
Pelukan adalah ungkapan rasa ketika Max mulai lelah dan kehilangan arah. Sakit hatinya membekas seperti ku kehilangan Aleta sahabatku. Kita sama Max, hanya saja kamu langit aku bumi bahkan mungkin kerak tanah.
"Max sorry gue gak maksud berkata seperti itu, gue tau Lo sayang banget sama Ale" berusaha melepaskan pelukan Max
"Tahan 10 menit lagi" Max masih memelukku dengan erat
"Emmm 10 menit i-tu" aku salah tingkah
"Pejamkan matamu dan rasakan beban yang Lo rasa, tumpahkan semuanya ke gua, gua akan menjaga Lo dengan baik Lexa" Max lembut
Aku memejamkan mataku seolah beban perlahan mulai hilang, karena Max ada disini bersamaku. Hanya rasa hangat yang kurasa, jika saja waktu boleh berhenti disini ataukah kita melawan alam dengan pergi berdua dan hidup bersama itu cukup Max.
^^^'apa boleh aku mencintaimu sedalam ini'^^^
Lalu perlahan Max membuka pelukan hangatnya, tersenyum lembut mendekat ke arah wajahku. Seakan sepertinya dia akan mencium ku, hatiku berbunga dan menutup mataku kembali memberikan kecup bibir yang sudah lama ku nanti.
"Lexa sayang kucingku Lo memang cantik" mengusap lembut rambutku
"Sudah gua ada urusan" Max
Aku membuka mataku lebar dengan bibir manyun terheran, melihat Max pergi begitu saja dari hadapanku.
^^^'apa ini, dia tidak tergoda? Aaaa malu-maluin banget Lexa, dia bahkan hanya membelai rambutku kenapa aku manyun, kena prank gagal'^^^
"Max ih Lo nyebelin" teriak kesal
"Jangan marah tambah lucu" Saut Max berlalu pergi
"Eh eh tunggu mau kemana? Tanggung jawab gak, bikin baper anak orang" dumelku
Max membalikan badannya, lalu membuka semua baju kemejanya,
"Oke gua tanggungjawab nih jangan salah ya" Max berlari mengejarku
"Aaaaaaaaa tolong Max Omes" teriakku, Max hanya tersenyum kecil melihat tingkahku yang bersembunyi di balik kursi
"Lexa sini ikut!" Max menghampiriku
Aku yang ketakutan berlari menjauh dari Max sambil membawa senjata, bantal kursi.
"Jangan mendekat atau gue lempar ini bantal" Sautku mengancam
Max tertawa "ha-ha-ha bantal kursi, gak sakit Lexa sini kamu aghhhh" Max mengejarku
"Aaaaaaa ada orang Omes, tolong!!" Berlari dan berteriak
Sore yang penuh teka-teki, Max dan aku main kejar-kejaran hingga lelah kurasa, keringat sudah mulai membasahi seluruh tubuh, aku yang tidak kuat menahan tawa dan takut.
"Max cukup gue cape... Huh" menghirup nafas berat tepat berdiri di samping kulkas dapur
Max perlahan mendekat hingga ku sadar di telah berdiri di depanku dengan keringatnya yang bercucuran.
^^^'kuatkan aku, jangan sampai tergoda'^^^
Max menepak kulkas terus saja memandangiku, aku hanya tertunduk dan diam tak bicara.
^^^'selamatkan aku'^^^
"Lexa..." Max dengan suara lembut
"Max ku mohon jangan hari ini" tertunduk
"Minggir gua haus" Max
JLEB
...'Max hanya haus'...
__ADS_1
Aku bergeser dan mataku membulat, dia hanya ingin minum. Apa yang ada di pikiranku benar saat ini hatiku panas aku butuh eskrim untuk mendinginkan pikiranku.
Glek
Max meminum soda, pandanganku terus saja ke arah Max, baru kali ini dia membuka bajunya full di depanku, bahkan bisa ku lihat bentuk badannya tanpa busana, hanya menyisakan celana saja.
"Sayang kenapa?" Tanya Max meyender di sisi pintu sambil menikmati soda
"Ah tidak ada" jawabku melongo
"Oh iya tadi di mobil kamu mau eskrim kan, ambil saja semuanya" lalu melangkah pergi meninggalkanku di dapur
"eh Max... Mau kemana?"
