TERIKAT PERJANJIAN BADBOY TAMPAN

TERIKAT PERJANJIAN BADBOY TAMPAN
Bab 40 Banana Eskrim


__ADS_3

"Apa jangan-jangan Bella melihat Max dalam Bathub, tidak!! Bahaya"


Aku segera berlari melihat ke arah toilet, perasaan sudah pasrah, jika memang nanti ditanyai Bella.


^^^'Max lagian sih ada-ada saja' ^^^


Dengan terengah-engah aku membuka pintu toilet, melihat Bella yang diam mematung terkejut.


"Bell kenapa? Ada apa?" Tanyaku panik


*


*


*


Bella seketika membalikan badannya, dengan perasaan terkejut, matanya bulat dan mulutnya mangap seaakan berhenti bicara.


"Bell.. Lo gak apa-apa" aku menenangkan Bella


Bella menghela nafas, "hmmm lexaa, Lo ngapain nyimpen eskrim di kursi toilet," saut Bella


"Hah eskrim?" Aku berfikir siapa yang simpan eskrim di kursi toilet yang tertutup lagian


Bella memberikan eskrim dalam keresek itu padaku.


"terus siapa gak mungkin hantu tau?" saut Bella


"Oh iya gue lupa kali ya, tapi Lo tadi teriak kenapa liat hantu apa gimana?" Tanyaku


^^^'apa jangan-jangan Bella lihat Max di bathub ya, pikirku ... Masa sih ko gak bilang' ^^^


"Ini loh, gue kan lagi mau berak nih, terus mau gue siram dulu, gak sengaja nyetuh ini, gue kira tai loh, mana warna kuning lagi huekkkk" saut Bella


"Hahaha.." (syukurlah)


"Mana sini gue lihat, Bella gak ada tai naek pangkat loh, masa ada di toilet kering.." jawabku


"Ihhh serius Lo lihat deh tuh.. di jorok banget kemana-mana" saut Bella terlihat jijik menunjuk ke arah lantai yang berceceran


Aku memperhatikan sisi toilet duduk itu, dan beberapa tembok yang memang terlihat kuning.. "namun aneh ko tidak bau?" Perasaanku


"Udah sana bersihin gih Lexa, jijik gue punyamu kan itu" saut Bella terlihat menjauh dariku


Aku membuka tong sampah yang memang gak jauh dari kloset duduk itu. Benar saja ku temukan sebuah cangkang eskrim warna kuning banana.


Senyum nyeringai, aku colek sedikit eskrim berwarna kuning itu dan menakuti Bella.


"Nah ini dia wwaaaa, gue coreng muka Lo pake ini" Sautku mendekati Bella


"Ihhhhhhh si Lexaaa jorok... Aaaaa" Bella lari ngibrit ketakutan


Meskipun lari begitu jauh asrama kami terbilang kecil, awal masuk ada dapur kecil samping pintu toilet dan langsung ruang kamar. Bahkan ranjangpun hanya satu meskipun memang berukuran besar.


"Happ gue menangkapmu"


Aku mencoreng wajah Bella dengan warna kuning tadi.


"Aaaaaaaaaa!! Lexa keterlaluan" Bella makin teriak kencang


Aku tertawa kecang, "hahahaha" lalu membuka bungkus eskrim baru yang sama persis dengan eskrim yang berada di tong sampah.

__ADS_1


Kresekk.. lalu menjilatinya.


"Emmm yummy, tenanglah itu hanya eskrim, nih cobalah" jawabku


Aku menawari Bella eskim, "eskrim..." Bella diam kebingungan dan melahap eskrim tersebut.


"Wih benar eskrim loh, kenapa warnanya kuning sih kan gue ngira tai loh hahaha" Bella tertawa


"Apa sih, Lo habis bangun masih pusing kali, orang warna kuning muda ko, udah ah gue bersihin tuh kamar mandi ya.. sebentar" aku segera pergi ke kamar mandi untuk mengecek Max yang berada di toilet basah. Sambil membawa lap membersihkan sisa eskrim yang tumpah.


"Yang bersih ya saut Bella, ehh Lexa Lo beli eskim dari mana kenapa di simpan toilet begini enak tau" saut Bella


"Lo makan aja dulu, sebentar yaa"


Krek mengunci pintu toilet, secara pelan mengendap-ngendap ke arah pintu bathub berharap Max masih berendam air hangat disini,


"Loh ko ga ada?" Menyalakan lampu toilet


"Max pergi lewat mana, kan gak ada jendela disini?" Pikirku


Belum habis penasaranku, mengecek isi kamar mandi. Tiba-tiba aku menemukan hal yang paling kutakuti.


"Aaaaaaaaaaa!" Teriakku


Aku teriak dan berlari keluar kamar mandi dengan keringat dingin gemetaran.


