TERIKAT PERJANJIAN BADBOY TAMPAN

TERIKAT PERJANJIAN BADBOY TAMPAN
Bab 22 Bara


__ADS_3

"Lexa kenapa melamun begitu?" Jesselyn


Di tengah lamunan siapa diantara mereka yang palsu Jesselyn bikin aku tersadar, dari pada memikirkan siapa diantara mereka, lebih baik menjaga rahasia paling besar. Jangan sampai mereka tau kalau Alexa dari keluarga miskin.


Jika mereka tau apakah mereka masih mau berteman denganku. Namun, sepertinya lambat laun mereka tau. Semoga saat itu terjadi mereka menerimaku.


"Guys gue mau nanya kalau misalkan kalian pernah berteman dengan orang biasa gak hehe" tanyaku


"Kalau gue sih gak level Lexa, soalnya punya trauma sama orang biasa.. gak tau di untung! malah memanfaatkan keadaan ya begitulah" Reva


"Emm gue sih fine fine aja, bagi gue manusia punya batas dan kelebihan masing-masing, dulu zaman berdirinya Mertabara gak langsung seperti ini sama-sama dari nol" Viona


"mau kaya miskin udah takdir Lexa, cuma yang hebat itu kalau Lo kaya atas jerih payah kita sendiri, my parents hanya mendukung, gimana keren kan gue? Its prinsip" Jesselyn membanggakan diri


Sepertinya aku harus jujur pada mereka, menerima atau tidaknya itu bukan urusanku. Opini mereka membuatku tersadar mungkin firasat buruk pada mereka hanya berlebihan.


^^^'apakah yakin mereka akan menerimaku, saat aku berkata tinggal disisi kota Jakarta, rumah hanya alas triplek, mereka akan ilfil' Alexa kebingungan^^^


"Guys dari pada kita bicara si miskin dan si kaya mending bicara tentang pacar, gimana sih cara dapat pacar hehe" Jesselyn


"Tanya Lexa dia lebih pengalaman" Viona sambil memakan beberapa makanan ringan


"Loh ko gue, bukannya Viona yang lebih spektakuler, bahkan gue takjub sama dia" Sautku


Bolehkah saat ini aku bertukar kehidupan dengan Viona, dia memiliki kehidupan yang cukup, ibu yang penyayang dan ayah yang selalu siaga. Rasanya aku seperti mimpi jika tinggal disini.


^^^'Lexa bangun, apa yang kamu pikirkan' Alexa^^^


Dimana kita hanya memikirkan tentang sebuah kehidupan dan uang, karena sebenarnya sebanyak apapun uang takan pernah bisa membeli hati. Apapun yang kita punya jika kita tidak bahagia itu percuma.


Masa lalu adalah cerita dan masa depan akan selalu ada. Ciptakan selalu kebahagiaan dan rasakan hari esok berakhir.


"Eh xaa, gimana kabarnya Max?" Jesselyn


"Gak tau tuh, kita berdua break" jawabku enteng


"Uhuk uhuk Lo yakin putus? Pria se tampan Max Lo tinggalin, buat gue aja lah" Reva


"Kita break Rev bukan putus, Max gak mau berpaling ke lain hati katanya" jawabku


"Good good Lexa, gue bangga banget, akhirnya Lo milih kita" Viona bertepuk tangan tersenyum bahagia


"Maksudnya Vi, Lo gak suka Lexa punya pacar sekelas Max? Atau mungkin takut tersaingi?" Jesselyn meninggikan salah satu alisnya, sepertinya dia tau kalau malam saat pesta kami berbicara empat mata.


Benar Viona memberiku pilihan diam sebagai umpan, atau terjun ke arah jurang.


Putus dengan Max atau pergi dari group ini.

__ADS_1


"Apa sih Jess, maksud gue dengan Lexa break dia jadi banyak waktu sama kita.. gak terus sama pacarnya, benarkan Lexa" Viona


"Yap tentu saja, kalian gak tau pacaran itu terkadang membosankan hahahaha" tawaku


^^^'sepertinya mereka percaya ku kelabui, rencana berhasil Good Lexa good lanjutkan misi, mengungkap siapa sosok misterius di balik meninggalnya bara'^^^


Melihat Viona senang bahagia, itu sinyal hijau. Akan ku buat Viona berterus terang dan membeberkan semua informasi padaku. Menguak dalam geng motor Blacktunder.


"Oke sekarang kita nonton bioskop yu, ada di ruang belakang gimana the girls" saut Viona


"Ayoookk"


...----------------...


Waktu bermain usai, Jesselyn dan Reva di jemput oleh supir pribadinya. Sementara Viona mengantarkan ku kembali ke asrama.


Tak lupa kami berpamitan pada Dady yang masih bermain golf bersama rekannya.