"Mau mandi, mau ikut?" Tanya Max berjalan ke arah kamar mandi
"Apa sih enggak lah, yaudah cepat sana mandi keringetan tuh" jawabku
Aku langsung membuka kulkas benar saja banyak sekali eskrim dan yogurt. Ini semua kesukaanku.
^^^'pergi sana otak nakal, akhirnya aku punya penangkalnya oh eskrim muah'^^^
Krrrtt
Max membuka pintu kamar mandi sedikit menengok. Rambutnya masih penuh dengan shampo,
"Jangan sentuh yougurt gua ya" Max
*
*
*
^^^'Max suka yougurt juga?' pikirku heran^^^
...----------------...
Gep!!
Tiba Max memelukku dari arah belakang, bau nya harum seperti yang kuduga,
"Max emmm harum capuccino, bikin nagih" memeluk Max lembut
"udah mandinya, kalau gitu aku mandi dulu ya.. eh tapi bajuku cuma bawa satu ini aja yang di pake hemm"
"Lexa sayang sudah jangan mandi nanti cantiknya luntur, kamu gak takut lagi sama gua kaya tadi?" Max bingung
"engga, karena Lo pacar gue, gak mungkin nyakitin kan kalau nyakitin gue bilangin papa mertua bye" meninggalkan Max
"loh loh mau kemana, ini sampahnya... Lo bener ngabisin eskrim sebanyak ini?" tanya Max
"iyap buangin ya .. gue mau bawa lagi dan dara ran" berjalan kesenangan
^^^'best day ever aku makan eskrim banyak dan gratis huhu'^^^
...----------------...
Malam tiba, hanya kami berdua di dalam vila Max menyetel sebuah TV melihatku heran,
"ini cewek kenapa ya? gak tanya gitu berduaan disini, cewek aneh memang" Timpal Max
"hey badboy jalanan gue denger itu, cewek aneh katanya cewek langka tau gak"
"...." Max menghela nafas sedari tadi melihat ke arahku tanpa menonton TV.
"eh iya gue inget.." mengalihkan TV ke musik romantis.
__ADS_1
"your mine"
"Max mari berdansa denganku" membungkuk
Aku berdansa bersama Max, mengikuti alunan lagu yang merdu Max hanya menatap ku penuh senyum dan bahagia.
^^^'aku ingin menciptakan kenangan baik untukmu Max, terlepas dari apapun masalalumu''^^^
"Lexa sayang ada apa?" Max
"jangan tinggalkan aku Max" memeluk Max sambil tetap berdansa
"kamu tidak malu memiliki pria sepertiku? ayahmu akan setujukah?" tanya Max
"yang gue butuh hanya Lo Max"
Tong! suara jam besar, seakan terkejut Max melepaskan pelukannya dan memegang pundak ku.
"kita telat ayo masuk mobil?" Max terburu-buru sambil mematikan musik meraih tanganku
"Max kemana,, tunggu tasku?"
Max segera melajukan mobilnya dengan cepat, tatapannya tajam seolah melupakan sesuatu.
"Max ada apa? jangan buat gue khawatir?" tanyaku
"pasang sabuk pengamannya, kita akan kepuncak sekarang!" tegas Max
^^^'kepuncak malam-malam apa yang dia lakukan? tanpa persiapan begini tau apa yang lebih parah aku belum mandi''^^^
GUBRAK
......................
"puncak malam ini berdua?"
"kamu tenang saja malam ini kita bebas melakukan apapun yang kamu mau, gua yakin Lo akan suka" Max
brmmmm
Rencanaku hanya menggagalkan Ale masuk Blacktunder, aku malah terbawa sampai puncak Bogor tanpa persiapan. Di tengah cuaca yang dingin menusuk kulit.
"nih.." Max memberikan Jaket kulit yang biasa ku pakai saat bersamanya.
"makasih Max, lain kali kalau ajak main kasih tau dong jangan gini, aku kan gak bawa apa-apa mana lapar lagi" Sautku
grubuk ..
Max bahkan tidak peduli, saat sampai suasana begitu ramai bahkan di malam hari, banyak orang camping. Aku menyusuri jalan bersama Max hingga sampai tujuan.
"Mari Lexa, akan gua tunjukan sesuatu yang spesial buat gua hari ini" Max menuntunku
.
.
.
.
.
.
Max suprise apa tuh? sedih ya jadi Lexa jalan-jalan tanpa planning. Paribahasa orang cantik jarang mandi. bener gak tuh
next episode 🌹
__ADS_1