"Loh kenapa, ada apa lagi di kamar mandi?" Tanya Bella


"Aduh mending Lo ga usah masuk deh, gue takut banget.. pokonya jijik banget" Sautku ketakutan


"Apa sih? Serangga?" Tanya Bella


^^^'benar... Bella memang titisan kayangan dia serba tau, bahkan belum sempat aku bilang' ^^^


"Cicak ya?" Bella menebak


"No... No pokoknya semua wanita pasti takut sama tuh serangga" Sautku


"Gue tau kalau gitu gue bawa dulu senjata" Bella


"hah... senjata" raut wajah penasaran


Bella mengambil sebuah sepatu pentopel miliknya yang cukup berat, bahkan kalau tak sengaja kakimu terinjak sudah tidak tertolong, sakit kebangetan.


"Gue bawa sepatu, Lo bawa sapu sana... Kita tuntaskan misi malam ini" Bella dengan gagahnya membuka pintu toilet


Foto dulu cekrek, kesatria duo ketek beraksi menangkap musuh terbesar dunia.


"KECOA!!, TANGKAP DIA!!" seru Bella


Sepertinya malam ini adalah yang paling cape, setelah kecoa itu tertangkap, Bella menghajar habis-habisan dengan pentopel nya. sambil terpisah dari badannya saking geli nya. Tidak habis pikir dari mana kecoa itu muncul, mungkin dari sela pembuangan air.


...----------------...


"Kita berhasil" Bella terbaring di ranjang dengan perasaan menang


"Yap kita berhasil, duo ketek menang melawan musuh terbesar alam selain tikus" Sautku


"Benar kalau tikus, kita membutuhkan pangeran kebenaran untuk memberantas mahluk itu ya kan" saut Bella


Aku tersenyum, malam yang berat untukku. Tapi kehadiranmu Bella, aku merasa sangat tertolong. Bahagia memiliki teman sefrekuensi.

__ADS_1


^^^Kenyataannya tidak ada teman yang bisa seperti itu, ^^^


"Bentar Lo bilang apa tadi duo ketek?" Saut Bella meninggikan kedua alisnya


"Yap kenapa? Kita kan lagi pake lekbong, kalau di kotaku keliatan kelek bolong, jadi duo ketek hahaha" sautku tertawa


"Emm iya juga, lagian kegerahan sih.. " saut Bella


"Besok kita panggil cleaning service ya, sekalian benerin AC-nya biar tambah dingin" Sautku


"Setuju!! Gue mau extra dingin menghadapi hidup yang panas hahaha" saut Bella


"Yasudah sekarang mending tidur yu.." Sautku


Kamipun segera memenjamkan mata, aku tidak terpikirkan lagi Max pulang lewat mana, yang penting kamar mandi aman tidak ketahuan Bella itu sudah cukup lega.


"Ehh xaa jangan duo ketek dong, asem banget" Bella yang masih kepikiran


"Hahaha yasudah maunya diganti jadi apa?"


"Apaan ya, nanti deh gue pikirin... Bexa aja Bella Lexa gimana" saut Bella


Aku memejamkan mata berusaha tertidur, meski Bella masih mengajakku bicara, "terserah kau saja," tertidur lelap


Sesekali Bella mengajakku mengobrol, tapi waktu sudah sangat larut biarkan aku tertidur menghadapi kenyataan yang menyakitkan.


"Yey malah tidur!" Saut Bella


......................


Kampus dimulai, tampak tak terlihat Jason berada. Bahkan, Al dan Max tidak masuk hari ini. Aku berusaha tidak mencarinya dan bergabung bersama teman-temanku.


^^^'harusnya aku bahagia hari ini, tanpa mereka seolah beban hilang. Tapi berada di antara teman-temanku aku merasa bukan diriku.. aku merasa dunia palsu' ^^^


Aku masih belum melihat Viona masuk sejak terakhir melihat dia di villa Regastara, setauku dia pergi berlibur ke Luar Negeri karena ditemukan foto dalam sosial medianya.


"Keren ya, lihat Viona lagi di australi negeri kangguru tuh.." suat Jesselyn menunjukan foto Instagram milik Viona


"Iya bener, gue juga bentar lagi mau ke Amerika jemput sodara" saut Reva


"Wah sodara siapa? Cowok kan kenalin dong" Jesselyn


"Iya nanti gue kenalin, eh xa Lo juga harus ketemu saudara gue pokonya" seru Reva


^^^'enak jadi orang kaya, kemanapun gampang tinggal pergi, terus ini Al dan Max kemana sih? Selalu datang tanpa di undang terus tiba-tiba ngilang di telan kuya' ^^^


"Ahh iya okidoki" pekikku


.


.


.


.


.


Siapa saudara Reva?


Al dan Max kemana apa Jason mengadu pada keluarganya sehingga kedua kakak beradik itu jadi tidak bisa masuk kampus..

__ADS_1


^^^'Ale bukan orang yang suka bolos seperti Max? aneh..''^^^


Bersambung 🌹


__ADS_2