,Dady is my hero'^^^


Tak berselang lama, aku masuk kamar kampus melihat Bella yang tengah tiduran bengong dengan tatapan kosong


Krrrt


"Bell....belll"


"Lo kenapa kesambet hantu?" Seru ku


"Ihh Lexa ganggu konsentrasi gue ah nih" seru Bella kembali terbengong.


"Lo kosentrasi apaan, udah lah nanti saja besok kan weekend nih Lo mau gak ikut gue kerumah lama" seru ku

__ADS_1


"Aduh gak ah gue sibuk!" Tegas Bella


Baru kali ini dia tidak ingin pergi denganku, apa dia ada masalah padahal Bella adalah orang yang paling antusias yang aku kenal. Dia tidak pernah sekalipun menolak keinginanku.


"Yasudah kalau Lo gak mau, gue sama Ale saja berdua" seru ku datar dan beranjak pergi ke kamar mandi


Lalu tiba Bella terbangun dari lamunan berdiri tegak, da memandangiku.


y2k


"Lo kesini pake baju siapa? Kaya tahun 2000an tahu gak hahaha tapi cocok sih kaya lemper hahaha" bela tertawa melihat baju yang ku kenakan


^^^'jelaslah bukan bajuku, ini kan bajunya max dan Ale, pakaianku kena cipratan sause steak di resto' ^^^


"Ini baju Max dan Ale, pokonya kalau harus di ceritain panjang lebar males, udah ah gue mandi dulu... Oh iya Lo ikut gak nih kerumah gue soalnya Ale mau tau, malu lah cuma berdua nanti dikira mau tunangan lagi ah" seru ku


"Emm gimana nanti aja deh, gue sibuk nih" Bella kembali ke ranjang sambil mencoret-coret sebuah buku.


Aku segera mandi dan membersihkan diri. Hingga penasaran ku tertuju pada Bella yang sedari tadi melamun mengamati sebuah tulisan yang kaku.


"Bell... Lo kenapa" sambil mengeringkan rambut di depan cermin.


Aku memegang liontin itu seperti Dejavu ketika aku dan Aleta bermain bersama. Tapi bagi Bella yang anemia tidak mengingatku.


Dia hanya diam melamun, aku membaca buku yang ditulis Bella, ternyata sebuah puisi yang belum selesai.


"Lexa otak gue nge-hang, Lo tau ka blank putih berasap kaya komputer kebakaran" seru bella datar


"Lo ngapain bikin puisi so puitis anak senja Lo.." seru Bella


"Lah kan Lo yang suruh bikin puisi buat pentas lagu, pokonya harus bagus puisi gue akan dinyanyikan sosok calon penyanyi terkenal huh" seru Bella dengan semangat antusias

__ADS_1


"Oh hahaha nanti lah gue bantuin Lo tenang saja, gue bisa handle" seruku


"Emang Lo pandai bikin puisi romantis?" Tanya Bella dengan penuh semangat berharap aku akan menjawab iya menyakinkan dia


"Enggak haha" seru ku


"Udah lah dari pada otak Lo ngebul, mening kita keluar yuk oh iya bell Lo gak kangen sama mama papa Lo di rumah" tanyaku


"Kangen sih tapi males, mager ah xaa" seru Bella terlihat enak rebahan


^^^'padahal saat itu aku sangat berharap Bella mengatakan iya, jika saja aku bisa bertemu orang tua Bella, setidaknya hati ini terjawab jika Bella adalah Aleta dengan bertemu orangtuanya'^^^


"Yasudah kalau gak mau aku juga gak maksa," aku melanjutkan beberes beberapa perlengkapan yang ingin ku bawa pulang dan tas besar untuk oleh-oleh buat ayah.


Tak terasa waktu pun berjalan begitu cepat rasanya baru tadi sampai, tapi demi bertemu dengan ayah aku sangat bersemangat.


Kring kring


Telepon berbunyi, terlihat panggilan dan Max


^^^'baru terfikir, bagaimana jika Max tau kalau aku akan pergi bersama Ale hanya berdua kerumah triplek ku' ^^^


Mampus !


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung 🌹


__ADS_2