"Lexa, makasih ya sudah jauhi Max" Viona


"Its oke Vi, by the way Lo percaya Max setega itu sama Bara" tanyaku


"Loh lo tau dari mana Max tersangka utamanya?" Viona


"Ya tau lah kan gue pacarnya, entah mengapa melihat Max sepertinya dia sangat merasa kehilangan Vi, gue tau Bara karena Max juga menyimpan foto itu di basecamp Argala" Jawabku


"Lexa Lo orang yang polos, alasan gue minta Lo jauhi Max bukan karena benci... tapi gue peduli, lihat baru beberapa bulan saat Lo publish, Lo banyak mengalami tekanan kan" tanya Viona


"Ya akhir-akhir ini hati gue emang lagi bermasalah, sepertinya hanya gue yang tidak tau" merendah


Meski Max membawaku ke jurang masalah bahkan beribu tekanan datang. Entah mengapa hati merasa ganjal, aku tidak bisa membiarkan Max berjuang sendiri.


"Maksud gue gini Lexa, gue percaya Max lebih dari yang Lo tau, dia sahabat kakak gue mana mungkin gue gak kenal dia? Tapi semua bukti mengarah padanya makanya gue sangat membenci pria itu" Viona


Ku lihat tatapan penuh kebencian dari mata Viona kepada Max, aku hanya berfikir tidak mungkin Max bisa sekejam itu terlebih sahabatnya sendiri. Bahkan sampai detik inipun dia selalu menampilkan senyum palsu dan sendirian mengingat kenangan bersama Bara.


"Gue tau.. kalau benar Max pelakunya gue juga bakal geram Vi, tapi kemarin Lo memperingati Jesselyn kenapa?" Tanyaku


^^^'pertanyaan bagus menjebak, apa yang jawaban Viona saat ini, bagaimanapun aku akan menguak secara detail tanpa tertinggal satupun' Alexa^^^


"Entahlah awalnya gue percaya bahwa Max pelakunya, tapi Jesselyn dan Marsel sangat mencurigakan" Viona


Di malam bara tiada terlihat cctv Max menganiaya Bara terlihat dari jaket dan sebuah topi yang selalu dia kenakan. Tapi entah mengapa ada satu orang yang berdiri menonton tanpa menolong. Rambutnya panjang dan ku yakini dia perempuan.


"Itu aneh kan Lexa, sebelumnya Max tidak pernah dekat dengan sosok cewek, tapi dalam rekaman itu ada wanita, bahkan gue kenal baik keluarganya tidak ada keturunan wanita" Viona


"Boleh gue lihat videonya Vi"

__ADS_1


"Nih lihat saja tapi tidak jelas" Viona memberikan ponselnya


Benar pria itu mengenakan jaket kulit yang sama dengan Max hanya dia menggunakan topi menghindari cctv, ku lihat di ujung cctv itu berdiri seorang wanita.


^^^'mana mungkin setan kan, heh ngaco aduh aku malah gagal fokus' Alexa^^^


"Tapi yang makin gue benci, setelah semua bukti mengarah padanya Max tetap lolos dari kepolisian.." Viona


"Loh loh kenapa? Ko bisa gitu apa ada bukti belum cukup kuat vi" penasaran


"Dia adalah keluarga regastara tentu saja ayahnya membantunya, kuat dugaan tidak ada se percik darah yang menetes pada pakaiannya dan lagi tidak ada sidik jari yang sesuai dengan pelaku, bukankah itu sangat mencurigakan, jelas terlihat di video itu Max mencekik Bara, harusnya bekas sidik jarinya nempel disana kan" Viona


"Lo benar mungkin saja saat itu ada yang menjebak Max, dengan jaket yang serupa Viona, yakin deh Max gak mungkin sampai sejauh itu, Lo mau gue kasih tau rahasia?"


Aku harus mendapatkan kepercayaan dari Viona dengan begitu aku akan mendapat informasi lebih dari dia langkah selanjutnya adalah masuk geng motor Blacktunder. Max berkata pelakunya adalah kelompok itu sendiri.


Seorang Max berubah sejak saat itu, karena dia merasa namanya buruk, bermain wanita, paling kuat dan seorang killer. Maka Max memanfaatkan itu untuk menjaga kedudukannya lalu berhasil mendirikan sebuah geng motor baru bernama Argala Storta yang di paling ditakuti.


"Gue dengan Max ada perjanjian untuk mengungkap kejadian Bara, sejauh ini yang kami kira pelakunya adalah Blacktunder itu sendiri untuk urusan kenapa? Kita belum tau" jawabku


"Max ngomong begitu yang benar?" Viona membulat matanya terkejut


"Sorry Viona gue harus bicara seperti ini, gue tau rasanya kehilangan bahkan terjadi pada diri gue sendiri, ibu gue pergi meninggalkan ayah dan sahabatku Aleta dinyatakan meninggal karena tak kunjung ditemukan, gue paham betul apa yang Lo rasakan" meyakinkan Viona


Viona memelukku erat lalu menangis tersedu,


"Baru kali ini gue dengar ada yang peduli sama kakak gue Lexa, gue terharu" Viona berlinang air mata


Aku merangkulnya berusaha menenangkan rasa paling menyakitkan di dunia ini tentang sebuah kehilangan yang tak dapat kita lihat lagi wujudnya.


"Lo kuat vi, sabar Bara sudah tenang disana, dia pasti sedih kalau Lo lemah begini" menguatkan Viona


"Lo benar, Lexa apapun yang Lo butuh buat mengungkap kasus ini gue akan bantu semaksimal mungkin" Viona


.


.


.


.


.


Good rencana berhasil?


Siapa pelaku sosok kematian Bara?

__ADS_1


Next episode


__ADS_2